1. PENDEKATAN KLASIK
1.1. Ekonomi Politik dalam Tradisi Klasik
1.2. Ekonomi Politik Klasik
1.3. Teori Pendekatan Klasik
2. PASAR YANG MENGATUR DIRINYA SENDIRI
3. NEGARA DAN MASYARAKAT
4. NILAI DAN DISTRIBUSI
4.1. Pembagian Kerja dan Pertukaran
4.2. Teori Nilai Tenaga Kerja
5. DISTRIBUSI PENDAPATAN
6. EKONOMI POLITIK NEOKLASIK
6.1. Struktur dari Teori Neoklasik
6.2. Pilihan Rasional
6.3. Kelangkaan
7. EKONOMI POLITIK DALAM PENDEKATAN NEOKLASIK
7.1. Hak kepemilikan
7.2. Masalah-masalah Kepemilikan Terhadap Ekonomi
Politik
8. PERSPEKTIF EKONOMI POLITIK DALAM PERSPEKTIF
NEOKLASIK (Sebuah Kesimpulan)
8.1. Pendekatan Neoklasik dalam Ekonomi Politik
8.2. Konsep Optimalitas Pareto
9. EKONOMI POLITIK DARI PASAR TENAGA KERJA & PASAR
KAPITAL
9.1. Model Perekonomian Neoklasik
9.2. Teori Ekonomi Keynes
9.3. Teori Regulasi
10. PERSPEKTIF KEILMUAN EKONOMI POLITIK DARI
DISIPLIN ILMU EKONOMI & POLITIK
10.1. Ekonomi politik dalam pemikiran marxian
10.2. Teori Negara Marxian
11. KEANEKARAGAMAN PENDEKATAN
12. PENDEKATAN EKOLOGI & UPAYA MELINDUNGI
KEANEKARAGAMAN HAYATI
12.1. Rehabilitasi dan Konservasi Sumber Daya Hutan
12.2. Program Penyelamatan Hutan, Tanah, dan Air
13. PENDEKATAN ILMU EKONOMI DAN POLITIK
13.1. Hubungan Ilmu Ekonomi dan Politik
13.2. Pengaruh Politik Terhadap Perekonomian
13.3. Kondisi Ekonomi Politik
14. EKONOMI POLITIK PEMBANGUNGAN DALAM
TEORI PEMBERDAYAAN
14.1. Ekonomi Politik Pembangunan
14.2. Kosep Pemberdayaan
14.3. Ekonomi Politik Pembangunan dalam Konsep
Pemberdayaan
15. SOAL-SOAL PILIHAN GANDA & JAWABAN
Gambar 10-1 Perspektif keilmuan ekonomi pilitik dari disiplin ilmu ekonomi & politik
10. PERSPEKIF KEILMUAN EKONOMI POLITIK DARI
DISIPLIN ILMU EKONOMI DAN POLITIK
kategori teoritis yang lebih besar dan juga tidak berusaha menunjukan bahwa konsep-konsep dari beberapa pendekatan adalah kasus-kasus khusus dari suatu teori umum.
Apa yang dimaksud dengan keanekaragaman pendekatan disini? Yang kami maksud adalah bahwa teori-teori yang telah kami paparkan disi-ni memiliki asumsi-asumsi dasar sendiri, konsep pelaku sendiri dan memberikan penjelasan dan penafsiran sendiri-sendiri. kalau pendeka-tan-pendekatan yang berbeda-beda ini dicoba untuk digabungkan atau dikelompok-kelompokan ke dalam beberapa kategori besar, maka resikonya bahwa itu akan menjadi membingungkan dan bukannya mem-berikan kejelasan. Berikut ini disajikan ringkasan dari teori-teori yang sudah dibahas dalam bab-bab sebelumnya dan ditunjukan apa ciri-ciri penting dari tiap teori dan makna dari ekonomi politik yang digunakan tiap-tiap teori/pendekatan.
Sebuah Ringkasan
Ilmu ekonomi klasik menggunakan istilah “ekonomi politik” untuk meru-juk pada sebuah sistem pemenuhan kebutuhan yang memiliki dua sifat yang berbeda tapi terkait.
Yang pertama, sistem pemenuhan kebutuhan ini memiliki lingkup yang lebih besar dari pada keluarga, dan di dalamnya ada hubungan kesaling tergantungan (yaitu pembagian kerja) yang dilakukan oleh orang-orang dalam lingkup sebuah bangsa (nation) dan bukan dalam lingkup keluarga.
Yang kedua, sistem yang disebut sebagai ekonomi politik ini disatukan oleh adanya hubungan-hubungan kontrak pertukaran yang dibuat oleh pelaku-pelaku yang independen dan memiliki properti berdasarkan hu-kum. Dengan kata lain, ekonomi politik dalam pandangan dari aliran klasik dalam ilmu ekuilibrium adalah sebuah perekonomian pasar. Diluar dari lingkup sistem pemenuhan kebutuhan ini atau perekonomian ini, adalah badan-badan publik yang melaksanakan proses politik dan keterlibatan badan publik dalam perekonomian dipandang sebagai ses-uatu yang bisa tapi tidak harus terjadi.
Dalam pendekatan klasik, ekonomi politik memiliki artian yang justru lebih condong pada sebuah masyarakat yang terdepolitisir. Ekonomi poli-tik dipandang sebagai terbentuk dari adanya pengikisan atau penurunan peran dari politik dan menguatnya atau dominannya wilayah pribadi yang bersifat otonom.
Dalam pendekatan klasik, perekonomian masih tetap memiliki unsur politik dalam artian bahwa perbatasan dari wilayah perekonomian ini di-tentukan oleh
1.
2.
instituisi politik. Perekonomian terletak di dalam wilayah yang ba-tas-batasnya ditetapkan oleh negara. Maka arena di mana transaksi ekonomi terjadi dan di mana masalah produksi dan distribusi antarke-las dalam masyarakat ditangani dan dipecahkan adalah arena yang didefinisikan oleh negara. Maka, biarpun pendekatan klasik dalam ilmu ekonomi sudah tidak lagi menganut paham merkantilisme (mercantilism, pandangan bahwa kekayaan masyarakat dapat menumbuhkan laba dari kegiatan perdagangan yang diproteksi oleh negara seperti yang dilaku-kan negara-negara Eropa di era kolonial), namun negara tetap dipandang memiliki peran penting yaitu sebagai wadah (container) dari kegiatan ekonomi.
10.1. Ekonomi politik dalam pemikiran marxian
Ekonomi politik dalam pemikiran Marx masih tetap memiliki banyak un-sur dari pendekatan klasik dalam ilmu ekonomi. Bagi Marx, ekonomi poli-tik adalah sebuah ilmu yang menyelidiki “anatomi dari masyarakat sipil”, yang artinya adalah bahwa tema bahasan (suject matter) dari ekonomi politik adalah masyarakat non-politik yaitu pasar atau perekonomian. Marx memberikan kritik secara radikal terhadap masyarakat non-politik ini, namun bukan karena masyarakat non-politik, melainkan karena mas-yarakat/perekonomian tidak
berhasil memberikan standar kehidupan yang layak/beradab terhadap sebagian besar orang didalamnya seperti yang dijanjikannya. Maka kri-tikan Marx ini adalah sekaligus sebuah upaya untuk membuat agar ilmu ekonomi
berangkat dari asumsi bahwa masyarakat terbagi menjadi bebera-pa kelompok yang saling berlawanan. Tiap-tiap kelas memiliki tujuan sendiri dan kepentingan sendiri sehingga tidak memungkinkan adanya satu kebutuhan yang bisa memuaskan semua kelas ini. Berbeda dengan pendekatan Pluralisme, teori negara Marxian menekankan bahwa negara harus bertindak
politik mendukung atau bahkan menciptakan agenda politik bagi mas-yarakat sipil. Marx berusaha untuk menunjukan bahwa perkembangan dari perekonomian kapitalis akan selalu menimbulkan masalah politik dan pertarungan untuk memperebutkan institusi-institusi dasar di da-lamnya.
Marxisme mengajukan sebuah pandangan yang berbeda tentang hubun-gan antara politik denhubun-gan ekonomi. Politik di sini tidak dipahami sebagai kebijakan-kebijakan yang dimaksudkan untuk mengatasi keterbatasan dalam masyarakat pasar melainkan dimaksudkan untuk melakukan peru-bahan-perubahan dalam skala besar di dalam struktur politik itu sendiri. Karena perubahan semacam itu akan sulit untuk bisa dilakukan secara damai, maka diperlukan adanya sebuah revolusi untuk mewujudkannya. Pendekatan sosial-demokrasi menggunakan cara yang berbeda. Praktik politik dalam pendekatan ini dipahami sebagai partisipasi dalam institu-si-institusi yang sudah mapan yang dilakukan lewat kompromi, strategi pemilu, dan sebagainya. Partisipasi dalam institusi-institusi yang sudah ada dalam masyarakat mengharuskan para pekerja untuk mencapai tu-juan-tujuan dari kelas pekerja.
10.2. Teori Negara Marxian Salah satu keraguan dalam Perspektif keilmuan Ekopol adalah menelaah
dan mengembangkan inti teoritis dari berbagai pendekatan dalam ilmu ekonomi. Usaha untuk sepadat mungkin untuk bertolak dari aliran atau teori yang sudah mapan dalam ilmu ekonomi dan ilmu politik. Namun, sering kali teori-teori yang ada ini tidak dapat memberikan gambaran yang lengkap tentang permasalahan yang dihadapi, baik dalam ilmu poli-tik maupun ekonomi, sehingga ada banyak mata rantai antar teori yang belum dikembangkan. Karenanya, dalam tulisan ini bukan hanya sekedar mendeskripsikan tapi juga mencari dan memaparkan hubungan-hubun-gan teoritis antara ilmu ekonomi (denhubungan-hubun-gan berbagai definisinya) dan ilmu politik (dengan berbagai definisinya). Maka dari tulisan ini kita melihat sebuah survei terhadap pendekatan-pendekatan yang ada sekaligus juga merupakan sebuah upaya aktif menyusun teori bagi ekonomi politik. Tulisan tentang Ekopol ini lebih menekankan pada keanekaragaman pendekatan dan teori yang ada dari pada pada kemiripan antar pendeka-tan dan teori itu. Kami telah berusaha untuk mengidentifikasikan ciri-ciri khas dari tiap-tiap pendekatan dan kemudian menjabarkan apa peran dan makna penting dari ciri khas itu. Kami tidak berusaha untuk mengga-bung-gabungkan berbagai pendekatan, dalam artian kami tidak berusaha membuat
kategori-Gambar 10-2 Ekonomi Polotik dalam pemikiran marxian
Gambar 10-3 Teori negara Marxian Filsafat
Ilmu Sosial/ Humaniora
Mengamati bagaimana kehidupan manusia secara umum dari berbagai
aspek
Mengamati gejala alam/ fisik; Hakekatnya, implikasinya,
sistemati-kanya dan perkembangannya Berkembanga sesuai dengan perkem-bangan manusia terdiri dari berbagai bidang ilmu terbentuk spesialisasi
pengamatan: ilmu hukum, ilmu politik, ilmu ekonomi, dll. Ilmu Sosial/ Humaniora Ilmu Eksakta Mengedit Kelangkaan Sumber Ekonomi Masalah Pokok ekonomi
dan Pemecahannya Sistem Ekonomi sebagai
Sarana Pemecahan Masalah Pokok Ekonomi
Biaya Peluang Permasalahan
Ekonomi
bagaimana hubungan antar negara, yang dipan-dang sebagai pemerinttah
atau sistem kewenangan dengan perekonomian
kapitalis
dengan melindungi sebuah tatanan tertentu,
maka negara akan me-lindungi kelas yang satu
dan mengabaikan kelas yang lain. Kebutuhan untuk
memper-tahankan tatanan sosial, dimana kondisi dari orang dalam tatanan itu mengalami
pertentangan secara fun-damental antara yang satu
25. Statistik
ILMU DIGITAL EKONOMI
Statistik I
1. DATA
1.1. Skala Pengukuran
1.2. Populasi dan Sampel
1.3. Tipe Metode Statistik
1.4. Penyajian Data Kualitatif
1.5. Penyajian Data Kuantitatif
2. UKURAN TENDESI SENTRAK DAN UKURAN VARIABILITAS
2.1. Ukuran Pemusatan
2.2. Ukuran Penyebaran (Variation)
3. KONSEP DASAR PELUANG
3.1. Metode Pendekatan Probabilitas
3.2. Event dan Probabilitas
3.3. Sifat dari Probabilitas
3.4. Teori Bayes
4. VARIABEL RANDOM/VARIABEL ACAK
4.1. Distribusi Probabilitas Diskrit
4.2. Nilai dan Perbedaan
4.3. Distribusi Binomial
4.4. Distribusi Poisson
4.5. Distribusi Hipergeometrik
5. DISTRIBUSI UNIFORM
5.1. Distribusi Normal
5.2. Aproksimasi Distribusi Normal Terhadap Binomial
5.3. Distribusi Eksponensial
6. PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA
6.1. Berbagai Isu Pengolahan Data
6.2. Berbagai Bentuk Penyajian Data
6.3. Bagaimana Membuat Tabel Distribusi Frekuensi ?
6.4. Kurva Ogif (Ogive)
27. HIPOTESIS
7.1. Pengertian Hipotesis
7.2. Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif
7.3. Kesalahan tipe I dan tipe II.
8. UJI HIPOTESIS RATA SIMPANGAN BAKU DIKETAHUI
8.1. Uji Hipotesis Rata Simpangan Baku Tidak Diketahui
8.2. Uji Hipotesis Proporsi
8.3. Menentukan Kesalahan Tipe II
9. REGRESI LINIER SEDERHANA
9.1. Metode Kuadrat Terkecil (Least Square Method).
9.2. Koefisien Determinasi
10. UKURAN PEMUSATAN DATA ATAU UKURAN LOKASI
10.1. Rata-rata Hitung
10.2. Median
10.3. Modus
11. UKURAN POSISI
12. UKURAN KERAGAMAN
12.1. Rentang
12.2. Rata-rata Deviasi Mutlak
10.4. Rata-rata Geometrik
10.5. Rata-rata Harmonis
Grafik adalah sebuah bentu penyajian visual dari hubungan, biasanya, antara dua variabel. Dalam hal ini, variabel X yang merupakan sumbu mendatar merupakan ‘waktu’ atau ‘periode’ bisa bulanan atau tahu-nan.
Grafik 6.1 di atas memberikan gambaran perubahan besaran produk domestic regional bruto (PDRB) provinsi sumatera Barat (sumbar) sela-ma 2005 sasela-mapai dengan 2013 (dalam rupiah) dan rata-rata tekanan fiscal (fiscal stress)1.
Akan tetapi, rata-rata tekanan fiskal mempunyai tren yang berbeda dari tren PDRB di atas. Rata-rata tekanan fiskal mengalami kenaikan selama 2005-1007 dari sekitar 100 persen menjadi sedikit di atas 120 persen, lalu mengalami penurunan selama 2007-2010 menjadi sedikit di bawah 100 persen di tahun 2010, dan mengalami sedikit kenaikan setelah 2010 menjadi di atas 100 persen di tahun 2013.
C. Grafik (Graph)
6. PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN DATA
Pada umumnya, penyajian data dilakukan dengan menggunakan tabel atau grafik. tabel meringkat data dalam bentuk kumpulan-kumpulan kat-egori atau kelas-kelas sehingga memudahkan pembaca untuk memahami dan melakukan interprestasi hasil survei. Diagram dan grafik menyajikan gambar-gambar yang menunjukkan infoprmasi secara visual dari data atau tabel yang telah dibuat. bentuk diagram dan grafik yang biasa di-gunakan antara lain adalah histogram, poiligon dan diagram lingkaran (pie-diagram).
6.1. Berbagai Isu Pengolahan Data
Tabel 6.1 memperlihatkan bahwa dari 95 tenaga kesehatan ada seban-yak 60 orang atau hampir dua-gertiganya (hampir 75%) berpendidikan SPK, Ipedangkan yang berpendidikan Fakultas Kedokteran hanya 10 orang atau 10%. Ini menunjukkan kondisi kualitas tenaga kesehatan yang secara relatif belum memenuhi standar, kalau misalnya, iJtandar yang dikehendaki adalah 20% dari tenaga kesehatan di setiap kabu-paten di Pulau Jawa haruslah merupakan lulusan Fakultas Kedokteran. B. Diagram Batang/Histogram
Diagram ini menunjukkan perubahan banyaknya radio dan televisi di desa Umbul Jayan selama periode 1994-1997. Penyajian data dengan bentuk gambar Ieperti diagram ini mungkin lebih menarik sehingga bisa memberi-kan pesan dengan lebih baik.
Perlu pembersihan data (data cleaning) yang diperoleh, terutama bila terdapat data yang dapat diklasifikasikan sebagai ‘pencilan’ (outlier). Pembersihan di sini bukan dimaksudkan untuk mengabaikan penvilan, tetapi justru harus meneliti yang disebut dengan ‘pencilan’ tersebut. Pemeriksaan konsistensi di dalam (internal consistency) jawaban re-sponden yang terefleksi dari lisan kuesioner. Aturan keabsahan
(vali-dation rule) perlu dibuat sehingga data yang konsisten secara internal
(not consistent internally) dapat di “rapikan” sehingga tidak timbul ha-sil pengolahan yang “aneh” akibat data yang belum ‘bersih’.
Misal, bila data umur adalah kurang dari 10 tahun, maka tentunya tidak mungkin tingkat pendidikan yang ditamatkan adalah SLTA dan sederajat. Dalam hal ini, mestilah minimal salah satu dari dua butir data ini ada yang keliru, sehingga data tersebut harus di ‘rapikan’ dulu sebelum diolah.
6.2. Berbagai Bentuk Penyajian Data A. Tabel Distribusi Frekuensi
Salah satu bentuk penyajian data adalah tabel distribusi frekuensi satu arah (one-way frequency pfffdistribution table). Di bawah ini (Ta-bel 6.1) adalah contoh ta(Ta-bel distribusi frekuensisatu arah yaitu ta(Ta-bel yang menggambarkan banyaknya dan persentase tenaga kesehatan menurut jenis pendidikan kesehatan di BP Puskesmas Kabupaten Tom-bang pada tahun 2005.
A.
B.
Gambar 6-1 Pengolahan data dan penyajian data
Gambar 6-1 Pengolahan data dan penyajian data
Gambar 6-2 Berbagai isu pengolahan data
Gambar 6-4 Rata-rata produk domestik bruto (dalam harga tetap 2000) provinsi sumatera barat (dalam miliar rupiah) dan rata-rata tekanan fiskal (fiskal stress) kabu-patean /kota provinsi s8umatera barat (dalam persen) 2005-2013
Gambar 6-3 Banyaknya radio dan televisi di desa umbul jaya 1994-1997 Pengumpulan Data Data MULAI SATU INTERVAL NOMINAL ORDINAL RASIO
DUA ATAU LEBIH
Banyaknya Radio dan Televisi Desa Umbul Jayan. 1994-1997 Jenis data Statistik non
parametrik Analisis Multivariat Pengolahan Data
Distribusi Tenaga Kesehatan Menurut Pendidikan Kesehatan di BP Puskesmes Kebupaten Jombang, 2005 Penyajian Data Analisa Data INFORMASI Pendidikan SPK AKPER FAKULTAS KEDOKTERAN TOTAL Catatan :
SPK : Sekolah Penilik Kesehatan AKPER : Akademi Perawat
Banyaknya 60 25 10 95 Banyaknya (dalam %) 69,3 50,7 10,0 100,0 Jumlah Variabel Analisis Univariat Statistik parametrik 1994 1994 0 0 500 20 1000 40 1500 60 2000 80 2500 100 3000 120 3500 140 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Radio Televisi 1995 1995 Tahun 1996 1996 1997 1997 1997 1997 1997 1997 1997 FS PDRB Tahun