C. Pemberdayaan Bidang Wirausaha bagi Ibu/Wanita
4. Motivasi berperanserta pada peserta Posdaya adalah dorongan yang ada di dalam diri maupun dari luar individu peserta Posdaya untuk ikut terlibat mulai
4.2 Gambaran Umum Posdaya Mandiri Terpadu .1 Sejarah Berdirinya Posdaya
4.2.5 Bidang Ekonomi
Dalam upaya peningkatan kesejahteraan khususnya dalam pemberian lapangan pekerjaan, bidang ekonomi menekankan kepada kewirausahaan yang sangat bermanfaat dalam upaya penyerangan tenaga kerja, mengurangi pengangguran serta menjadi ladang mencari nafkah bagi masyarakat. Posdaya memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat agar dapat meningkatkan keterampilan dan ekonomi mereka.
4.2.5.1 Menyulam
Kegiatan pelatihan menyulam dilaksanakan 2 kali pada tahun 2010, yaitu pada bulan Februari 2010 dan awal bulan September 2010. Pada bulan Februari 2010 dilaksanakan di RW 03 yang bertempat di rumah Ibu Norma, ketua Kelompok Tani Wanita. Kegiatan ini berlangsung ± selama 8 minggu kemudian dilanjutkan pelatihan sulam pita dan daur ulang. Saat awal kegiatan dilaksanakan, peserta yang datang mencapai 50 orang. Tetapi secara perlahan peserta yang mengikuti pelatihan ini berkurang hingga mencapai hampir 20 orang. Alasan orang-orang yang mengikuti pelatihan ini adalah karena faktor jarak rumah yang jauh seperti yang diungkapkan oleh salah satu responden
“Sebenarnya saya tertarik banget neng sama pelatihan menyulam karena saya pengen bisa dan jika hasilnya memuaskan, saya bisa menjualnya. Tetapi karena rumahnya jauh dan saya juga punya anak kecil, jadi saya tidak hadir secara penuh. Belum lagi jika hujan, malas saya harus jalan sejauh itu”.(Int).
Respon positif dari ibu-ibu yang mengikuti pelatihan menyulam dan dengan pertimbangan-pertimbangan yang ada, maka dilaksanakan lagi kegiatan menyulam di RW 01. Kegiatan pelatihan menyulam dilaksanakan pada akhir bulan September 2010 hingga awal Desember 2010. Sebelum dilaksanakan pelatihan, diadakan dahulu sosialisasi kepada ibu-ibu. Kegiatan ini dilaksanakan selama 8 kali pertemuan. Peserta yang aktif menghadiri kegiatan pelatihan ini sebanyak 20 orang. Peserta yang hadir tidak terlalu banyak karena faktor waktu dan tempat seperti salah satu tanggapan ibu yang tidak mengikuti pelatihan secara aktif.
“Kegiatan menyulam bagi saya penting sekali neng, apalagi saya sedang menganggur. Tetapi waktunya neng yang ngebuat saya sering tidak ikut. Soalnya terkadang saya kerja di hari Sabtu”.(Mwt)
Peserta yang mengikuti pelatihan menyulam, begitu antusias untuk mengikuti pelatihan tersebut, tetapi ada beberapa faktor yang membuat mereka tidak dapat selalu hadir dalam pelatihan menyulam.
Gambar 6. Pelatihan Menyulam
4.2.5.2 Daur Ulang
Menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan hijau merupakan harapan setiap orang. Sampah dalam hal ini merupakan masalah utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Oleh karena itu, dibutuhkan pengolahan limbah. Sampah terbagi menjadi dua jenis yaitu sampah organik dan samapah anorganik. Posdaya Mandiri Terpadu telah melakukan pengolahan sampah dengan dua jenis tersebut. Pengolahan sampah anorganik disebut juga sebagai kegiatan pelatihan daur ulang. Kegiatan pelatihan daur ulang ini, tidak memerlukan bahan yang terlalu banyak
dan ribet. Bahan-bahan yang diperlukan dalam kegiatan pelatihan daur ulang ini adalah sampah anorganik yang telah dibersihkan, lem, jarum, dan mesin jahit. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah masyarakat dapat mengolah sampah anorganik menjadi suatu bahan kerajinan yang memiliki nilai ekonomis seperti tas, dompet, dan lain-lain. Harapan dari kegiatan pelatihan ini adalah, masyarakat dapat mengolah sampah organik secara mandiri dan memasarkan hasilnya tersebut ke pasar sehingga dapat dijual atau dapat digunakan untuk kepentingan pribadi.
Gambar 7. Hasil Daur Ulang Sampah Plastik
Kegiatan pelatihan ini dilanjutkan setelah pelatihan menyulam benang dan menyulam pita selesai. Pelatihan ini dihadiri ± 20 orang yang bertempat di rumah ketua Kelompok Tani Hurip, yaitu rumah Bapak Ahmad. Tidak begitu banyak orang yang mengetahui kegiatan pelatihan tersebut karena kurangnya informasi yang didapatkan oleh masyarakat. Kegiatan pelatihan daur ulang, termasuk salah satu pelatihan yang paling menarik masyarakat karena bahan yang digunakan tidak memerlukan modal terlalu banyak tetapi menjadi hambatan bagi orang yang tidak bisa menjahit dan tidak memiliki mesin jahit seperti yang diungkapkan oleh salah satu responden.
“Pelatihan daur ulang teh termasuk yang disukain ibu-ibu, mbak tapi masalahnya saya ga bisa jahit dan ga punya mesin jahit jadi saya malas untuk melanjutkannya lagi. Padahal saya berniat untuk belajar hingga bisa dan hasilnya dapat dijual. Di sini teh masalahnya sedikit orang yang punya mesin jahit. Sekalinya ada, eh hasilnya jelek dan rumahnya juga jauh”.(Ar)
4.2.5.3 Pengolahan Ubi Jalar
Ubi jalar merupakan salah satu komoditas yang ada di setiap lahan pertanian. P2SDM yang bekerja sama dengan PT Akzonobel memberikan alat teknologi pengolahan ubi untuk menjadi tepung ubi. Kemudian diadakan pelatihan-pelatihan tepung ubi menjadi bahan makanan seperti donat ubi, brownies ubi, es krim ubi, dan lain-lain. Pelatihan ini diikuti oleh para anggota Kelompok Tani Wanita (KWT) yang berada di Desa Cikarawang karena KWT hanya terdapat di RW 03, maka pelatihan diadakan ditempat tersebut. Peserta yang mengikuti pelatihan-pelatihan ini hampir mencapai 23 orang dan dominan peserta dari RW 03.
Hasil dari tepung ubi ini dapat dikatakan berhasil karena permintaan dari konsumen sangat pesat dan tepung ubi tersebut dipasarkan di berbagai tempat. Jika dibandingkan hasil penjualan tepung ubi dengan hasil olahan tepung ubi, konsumen lebih banyak memilih hasil olahan tepung ubi karena mendapatkan hasil yang beragam dan dapat menjadikan suatu inovasi terbaru.
Gambar 8. Alat Pengolahan Ubi dan Tepung Ubi
4.2.5.4 Pengembangan Jambu Kristal
Jambu kristal memang terkenal sejak dahulu di Desa Cikarawang tetapi masyarakat tidak memiliki pasar yang tetap untuk memasarkan jambu kristal tersebut. Jambu kristal memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Melihat peluang tersebut Posdaya membantu dalam
pengembangan terutama dalam hal promosi melewati media massa sehingga dapat dikenal oleh masyarakat secara luas hingga ke internasional. Petani jambu kristal dalam hal memproduksi juga bekerja sama dengan perusahaan Taiwan dalam hal pembibitan. Hingga saat ini petani yang ikut bergabung dalam ikatan petani jambu kristal adalah 36 orang. Selain itu juga terjadi peningkatan pohon yang asal mulanya hanya ada 625 pohon menjadi 4908 pohon.
Gambar 9. Jambu Kristal di Pekarangan Rumah Penduduk
4.2.5.5 Koperasi
Koperasi berada di Dusun I RW 01 tetapi koperasi ini tidak berjalan secara efektif karena program koperasi bertentangan dengan masyarakat dan tidak dapat menjembatani. Akhirnya koperasi tidak diarahkan kepada simpan pinjam tetapi kepada pembayaran listrik. Sejauh ini kegiatan tersebut berjalan lancar.
Gambar 10. Koperasi Posdaya Mandiri Terpadu
Kegiatan ini untuk memfasilitasi masyarakat setempat yang ingin membayar rekening listrik, sehingga masyarakat tidak perlu lagi pergi ke kota hanya untuk membayar tagihan listrik mereka. Sehingga dari tingkat efisiensi
ekonomi, dengan adanya fasilitas ini masyarakat diuntungkan karena dapat menghemat biaya transportasi untuk menjangkau PLN dan Telkom.