• Tidak ada hasil yang ditemukan

PersonalSistem Norma

ETIKA DOSEN TERHADAP PELAKSANAAN KODE ETIK

1. Dosen wajib mengindahkan dan melaksanakan Kode Etik Dosen;

2. Pelanggaran terhadap Kode Etik dan Tata Tertib Dosen dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.46

Visi dan misi Prodi PAI teraktualisasi dengan baik melalui etika akademik dosen (kode etik dosen). Etika akademik dosen sebagai code of conduct dosen dalam mengembangkan budaya akademik serta sebagai code of conduct dalam menjalankan tugas keprofesiannya memiliki kesesuaian dengan visi dan misi Prodi PAI. Poin pertama dan kedua dari kewajiban dosen yang berbunyi ‘beriman

dan bertakwa kepada Allah Swt, menjunjung tinggi Hukum dan Undang-Undang Dasar 1945, Sumpah Pegawai Negeri Sipil, dan Sumpah Jabatan.’ ‘Berakhlaq al-karimah dan menjunjung tinggi adab dan tata susila’

merupakan penerjemahan dari kata ‘berkarakter Islami’ dan kata ‘integratif’ yang tertuang dalam visi dan misi Prodi PAI.

Tata Tertib dan Etika Akademik Mahasiswa serta Kode Etik Dosen selalu mengalami pembaruan dari tahun ke tahun. Tujuannya selain sebagai bentuk implementasi pengembangan etika akademik itu sendiri sekaligus juga untuk mengantisipasi perkembangan teknologi yang sedikit banyak pasti berpengaruh terhadap etika sosial. Dari rentang waktu 2016-2019 Tata Tertib dan Etika Akademik telah diperbarui tidak kurang dari 3 kali pembaruan. Adapun Kode Etik Dosen, dalam rentang waktu yang sama telah diperbarui sebanyak dua kali.

Pembaruan Tata Tertib dan Etika Akademik Mahasiswa serta pembaruan Kode Etik Dosen tersebut dapat dipandang sebagai salah satu upaya implementasi pengembangan etika akademik yang diusung oleh FITK termasuk Prodi PAI. Berikut ini penulis sajikan pengembangan norma akademik dari tahun 2016-2019.

Tabel 7. Pengembangan Norma Akademik 2016-2019

Thn Aspek yang dikembangkan Dasar Pertimbangan

2017

Aspek Etika Mahasiswa (Mahasiswa memiliki rencana matang dalam setiap tindakan)

Dasar ditambahkannya aspek ini atas

pertimbangan bahwa banyak

ditemukan kasus mahasiswa yang terlambat menyelesaikan studi. Mahasiswa dianjurkan untuk menyusun rencana matang termasuk dalam upaya penyelesaian studi dengan harapan agar ke depannya mahasiswa dapat

membuat perencanaan matang

sehingga penyelesaian studi dapat diselesaikan tepat waktu.

2017

Aspek kewajiban (Menjadi teladan sebagai warga negara yang baik dalam masyarakat)

Pertimbangan ditambahkannya aspek ini mengingat bahwa peran mahasiswa dalam konteks bermasyarakat salah satunya sebagai duta perubahan.

Sehingga mahasiswa wajib

mencitrakan diri sebagai warga negara yang baik. Dengan begitu mahasiswa dapat menjadi role model bagi masyarakat terkait bagaimana seharusnya etika berwarga negara yang baik.

2017

Aspek Larangan (Melaksana-kan kegiatan organisasi ekstra di dalam kampus.

Dasar pertimbangan dilarangnya kegiatan organisasi ekstra di dalam kampus adalah untuk menjaga netralitas UIN SU sebagai institusi pendidikan tinggi.

2018

Aspek Larangan (Berkendera ngebut, boncengan lebih dari 2 (dua) orang, membuka saringan knalpot sehingga mengakibatkan kebisingan dan menggangu ketenangan serta kenyamanan kegiatan akademik, serta meletakkan kenderaan tidak di tempat

Undang-undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan

parkir yang telah ditentukan)

2019

Aspek Larangan (Melakukan tindakan yang bertentangan dengan ajaran islam dan nilai nilai moral serta susila,

seperti membunuh,

merampok, mencuri,

meminum minuman keras,

menggunakandan/ atau

melakukan transaksi jual beli narkoba, berbuat zina, tidak melaksanakan shalat, tidak

menjalankan puasa

Ramadhan, tindakan anarkis dan kriminal dan perbuatan tercela lainnya seperti mengucapkan kata kata kotor dan penghinaan kepada Pimpinan dan Dosen serta Pegawai Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan)

UU No. 1 Tahun 1946 (KUHP)

2019

Aspek Larangan (Memasak, mencuci, menjemur pakaian, dan aktivitas rumah tangga lainnya, serta menempelkan brosur-brosur di sembarangan tempat)

Dasar pertimbangannya adalah untuk menjaga keasrian dan kondusifitas suasana kampus.

Selanjutnya, di dalam kode etik dosen UIN Sumatera Utara dijelaskan secara panjang lebar tentang etika-etika yang harus diperhatikan oleh dosen dalam menjalankan tugas keprofesiannya. Etika-etika tersebut termasuk misalnya etika terhadap kampus, etika dalam pendidikan dan pengajaran, etika dalam bidang penelitian, etika dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, etika terhadap mahasiswa, etika terhadap sesama dosen, etika terhadap tenaga kependidikan, etika terhadap keluarga dan diri sendiri, etika terhadap masyarakat serta etika dosen terhadap pelaksanaan kode etik.

Kode etik dosen UIN Sumatera Utara tersebut telah sejalan dan sesuai dengan amat Undang-undang No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen. Butir-butir yang tercantum dalam buku Kode Etik Dosen UIN Sumatera Utara dalam

berbagai aspek telah memenuhi tuntutan UU Guru dan Dosen. Di dalam UU Guru dan Dosen tepatnya pada pasal 60 dijelaskan bahwa dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya dosen berkewajiban untuk:

a. Melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

b. Merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran

c. Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni;

d. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, kondisi fisik tertentu, atau latar belakang sosial-ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;

e. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik, serta nilai-nilai agama dan etika

f. Memelihara dan memumpuk persatuan dan kesatuan bangsa.

Tuntutan UU Guru dan Dosen tersebut sepenuhnya telah diakomodasi dalam Buku Kode Etik Dosen UIN Sumatera Utara. Pada halaman 118 jelas terlihat bahwa poin-poin yang menjadi kewajiban bagi dosen UIN Sumatera Utara sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh undang-undang tersebut. Dosen UIN Sumatera Utara, termasuk dosen Prodi PAI, wajib melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Ini tercantum pada poin kewajiban dosen dalam Buku Kode Etik Dosen UIN Sumatera Utara. Begitu juga poin-poin lainnya yang juga memiliki keterkaitan yang erat dengan amanat UU Guru dan Dosen. Temuan ini menunjukkan bahwa norma akademik dosen UIN Sumatera Utara disusun salah satunya dengan mengacu kepada butir-butir amanat UU Guru dan Dosen.

Dalam konteks UIN Sumatera Utara, Buku Kode Etik Dosen tersebut menjadi guideline bagi dosen dalam bertutur, bertindak dan berkarya. Setiap ucapan yang keluar, perilaku yang ditampilkan dan karya yang dihasilkan oleh

semua dosen UIN Sumatera Utara, termasuk dosen-dosen Prodi PAI, tidak boleh bertentangan dengan etika-etika tersebut.

Etika dosen terhadap UIN Sumatera Utara merupakan pedoman perilaku yang menjadi panduan dosen dalam bertindak agar tidak berseberangan dengan kebijakan dan nilai-nilai yang berkembang di UIN Sumatera Utara. Dosen UIN Sumatera Utara wajib menjunjung tinggi visi dan misi UIN Sumatera Utara. Jika dikerucutkan pada skala yang lebih kecil, maka dosen Prodi PAI juga wajib menjunjung tinggi visi dan misi Prodi PAI sebagai upaya untuk mewujudkan visi dan misi UIN Sumatera Utara. Etika dosen terhadap universitas juga ditampilkan dalam pelaksanaan tiga darma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Sebagai bentuk komitmen dosen terhadap UIN Sumatera Utara juga sebagai bentuk komitmen dosen terhadap Prodi PAI maka dosen harus menjaga nama baik dan mendahulukan UIN Sumatera Utara dan Prodi PAI daripada tugas dan kegiatan di lembaga-lembaga lain.

Dalam bidang pendidikan dan pengajaran dosen juga memiliki etika yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan aktivitas pendidikan dan pembelajaran.

Pertama, dosen harus mengajar dan memberikan layanan akademik dengan

cara terbaik menurut kemampuannya yang dilaksanakan dengan penuh dedikasi, disiplin, dan kearifan. Mengajar dan memberi layanan akademik kepada mahasiswa merupakan tugas utama dosen. Dalam menjalankan tugas utama tersebut dosen wajib menjalankannya dengan dedikasi penuh, disiplin tinggi dan perilaku arif. Berdasarkan keterangan Farida selaku Ketua Gugus Kendali Mutu Prodi PAI, bahwa dosen Prodi PAI wajib mengajar dan memberi layanan akademik baik di dalam maupun di luar kelas. Pembelajaran di dalam kelas dilakukan melalui aktivitas tatap muka dengan menu kegiatan yang disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) yang biasanya berupa diskusi interaktif, presentasi makalah, poster session, seminar hasil penelitian mini, ceramah dan lain-lain. Sementara pembelajaran di luar kelas

dilangsungkan dalam pembelajaran berbasis daring melalui aplikasi e-learning yang telah dirintis dalam beberapa tahun terakhir.47

Etika dosen dalam pendidikan dan pengajaran juga mengharuskan dosen Prodi PAI untuk memberikan bimbingan kepada mahasiswa dalam pembelajaran, praktikum dan penulisan karya ilmiah. Farida menuturkan bahwa bimbingan dalam pembelajaran dapat berupa konsultasi akademik. Untuk mengakomodasi hal tersebut, maka setiap mahasiswa Prodi PAI dibimbing oleh satu orang dosen Pembimbing Akademik yang berperan sebagai konsultan pembelajaran. Dalam bidang praktikum mahasiswa dibimbing secara berkelompok dalam bidang-bidang tertentu yang telah diatur sedemikian rupa oleh Prodi PAI. Bidang-bidang yang dimaksud misalnya ibadah, tahsin dan menghafal, pengajaran mikro dan lain-lain. Adapun dalam bidang penulisan karya tulis ilmiah dosen yang telah memenuhi syarat wajib melakukan bimbingan skripsi bagi mahasiswa. Untuk dosen-dosen yang belum dipersyaratkan membimbing skripsi wajib membimbing mahasiswa dalam penulisan karya tulis ilmiah lainnya seperti makalah dan laporan penelitian mini.48

Etika akademik dosen UIN Sumatera Utara melarang semua dosen (termasuk dosen Prodi PAI) terlibat conflict of interest dengan mahasiswa yang dapat menimbulkan ketidakadilan. Dosen juga dilarang melakukan hal-hal yang dapat menurunkan wibawa dan kehormatan profesi dosen dan tindakan-tindakan negatif lainnya.

Dalam bidang penelitian dosen wajib bertumpu pada objektivitas berupa daya pikir kritis dan analisis objektif. Atas dasar itu dosen Prodi PAI pertama sekali wajib melakukan penelitian sesuai bidang keahlian masing-masing sebagai bentuk objektivitas ilmiah. Dalam melakukan dan melaporkan hasil penelitian dosen harus mengedepankan analisis objektif tanpa ada pengaruh kepentingan pribadi yang dapat menyebabkan hasil penelitian menjadi bias.

Pada Pasal Ke-3 UU No 12 Tahun 2012 disebutkan bahwa penyelenggaraan pendidikan tinggi harus berdasarkan asas-asas berikut ini:

47Farida, Ketua Gugus Kendali Mutu Prodi PAI, wawancara di Medan, tanggal 13 Januari 2018

1. Kebenaran ilmiah. Yang dimaksud dengan asas kebenaran ilmiah adalah pencarian, pengamatan, penemuan, penyebarluasan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kebenarannya diverifikasi secara ilmiah.

2. Penalaran. Yang dimaksud dengan asas penalaran adalah pencarian, pengamatan, penemuan, penyebarluasan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mengutamakan kegiatan berpikir.

3. Kejujuran. Yang dimaksud dengan asas kejujuran adalah pendidikan tinggi yang mengutamakan moral akademik dosen dan mahasiswa untuk senantiasa mengemukakan data dan informasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana adanya.

4. Keadilan. Yang dimaksud dengan asas keadilan adalah pendidikan tinggi menyediakan kesempatan yang sama kepada semua warga negara Indonesia tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan, serta latar belakang sosial dan ekonomi.

5. Manfaat. Yang dimaksud dengan asas manfaat adalah pendidikan tinggi selalu berorientasi untuk kemajuan peradaban dan kesejahteraan umat manusia.

6. Kebajikan. Yang dimaksud dengan asas kebajikan adalah pendidikan tinggi harus mendatangkan kebaikan, keselamatan dan kesejahteraan dalam kehidupan sivitas akademika, masyarakat, bangsa, dan negara. 7. Tanggung jawab. Yang dimaksud dengan asas tanggung jawab adalah

sivitas akademika melaksanakan tridharma serta mewujudkan kebebasan akademik, kebebasan mimbar akademik, dan/atau otonomi keilmuan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa serta peraturan perundang-undangan.

8. Kebhinnekaan. Yang dimaksud dengan asas kebhinnekaan adalah pendidikan tinggi diselenggarakan dalam berbagai cabang ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memperhatikan dan menghormati kemajemukan masyarakat Indonesia dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.

9. Keterjangkauan. Yang dimaksud dengan asas keterjangkauan adalah bahwa pendidikan tinggi diselenggarakan dengan biaya pendidikan yang ditanggung oleh mahasiswa sesuai dengan kemampuan ekonominya, orang tua atau pihak yang membiayainya untuk menjamin warga negara yang memiliki potensi dan kemampuan akademik memperoleh pendidikan tinggi tanpa hambatan ekonomi.49

Dalam konteks penelitian ilmiah, ada sejumlah hal yang wajib dihindarkan oleh dosen. Pertama, fabrikasi. Fabrikasi merupakan pelanggaran serius dalam dunia akademik. Fabrikasi adalah membuat-buat data atau hasil penelitian secara tidak jujur. Data-data penelitian sengaja dikarang sendiri dan diumumkan tanpa dibuktikan bahwa seseorang tersebut memang benar-benar melakukan penelitian. Guna menghindari fabrikasi dosen seharusnya membuat semacam logbook (catatan penelitian) sebagai bukti bahwa data-data dan penelitian yang dilakukan adalah benar dan bukan rekayasa belaka. Kedua, falsifikasi. Jika fabrikasi melakukan penelitian tanpa didukung oleh data sehingga data yang disampaikan dikarang-karang sendiri oleh peneliti, maka falsifikasi adalah pemalsuan terhadap data yang ada. Falsifiksi adalah pemalsuan data penelitian dengan mengubah atau melaporkan data secara salah. Membuang data, menambahkan data yang tidak sesuai dengan temuan asli merupakan contoh falsifikasi. Ketiga, plagiarisme. Di antara dua yang lain, barangkali plagiarisme merupakan pelanggaran dalam penelitian yang paling memalukan. Jika diibaratkan seperti tindak pidana umum, maka plagiarisme sama seperti mencuri. Sesuatu yang sangat memalukan jika masih dilakukan oleh dosen. Plagiarisme merupakan pelanggaran dalam bentuk menjiplak karya orang lain dan diakui sebagai karya pribadi tanpa memberi penghargaan atau pengakuan atas sumbernya. Plagiarisme mencakup perbuatan, seperti mencuri gagasan, pemikiran, proses, dan hasil penelitian orang lain baik dalam bentuk data maupun kata-kata, termasuk bahan yang diperoleh dalam penelitian terbatas yang bersifat rahasia.

Bentuk Sanksi

Sanksi Akademik

Sanksi

Administrasi Sanksi Moral

Sanksi Hukum/Pidana

Gambar 13. Jenis-jenis Pelanggaran dalam Penelitian

Jika dosen terbukti melakukan pelanggaran terhadap kode etik atau melakukan perbuatan yang melanggar ketentuan hak dan kewajiban dosen, maka dosen tersebut akan dikenakan sanksi. Adapun tingkat dan jenis-jenis sanksi yang diberikan terhadap pelaku pelanggar kode etik sebagaimana tercantum dalam Kode Etik Dosen UIN Sumatera Utara adalah sebagaimana tergambar pada bagan berikut ini.

Gambar 14. Bentuk-bentuk Sanksi Bagi Dosen yang Melanggar Norma Akademik