Rancangan program dalam bentuk kebijakan disusun berdasarkan tingkat permasalahan yang dijabarkan pada masing-masing atlternatif sebagai berikut :
1. Alterantif Tanpa Tindakan, dengan cara mempertahankan kebijakan bantuan stimulus yang bersifat sektoral, sentralistik dan top down tanpa adanya kebijakan partisipasi masyarakat, yaitu Pemerintah yang sepenuhnya mengurus bantuan stimulus sarana tangkap nelayan dari PT. NNT. Evaluasi alternatif didasarkan pada :
Proyeksi : Jika partisipasi masyarakat tidak diprioritaskan dalam perkembangan bantuan stimulus, dimana yang berkuasa sepenuhnya adalah pemerintah maka program tersebut tidak akan berjalan secara berkelanjutan Evaluasi : Dengan tetap menggunakan kebijakan lama, maka para nelayan dan masyarakat susah berkembang dalam peningkatan hasil tangkapan dan jumlah pendapatan.
2. Alternatif Kebijakan dan Tambahan, mempertahankan kebijakan Mengurangi peran pemerintah dalam monopoli yang berkaitan dengan kebijakan bantuan stimulus kerjasama dengan PT. NNT dengan menyediakan pendamping yang bersifat independen dan profesional di bidangnya untuk keberlanjutan hasil dan manfaat. Evaluasi alternatif didasarkan pada :
Proyeksi : Kelompok masyarakat dan nelayan dapat terus meningkatkan masing-masing usaha dari program bantuan stimulus, tetapi harus tetap memperhatikan aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah.
Evaluasi : Diharapkan dengan kebijakan ini masyarakat dan nelayan dapat berkembang dalam menjalankan usahanya.
3. Alternatif Kebijakan Baru, kebijakan baru dalam bentuk pemberdayaan kelompok nelayan secara langsung oleh PT. NNT melalui kegiatan pendampingan melalui pemberian dana program pemberdayaan dan bantuan stimulus sarana tangkap secara tepat dan merata. Evaluasi altrenatif didasarkan pada :
Proyeksi : Berhasilnya peningkatan peran masyarakat dan nelayan dalam program bantuan stimulus dengan tujuan meningkatya hasil tangkapan dan meningkatnya jumlah pendapatan dan adanya perubahan strukutr ekonomi nelayan.
Evaluasi : Peran masyarakat dan nelayan berkembang, sehingga PT. NNT terus meningkatkan perannya dalam hal ini kesejahteraan nelayan khususnya para pelaku informal juga diperhatikan
Penunjukan dan Pemilihan Rancangan Aksi
Pada tahap ini setiap rancangan kebijakan akan dipilih sesuai dengan evaluasi yang telah dilakukan. Adapun penunjukan dan pemilihan alternatif kebijakan dan program sebagai berikut :
52
Tabel 12. Penunjukan Rancangan Aksi
Dampak Bagi Kelompok Pemerintah yang sepenuhnya mengurus bantuan stimulus Mengurangi peran pemerintah dengan menyediakan pendamping Pemberdayaan kelompok nelayan secara langsung oleh PT. NNT dan pemberian dana program dan bantuan stimulus Pemerintah A B A PT. NNT C B A Masyarakat/Nelayan C B A
Catatan : A adalah konsekuensi terbaik, dan C adalah konsekuensi terburuk Data pada tabel 10 menunjukkan bahwa realitas yang terjadi pada program bantuan stimulus sarana tangkap yaitu pemerintah sepenuhnya mengurus bantuan
stimulus tanpa melibatkan komunitas nelayan. Pihak swasta dalam hal ini PT. Newmont Nusa Tenggara berperan mengurangi peran pemerintah dengan
melakukan program pemberdayaan masyarakat melalui program bantuan stimulus sarana tangkap dan tetap juga masyarakat secara umum khususnya komunitas nelayan hanya sebagai pelaksana program.
Selanjutnya dari fakta dan analisa nelayan mengharapkan rancangan aksi dapat dilakukan dengan cara melaksanakan program terintegrasi antara pemerintah, swasta dan masyarakat khususnya nelayan melalui program bantuan stimulus sarana tangkap ditunjang dengan pemberian dana dan pendampingan yang berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi sehingga memberikan dampak peningkatan hasil tangkap dan pendapatan nelayan.
Implementasi Rancangan Aksi
Rencangan program yang sesuai dengan hasil evaluasi dan analisa data partisipasi, kebutuhan nelayan, hasil tangkap dan pendapatan nelayan dapat dilihat pada tabel 18 di bawah ini
Tabel 13.Implementasi Rancangan Aksi
Jenis Kebutuhan
Akar Masalah
Solusi Program Penanggung
Jawab Proses partisipasi Instrumental Transformatif Pemetaan sosial Pemerintah
Tingkat Keseuaian program dan tingkat kebutuhan belayan Jumlah perahu Distribusi merata Pengelompokan nelayan Pemerintah Nelayan Jumlah jala Distribusi
merata
Pengelompokan nelayan
Pemerintah Nelayan
Tingkat partisipasi Pelaksanaan Menikmati hasil Perubahan sasaran program Pemerintah Nelayan 1. Akses informasi 2. Partisipasi kelembagaan Tinggi Formalitas Perencanaan partisipasif Musyawarah
Pemetaan sosial Pemerintah Swasta Nelayan
53 3. Kepemilikan aset Rendah Pengembangan Kapasitas Penambahan jumlah
Hasil Tangkap Rendah Kegiatan sub
usaha lain Pelatihan dan pendampingan Pemerintah, swasta dan nelayan
Pendapatan Rendah Kegiatan sub
usaha lain Pelatihan dan pendampingan Pemerintah, swasta dan nelayan
Proses partisipasi nelayan masih dalam tahap isntrumental yang merupakan hasil identifikasi masalah dapat dilakukan dengan cara membuat program yang berorientasi kebutuhan nelayan melalui program pemetaan sosial secara menyeluruh berbasis komunitas lokal yang bertumpu pada nelayan sebagai pelaku utama program.
Tingkat kesesuaian program bantuan stimulus sarana tangkap dengan kebutuhan nelayan telah sesuai tetpai bermasalah pada jumlah bantuan yang tidak terdistribusi merata kepada semua nelayan sehingga dapat dilakukan pengelompokan nelayan berbasis kepemilikan aset berupa perahu dan jala dengan tetap memposisikan nelayan sebagai pelaku program pemberdayaan masyarakat.
Tingkat partisipasi dipengaruhi oleh karakeristik sosial nelayan yang dominan yaitu 1) akses informasi dapat direncanakan dengan cara menysusn program melalui perencanaan partisipasif beroerientasi kebutuhan nelayan, 2) partisipasi kelembagaan masih sebatas formalitas beroerientasi pemenuhan kepentingan pemerintah dapat direncanakan dengan menbuat kegiatan pengembangan kapasitas kelembagaan baik itu lembaga dan perangkat lembaganya dan 3) tingkat kepemilikan aset yang sesuai dengan kebutuhan nelayan tidak meratadan masih terbatas pada jumlah. Karakteristik tersbut menjelaskan tingkat partisipasi nelayan pada program bantuan stimulus sarana tangkap masih pada tahap pelaksanaan (sumbang pemikiran) dengan hadir pada saat pertemuan, menyampaikan ide tetapi tidak dilibatkan pada saat pengambilan keputusan.
Pada program bantuan stimulus sarana tangkap tingkat partisipasi masih pada tahap pelaksanaan sebatas sumbang ide (Cohen and Uphoff, 1979) dan adanya kesesuaian program dengan kebutuhan nelayan belum memberikan dampak secara maksimal terhadap nelayan. Hal ini dilihat dari adanya peningkatan hasil tangkap dan pendapatan nelayan yang berpartisipasi aktif tetapi tidak bertahan dalam waktu yang lama untuk menjamin kelangsungan hidup secara ekonomi, maka dilakukan pengembangan kegiatan sub usaha lain seperti budidaya ikan air tawar, budidaya tanaman hias air tawar, pengembangan usaha mikro berbasis hasil tangkap nelayan seperti membuat sentra produksi ikan kering dalam kemasan khusus melalui program pelatihan dan pendampingan oleh pemerintah bekerjasama dengan pihak swasta dengan penanggung jawab program pemerintah sebagai pembuat kebijakan, pihak swasta program pemberdayaan masyarakat dan nelayan sebagai pemanfaat program dan kebijakan yang berkelanjutan.
54
Perancangan Strategi
Pada tahap ini strategi akan dipilih sesuai dengan hasil evaluasi dan analisa yang telah dilakukan. Partisipasi nelayan pada program bantuan khususnya bantuan sarana tangkap yang merupakan program pemberdayaan masyarakat oleh
PT. Newmont Nusa Tenggara dipengaruhi oleh beberapa indikator, yaitu (1) tingkat akses informasi, (2) aspirasi kelembagaan, dan (3) tingkat kepemilikan
aset. Penentuan strategi peningkatan partisipasi mengacu pada hasil evaluasi program bantuan stimulus sarana tangkap btelah disesuaikan dengan kebutuhan nelayan selama ini yaitu kebutuhan jala dan kebutuhan perahu. Hal ini akan memberikan dampak adanya perubahan hasil tangkap dan peningkatan pendapatan nelayan.
Selain indikator tersebut diatas peningkatan partisipasi nelayan pada program bantuan stimulus sarana tangkap dapat juga ditempuh dengan melakukan pola pemberdayaan masyarakat kelompok nelayan melalui pemberian dana program pemberdayaan dengan sub usaha lain di berbagasi sektor ekonomi kemitraan, adanya pendampingan secara berkelanjutan oleh tenaga ahli profesional sehingga dapat menjamin keberlangsungan program secara terarah dan terukur serta membantu para pelaku ekonomi lain, dan budidaya ikan air tawar di Lebo Taliwang yang dapat meningkatkan pendapatan nelayan dari sub usaha lain selain hasil tangkap.
Berdasarkan data dan hasil analisa menjadi penting untuk menelaah lebih dalam konsep dan praktek Program Bantuan Stimulus Sarana Tangkap dalam memahami persoalan mendasar kendala dan pengembangannya di Kab. Sumbawa Barat dengan merumuskan format bantuan stimulus yang relevan sehingga dapat memberikan hak hidup bagi masyarakat secara umum dan khususnya nelayan untuk menjalankan peran partisipatif, peran sosial dan berdampak ekonomi sebagai upaya membangun dan mengkokohkan kapasitas lokal dalam mengatasi persoalan kemiskinan khususnya masyarakat nelayan Lebo Taliwang.
Ada beberapa aspek juga yang harus diperhatikan dalam langkah menyempurnakan konsep Program Bantuan Stimulus Sarana Tangkap yang selama ini sudah berjalan;
1. Partisipasi nelayan hendaknya menjadi kerangka awal dalam menyusun rencana program untuk dapat memetakan kesesuaian kebutuhan nelayan dengan jenis program yang akan dilaksanakan. Jika hal ini dapat dilakukan sesuai dengan rencana, maka target peningkatan hasil tangkap dan pendapatan nelayan akan tercapai seiring dengan meningkatnya partisipasi nelayan dalam kegiatan tersebut diatas.
2. Strategi berkenaan dengan integrasi antara program bantuan stimulus sarana tangkap dengan jaringan bisnis dan kegiatan kelembagaan ekonomi lainnya juga menjadi salah satu prioritas. Salah satu strategi yang dapat diupayakan yaitu pemerintah menginisisasi perencanaan awal yang berorientasi kebutuhan nelayan dengan melibatkan partisipasi perorangan dan kelompok nelayan secara konsisiten. Hasil dari perencanaan partisipasi antara pemerintah dan nelayan kemudian melakukan kerjasama dengan PT. Newmont Nusa Tenggara yang berkaitan dengan bantuan sarana tangkap sesuai hasil perencanaan awal tetapi mesti dibuat kelompok tani nelayan dan memberikan pendampingan yang berakitan dengan alat tangkap dan kegiatan lain berorientasi potensi di
55 sekitar Dana Lebo misalnya dengan pendampingan budidaya ikan kering berkemasan khusus, pendampingan budidaya tanaman eceng gondok serta pendampingan budidaya ikan air tawar untuk di suplai ke masyarakat sekitar (bonding) dan membangun jaringan bisnis lintas wilayah (bridging) serta dengan mitra bisnis lainnya.
3. Perubahan sasaran program juga perlu dilakukan, dan hendaknya lebih mengutamakan atau berorientasi kepada nelayan yang belum berpartisipasi secara aktif dan belum mendapat program bantuan stimulus sarana tangkap. Untuk menyusun program ini, diharapkan melibatkan semua stakeholder yang ada (pemerintah, masyarakat, nelayan, dan pihak swasta).
4. Peran pemerintah sebagai penyusun kebijakan yang mendorong pengembangan bantuan stimulus berorientasi partisipatif dan sesuai kebutuhan nelayan. Langkah-langkah yang bisa ditempuh adalah mempertahankan dan meningkatkan program bantuan stimulus sarana tangkap, merencanakan program secara partisipatif dimana nelayan diposisikan sebagai pelaku dan pemanfaat utama dan terpenting adalah melibatkan peran swasta sebagai bagian yang tidak terlepas dari basis komunitas dengan tetap melakukan kegiatan pendampingan lainnya dengan membangun jaringan bisnis lain sebagai penopang program yang telah dilaksanakan sehingga ada sinergitas antara partisipasi, kebutuhan nelayan, dan peningkatan hasil tangkap serta pendapatan nelayan.
Pada akhirnya, penelitian ini merumuskan strategi peningkatan partisipasi transformasional dan tingkat partisipasi nelayan dilibatkan sampai tahapan menikmati hasil melalui program pemberdayaan masyarakat yang berbasis kebutuhan nelayan dengan cara membuka akses informasi, membangun membangun jejaring dan kelembagaan antar komunitas nelayan (bonding) dan jejaring lintas komunitas nelayan (bridging), meningkatkan kepemilikan aset sebagai penunjang kegiatan nelayan dan melakukan pendampingan secara berkelanjutan oleh pemerintah dan swasta pada Program Bantuan Stimulus Sarana Tangkap.