PUTUSAN PENGADILAN AGAMA SERANG. NOMOR 2879/Pdt.G/2020/PA.Srg & NOMOR 185/Pdt.G/2021/PA.Srg DALAM PERSPEKTIF MASLAHAH MURSALAH AL-SYATIBI.
Teks penuh
Dokumen terkait
1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan jo pasal 74 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam, yang pada pokoknya bahwa pembatalan perkawinan tersebut berlaku sejak tanggal pernikahan Pemohon
Hal ini sesuai dengan ketentuan pasal 171 huruf c Kompilasi Hukum Islam (KHI), dimana didalammya disebutkan yang dimaksud dengan ahli waris adalah orang yang pada saat
1 tahun 1974 tentang perkawinan dan pasal 133 Kompilasi Hukum Islam (KHI) yakni penyebab putusnya perkawinan sehingga hubungan perkawinan itu tidak dapat lagi
Melihat dari segi syarat alternatif (Pasal 4 Undang-undang Perkawinan tahun 1974), dalam putusan ini sudah jelas bahwa alasan utama yang diajukan pemohon
Pertimbangan Hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Nomor 72/Pdt.G/2011/PA.Bji menggunakan Pasal 181 Kompilasi Hukum Islam dan Surah An-1LVDD¶ D\DW PHQJHQDL Kalalah, sehingga
Terkait dengan pertimbangan hakim yang mendasarkan ketentuan pada Pasal 119 Ayat (2) Huruf (c) Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan bahwa Penggugat belum pernah bercerai
Terkait dengan pertimbangan hakim yang mendasarkan ketentuan pada Pasal 119 Ayat (2) Huruf (c) Kompilasi Hukum Islam (KHI) yang menyatakan bahwa Penggugat belum
Namun Kompilasi Hukum Islam memberikan kelonggaran terhadap perkawinan yang dilaksanakan setelah berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, selama perkawinan yang dilakukan tidak