Parsial dan Penuh
2.3. Evaluasi Kesehatan Parsial
Tidak semua komponen penting (luaran dan biaya) dapat dievaluasi secara bersamaan. Hal ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pertanyaan penelitian yang memang tidak membutuhkan proses evaluasi penuh, keterbatasan terhadap akses data, dan alasan teknis lainnya. Meskipun pengambilan keputusan tidak dapat didasarkan pada hasil evaluasi ekonomi kesehatan parsial, hasil tersebut penting sebagai building block proses evaluasi kesehatan penuh yang pada akhirnya dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan dengan bantuan pemodelan.
2.3.1. Deskripsi Biaya
Biaya pengobatan yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan merupakan informasi penting dalam menjelaskan pengorbanan sumber daya untuk mencapai tujuan kesehatan. Deskripsi biaya ini biasanya dipresentasikan sebagai biaya unit dari suatu penyakit yang dihitung dari semua konsekuensi ekonomi (aktual atau hasil konversi) akibat adanya suatu penyakit ataupun pengobatan.
Informasi mengenai biaya dapat diperoleh langsung dari sistem informasi fasilitas pelayanan kesehatan (Gambar 2.1) ataupun dari pasien atau masyarakat secara langsung, tergantung pada jenis data biaya yang dibutuhkan.
Pengelompokan jenis biaya dalam evaluasi ekonomi kesehatan sangat bervariasi (WHO: 2009). Salah satu metode paling umum adalah pengelompokan berbagai jenis biaya kesehatan sebagai biaya langsung (medis dan non-medis), biaya tidak langsung, dan biaya tidak teraba (intangible cost). Poin penting lain dalam mendeskripsikannya adalah bahwa komponen biaya yang digambarkan tersebut dipengaruhi oleh perspektif dari pihak yang akan memanfaatkan informasi. Terdapat empat perspektif studi dalam evaluasi ekonomi kesehatan, yaitu pasien, provider, payer, dan societal.
22 EVALUASI EKONOMI DAN PENILAIAN TEKNOLOGI KESEHATAN KONSEP DAN PRAKTIK TERBAIK DI INDONESIA
Tabel 2.2.
Perbedaan antara Luaran klinis Antara dan Luaran Klinis Akhir
Didik Setiawan, et.al. (2017).
Farmaekonomi Modeling.
Yogjakarta: UMP Press.
2.3.2. Deskripsi Luaran
Luaran dari suatu teknologi kesehatan dapat menjadi salah satu sumber informasi untuk proses evaluasi dalam perbaikan yang berkelanjutan. Evaluasi teknologi kesehatan yang berfokus pada pendeskripsian luaran memberikan gambaran mengenai bagaimana suatu teknologi kesehatan berdampak terhadap pasien, klinisi, dan pengambil keputusan.
Dalam bidang ekonomi kesehatan, luaran terdiri dari luaran klinis, ekonomis, dan humanistik. Secara umum, luaran klinis paling banyak dievaluasi karena mempunyai dampak langsung terhadap pasien dan dianggap penting oleh klinisi, sedangkan luaran ekonomis paling berdampak pada pengambil keputusan atau kebijakan. Luaran humanistik penting karena bersifat umum dan berlaku universal.
Deskprisi luaran klinis menggambarkan bagaimana teknologi kesehatan memengaruhi kondisi klinis seorang pasien. Kondisi klinis dapat dinilai dari gejala (klinis) yang dirasakan oleh pasien atau (tanda) hasil pemeriksaan laboratorium. Luaran klinis dapat dibedakan menjadi luaran antara (intermediate outcome) dan luaran akhir (endpoint outcome).
Teknologi
Kesehatan Luaran Antara Luaran Akhir Antihipertensi Penurunan
tekanan darah Penurunan kejadian stroke, serangan jantung, dan kematian Antiretroviral Peningkatan
level CD4 dan CD8
Rendahnya insidensi infeksi HIV di populasi, penurunan kematian akibat HIV-AIDS
Analgetik - Hilangnya rasa nyeri
Program Keluarga
Berencana (KB) Jumlah
akseptor KB Jumlah penduduk yang terkontrol Deskripsi luaran klinis dapat diperoleh dengan menggunakan metode penelitian eksperimental dan observasional. Melalui penelitian eksperimental seperti Randomized Controled Clinical Trials (RCTs) atau Quasi Eksperimental, peneliti secara sengaja melakukan intervensi kepada pasien untuk membuktikan efektivitas dan keamanan suatu teknologi kesehatan. Sementara itu, dengan metode penelitian observasional peneliti mengobservasi suatu fenomena atau kejadian dalam praktik pelayanan kesehatan sehari-hari.
23
METODE EVALUASI EKONOMI: PARSIAL DAN PENUH
Gambar 2.2.
Desain Studi
untuk Penelitian di Bidang Kesehatan
Tabel 2.3.
Perbandingan Biaya Riil dan Tarif INA CBGs Pasien Rawat Inap pada Penyakit Jantung Koroner
Muhiyidin. (2020). Desain Studi Epidemilogi.
Retrieved from https://
muhyidin.id/desain-studi-epidemiologi/.
Penelitian Penilaian Teknologi Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI (Belum Dipublikasi).
Deskripsi luaran ekonomi menggambarkan bagaimana suatu teknologi kesehatan berdampak terhadap sisi ekonomi, berupa penambahan atau pengurangan biaya penyakit. Luaran ekonomi dapat diperoleh dengan mengkuantifikasi biaya suatu luaran klinis akibat implementasi teknologi kesehatan.
Sebagai ilustrasi, evaluasi ekonomi kesehatan terhadap antihipertensi yang menggunakan kejadian ST Elevated Myocardial Infarction (STEMI) atau luaran klinis lain, yang berkaitan dengan penyakit jantung koroner sebagai luaran klinis akhir, dapat dihitung biaya unit dari pasien penyakit jantung koroner yang dirawat di rumah sakit (Tabel 3.3). Dalam contoh ini, biaya unit sebesar Rp.215.328.221 untuk perawatan seorang pasien dengan diagnosis STEMI.
Diagnosis Tarif (Rupiah)
Riil INA-CBGs
ST Elevated Myocardial Infarction (STEMI) 215.328.221 145.670.800 Penyakit Arteri Koroner 1.314.143.943 945.604.800 Non-ST-Segment Elevation Myocardial
Infarction (NSTEMI) 109.399.058 90.605.400
Selain itu, luaran ekonomi juga dapat diperoleh dari tarif standar mengenai klaim maksimal dari suatu kelompok diagnosis, seperti INA-CBGs yang berlaku di Indonesia. Kasus yang sama dengan luaran klinis akhir STEMI dapat menggunakan luaran ekonomi sebesar Rp145.670.800 sebagai pengganti luaran klinis untuk seorang pasien dengan didiagnosis STEMI.
Penggunaan luaran klinis dalam evaluasi kesehatan mempunyai kelemahan utama, yaitu tidak dapat membandingkan luaran klinis dari penyakit yang berbeda. Kelemahan ini dapat diatasi oleh luaran humanistik yang mampu mengubah berbagai macam kondisi penyakit atau pasien menjadi unit atau satuan yang sama, yaitu Quality-adjusted Life Years (QALYs) atau Disability Adjusted Life Years (DALYs) yang sering disebut Utility. Kedua parameter tersebut menggambarkan seseorang ketika dalam kondisi meninggal (skor QALYs = 0) dan kondisi terbaik dalam 1 tahun (skor QALYs =
24 EVALUASI EKONOMI DAN PENILAIAN TEKNOLOGI KESEHATAN KONSEP DAN PRAKTIK TERBAIK DI INDONESIA
Hasil dari evaluasi ekonomi yang memberikan deskripsi luaran dan biaya secara langsung dapat digunakan untuk menjadi informasi awal dalam proses pengambilan keputusan.
1), sedangkan dalam keadaan sehat paripurna (skor DALYs = 0) dan hilangnya taraf kesehatan seseorang dalam satu tahun (penurunan skor DALYs).
Luaran humanistik suatu teknologi kesehatan juga dapat diperoleh dengan cara mengonversi suatu kondisi dari luaran klinis menggunakan kuesioner terstandar yang telah divalidasi, seperti European Quality of Life-5 Dimension/EQ-5D (Purba: 2018 dan Setiawan: 2018) dan Short Form-6 Dimension/SF-6D (Adams: 2010).
2.3.3. Deskripsi Luaran dan Biaya
Deskripsi mengenai luaran dan biaya juga dapat dilakukan sekaligus walaupun belum dapat digunakan untuk mengambil keputusan, mengenai apakah teknologi kesehatan dapat diimplementasikan atau tidak dalam sistem pelayanan kesehatan. Hasil dari evaluasi ekonomi yang memberikan deskripsi luaran dan biaya secara langsung dapat digunakan untuk menjadi informasi awal dalam proses pengambilan keputusan. Beberapa studi dengan metode ini sering membandingkan luaran dan biaya dari suatu teknologi kesehatan dengan skenario do-nothing.
Berbagai studi sering kali menyajikan parameter Average Cost Effectiveness Ratio (ACER). Parameter tersebut memiliki kelemahan fundamental jika dilihat dari sisi ekonomi kesehatan, yaitu meniadakan dampak luaran (outcome final) yang melibatkan survival dan kualitas hidup (misalnya QALYs). Suatu kondisi penyakit tetap berdampak baik dari sisi klinis, misalnya peningkatan derajat nyeri, berkurangnya usia, dan berkurangnya kualitas hidup, maupun dari sisi ekonomis, misalnya pasien tidak bisa bekerja dan kehilangan penghasilan. Jika dampak klinis dan ekonomis dari skenario do-nothing diabaikan, keputusan yang diambil berdasarkan hasil evaluasi ekonomi tersebut dapat menjadi bias dan tidak tepat.
Parameter Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER) digunakan sebagai bagian lengkap yang membandingkan biaya dengan luaran. Hal ini akan dijelaskan pada bagian selanjutnya modul ini.
2.3.4. Analisis Luaran
Analisis luaran (klinis) bertujuan untuk melihat seberapa besar perbedaan dampak klinis dari, minimal dua jenis, teknologi kesehatan ketika diimplementasikan pada manusia. Analisis luaran dari suatu teknologi kesehatan sudah banyak dilakukan jauh sebelum ilmu ekonomi kesehatan berkembang. Berbagai studi mengenai teknologi kesehatan pada dasarnya selalu melakukan perbandingan luaran dari suatu teknologi kesehatan, baik pada tahap praklinis, uji klinis, maupun ketika obat atau teknologi kesehatan tersebut digunakan dalam praktik sehari-hari (studi observasional).
25
METODE EVALUASI EKONOMI: PARSIAL DAN PENUH
Kebijakan di bidang
kesehatan akan menjadi lebih objektif dengan menggunakan hasil evaluasi ekonomi tersebut.
Beberapa istilah pada analisis luaran adalah efikasi, efektivitas, dan keamanan. Efikasi merupakan perbandingan luaran dari dua teknologi kesehatan atau lebih pada kondisi yang terkontrol, misalnya pada uji klinis, sedangkan efektivitas merupakan perbandingan luaran dari dua teknologi kesehatan atau lebih pada kondisi nyata, misalnya hasil pada studi observasional. Aspek keamanan juga sering mendapatkan perhatian pada analisis luaran.
Beberapa luaran untuk menilai aspek tersebut adalah misalnya efek samping, toksisitas, prognosis penyakit, dan kematian.
2.3.5. Analisis Biaya
Analisis biaya menjelaskan seberapa besar pengorbanan sumber daya dalam nilai moneter. Nilai biaya juga akan menghasilkan informasi selisih biaya akibat implementasi dua teknologi kesehatan atau lebih. Analisis biaya yang dinilai belum dapat sepenuhnya digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di bidang kesehatan karena informasi yang disediakan belum lengkap yang menjadi bagian dari evaluasi kesehatan penuh. Informasi yang disediakan dalam analisis biaya belum mempertimbangkan dampak atau luaran klinis (atau luaran lain) akibat implementasi teknologi kesehatan tersebut. Jadi, keputusan yang diambil berdasarkan informasi dari analisis biaya bersifat parsial.