LANDASAN TEORI
1. Social Networking
2.1.5 Etika – etika dan bahasa yang baik di Media Sosial
Etika di internet atau netiquette, merupakan sebuah konvensi atas norma-norma yang secara filosofi digunakan sebagai panduan bagi aturan atau standar dalam proses komunikasi di internet atau merupaan etika berinternet sekaligus perilaku sosial yang berlaku di media
15
Terdapat beberapa alasan mengapa di internet, khususnya media sosial, memerlukan etika, diantaranya adalah:
Pertama, latar belakang maupun lingkungan media sosial yang heterogen dan berbeda-beda.
Kedua, komunikasi yang terjadi di media sosial cenderung lebih didominasi oleh teks semata.
Ketiga, media sosial tidak serta-merta dianggap sebagai media yang berbeda dengan dunia nyata.
Keempat, pada beberapa kasus, media sosial merupakan media yang berjalan tidak hanya memfasilitasi pengguna, tetapi juga merupakan institusi bisnis. Sementara itu ada beberapa etika yang baik dilakukan dalam bersosialisasi di media sosial, yaitu:
Jangan mengumbar informasi pribadi anda
Dalam menggunakan sosial media ada baiknya kita sebagai pengguna harus bijak dalam menginformasikan privasi / kehidupan pribadi. Mengumbar hal-hal pribadi dalam sosial media adalah sebuah pintu masuk bagi seseorang untuk memberikan informasi bagi mereka yang ingin berniat jahat kepada kita. Mengupload foto anak misalnya, mungkin pemikiran sebagian orang mengupload foto adalah adalah hal yang biasa dalam bersosial media. Tapi terlepas dari itu ada bahaya yang mengancam, ketika seseorang yang sudah lama mengincar anda bisa saja akan menyimpan informasi tentang anak yang sering anda upload di media sosial. Hal seperti ini pun sama dengan informasi-informasi lainnya yang menyangkut data privasi anda. Bijaklah dalam menginformasikan sesuatu tentang diri anda di sosial media.
16 Etika dalam berkomunikasi
Dalam melakukan komunikasi antar sesama pada situs jejaring sosial media, biasanya kita melupakan etika dalam berkomunikasi. Sangat banyak kita temukan kata-kata kasar yang muncul dalam percakapan antar sesama di media sosial, baik itu secara sengaja ataupun tidak sengaja. Sebaiknya dalam melakukan komunikasi kita menggunakan kata-kata yang layak dan sopan pada akun-akun sosial media yang kita miliki.
Menghargai Hasil Karya Orang Lain
Saat menyebarkan informasi baik itu berupa tulisan, foto atau video milik orang lain, ada baiknya kita mencantumkan sumber informasi sebagai bentuk penghargaan untuk hasil karya seseorang. tidak serta merta mengcopy paste tanpa memberikan sumber informasi tersebut.
Hindari Penyebaran SARA Dan Pornografi
Ada baiknya anda tidak menyebarkan informasi yang berhubungan dengan pornografi dan SARA di sosial media. Sebarkanlah hal-hal yang berguna yang tidak menyebabkan konflik antar sesama pada situs jejaring tersebut.
Gambar 2.14 SARA adalah berbagai pandangan dan tindakan yang didasarkan pada sentimen identitas yang menyangkut keturunan, agama, kebangsaan atau kesukuan dan golongan.
17 Kroscek Kebenaran Berita
Berita yang menjelekkan orang lain sangat sering kita jumpai di sosial media. Hal tersebut kadang bertujuan untuk menjatuhkan nama pesaing dengan berita-berita yang direkayasa.
Untuk kasus ini pengguna sosial media dituntut untuk cerdas dalam menangkap sebuah informasi, bila ingin ikut menyebarkan informasi tersebut, ada baiknya kita melakukan kroscek akan kebenaran informasi terlebih dahulu.
Jangan menilai berita dari judulnya saja
Ini merupakan sebuah fenomena baru dalam jejaring sosial media, ketika melihat judul berita media nasional yang berbau provokasi, biasanya kita langsung menyebarkan dan mengomentari tanpa melihat isi berita terlebih dahulu. Ada baiknya baca dulu isi berita, jangan hanya melihat berita dari judulnya saja
Opini Berdasarkan Fakta dan Data
Dalam bersosial media mengeluarkan opini terhadap hal-hal yang ingin dikomentari merupakan hal yang tidak dilarang, asalkan kita beropini berdasarkan fakta dan data yang ada. Hati-hati dalam hal ini bila beropini negatif pada seseorang kemungkin saja anda dapat dilaporkan dengan UU ITE Pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik di dunia maya.
Jangan Ikut-ikutan Berkomentar
Kadang kita ikutan mengomentari hal-hal yang sedang ramai dibicarakan di media sosial tanpa mencari tahu kebenaran informasi itu terlebih dahulu. Bila hal tersebut berhubungan dengan nama besar atau brand, bukan tidak mungkin kita dapat dikenakan UU ITE pasal 27 ayat 3 tentang pencemaran nama baik.
18
Hindari sosial media bila Anda sedang emosi
Ketika anda sedang jengkel atau mendapatkan sebuah masalah, secara tidak sadar kadang kita mengupdate akun sosial media kita dengan kata-kata makian dan kasar karena emosi. Sekiranya hal tersebut tidak perlu anda lakukan dalam media sosial.
Bahasa dalam media sosial
Ada dua term yang bisa digunakan untuk mendekati bagaimana bahasa di media siber “Netspeak” dan “Netlingo”. Netspeak diartikan pembicaraan yang seolah-olah penulisan dan Netlingo sebagai penulisan teks seolah-olah sedang berbicara, sebagaimana dijelaskan berikut:
1. Netspeak
Bahasa dalam internet dan di media siber mengalami perubahan yang dalam pandangan David Crystal (2001) bahasa internet atau “internet languange” merupakan medium keempat setelah bahasa tulis (writing), bahasa bicara (speaking), dan bahasa tanda
(signing). Netspeak terjadi tatkala para pengguna melakukan interaksi langsung
(synchronous) seperti di dalam MUDs, online chat, atau instant messaging (Thurlow dkk., 2004:125).
Gambar 2.15 Netspeak membantu Anda untuk mencari kata-kata yang Anda belum tahu. Ini adalah jenis baru dari kamus yang berisi segala sesuatu yang pernah ditulis di web.
19
Misalnya dalam penggunaan YM, fasilitas ini digunakan sebagai media untuk melakukan obrolan (chat) secara langsung dengan mediasi teks. Obrolan itu merupakan duplikasi dari obrolan yang terjadi di dunia nyata, teks yang ditulis di ruang media siber YM
mewakili bahasa bicara. Oleh karena itu, teks yang muncul di YM diimajinasikan seolah-olah sedang berbicara. Tipografi teks yang muncul serta berkembang di media siber ada kalanya pada kata-kata (morphemes), huruf (graphemes), maupun tanda baca serta penggunaan simbol-simbol atau gambar tertentu. Beberapa contoh seperti di bawah ini:
Penggunaan singkatan \ penggunaan tanda baca \ ikon emosi
akronim, dan gabungan keduanya
OIC oh I see
CYL8R see you all later
Kudet kurang update
g4k bi54 gak bisa
Serius!!!!!! menunjukkan kondisi marah atau teriak
Cemungudh semangat
:) atau J,:( atau L senyum/bahagia, kecewa 2. Netlingo
Kebalikan dengan netspeak, netlingo merupakan penulisan dalam media siber yang seolah-oleh tulisan itu adalah berbicara. Media siber dan komunikasi yang mengandalkan teks juga tidak bergeser dari sekadar bahasa teks baku menjadi bahasa teks yang seolah-olah mewakili ungkapan ketika berbicara. Salah satu alasan mengapa bahasa baku yang melibatkan prasyarat penulisan seringkali dilanggar dalam media siber dikarenakan adanya aktivitas pengguna media siber yang, misalnya tidak memiliki banyak waktu, hingga karena pengaruh perangkat teknologi itu sendiri, misalnya perangkat telepon genggam yang berukuran kecil dan bentuk papan ketik (keyboard) komputer.