• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN UMUM TENTANG PERCERAIAN, MEDIA SOSIAL DAN MASLAHAH MURSALAH

A. Duduk Perkara Putusan Nomor 2879/Pdt.G/2020/PSrg

Surat gugatan Penggugat tercatat tanggal 3 November 2020 dan terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Agama Serang Nomor 2879/Pdt.G/2020/PA.Srg mengemukakan sebagai berikut:

1. Pernikahan Penggugat dengan Tergugat yaitu Sabtu, 11 Febuari 2006 tercatat di Kantor Urusan Agama xxxxx, tertanggal 21 Oktober 2016.

2. Sepekan menikah keduanyaya tinggal di rumah kakek Penggugat di Kota Bogor, lalu Penggugat di bawa ke Karawang oleh Tergugat kerumah orang tua Tergugat dan menjalani rumah tangganya di sana.

3. Awalnya rumah tangga Penggugat dengan Tergugat baik-baik saja, hidup rukun, damai dan harmonis, terkadang memang ada konflik kecil.

4. Pernikahan Penggugat dan Tergugat dikaruniai 3 anak.

5. Tahun 2014 Penggugat dan Tergugat tinggal di Serang.

6. Tahun 2016 Rumah tangga Penggugat dan Tergugat mulai ada goyah masalah-masalah kecil saja dapat menimbulkan percekcokan yang serius.

7. Penggugat merasakan adanya perubahan sikap Tergugat, tidak perhatian kepada keluarga, sering pulang malam tanpa kabar, terkadang tidak pulang, sering marah-marah, arogan, mengeluarkan kata - kata kasar

8. Komunikasi keduanya bermasalah, sehingga terjadi percekcokan anatara Penggugat dan Tergugat.

9. Pertengahan tahun 2017 Penggugat mengetahui Tergugat mempunyai WIL (wanita idaman lain) di ketahui SMS (Short Massenger Service) dan status foto profil facebook di handphone milik Tergugat

10. Tanggal 20 Januari 2019 Penggugat izin pamit kepada Tergugat untuk pulang ke Bogor, namun di balas respon Tergugat seolah mengusir Penggugat.

11. Pada pertengahan 2019 Tergugat sering melalui Whatapp (WA) meinta kepada Penggugat untuk balik, tetapi penggugat menolak.

31

12. Tergugat mendatangi rumah orang tua Penggugat dengan untuk menjemput, tetapi Tergugat tidak menceritakan masalah yang terjadi kepada keluarga Penggugat.

13. Tanggal 20 januari 2019 Penggugat dengan Tergugat pisah rumah dan hidup sudah tidak selayaknya sebagai pasangan suami istri, sehingga rumah tangga antara Penggugat dengan Tergugat sudah sulit untuk dipertahankan dengan tujuan perkawinan.

B. Pertimbangan Hukum Putusan 2879/Pdt.G/PA.Srg

Tergugat telah dipanggil, namun tidak pernah hadir di persidangan dan tidak mengutus orang lain tanpa alasan, dengan demikian perkara ini dapat diputus dengan Verstek. Mediasi tidak bisa dilaksanakan karena mediasi mengharuskan kehadiran kedua belah pihak yang berperkara, sedangkan Tergugat tidak hadir di persidangan dan Majelis hakim telah berupaya menasehati Penggugat agar tetap mempertahankan ikatan perkawinan. Rumah tangga Penggugat dan Tergugat sudah tidak rukun, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran dan telah berpisah rumah dan sampai sekarang.

Selanjutnya, Tergugat tidak melakukan bantahan terhadap perselisihan dalam rumah tangga, sehingga dapat diduga adanya pengakuan Tergugat. Sehingga, putusan yang dijatuhkan tanpa hadirnya Tergugat dapat dikabulkan sepanjang berdasarkan hukum dan beralasan. Lalu Penggugat telah mengajukan bukti P.1 dan P.2 serta telah menghadirkan 2 saksi. Bukti-bukti tersebut merupakan bukti otentik tentang identitas Penggugat dan akta perkawinan. Bukti tersebut dinilai terbukti sebagai pihak yang berperkara dan bertempat di wilayah hukum Pengadilan Agama Serang.

Pada pembuktiannya, Penggugat mengajuka bukti-bukti otentik berupa:

1. Bukti Surat yaitu berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan fotokopi Kutipan Akta Nikah.

2. Bukti Saksi yaitu Saksi I berumur 60 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Serang dan Saksi II berumur 43 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Serang.

32

Saksi yang diajukan adalah orang dewasa dan telah disumpah, sehingga memenuhi syarat formal. Saksi menerangkan rumah tangga Penggugat dan Tergugat sudah tidak rukun lagi, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran. Keterangan tersebut bersesuaian satu sama lain dan menurut pengetahuannya sendiri. Dari dalil-dalil Penggugat yang tidak dibantah oleh Tergugat ditambah keterangan saksi, serta upaya perdamaian telah dilakukan baik semua pihak, akan tetapi tidak berhasil. Maka disimpulkan telah terjadi perselisihan dalam rumah tangga yang sulit untuk dirukunkan lagi. Apabila perkawinan sudah tidak rukun lagi, sering terjadi perselisihan, melalaikan hak dan kewajiban, berpisah tempat tinggal, maka sudah ada bukti bahwa tidak dapat membentuk tujuan perkawinan.

Majlis Hakim melihat masalah pokok gugatan yang diajukan Penggugat adalah karena rumah tangga sudah tidak rukun, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang puncaknya terjadi pada tahun 2019 yang mengakibatan kedua pasangan berpisah rumah. Tergugat tidak pernah hadir di Persidangan yang menyebabkan Tergugat dianggap tidak pernah melakukan bantahan atas Penggugat, sehingga menurut pasal 125 HIR gugatan Penggugat dapat dikabulkan atas dasar hukum dan memilii alasan.

Bukti-bukti yang diajukan oleh Penggugat berupa alat bukti P1 yaitu identitas dan bukti P2 dianggap sebagai bukti otentik oleh Majlis Hakim karenanya telah memenuhi syarat formil dan materil menyatakan sebagai pasangan suami istri. Saksi-saksi yang dihadirkan telah memenuhi syarat formil sebagaimana pasal 145 ayat 1 angka 3e HIR, Kedua saksi memberikan keterangan di bawah sumpahnya yang pada intinya menerangkan antara Penggugat dan Tergugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, sehingga keteranngan tersebut dianggap telah sesuai dengan pasal 171 HIR memiliki kekuatan pembuktian serta dapat diterima sebagai alat bukti.

Oleh sebab perkawinan tersebut sudah tidak rukun lagi, lebih-lebih antara Penggugat dengan Tergugat sudah berpisah tempat tinggal dan hidup sendiri-sendiri yang menunjukkan hubungan interpersonal sudah tidak terkoordinasi dan sudah saling tidak memenuhi hak dan kewajiban sebagai suami isteri, maka disini sudah ada bukti bahwa rumah tangga antara Penggugat dengan Tergugat sudah retak dan

33

tidak ada lagi ikatan lahir bathin, sehingga tujuan perkawinan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal sebagaimana dimaksud Pasal 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan atau rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah sebagaimana dikehendaki dalam Alqur'an surat Ar-Rum ayat (21) jo Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidak dapat diwujudkan dalam rumah tangga Penggugat dan Tergugat.

Majelis hakim merujuk ketentuan yang tertulis dalam Kitab Fiqih Ash Shawi jilid IV Halaman 204:

اف ةقرافملا بسانملاف ةدوم لاو ةبحم امهنيب فلتخا ن

Artinya : “Maka jika telah terjadi perselisihan dengan tidak diperoleh diantara keduanya kasih sayang, maka pantaslah perceraian”;

Jika tujuan perkawinan tidak dapat terwujud, maka mempertahankan perkawinan dalam kondisi tersebut akan menimbulkan kemudharatan bagi kedua belah pihak mesikupun sedapat mungkin perceraian tersebut untuk dihindari.

Dalil-dalil gugatan Penggugat telah memenuhi ketentuan Pasal 39 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam, dengan demikian petitum gugatan cerai Penggugat dapat dikabulkan dengan menjatuhkan talak satu ba‟in shugra Tergugat terhadap Penggugat. Perkara ini merupakan perkara perceraian, menurut ketentuan Pasal 89 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama dan perubahannya, oleh karena itu biaya perkara dibebankan kepada Penggugat.

Majlis Hakim dengan pertimbangan hukumnya mengenai perkara ini memutuskan dan mengadili sebagai berikut:

1. Menyatakan Tergugat yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir

2. Mengabulkan gugatan Penggugat dengan verstek

34

3. Menjatuhkan talak satu ba'in shughra Tergugat terhadap Penggugat

4. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara ini sejumlah Rp 431.000,00 (empat ratus tiga puluh satu ribu rupiah)

Demikian diputuskan dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Agama Serang pada hari Selasa tanggal 22 Desember 2020 oleh Dra. Hj.

Hulailah, MH sebagai Ketua Majelis, Dra. Nurnaningsih, S.H. dan Dra. Destina, masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan pada hari itu juga dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis beserta para Hakim Anggota tersebut, dan didampingi oleh Humsiyah, S.H. sebagai Panitera Pengganti, dengan dihadiri oleh Penggugat tanpa hadirnya Tergugat.

C. Duduk Perkara Putusan Nomor 185/Pdt.G/2021/PA.Srg

Surat permohonan Pemohon tercatat pada tanggal 13 Januari 2021 dan terdaftar Nomor 185/Pdt.G/2021/PA.Srg, mengemukakan hal-hal sebagai berikut:

1. Pernikahan Pemohon dan Termohon dilangsungkan pada tanggal 02 April 2014 dihadapan Pegawai Pencatat Nikah Kantor Urusan Agama.

2. Setelah menikah Pemohon dan Termohon bertempat tinggal di Kota Serang.

3. Pemohon dan Termohon hidup berumah tangga terakhir tinggal di Kota Serang.

4. Selama perkawinan antara Pemohon dan Termohon telah dikaruniai 2 anak.

5. November 2019 sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut:

a) Pemohon tidak bekerja sehingga tidak dapat memenuhi hak dan kewajibannya berupa kebutuhan hidup sehari-hari keluarga, namun setelah tiga bulan Pemohon dapat pekerjaaan kembali.

b) Termohon mempunyai hubungan dengan laki-laki lain yang diketahui melalui Watssapp dan Massanger di HP Termohon.

6. Puncak pertengkaran dan perselisihan pada rumah tangga Pemohon dan Termohon terjadi pada bulan Juli 2020 dan mengakibatkan Pemohon dan Termohon berpisah rumah.

35

7. Dengan kejadian tersebut rumah tangga keduanya sulit untuk dipertahankan dan sulit untuk meciptakan tujuan perkawinan yaitu rumah tangga yang tentram, penuh cinta dan kasih sayang.

8. Upaya perdamaian telah dilakukan, baik dari keluarga Pemohon maupun Termohon untuk menyelesaikan persoalan Pemohon dan Termohon, namun upaya tersebut tidak berhasil.

9. Pemohon bersedia membayar biaya perkara.

D. Pertimbangan Hukum Putusan 185/Pdt.G/PA.Srg

Mediasi tidak dapat dilaksanakan karena Termohon tidak pernah hadir.

Padahal Termohon telah dipanggil, juga tidak pernah mengutus orang lain di persidangan. Pemohon telah dinasihati untuk mempertahankan perkawinannya, namun tidak berhasil. Jadi, perkara ini tetap dilanjutkan tanpa kehadiran Termohon.

Alasan Pemohon mengajukan permohonan cerai yaitu sudah tidak harmonis, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, tidak melaksanakan hak dan kewajiban serta berpisah tempat tinggal. Dengan tidak hadirnya Termohon dan permohonan Pemohon dianggap telah memenuhi ketentuan pasal 125 ayat 1 HIR

Termohon dianggap mengakui dalil-dalil permohonan Pemohon karena Termohon tidak pernah hadir di persidangan, Pemohon tetap mengajukan alat bukti yang cukup. Bukti-bukti telah diajukan Pemohon (P.1 dan P.2) serta telah menghadirkan dua orang saksi. Bukti tersebut merupakan akta otentik, dan telah memenuhi syarat formal dan materil. Saksi-saksi adalah orang dewasa dan telah disumpah sehingga memenuhi syarat formil. Keterangan saksi menyebutkan bahwa Pemohon dan Termohon sudah tidak rukun lagi, sering terjadi perselisihan, pertengkaran, dan sudah berpisah tempat tinggal. Masing-masing keterangan bersesuaian dan atas pengetahuannya sendiri.

Selanjutnya, dalil-dalil Pemohon yang tidak dibantah dan diperkuat dengan keterangan saksi-saksi merupakan indikasi adanya perselisihan, sedangkan upaya perdamaian telah dilakukan semua pihak, tetapi tidak berhasil. Dapat disimpulkan terjadi perselisihan yang sulit untuk dirukunkan lagi. Oleh karena perkawinan tersebut sudah tidak rukun lagi, terjadi percekcokan, terjadi perselisihan, sudah pisah

36

rumah dan hidup sendiri-sendiri menunjukkan tidak terpenuhinya hak dan kewajiban sebagai suami isteri, sehingga tujuan perkawinan tidak dapat terwujud.

Pada pembuktiannya, Penggugat mengajuka bukti-bukti otentik berupa:

1. Bukti Surat yaitu berupa fotokopi Kartu Tanda Penduduk dan fotokopi Kutipan Akta Nikah.

2. Bukti Saksi yaitu Saksi I berumur 34 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Serang dan Saksi II berumur 27 tahun bertempat tinggal di Kabupaten Serang.

Majlis Hakim melihat masalah pokok gugatan yang diajukan Penggugat adalah karena rumah tangga sudah tidak rukun, sering terjadi perselisihan dan pertengkaran yang puncaknya terjadi pada bulan Juli tahun 2020 yang mengakibatan kedua pasangan berpisah rumah. Tergugat tidak pernah hadir di Persidangan yang menyebabkan Tergugat dianggap tidak pernah melakukan bantahan atas Penggugat, sehingga menurut pasal 125 HIR gugatan Penggugat dapat dikabulkan atas dasar hukum dan memilii alasan.

Bukti-bukti yang diajukan oleh Penggugat berupa alat bukti P1 yaitu identitas dan bukti P2 dianggap sebagai bukti otentik oleh Majlis Hakim karenanya telah memenuhi syarat formil dan materil menyatakan sebagai pasangan suami istri. Saksi-saksi yang dihadirkan telah memenuhi syarat formil sebagaimana pasal 145 ayat 1 angka 3e HIR, Kedua saksi memberikan keterangan di bawah sumpahnya yang pada intinya menerangkan antara Penggugat dan Tergugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran, sehingga keteranngan tersebut dianggap telah sesuai dengan pasal 171 HIR memiliki kekuatan pembuktian serta dapat diterima sebagai alat bukti.

Oleh sebab perkawinan tersebut sudah tidak rukun lagi, lebih-lebih antara Pemohon dengan Termohon sudah berpisah tempat tinggal dan hidup sendiri-sendiri yang menunjukkan hubungan interpersonal sudah tidak terkoordinasi dan sudah saling tidak memenuhi hak dan kewajiban sebagai suami isteri, maka disini sudah ada bukti bahwa rumah tangga antara Pemohon dengan Termohon sudah retak dan tidak ada lagi ikatan lahir bathin, sehingga tujuan perkawinan untuk membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal sebagaimana dimaksud Pasal 1

Undang-37

Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan atau rumah tangga yang sakinah mawaddah dan rahmah sebagaimana dikehendaki dalam Alqur'an surat Ar-Rum ayat (21) jo Pasal 3 Kompilasi Hukum Islam (KHI) tidak dapat diwujudkan dalam rumah tangga Pemohon dan Termohon.

Majelis hakim berdasar pada ketentuan dalam Kitab Fiqih Ash-Shawi jilid IV Halaman 204:

ةقرافملا بسانملاف ةدوم لاو ةبحم امهنيب فلتخا ناف

Artinya : “Maka jika telah terjadi perselisihan dengan tidak diperoleh diantara keduanya kasih sayang, maka pantaslah perceraian”

Perceraian memang suatu perbuatan yang sedapat mungkin dihindari, namun apabila tujuan perkawinan sudah tidak dapat terwujud, maka mempertahankan perkawinan dalam kondisi tersebut justru akan menimbulkan kemudharatan para pihak.

Pertimbangan tentang alasan-alasan perceraian memenuhi ketentuan Pasal 39 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 19 huruf f Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo Pasal 116 huruf f Kompilasi Hukum Islam, dengan demikian permohonan Pemohon untuk bercerai dengan Termohon telah memiliki cukup alasan dan patut dikabulkan dengan memberi izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj‟i terhadap Termohon di depan sidang Pengadilan Agama Serang. Karena perkara ini termasuk perkara perceraian, biaya perkara dibebankan kepada Pemohon. berdasarkan ketentuan Pasal 89 ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 dan perubahannya.

Majlis Hakim dengan pertimbangan hukumnya mengenai perkara ini memutuskan dan mengadili sebagai berikut:

1. Menyatakan Termohon yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap di persidangan, tidak hadir

2. Mengabulkan permohonan Pemohon dengan verstek;

38

3. Memberi izin kepada Pemohon untuk menjatuhkan talak satu raj'i terhadap Termohon di depan sidang Pengadilan Agama Serang

4. Membebankan kepada Pemohon untuk membayar biaya perkara ini sejumlah Rp.445.000,00 (empat ratus empat puluh lima ribu rupiah)

Demikian diputuskan dalam musyawarah Majelis Hakim Pengadilan Agama Serang pada hari Selasa tanggal 16 Februari 2021 oleh Drs. Abd. Hamid, sebagai Ketua Majelis, Dra. Hj. Ai Jamilah, M.H dan Drs. H. Muhammad Umar, S.H., M.H.I., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan tersebut diucapkan pada hari itu juga dalam sidang terbuka untuk umum oleh Ketua Majelis beserta para Hakim Anggota tersebut, dan didampingi oleh Intan Yani Astira, S.H, sebagai Panitera Pengganti, dengan dihadiri oleh Penggugat tanpa hadirnya Tergugat.

37 BAB IV

ANALISIS PUTUSAN NO. 2879/Pdt.G/2020/PA.Srg

DAN PUTUSAN NOMOR 185/Pdt.G/2021/PA.Srg PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH AL-SYATIBI

Dokumen terkait