BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil
4.1.3. Eks Bakorwil II di Surakarta
Aset eks Bakorwil II Provinsi Jawa Tengah di Surakarta terdiri dari kawasan kantor dan rumah dinas. Kantor eks Bakorwil berada di pusat kota, yaitu Jalan Slamet Riyadi, lokasi ini sangat strategis dan berada di jalur utama Kota Surakarta dan kawasan bisnis. Adapun rumah dinas berada di
Kawasan kantor memiliki lahan seluas 4.880 M2 dengan luas bangunan mencapai 2.458 M2. Saat ini kantor digunakan untuk Balai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Balai Dinas Nakertrans Provinsi Jawa Tengah, namun kewenangan pengelolaan asset berada pada BP2MK yang sebagian besar pegawainya berasal dari Bakorwil. Selain berfungsi sebagai kantor, bangunan ini juga memiliki ruang rapat, aula dan ruang pameran.
Fasilitas tersebut diperuntukkan tidak hanya untuk kalangan imternal, tetapi dapat juga disewakan kepada pihak luar. Fasilitas ruang rapat sangat diminati olerh berbagai lembaga baik pemerintah maupun swasta untuk disewa sebagai ruang pertemuan.
Sesuai dengan ketentuan yang ada, aset tersebut difungsikan sebagai sumber pendapatan daerah yang telah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah No. 10 Tahun 2014 tentang Ratribusi Daerah Provinsi Jawa Tengah. Tarif retribusi sewa tersebut berlaku untuk penyewa umum, dan lembaga pemerintah selain OPD Provinsi Jawa Tengah, sedangkan untuk OPD Provinsi Jawa Tengah tidak dikenakan tarif.
Secara keseluruhan terdapat 3 ruang pertemuan, 1 aula untuk resepsi dan 1 kompleks ruang pameran dengan fasilitas yang cukup baik, yang setiap bulan selalu mendatangkan penghasilan bagi daerah, bahkan mampu melampaui target yang ditetapkan. Selain itu juga terdapat ruang transit dan kamar, namun karena beberapa kondisi fasilitas ini belum mampu menghasilkan pendapatan dan tidak dimasukkan dalam retribusi daerah.
Pengelolaan aset berada di BP2MK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah (sebelumnya oleh Bakorwil II), adapun hasil dari retribusi tersebut sepenuhnya masuk ke kas daerah sesuai dengan ketentuan Perda No. 1 Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah. Semua hasil dari retribusi tersebut kemudian disetorkan ke kas daerah.
Sesuai penjelasan Bp. Jrt selaku pengelola, selama ini peminat terhadap fasilitas di Kantor eks Bakorwil cukup tinggi, meskipun promosi hanya dilakukan dari mulut ke mulut, selebaran dan radio. Rata-rata setiap bulan menghasilkan pendapatan daerah yang bisa melampaui target. Hanya saja dengan adanya penggunaan untuk perkantoran, potensi pemasukan
pendapatan menjadi kurang optimal. Sebagai contoh ruang yang saat ini digunakan oleh Dinas Nakertrans sebelumnya adalah ruang pamer yang sangat diminati oleh pihak swasta untuk disewa. Selain manfaat di atas, penyewaan ruang mendatangkan penghasilan tambahan bagi para pekerja kebersihan maupun bagi para penyedia jasa konsumsi.
Dalam setiap tahun jumlah pendapatan dari sewa ruang rapat dapat memenuhi target PAD, sebesar 250 juta rupiah (dari 350 juta target Surakarta dan Magelang). Selain itu masih terdapat beberapa ruang lagi yang belum dioptimalkan, antara lain ruang transit/penginapan dan ruang pamer.
Tabel 4.1.
Fasilitas Kantor eks Bakorwil II di Surakarta yang disewakan
No Nama Fasilitas,
luas & kapasitas Biaya Sewa Fasilitas
1 Ruang Pertemuan
• Gratis (SKPD Provinsi Jawa Tengah )
• Gratis (SKPD Provinsi Jawa Tengah)
• Gratis (SKPD Provinsi Jawa Tengah)
Menurut Bp. Jrt, secara umum fasilitas untuk perkantoran dan ruang pertemuan atau aula masih perlu penambahan, terutama untuk sarana pertemuan dan pameran. Fasilitas yang ada sebetulnya masih bisa dioptimalkan untuk menunjang pendapatan daerah, hanya di sisi lain ada kebutuhan untuk perkantoran juga perlu diperhatikan.
Di dalam pemanfaatan fasilitas tersebut, sebagaimana dikemukakan Bp. Jrt, pengelola juga melibatkan tenaga kebersihan outsourching sebagai petugas kebersihan dalam acara hajatan. Selain itu dalam acara hajatan, pengelola juga sekaligus menawarkan penyediaan catering dari tenaga setempat. Intinya dalam pemanfaatan tersebut melibatkan tenaga lokal di loaksi tersebut untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Sesuai dengan Perda tarif yang ada, lokasi ini selalu memenuhi target PAD, pada tahun 2016 pendapatan sebesar 275 juta rupiah dari target 250 juta rupiah.
Pendapatan sampai dengan bulan Juni 2017 sebesar 120 juta rupiah.
Selain ruang pertemuan yang sudah ada, beberapa ruang yang digunakan untuk kantor BP2MK Surakarta dan Balai Pengawas Ketenagakerjaan juga potensial untuk dijadikan ruang rapat skala kecil. Di sisi lain, menurut penuturan staf Balai BP2MK, konstruksi ruangan untuk kantor mereka saat ini kurang memadai, baik dari segi luasan maupun tata letak. Hal ini disebabkan karena gedung terbagi menjadi beberapa fungsi, di lantai bawah untuk ruang pamer dan rapat, adapun kantor berada di atas dengan desain dan luasan ruangan yang kurang memadai untuk kantor.
BP2MK membutuhkan ruangan kerja yang memadai, serta ruang pelayanan dan gudang untuk menampung kebutuhan pelayanan SMA/SMK dari 7 Kabupaten/Kota di wilayah tersebut. Oleh sebab itu dibutuhkan penataan kembali terhadap fasilitas ruang kerja dan pelayanan BP2MK.
Beberapa ruangan yang dianggap belum optimal antara lain ruang kamar/transit dan ruang pamer. Hanya ada 1 ruang pamer yang disewa oleh Askrida, satu ruang lagi menyusul akan disewa HIPMI. Beberapa ruang pamer yang belum disewa dikarenakan posisinya yang kurang strategis, tidak menghadap keluar, namun menghadap ke dalam pendopo. Dua ruang pamer berukuran besar dan 2 ruang pamer berukuran kecil digunakan oleh
Balai Pengawas Ketenagakerjaan, serta 3 ruang lainnya berada di sebelah pendopo juga digunakan untuk kantor Balai Pengawas Ketenagakerjaan.
Di sisi lain, BP2MK merasa kekurangan ruangan dengan banyaknya dokumen berkas dari 600 sekolahan di 7 Kabupaten/Kota di wilayah tersebut. Dokumen tersebut sebagian disimpan di kamar/ruang transit. Pihak BP2MK berharap agar pengelolaan gedung eks Bakorwil sepenuhnya berada dibawah BP2MK, sedangkan Balai Pengawas Ketenagakerjaan dapat dipindah ke lolasi lain. Dengan pemindahan tersebut diharapkan ruangan pamer bisa digunakan untuk ruang rapat skala kecil yang dapat disewakan untuk menambah pendapatan daerah.
Saat ini pengelolaan dilakukan bersama-sama, operasional seperti listrik dibayar bergantian. Di sisi lain fasilitas aula dan ruang rapat membutuhkan banyak perawatan yang saat ini belum dianggarkan dalam DPA. Untuk pemanfaatan pendopo dan aula (ruang Bima) sudah cukup optimal untuk cara pernikahan. Sedangkan ruang rpaat juga sudah optimal disewakan maupun digunakan oleh OPD Provinsi Jawa Tengah. Selain pemasukan bagi pemerintah provinsi, penggunan ruang tersebut juga memberikan akses pendapatan bagi masyarakat dalam penyediaan jasa konsumsi resepsi, hiburan, dan tenaga kebersihan. Pengelola menawarkan satu paket harga tertentu kepada penyewa dimana sudah termasuk sewa ruangan, konsumsi, hiburan dan kebersihan. Adapun pemasukan sewa diserahkan ke kas daerah sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan potensi yang ada, menurut Bp. Jrt akan lebih baik jika pengembangan tersebut lebih diarahkan untuk tujuan komersil untuk meningkatkan pendapatan daerah. Selain itu masih terdapat potensi ruang transit atau penginapan yang belum dioptimalkan karena masih terkendala suasana yang belum kondusif. Adapun kendala penyewaan terkait harga yang harus sesuai Pergub, sedangkan pesaing dari perhotelan dengan harga sewa yang bisa ditawar dan pelayanan yang lebih baik.
Adapun rumah dinas seluas 7.995 M2 dengan bangunan 2.829 M2 yang terdiri dari Bangunan Utama, Garasi, Gudang, Pos Keamanan dan bangunan pendukung. Pengelolaan asset ini berada di bawah UPAD
Wilayah Surakarta (bertempat di Donohudan). Bangunan utama rumah dinas merupakan bangunan cagar budaya yang selama ini sering digunakan untuk tarnsit Gubernur. Bangunan pendukung merupakan bangunan baru yang awalnya diperuntukkan bagi Paspampres ketika Presiden berkunjung ke Surakarta. Saat ini bangunan tersebut digunakan untuk kantor Balai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Di bagian belakang juga masih tersedia lahan kosong yang cukup luas berisi tanaman pisang. Lahan ini cukup untuk dibangun gedung baru. Rumah dinas terdiri dari pendopo depan, ruang tamu, kamar tidur, ruang kelurga, dan dapur. Di dalam rumah dinas terdapat perabotan rumah tangga lengkap yang berfungsi dengan baik. Beberapa bagian seperti pendopo depan dan ruang tamu dapat digunakan untuk acara-acara tertentu, seperti pertemuan, hajatan atau pameran.
Lokasi ini terletak berseberangan dengan Monumen Perjuangan yang cukup sering dikunjungi masyarakat sekitar karena berfungsi sebagai taman kota. Kondisi rumah dinas agak terbengkalai, kurang perawatan dan tidak digunakan. Pengelolaam rumah dinas saat ini berada di bawah UPAD Surakarta (BPKAD) di Donohudan, namun kondisi rumah dinas saat ini kurang perawatan.
Ketika rumah dinas ini berada di bawah pengelolaan Bakorwil II Surakarta pemeliharaan terbilang cukup bagus. Rumah dinas juga beberapa kali digunakan untuk peristirahatan Gubernur ketika berkunjung di wilayah tersebut. Awal tahun 2017 pengelolaan rumah dinas dilakukan oleh UPAD Surakarta (BPKAD) yang berkantor di Donohudan. Menurut penuturan penjaga di rumah dinas, perawatan kebersihan hanya dilakukan 1 bulan sekali, adapaun penjaga di rumah dinas hanya 2 orang. Kondisi rumah dinas yang kurang perawatan ini dikhawatirkan akan menurunkan kondisinya, sampai dengan bulan mei 2017 rumah dinas juga belum digunakan samasekali. Meskipun demikian, sarana dan prasarana kelengkapan rumah dinas berupa peralatan rumah tangga masih terpelihara sesuai kondisi sebelumnya.