• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Konseptual Dukungan Sosial

2. Dukungan Sosial dalam Tinjauan yang Mendetail

Dalam hampir setiap buku referensi yang membahas tentang

dukungan sosial, pada pembahasan awal setelah menjelaskan definisi

dukungan sosial biasanya dilanjutkan dengan pokok bahasan tentang

tipe/jenis/bentuk dari dukungan sosial. Para akademisi mencoba untuk

mengklasifikasikan berbagai tipe dukungan sosial agar dapat

menjelaskan secara lebih detail tentang bentuk bantuan atau perilaku

seperti apa yang tepat diberikan bagi orang lain. Berikut ini adalah

Beberapa akademisi yaitu Cobb, Cohen & McKay, House,

Schaefer, Coyne & Lazarus, dan Wills mengklasifikasikan empat tipe

dasar dukungan sosial, yaitu:

1. Dukungan Emosional (Emotional Support) yang mencakup

ungkapan perasaan empati, peduli, perhatian pada orang lain.

Dukungan emosional ini akan memberikan kenyamanan, keyakinan,

rasa dimiliki, dan dicintai pada waktu mengalami stres.

2. Dukungan Penghargaan (Esteem Support), meliputi ungkapan

penghargaan yang positif dari orang lain kepada seseorang,

pemberian semangat atau dukungan terhadap pemikiran dan

perasaan individu tersebut dengan penilaian-penilaian positif atas

individu tersebut dibandingkan dengan orang lain, misalnya

membandingkan individu tersebut dengan orang lain yang

kondisinya lebih buruk. Dukungan ini dapat membangun atau

memunculkan perasaan berharga, mampu, dan bernilai dalam diri

seseorang.

3. Dukungan Nyata atau Instrumental (Tangible or Instrumental

support) yang mencakup bantuan langsung, misalnya memberikan

barang atau meminjamkan uang.

4. Dukungan Informasional (Informational Support), meliputi

pemberian nasihat, arahan, saran-saran, atau umpan balik tentang

Cohen dan Syme (dalam Gottlieb, 1988) juga

mengklasifikasikan dukungan sosial menjadi empat jenis yaitu:

1. Dukungan informasi, yaitu berupa pemberian penjelasan tentang

situasi dan segala sesuatu yang berhubungan dengan masalah yang

sedang dihadapi oleh individu. Dukungan ini meliputi pemberian

nasihat, petunjuk, masukan atau penjelasan tentang bagaimana

seseorang bersikap.

2. Dukungan emosional, yang meliputi ekspresi empati misalnya

dengan mendengarkan, bersikap terbuka, menunjukkan sikap

percaya terhadap apa yang dikeluhkan, mau memahami, serta

ekspresi kasih sayang dan perhatian. Dukungan emosional akan

membuat individu penerima dukungan merasa berharga, nyaman,

aman, terjamin, dan disayangi.

3. Dukungan instrumental adalah bantuan yang diberikan secara

langsung, bersifat fasilitas atau materi, misalnya menyediakan

fasilitas yang diperlukan, meminjamkan uang, memberikan

makanan, permainan atau bantuan yang lain.

4. Dukungan penilaian, dukungan ini bisa berupa penilaian yang positif,

penguatan (pembenaran) untuk melakukan sesuatu, umpan balik atau

menunjukkan perbandingan sosial yang membuka wawasan

Klasifikasi bentuk dukungan sosial yang dikemukakan oleh para

akademisi diatas memberikan gambaran secara umum tentang berbagai

bentuk dukungan sosial yang biasanya diberikan oleh pemberi

dukungan kepada seseorang. Secara umum terdapat empat tipe dasar

dukungan sosial yaitu dukungan emosional, dukungan penghargaan,

dukungan instrumental, dan dukungan informasional. Secara garis

besar, keempat tipe dasar dukungan sosial tersebut juga dapat dilihat

menjadi dua bentuk. yaitu dukungan yang berupa bantuan fisik dan non

fisik. Dukungan instrumental dan informasional menawarkan bantuan

fisik yang mencakup bantuan langsung (misalnya, pemberian uang)

serta pemberian nasihat, petunjuk, ataupun saran. Sedangkan bantuan

non fisik ditawarkan oleh dukungan emosional dan penghargaan,

seperti adanya ekspresi empati.

Berdasarkan penjelasan tentang berbagai bentuk dukungan

sosial, dapat diketahui bahwa klasifikasi dukungan sosial yang

dikemukakan oleh para akademisi tersebut bermanfaat bagi pemberi

dukungan untuk menentukan jenis dukungan seperti apa yang

benar-benar diperlukan oleh individu pada situasi tertentu. Pemberian

dukungan tergantung pada penyebab keadaan yang penuh stres yang

sedang dihadapi oleh individu. Hal ini akan membantu pemberi

dukungan dalam menentukan jenis dukungan sosial yang akan

diberikan kepada individu sesuai dengan situasi yang sedang dihadapi

b. Faktor Penentu Dukungan Sosial

Tidak setiap orang mendapatkan dukungan sosial yang mereka

perlukan. Banyak faktor yang menentukan apakah orang-orang akan

mendapatkan dukungan atau tidak (Broadhead et al., 1983; Worthman

& Dunkel-Schetter, 1987, dalam Sarafino, 1994).

Terdapat beberapa faktor yang berkaitan dengan potensi

seseorang untuk menerima dukungan. Dalam satu hal, orang-orang

tidak mungkin menerima dukungan jika mereka tidak membiarkan

orang lain mengetahui bahwa mereka memerlukan dukungan. Beberapa

orang tidak cukup asertif untuk meminta bantuan atau merasa bahwa

mereka seharusnya tidak tergantung pada orang lain. Mereka tidak mau

membebani orang lain atau merasa tidak nyaman untuk percaya kepada

orang lain atau mereka tidak mengetahui siapa yang bisa diminta

bantuannya. Terkadang, si penerima dukungan memiliki karakteristik

yang tidak menarik atau tidak mengundang bantuan datang kepadanya

atau memiliki temperamen yang sulit, misalnya meminta bantuan

dengan cara yang menjengkelkan, seperti mengeluh atau merengek

terus-menerus.

Faktor-faktor lain yang berhubungan dengan potensi pemberi

dukungan adalah mereka mungkin tidak memiliki sumber daya yang

diperlukan, berada dalam keadaan stres dan diri mereka sendiri juga

memerlukan bantuan atau mereka sama sekali tidak sensitif pada

Penerima dukungan sosial juga bergantung pada komposisi dan

struktur dari jaringan atau jalinan sosial yang mereka miliki, seperti

keluarga dan komunitas (Mitchell, 1969; Schaefer, Coyne, & Lazarus,

1981, dalam Sarafino, 1994). Jalinan ini dapat berbeda dari segi

kuantitas, contohnya jaringan atau jalinan sosial berbeda dalam hal

ukuran, yaitu jumlah orang yang menjalin kontak hampir setiap hari,

frekuensi kontak (seberapa sering individu bertemu dengan orang lain),

komposisi (apakah orang-orang yang ditemui merupakan keluarga,

teman, rekan kerja, dan lain sebagainya), intimasi atau keakraban

(kedekatan hubungan individual dan kerelaan untuk saling

mempercayai). Orang-orang yang memiliki jaringan atau jalinan sosial

dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi kemungkinan akan

mendapatkan banyak kesempatan untuk menerima dukungan sosial.

Dari penjelasan di atas dapat diketahui gambaran mengenai

beberapa faktor yang menentukan potensi seseorang untuk

mendapatkan dukungan dari orang lain. Secara garis besar ada dua

faktor yang menjadi penentu apakah seseorang berpotensi untuk

mendapatkan dukungan atau tidak. Faktor yang pertama merupakan

faktor internal dari dalam diri individu yang memerlukan dukungan,

dan faktor kedua adalah faktor eksternal yang berasal dari orang lain di

Dokumen terkait