• Tidak ada hasil yang ditemukan

KI N ERJA BAN W ASD A PROVI N SI KALI M AN TAN TEN GAH

BAWASDA PROVINSI JAWA BARAT

KI N ERJA BAN W ASD A PROVI N SI KALI M AN TAN TEN GAH

Badan Pengaw asan Daer ah ( Banw asd a) Prov in si Kalim an t an Teng ah m eny adar i b ahw a dengan adany a p eny elengg araan t ugas u m um pem erint ahan, m ak a peng aw asan m erupak an sar ana y ang h arus ad a dan d ilak sanak an oleh m anaj em en dalam r angk a pencap aian t uj u an organ isasi secar a efek t if d an efisien. Sebagai bagian y ang pent ing dalam sik lu s m an aj em en, m ak a berbag ai up ay a pengaw asan d ilak uk an seh ingg a t unt ut an m asy arak at ak an k et erb uk aan/ t ransp aran si peny elenggaraan pem er int ahan y ang baik dan bert anggu ngj aw ab dap at t erw uj ud sert a m em ber ik an k ep uasan d alam pelay anan pub lik .

Badan Pengaw asan Daer ah Pr ov insi Kalim ant an Tengah m enet apk an sasaran y ang ing in dicapai ( dalam t ahu n 20 03) :

a. Menin gk at k an k ualit as pengaw asan dan pem erik saan k h usu sny a t erh adap k egiat an b idang Pem er int ahan Um um , Pem er int ah daerah y an g m eliput i bid ang Pem er int ahan, pem bang unan, Perek onom ian, Kesej aht er aan Rak y at dan sosial sert a Pem b in aan aparat ur di Pr ov insi Kalim ant an Teng ah .

b. Menin gk at k an pem erik saan dan peny elesaian t er hadap k asu s pengadu an m asy ar ak at at as peny elenggaraan pem er int ahan, pelak sanaan pem bang un an, perek on om ian, k esr a d an sosial sert a pem b inaan aparat ur d i Prov in si

Kalim ant an Tengah.

c. Menin gk at k an pen anganan / peny elesaian t indak lanj ut hasil pengaw asan, rap at k oord in asi pengaw asan dan lain- lain d i lingk u ngan Bad an Pengaw asan Daerah Prov insi Kalim ant an Teng ah.

d. Menin gk at k an k em am pu an apar at ur, p em benah- an adm inist rasi dan lain- lain di lingk u ngan Bad an Pen gaw asan Daer ah Prov insi Kalim ant an Ten gah.

Unt uk m encapai sasaran t er sebut dit em pu h k eb ij ak an dan langk ah sebag ai ber ik ut : a. Melak sanak an p engaw asan dengan berped om an p ada k ebij ak san aan

operasional pengaw asan d ilingk u ngan Depd agr i sert a k et ent uan per at uran y ang berlak u relev an.

b. Melak sanak an p em er ik saan berdasark an Progr am Kerj a Pengaw asan Tahun an ( PKPT) Tah un Anggaran 2 00 3.

c. Mengusahak an pem en uhan sarana k erj a bag i aparat pen gaw asan dalam m enu nj ang peningk at - an pelak sanaan t ug as.

d. Menin gk at k an pelak sanaan k egiat an pengaw asan m elek at . e. Menin gk at k an profesionalism e aparat pengaw as m elalu i Bim t ek /

Pok ok - p ok ok k eg iat an Badan Pengaw asan Daer ah Prov in si Kalim ant an Teng ah ( Tah un Anggaran 20 03) :

1. Pem er ik saan Reg uler d i Kab upat en/ Kot a/ Pr ov insi se Kalim ant an Teng ah. 2. Pem er ik saan Kh usus Kasu s Pengad auan/ Kot ak Pos 50 00 dan Trom ol Pos 1 01. 3. Pem b inaan Badan Pengaw asan Daerah pad a k ab upat en bar u se Kalim ant an Tengah. 4. Ev aluasi proy ek - pr oy ek p em bangu nan ak h ir Tah un An ggaran se Kalim ant an Teng ah. 5. Pr ogram Penu nj ang :

a. Pen ingk at an k em am p uan apar at pengaw asan. b. Pen ingk at an prasarana fisik dan fasilit as k ant or.

c. Lain- lain k egiat an pen unj ang ( Rap at - rap at , Kon su lt asi, Koord inasi, d ll) Realisasi prog ram / k eg iat an y ang dilapork an d alam lam p iran:

1. Tabel Progr am , Target d an Realisasi Tahun 2 00 3.

2. Tabel Rek ap Tem u an Hasil Pem er ik saan Reg uler & Tin dak lanj ut 3. Pem er ik saan Kh usus perb idang Banw asda Prov . Kalt eng

4. Rek ap Surat Pengadu an Masy ar ak at & Kot ak Pos 5 00 0 EVALUASI

Pem er ik saan Khusus pada dasarny a d ilak uk an p ada k asu s y ang ber su m ber d ari Kot ak Pos 5 00 0/ Pengad uan Masy arak at baik m elalui surat m au pun m ed ia m assa, selam a Tahun Ang garan 20 03 t elah d it er im a pengad uan m asy ar ak at sebany ak 3 1 k asu s y ang m elalui Kot ak Pos 50 00/ Peng aduan Masy arak at lang su ng dik lasifik asik an sebagai berik ut :

• Men urut Bid ang : - Pem erint ah = 11 Kasu s - Pem b ang unan = 1 1 Kasus - Kem asy arak at an = - Kasus - Sosial Polit ik Buday a = 2 Kasus - Aparat ur = 2 Kasu s

- Perek on om ian = - Kasu s • Men urut Profil :

- Peny alahgu naan w ew enang = 7 Kasu s - Pelay anan m asy arak at = 1 Kasu s - I nd ik asi k orup si/ pu ngli = 11 Kasu s - Kepeg aw aian/ k et at aneg araan = 1 Kasu s - Huk um = - Kasu s

- Tat a Lak san a Pem er int ahan/ Bir ok rasi = 6 Kasus

Hasil pem er ik saan t erhad ap pengad uan t erseb ut m en unj uk an : - Menu nj uk an k asu s t erbuk t i k ebenaranny a = 7 Kasus

- Kasu s ad a m engandu ng unsur k ebenar an ny a = 1 4 Kasus - Kasu s t idak ada t erbuk t i k ebenar anny a = 5 Kasu s - Kasu s y ang belum d it angani = -

- Kasu s dalam pr oses p enangan an = 5 Kasus

Sum ber: Website Banwasda Provinsi Kalim antan Tengah Unt uk Tahun Anggaran 2003

Ruang Lingkup Aparat Pengawas Intern Pemerintah

BPKP dalam pengawasan pelaksanaan APBN merupakan koordinator pengawasan Aparat Pengawasan Internal Pemerintah (APIP) baik dalam hal perencanaan, pelaksanaan pengawasan, pelaporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. BPKP dari segi pemerintah merupakan aparat pengawasan intern sedangkan dari sudut departemen/lembaga merupakan pengawas ekstern. Perbedaan lingkupnya adalah bila BPKP mengawasi seluruh pelaksanaan APBN sedangkan Itjen departemen hanya mengawasi departemen yang bersangkutan. Selain itu pengawasan BPKP diarahkan untuk akuntabilitas Depertemen/LPND, penilaian tentang hasil program, penilaian tentang isu nasional yang berwawasan makro dan strategis. Sedangkan pengawasan Itjen Dep./UP. LPND diarahkan untuk akuntabilitas program pembangunan unit eselon I dan unit vertikalnya serta akuntabilitas program pembangunan departemen, serta penilaian atas pelayanan aparatur pemerintah.

BPKP sebagai koordinator Aparat Pengawasan Intern telah menerbitkan Standar Audit Aparat Pengawasan Fungsional Pemerintah dan berlaku dan harus ditaati oleh seluruh APFP. Standar tersebut bertujuan untuk menjamin mutu koordinasi, perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, pemeriksaan dan mendorong efektivitas tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan. Dibidang perencanaan pengawasan untuk mencegah tumpang tindih koordinasi perlu dilakukan melalui mekanisme Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) yang penyusunannya dilakukan secara bilateral antar masing-masing Itjen Dep./UP. LPND dan BPKP. Laporan disampaikan kepada menteri yang bersangkutan dengan tembusan kepada pejabat eselon I dari objek pemeriksaan. Tembusan laporan hasil pemeriksaan BPKP ditujukan kepada BPK, sedangkan laporan hasil pemeriksaan itjen Dep./UP. LPND disampaikan kepada Menteri dengan tembusan kepada eselon I yang diperiksa dan BPKP.

M anfaat Pengendalian Aparat Pengawas Fungsional

Pengendalian yang dilakukan oleh aparat pengawas fungsional pada dasarnya diterapkan agar supaya pemerintah terkait memperoleh gambaran mengenai:

• sasaran pemeriksan dan kasus-kasus yang terjadi pada objek pemeriksaan.

• perkembangan tindak lanjut hasil pengawasan.

Tindak Lanjut Hasil Pengendalian

Pemeriksaan yang dilakukan aparat pengawas fungsional bertujuan untuk menilai kesesuaian pelaksanaan APBN dengan ketentuan yang berlaku, tujuan yang direncanakan, dan memperhatikan prinsip efisiensi dalam pencapaian tujuan. Hasil pemeriksaan yang berisi

penyimpangan ditindaklanjuti berupa tindakan admistratif

kepegawaian berupa pengenaan hukuman disiplin, tuntutan perdata, pengaduan tindak pidana serta penyempurnaan dalam pelaksanaan waskat yang terdiri atas persiapan pelaksanaan waskat meliputi pemahaman tentang waskat itu sendiri dan menciptakan sarana waskat (Struktur organisasi, kebijakan pelaksanaan, rencana kerja, prosedur kerja, pencatatan dan pelaporan serta pembinaan personel). Tahap berikutnya adalah pelaksanaan waskat yang terdiri dari pemantauan yaitu tindakan untuk mengikuti pelaksanaan kegiatan, pemeriksaan yaitu mengumpulkan dan mencari fakta yang berkaitan dengan faktor yang mempengaruhi kelancaran pelaksanaan kegiatan berupa perbandingan antara hasil kegiatan dan standar rencana norma serta menemukan faktor penyimpangan dari rencana. Tahap terakhir tindak lanjut adalah untuk menyelesaikan masalah yang telah diidentifikasi dalam pelaksanaan waskat.