BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.5 Evaluasi Perangkat Lunak
Dalam mengevaluasi sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan diperlukan standar-standar yang relevan untuk menyeleksi kualitas perangkat lunak. Menurut Pressman (2012, 486) menjelaskan pengertian kualitas sebagai berikut:
Kualitas perangkat lunak adalah konfirmasi terhadap kebutuhan fungsional dan kinerja yang dinyatakan sevara eksplisit, standar perkembangan yang didokumentasikan secara eksplisit dan karateristik implisit yang diharapkan bagi semua perangkat lunak yang dikembangkan secara profesional.
Dengan adanya evaluasi kualitas perangkat lunak memberikan pengetahuan pada pengguna untuk menggunakan perangkat lunak tersebut atau tidak. Hal tersebut juga harus dilakukan oleh perpustakaan dalam memilih perangkat lunak yang tepat diterapkan pada perpustakaannya.
Ada dua standar yang biasa digunakan dalam mengevaluasi perangkat lunak yaitu Standar ISO 921 dan Teori McCall. Standar ISO 9216 telah dikembangkan dalam usaha untuk mengindetifikasi atribut-atribut kualitas untuk suatu perangkat lunak komputer. Seperti yang dikutip oleh Losavio (2003, 137) standar ISO 9216 pada dasarnya mengidentifikasi enam karakteristik kualitas perangkat lunak utama yaitu:
1. Functionality: kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi fungsi produk perangkat lunak yang menyediakan kepuasan kebutuhan pengguna.
Fungsionalitas perangkat lunak mempunyai 5 sub-karakteristik, yaitu : a. Suitability: Kemampuan perangkat lunak untuk menyediakan
serangkaian fungsi yang sesuai untuk tugas-tugas tertentu dan tujuan pengguna,
b. Accuracy: Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan hasil yang presisi dan benar sesuai dengan kebutuhan,
c. Security: Kemampuan perangkat lunak untuk mencegah akses yang tidak diinginkan, menghadapi penyusup (hacker) maupun otorisasi dalam modifikasi data,
d. Interoperabilitas: Kemampuan perangkat lunak untuk berinteraksi dengan satu atau lebih sistem tertentu,
e. Compliance: Kemampuan perangkat lunak dalam memenuhi standar dan kebutuhan sesuai peraturan yang berlaku.
2. Reliability: kemampuan perangkat lunak untuk perawatan dengan level performansi. Reliability atau keandalan perangkat lunak mempunyai 3 subkarakteristik, yaitu :
a. Maturity: Kemampuan perangkat lunak untuk menghindari kegagalan sebagai akibat dari kesalahan dalam perangkat lunak,
b. Fault tolerance: Kemampuan perangkat lunak untuk mempertahankan kinerjanya jika terjadi kesalahan perangkat lunak,
c. Recoverability: Kemampuan perangkat lunak untuk membangun kembali tingkat kinerja dan memulihkan data yang rusak.
3. Efficiency: kemampuan yang berhubungan dengan sumber daya fisik yang digunakan ketika perangkat lunak dijalankan. Efesiensi perangkat lunak memiliki 2 sub-karakteristik, yaitu :
a. Time behavior: Kemampuan perangkat lunak dalam memberikan respon dan waktu pengolahan yang sesuai saat melakukan fungsinya, b. Resource behavior: Kemampuan perangkat lunak dalam menggunakan
sumber daya yang dimilikinya ketika melakukan fungsi yang ditentukan.
4. Maintainability: kemampuan yang dibutuhkan untuk membuat perubahan perangkat lunak. Maintanability memiliki 4 sub-karakteristik, yaitu : a. Analyzability: Kemampuan perangkat lunak dalam mendiagnosis
kekurangan atau penyebab kegagalan,
b. Changeability: Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi tertentu,
c. Stability: Kemampuan perangkat lunak untuk meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi perangkat lunak,
d. Testability: Kemampuan perangkat lunak untuk dimodifikasi dan divalidasi perangkat lunak lain.
5. Portability: kemampuan yang berhubungan dengan kemampuan perangkat lunak yang dikirim ke lingkungan berbeda. Portability memiliki 4 subkarakteristik, yaitu :
a. Adaptability: Kemampuan perangkat lunak untuk diadaptasikan pada lingkungan yang berbeda-beda,
b. Instalability: Kemampuan perangkat lunak untuk diinstal dalam lingkungan yang berbeda-beda,
c. Co-existence: Kemampuan perangkat lunak untuk berdampingan dengan perangkat lunak lainnya dalam satu lingkungan dengan berbagi sumber daya,
d. Replaceability: Kemampuan perangkat lunak untuk digunakan sebagai sebagai pengganti perangkat lunak lainnya.
6. Usability: kemampuan yang berhubungan dengan penggunaan perangkat lunak.
Usability perangkat lunak memiliki 3 sub-karakteristik, yaitu :
a. Understandibility: Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dipahami,
b. Operabilitas: Kemampuan perangkat lunak dalam kemudahan untuk dioperasikan,
c. Attractiveness: Kemampuan perangkat lunak dalam menarik pengguna.
Standar kualitas lainnya adalah Teori McCall yang memiliki 11 karakteristik dalam menilai kualitas suatu perangkat lunak. Adapun karakteristik dari Teori McCall yang dikutip oleh Pressman (2012, 487) sebagai berikut:
1. Kebenaran yaitu kemampuan perangkat lunak mampu memenuhi spesifiasi dan misi kebutuhan pengguna.
2. Reliabilitas yaitu kemampuan sebuah perangkat lunak dapat melaksanakan fungsinya dengan tingkat ketelitian yang diperlukan.
3. Efisiensi yaitu sumber data komutasi yang diperlukan oleh perangkat lunak untuk melakukan fungsinya.
4. Integrasi yatu tingkat kemampuan kontrol akses ke perangkat lunak atau data oleh orang yag berhak.
5. Usabilitas yaitu usaha yang dibutuhkan untuk mempelajari, mengoperasikan, menyiapkan input dan menginterpretasikan output suatu perangkat lunak.
6. Maintababilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk mencari dan membetulkan kesalahan pada sebuah perangkat lunak.
7. Fleksibilitas yaitu kemampuan perangkat lunak untuk memodifikasi perangkat lunak operasional.
8. Testabilitas yaitu kemampuan yang diperlukan untuk menguji perangkat lunak dan untuk memastikan apakah perangkat lunak telah melakukan fungsi-fungsi yang dimaksudkan.
9. Portabilitas yaitu kemampuan yang dimiliki perangkat lunak migrasi perangkat lunak dari suatu perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak ke perangkat keras atau lingkungan sistem perangkat lunak yang lain.
10. Reubilitas yaitu kemampuan suatu perangkat lunak untuk dipergunakan ulang pada aplikasi lain.
11. Interoperabilitas yaitu kemampuan perangkat unak untuk dihubungkan dengan perangkat lunak lain.
Karakteristik dari ISO 9126 memperhatikan kemampuan perangkat lunak otomasi perpustakaan dengan fitur produknya dengan serangkaian fungsi untuk tujuan pengguna, memiliki presisi benar, keamanan akses, kemampuan berinteraksi dengan satu sistem dengan yang lain, memenuhi standar, kemampuan menghindari kegagalan, kemampuan mempertahankan kinerjanya, kemampuan membangun kembali tingkat kinerja dan memuligkan data yang rusak, respon dan waktupengolahan yang sesuai, melakukan fungsi tertentu, mendiagnosis kekurangan atau penyebab kegagalan, dapat dimodifikasi, meminimalkan efek tak terduga dari modifikasi, dapat diadaptasikan pada lingkungan berbeda, penginstalan perangkat lunak, dapat berdampingan dengan perangkat lunak lainnya dalam satu lingkungan, dapat mentransfer data, mudah dipahami, kemudahan dioperasikan dan tampilan menarik pengguna.
Penelitian ini menggunakan karakteristik perangkat lunak ISO 9126 karena memiliki seperangkat kriteria yang relevan untuk menguji perangkat lunak otomasi perpustakaan Senayan Library Management System ver 8 Akasia dan Integrated Library System ver 3.0.
BAB III
METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian
Metode penelitian ilmiah merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam penelitian diperlukan metode yang dipergunakan untuk memecahkan suatu permasalahan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif.
Menurut Sugiyono (2009, 21) menyatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Pada penelitian ini mendeskrisikan tentang perangkat lunak otomasi perpustakaan Senayan Library System Management versi 8 Akasia dan Integrated Library System versi 3.0 menggunakan standar yang ditetapkan.
3.2 Unit Analisis
Pada umumnya setiap peneliti selalu berhubungan dengan masalah populasi dan sampel. Disamping itu masih ada unit analisis sebagai bagian dari populasi dan sampel. Arikunto (2006, 143) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan unit analisis dalam penelitian adalah “satuan tertentu yang diperhitungkan sebagai subjek penelitian”. Berdasarkan pendapat di atas maka penulis mengambil unit analisis dalam penelitian ini adalah dua perangkat lunak otomasi perpustakaan yang dikembangkan oleh sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam hal ini penulis akan meneliti pada perangkat lunak berikut:
a. Senayan Library System Management versi 8 Akasia b. Integrated Library System versi 3.0.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan langkah yang sangat penting, karena pada umumnya data yang telah dikumpulkan tersebut digunakan untuk keperluan penelitian. Menurut Nazir (2005, 174), metode pengumpulan data adalah
“prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan”.
Pada penelitian ini, data yang diambil adalah data premier yang dilakukan dengan cara:
1. Melakukan penelusuran (searching) di situs web perangkat lunak perpustakaan yang diteliti yaitu pengunduhan perangkat lunak dan mengambil informasi-informasi dari perangkat lunak.
2. Melakukan observasi pada kedua perangkat lunak yang telah diinstal pada komputer.
3. Membuat daftar check list mengenai karakteristik kualitas perangkat lunakperpustakaan berdasarkan ISO 9216.
Penelitian juga mengambil data sekunder diperoleh dari berbagai literatur, jurnal, bahan perpustakaan dan dokumen lainnya yang berkaitan dengan topik sistem otomasi perpustakaan dan karakteristik kualitas perangkat lunak.
3.4 Instrumen Penelitian
Untuk dapat mengumpulkan data yang dibutuhkan, dalam suatu penelitian dibutuhkan alat atau instrumen penelitian. Instrumen penelitian menurut Arikunto
(2005, 101) adalah “alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar kegiatan yang dilakukannya menjadi sistematis dan dipermudahkan olehnya”. Instrumen penelitian digunakan untuk mengukur variabel masalah yang diteliti.
Instrumen penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah check list.
Setiap daftar check list terdiri atas indikator-indikator yang akan diteliti berkaitan dengan instrumen karakteristik ISO 9126 yaitufunctionality, reliability, efficiency, maintaibility, portability, dan usability.
Daftar check list disusun beberapa indikator. Daftar dibuat untuk mengontrol dan memudahkan pengoreksian. Daftar check list dapat dilihat pada tabel berikut dan daftar check list yang dibangun dapat dilihat pada bagian lampiran.
Tabel 3. Daftar Check List No. Variabel Indikator yang
diukur
No. Item Check List
Jumlah Item 1. Evaluasi sistem
otomasi perpustakaan menggunakan karakterisitik ISO 9126.
Functionality 1,2,3,4,5 5
Reliability 6,7,8 3
Efficiency 9,10 2
Maintaibility 11,12,13,14 4
Portability 15,16,17,18 4
Usability 19,20,21 3
Jumlah 21
3.5 Analisis Data
Data yang diambil dengan dilakukan pengamatan pada sistem otomasi perpustakaan Senayan Library System Management versi 8 Akasia dan Interated Library System versi 3.0. Masing-masing perangkat lunak diobservasi dengan menggunakan daftar check list yang telah dibangun sehingga didapat data yang diperlukan berdasarkan skala nominal.
Check list dibangun berdasarkan standar evaluasi otomasi perpustakaan berdasarkan karakterisitik ISO 9126. Dalam menggunakan table check list penulis menggunakan tanda centang (√) pada kolom “ya” apabila indikator check list dimiliki oleh perangkat lunak otomasi yang diteliti, sebaliknya penulis menggunakan tanda centang ( √) pada kolom “tidak” apabila indikator check list tidak dimiliki oleh perangkat lunak otomasi tersebut.
Setelah data check list dikumpulkan, data yang telah diperoleh diolah dan dianalisa secara statistik deskriptif. Menurut Sugiyono (1998, 112), “Statistik deskriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum dan generalisasi”.
Indikator yang dimiliki oleh sistem otomasi perpustakaan Senayan library System Management versi 8 Akasia dan Integrated Library System versi 3.0, akan ditabulasi dengan total indikator yang harus dipenuhi dan diakumulasikan sehingga diperoleh persentase indikator yang dimiliki. Persentase kepemilikan indikator masing-masing perangkat lunak akan dibandingkan sehingga diperoleh
gambaran perangkat lunak mana yang lebih unggul. Untuk menghitung persentase jawaban check list, penelitian ini menggunakan rumus, sebagai berikut:
p= × %
Keterangan:
P : Persentase F : Jumlah jawaban n : Jumlah Pertanyaan
Untuk menafsirkan besarnya persentase (%) yang dibuat dari tabel tabulasi data, penulis mengutip pendapat Arikunto (1995, 57), yakni:
1-20% : Sangat Kurang 21-40% : Kurang
41-60% : Cukup 61-80% : Baik 81-100% : Sangat Baik
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dalam melakukan penelitian, penulis memakai standar evaluasi perangkat lunak otomasi menggunakan ISO 9126. Standar evaluasi perangkat lunak tersebut kemudian diterjemahkan dan diaplikasikan dengan membangun daftar check list yang didasarkan pada standar evaluasi tersebut. Berdasarkan metode ISO 9126, dalam mengevaluasi suatu perangkat lunak, ada beberapa kriteria evaluasi yaitu:
1. Fungsi produk perangkat lunak (Functionality) 2. Perawatan (Reliability)
3. Efisiensi (Efficiency)
4. Perubahan perangkat lunak (Maintainability) 5. Migrasi perangkat lunak (Portability)
6. Kemudahan pengguna (Usability)
Berikut ini akan dijabarkan evaluasi perangkat lunak Senayan Library Management System versi 8 Akasia dan Integrated Library System versi 3.0 berdasarkan kriteria yang disebutkan di atas.
4.1 Informasi Perangkat Lunak Otomasi 4.1.1 Nama Perangkat lunak
Nama perangkat lunak yang akan diteliti adalah perangkat lunak otomasi Senayan Library Management System dan Integrated Library System.
4.1.2 Tipe Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang akan diteliti adalah perangkat lunak Senayan Library Management System dan Integrated Library System yang merupakan
perangkat lunak opensource. Tipe versi yang diteliti perangkat lunak adalah Senayan Library Management System versi 8 Akasia disingkat dengan SENAYAN 8 Akasia dan Integrated Library System versi 3.0.
4.2 Hasil Pengumpulan Data Check List
Secara keseluruhan, hasil penelusuran yang dilakukan terhadap perangkat lunak otomasi Senayan Library Management System versi 8 Akasia dan Integrated Library System versi 3.0 dengan menggunakan check list dapat dilihat pada Tabel di bawah ini.
Tabel 4. Hasil Pengumpulan Data Check List No. Indikator
Berdasarkan Tabel di atas, hasil evaluasi terdapat 6 (enam) aspek indikator perangkat lunak Senayan Library Management System versi 8 Akasia dan Integrated Library System versi 3.0 akan dijelaskan dalam uraian berikut. Dari hasil evaluasi, ada 5 indikator yang fiturnya sangat baik pada perangkat lunak Senayan Library Management System versi 8 Akasia yaitu aspek fungsionality,
effeciency, maintanability, portability dan usability. Pada Integrated Library System versi 3.0 ada 5 yang sangat baik, yaitu fungsionality, reliability, maintanability, portability dan usability.
Dari keseluruhan, kedua perangkat lunak dapat dinyatakan sangat baik karena dari 21 (dua puluh satu) fitur yang dinyatakan melalui check list 20 (dua puluh) fitur 95,2% terpenuhi oleh perangkat lunak Senayan Library Management dan Integrated Library System. Dengan demikian dari enam aspek indikator yang dievaluasi, kedua perangkat lunak sama sangat baiknya untuk diimplementasikan pada perpustakaan.
4.3 Analisis Data
Analisis desktiptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari pengumpulan data dengan metode check list berupa pertanyaan-pertanyaan yang dibentuk berdasarkan indikator, seperti: Fungsi produk perangkat lunak (Functionality), Perawatan (Reliability), Efisiensi (Efficiency), Perubahan perangkat lunak (Maintainability), Migrasi perangkat lunak (Portability)dan Kemudahan pengguna (Usability). Adapun hasil deskripsi dari masing-masing pertanyaan, sebagai berikut:
4.3.1 Fungsi Produk Perangkat Lunak (Functionality)
Hasil pengumpulan data untuk kriteria evaluasi fungsi produk perangkat lunak (Functionality) dapat dilihat pada Tabel 5, berikut.
Tabel 5. Indikator evaluasi fungsi perangkat lunak (functionality)
No. Indikator yang diukur SENAYAN 8
Akasia INLIS Lite v3
Sub Modul Indikator Ya Tidak Ya Tidak
1. Suitability Fungsi fitur-fitur perangkat lunak sudah sesuai dengan kebutuhan
perpustakaan
√ - √
2. Accuracy Perangkat lunak memiliki keakuratan pengolahan data dan output data
√ - √ -
3. Security Perangkat lunak memiliki keamanan data
√ - √ -
4. Interoperabilitas Kemampuan perangkat lunak berinteraksi dengan komponen atau sistem lainnya
√ - √ -
5. Compliance Perangkat lunak sudah memenuhi standar, peraturan dan perundangan yang berlaku
√ - √ -
Dari 5 (lima) indikator aspek fungsi produk perangkat lunak otomasi yang harus dipenuhi, perangkat lunak Senayan Library Management System memiliki 5 indikator, sehingga persentase pemenuhan indikator perangkat lunak Senayan Library Management System adalah 100%. Bagi perangkat lunak otomasi Integrated Library System, dari 5 (lima) indikator fungsi produk perangkat lunak yang harus dipenuhi, perangkat lunak Integrated Library System memiliki 5, berarti persentase pemenuhan indikator adalah 100%.
Berikut penjelasan mengenai pemenuhan kriteria fungsi produk perangkat lunak bagi masing-masing perangkat lunak otomasi perpustakaan.
1. Fungsi fitur-fitur perangkat lunak sudah sesuai dengan kebutuhan perpustakaan
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dinilai mengandung fungsi fitur yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Dimana sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan dikatakan mampu memenuhi kebutuhan apabila memiliki fasilitas pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, pengelolaan penerbitan berkala, OPAC dan pengelolaan anggota.
SENAYAN 8 Akasia sudah memenuhi kebutuhan fitur sebuah perpustakaan. Dimana SENAYAN 8 Akasia menyediakan bibliography, sirkulasi, keanggotaan, inventarisasi,kendali terbitan berseri dan OPAC. Selain itu, SENAYAN 8 Akasia juga menyediakan fitur tambahan yaitu master file, pengaturan sistem dan pelaporan. Fitur-fitur tersebut sudah memenuhi kebutuhan sebuah perpustakaan yang akan menerapkan otomasi.
Gambar 1. Halaman Utama Perangkat Lunak SENAYAN 8 Akasia
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak INLISLite v3 dinilai mengandung fungsi fitur yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan dikatakan mampu memenuhi kebutuhan apabila memiliki fasilitas pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, pengelolaan penerbitan berkala, OPAC dan pengelolaan anggota.
Perangkat lunak INLISLite v3 sudah memenuhi fasilitas fitur yang dibutuhkan perpustakaan yaitu menyediakan pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, penggelolaan penerbitan berkala, OPAC dan penggelolaan anggota. Akan tetapi, INLISLite v3 juga menyediakan fasilitas lainnya seperti fasilitas survey anggota, buku tamu, layanan koleksi digital, baca ditempat, laporan setiap fasilitas dan administrasi.
Gambar 2. Halaman Utama Perangkat Lunak INLISLite v3
2. Perangkat lunak memiliki keakuratan pengolahan data dan output data
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak otomasi SENAYAN 8 Akasia dinilai mengandung keakuratan pengolahan dan output data. Setiap fasilitas kebutuhan perpustakaan memiliki sub fitur yang tersusun sesuai dengan fasilitas utamanya dan menu yang disediakan dapat berfungsi dan berjalan dengan baik.
Fasilitas pengolahan data SENAYAN 8 Akasia tersusun mulai dengan bibliography, Sirkulasi, Keanggotaan, Inventarisasi dan Pelaporan. Dalam pengolahan data diperlukan fasilitas-fasilitas fitur tersebut untuk menjalankannya sehingga pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Pada SENAYAN 8 Akasia setiap fasilitas menu memiliki sub fitur pengolahan data yang terstruktur, seperti pada Tabel berikut:
Tabel 6. Fitur-Fitur Pengolahan Data SENAYAN 8 Akasia
No Menu Fitur Fasilitas Sub fitur Fasilitas Bagian Sub Fasilitas 1. Bibliography Bibliografi Daftar bibliografi dan
tambah bibliografi
Eksemplar Daftar eksemplar dan daftar eksemplar keluar Salin Katalog Layanan Z3950 SRU,
Layanan Z3950 dan Layanan P2P
Peralatan Percetakan label, Cetak Barkod Eksemplar, MARC Export, Impor Data MARC, Mencetak Katalog, Ekspor Data, Impor Data, Ekspor Item dan Impor Item
No Menu Fitur Fasilitas Sub fitur Fasilitas Bagian Sub Fasilitas
2. Sirkulasi Sirkulasi Mulai Transaksi,
Pengembalian Kilat, Aturan Peminjaman, Sejarah peminjaman, Daftar Keterlambatan dan reservasi
3. Keanggotaan Keanggotaan Lihat daftar anggota, Tambah Anggota dan Tipe Anggota
Peralatan Kartu Anggota, Ekspor Data dan Impor Data 4. Inventarisasi Inventarisasi Rekaman Inventarisasi
dan Inisialisasi
Untuk pengolahan data pada perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia sudah memiliki keakuratan pengolahan data dan output data dapat dilihat pada fitur Laporan yang merupakan hasil dari pengolahan data, pencetakan kartu anggota, OPAC dan pencetakan barcode. Pengolahan data dan output data diperlukan sebuah perangkat lunak untuk membantu kinerja perpustakaan.
Gambar 3. Fitur dan sub fitur dari SENAYAN 8 Akasia
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak otomasi INLISLite v3 dinilai mengandung keakuratan pengolahan dan output data. Dalam setiap fasilitas kebutuhan perpustakaan memiliki sub fitur yang tersusun sesuai dengan fasilitas utamanya dan menu yang disediakan mampu berfungsi dan berjalan dengan baik. Keakuratan pada pengolahan data sangat bermanfaat terutama untuk pengguna perpustakaan dan pengelolaan perpustakaan.
Fasilitas pengolahan data tersusun pada menu akuisisi, katalog, keanggotan, sirkulasi, buku tamu dan laporan. Pada setiap fasilitas menu memiliki sub fitur-fitur pengolahan data yang terstruktur, seperti pada Tabel berikut.
Tabel 7. Fitur-Fitur Pengolahan Data INLISLite v3 No. Menu Fasilitas
Pengolahan Data Sub Fitur Fasilitas Pengolahan Data
1. Akuisisi Daftar Nama Sumber Perolehan, Entri Koleksi, Entri Koleksi (RDA), Daftar Koleksi, Jilid Koleksi, Konten Digital, Keranjang Katalog dan Karantina Katalog
3. Keanggotaan Entri Anggota, Daftar Anggota, Import Data Dari Excel, Daftar Sumbangan, Daftar Perpanjangan dan Keranjang Anggota.
4. Sirkulasi Entri Peminjaman, Entri Peminjaman Susulan, Daftar Koleksi Dipesan, Daftar Peminjaman, Entri Pengembalian, Entri Pengembalian Susulan, Daftar Pengembalian, Stock Opname, dan Data Pelanggaran.
5. Buku Tamu Anggota, Non Anggota dan Rombongan
Untuk pengolahan data pada perangkat lunak INLISLite v3 sudah memiliki keakuratan data dan output data dapat dilihat pada fitur Laporan,
statistik, OPAC, cetakan kartu anggota dan cetakan barcode/RFID yang merupakan hasil dari transanksi yang terjadi pada fitur pengolahan data pada perangkat lunak INLISLite v3.
Gambar 4. Fitur dan sub fitur pada INLISLite v3 3. Perangkat lunak memiliki keamanan data
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Sistem keamanan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelestarian koleksi perpustakaan. Sistem keamanan yang digunakan SENAYAN 8 Akasia adalah barcode Kode Eksemplar, password user database, passwordlogin pengguna dan password login anggota. Sistem keamanan barcode termasuk kurang cepat dalam membaca informasi daripada RFID. Selain itu, beberapa item (koleksi) dapat dibaca secara bersamaan oleh RFID, sementara barcode harus satu per satu. Oleh sebab itu, kinerja dari sistem barcode lebih lama karena harus dicari dulu nomor identifikasi koleksinya.
Gambar 5. Barcode pada Fitur SENAYAN 8 Akasia b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Untuk sistem keamanan pada INLISLite v3 sudah menerapkan sistem barcode, RFID,password userdatabase dan penggunaan privat passwordakses untuk pengguna dan anggota. Dengan adanya sistem RFID pada sistem perpustakaan dapat membantu staff dan pengguna perpustakaan dalam mencari mencari informasi suatu produk, tempat, waktu atau transaksi dengan cepat tanpa adanya human error, serta identifikasi dan security dalam perpustakaan. Sistem RFID dapat mempercepat peminjaman dan memelihara koleksi pada susunan yang benar.
Program aplikasi RFID gatway service berbasis protokol standar SIP2 ini telah diujicoba dan berjalan dengan baik pada unit peminjaman mandiri (self checkout unit) untuk produk 3M dan Fe Technologies. INLISLite v3 juga akan melakukan uji kompatibilitas dengan produk lain yang menganut standar SIP2.
Program aplikasi RFID gateway service untuk mendukung aplikasi INLISLite versi 3 saat ini yang baru tersedia untuk sistem operasi Windows.
Gambar 6. Barcode dan RFID pada INLISLite v3
4. Kemampuan perangkat lunak berinteraksi dengan komponen atau sistem lainnya
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak otomasi SENAYAN 8 Akasia dapat berinteraksi pada dua atau lebih sistem dengan saling menukar dan sekaligus memanfaatkannya.
SENAYAN 8 Akasia menggunakan MODS (Metadata Object Description Schema), karena dikembangkan sebagai respon terhadap keluhan bahwa skema Dublin Core terlampau sederhana untuk lingkungan perpustakaan, sedangkan format MARC21 terlampau kompleks. SLiMS menggunakan MODS sebagai metadata standar. Pengolahan data MODS akan tersimpan pada database MySQL dan penyajiannya pada web browser. Tiga komponen sistem saling berinteraksi
SENAYAN 8 Akasia menggunakan MODS (Metadata Object Description Schema), karena dikembangkan sebagai respon terhadap keluhan bahwa skema Dublin Core terlampau sederhana untuk lingkungan perpustakaan, sedangkan format MARC21 terlampau kompleks. SLiMS menggunakan MODS sebagai metadata standar. Pengolahan data MODS akan tersimpan pada database MySQL dan penyajiannya pada web browser. Tiga komponen sistem saling berinteraksi