5 EVALUASI PENGEMBANGAN MASYARAKAT
EVALUASI KEBIJAKAN Deskripsi Kebijakan
Melalui Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang di amanatkan di dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004, dan Undang- undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2010 tentang Program Stimulus Ekonomi Untuk Usaha Mikro
30
Kecil Menengah dan Koperasi Kerjasama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dengan Perbankan dan masyarakat nelayan Danau Lebo yang merupakan pelaksana dari kebijakan Keputusan Bupati Sumbawa Barat Nomor 647 Tahun 2011 tentang Penetapan Nelayan/Kelompok Nelayan penerima Bantuan Sarana Tangkap Program Stimulus Ekonomi melalui Kegiatan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat kerjasama Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat dan PT. Newmont Nusa Tenggara.
Bantuan Stimulus Sarana Tangkap
Tujuan Program Stimulus Sarana Tangkap yaitu pertama memberdayakan masyarakat nelayan dan kelompok nelayan melalui pemberian bantuan sarana produksi perikanan tangkap yaitu sarana apung (perahu/sampan), tenaga penggerak (motorisasi/mesin) dan alat tangkap (jaring dan jala/payang), kedua memperkuat peran nelayan dan kelompok nelayan dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja, penumbuhan wirausaha baru dan pengentasan kemiskinan, ketiga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat nelayan dan kelompok nelayan, dan keempat peningkatan produksi perikanan tangkap dan peningkatan pendapatan.
Status Bantuan Stimulus Sarana Tangkap adalah bentuk program Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat kerjasama dengan PT. Newmont Nusa Tenggara yang diberikan dalam bentuk bantuan sosial/hibah kepada masyarakat pesisir (nelayan/kelompok nelayan) yang ditetapkan dengan berita acara penyerahan bantuan dan jumlah bantuan stimulus sarana tangkap yang diberikan kepada nelayan/kelompok nelayan berdasarkan kriteria usaha perikanan yang dilakukan oleh nelayan/kelompok nelayan.
Tata cara penyerahan bantuan stimulus sarana tangkap bagi nelayan/kelompok nelayan yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan stimulus ekonomi sarana tangkap diatur sebagai berikut :
1. Nelayan/kelompok nelayan penerima bantuan stimulus ekonomi sarana tangkap waji.b menandatangani berita acara penyerahan dan diketahui oleh Kepala Desa/Lurah setempat.
2. Menyerahkan/menyiapkan materai Rp. 6.000 sebanyak 2 lembar dan foto copy KTP nelayan/kelompok nelayan masing-masing 2 lembar.
3. Diharapkan memiliki dan menyerahkan foto copy buku tabungan pribadi/kelompok nelayan yang ada di lembaga perbankan atau lembaga keuangan lainnya (BNI, BRI, BANK NTB, BANK SYARIAH, LKP) 1 lembar.
Kriteria Evaluasi Kebijakan Bantuan Stimulus Sarana Tangkap
Dalam rangka memecahkan masalah pada kebijakan stimulus sarana tangkap ada beberapa kriteria penting dari kebijakan publik antara lain (Dunn, 1994) yaitu: penetapan agenda kebijakan (agenda setting) yaitu menentukan apa yang menjadi masalah di komunitas nelayan yang perlu dipecahkan. Hakekat permasalahan ditemukan melalui proses yang dikenal istilah problem structuring, formulasi kebijakan stimulus sarana tangkap yaitu 1) tahap formulasi kebijakan mengidentifikasi kemungkinan kebijakan yang dapat digunakan untuk
31 memecahkan masalah yang dialami oleh nelayan, 2) tahap adopsi kebijakan merupakan dimana kebijakan bantuan stimulus sarana tangkap ini seharusnya didukung oleh sseluruh stakeholders, 3) implementasi kebijakan, dimana kebijakan yang telah diadopsi dilaksanakan oleh unit-unit administrasi tertentu dengan memobilisasikan sumber dana dan sumber daya lainnya, pada tahap ini monitoring dilakukan pada kebijakan stimulus sarana tangkap.
Kriteria selanjutnya dengan cara mengorganisir berarti mengatur sumber daya stimulus sarana tangkap dan unit-unit serta metode-metode untuk melaksanakan program. Tahap penilaian kebijakan stimulus sarana tangkap merupakan tahap terakhir dari tahap pembuatan kebijakan ini, dimana diadakan penilaian apakah semua proses implementasi sesuai dengan apa yang telah ditentukan sebelumnya atau tidak dan pada tahap ini evaluasi diterapkan.
Monitoring dan Evaluasi Kebijakan Bantuan Stimulus
Monitoring terhadap kebijakan bantuan stimulus sarana tangkap direkomendasikan dilakukan tiap satu periode waktu tertentu selama masa implementasinya.Berdasarkan level of monitoring, meliputi :
Tabel 5. Matrik Level of Monitoring
Dimensi Indikator
Kondisi Awal 1. Kepemilikan sarana tangkap yang kurang memadai 2. Hasil tangkapan rendah
3. Jumlah pendapatan rendah
4. Stuktur ekonomi masyarakat rendah
Input 1. Peraturan Bupati Sumbawa Barat Nomor 5 Tahun 2010 tentang
Bantuan Stimulus Ekonomi
2. Surat Keputusan Bupati No 647 tentang Bantuan Stimulus Ekonomi kerjasama dengan PT. NNT
3. Data jumlah nelayan dan kelompok nelayan 4. Data usulan program musrenbangdes
Output 1. Meningkatnya kepemilikan sarana tangkap
2. Meningkatnya hasil tangkapan nelayan 3. Meningkatnya jumlah pendapatan
4. Terjadinya perubahan struktur ekonomi masyarakat nelayan
Outcome 1. Bantuan stimulus sarana tangkap dapat berperan sebagai
pendongkrak perekonomian masyarakat nelayan
2. Bantuan stimulus sarana tangkap dapat meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan
Impacts Positif :
1. Meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan 2. Meningkatkan hasil tangkap dan pendapatan Tantangan :
1. Diperlukan efiktivitas kebiajak pemerintah di bidang masyarakat nelayan baik itu berupa program maupun pemberdayaan
2. Kurang tepat dan tidak merata kebijakan bantuan stimulus ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah
32
Evaluasi Kebijakan Bantuan Stimulus
Evaluasi kebijakan program bantuan stimulus infrastruktur ini mempunyai 2 (dua) pendekatan (Sudiyono,1992) yaitu: Pendekatan evaluasi kepatuhan, asumsinya apabila para pelaksana mematuhi semua petunjuk atau aturan yang diberikan maka implementasi sudah dinilai berhasil. Dalam hal ini program bantuan stimulus infrstruktur berupa jaring dan sampan dianggap berhasil karena telah sesuai dengan petunjuk dan aturan yang telah disepakati antara Pemkab. Sumbawa Barat dan PT. Newmont Nusa Tenggara. Kemudian pendekatan ini disempurnakan lagi dengan adanya pengaruh a) ekstern, kekuatan non birokrasi dalam pencapaian tujuan, seperti adanya intervensi kepentingan sebagian kelompok masyarakat baik secara kelembagaan maupun perorangan dalam hal pendistribusian dan pemanfaatan bantuan stimulus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan program bantuan stimulus sarana tangkap ini, b) intern, program yang dimaksudkan untuk melaksanakan suatu kebijakan sering tidak terdesain dengan baik sehingga perilaku yang baik dari para pelaksana (birokrasi) tetap tidak akan berhasil dalam mencapai tujuan kebijakan.
Dalam hal ini Pemkab. Sumbawa Barat sebagai pengambil kebijakan tidak optimal dalam melaksanakan kebijakan bantuan stimulus infrastruktur karena adanya benturan kepentingan dengan manajemen PT. Newmont Nusa Tenggara yang menganggap program bantuan stimulus ini sudah berhasil apabila sudah sesuai dengan petunjuk dan dikategorikan bantuan habis pakai dengan pertanggungjawaban administrasi yang jelas, akan tetapi subtansi program bantuan stimulus sebagai upaya pengembangan masyarakat tidak menjadi acuan yang mendasar.
Pendekatan selanjutnya yaitu evaluasi perspektif, “what’s happening (apa yang terjadi). Pendekatan ini menggambarkan pelaksanaan suatu kebijakan dari seluruh aspek karena implementasi kebijakan melibatkan beragam variabel dan factor. Pelaksanaan program bantuan stimulus infrastruktur berupa jala dan perahu
merupakan hasil dari kerjasama antara Pemkab. Sumbawa Barat dan PT. Newmont Nusa Tenggara yang dianggap sebagai program pengembangan
masyarakat secara umum.
Dalam pelaksanaannya program bantuan stimulus ini dianggap sebagai solusi alternatif terhadap masalah hasil tangkapan dan peningkatan pendapatan nelayan Lebo tetapi tidak berhasil memberikan pemahaman pemberdayaan sebagai sebuah program berkelanjutan bukan sekedar bantuan stimulus saja sehingga persepsi masyarakat menganggap program bantuan stimulus ini merupakan kewajiban pemerintah dan pihak PT. NNT sebagai upaya solusi jangka pendek dalam mengatasi masalah hasil tangkapan dan nilai produksi yang berimplikasi pada peningkatan pendapatan.
Sebagaimana petikan hasil wawancara dengan informan yang berfungsi sebagai pelaksana kebijakan sebagai berikut :
“...Secara konsep distribusi bantuan stimulus dirasakan manfaatnya tapi tidak bisa merata kepada semua nelayan dan tidak ada jaminan program ini akan berlanjut untuk tahun berikutnya...”(AM, 2014)
33 Sebagaimana petikan hasil wawancara dengan informan yang berfungsi sebagai pemanfaat kebijakan sebagai berikut :
“...kalau bisa bukan hanya bantuan sarana tangkap seperti ini, bantuan modal dan program pemberdayaan yang dilakukan dengan pendampingan oleh tim ahli akan membantu dalam meningkatkan hasil usaha...”(AT, 2014)
Sebagaimana petikan hasil wawancara dengan informan yang berfungsi sebagai penyusun kebijakan sebagai berikut :
“...bantuan sarana tangkap ini dilaksanakan tahun 2011 dan diusulkan melalui penganggaran Pemkab. Sumbawa Barat tanpa melibatkan PT. NNT, karena adanya persepsi masyarakat kalau bantuan dari PT. NNT itu hak masyarakat yang tidak boleh diatur atau dikembalikan kepada Pemkab. Sumbawa Barat dan sewaktu-waktu dapat dipindahtangankan...” (NK, 2014)
EVALUASI PROGRAM