BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Pengumpulan Data Check List
4.3.1 Fungsi Produk Perangkat Lunak (Functionality)
Hasil pengumpulan data untuk kriteria evaluasi fungsi produk perangkat lunak (Functionality) dapat dilihat pada Tabel 5, berikut.
Tabel 5. Indikator evaluasi fungsi perangkat lunak (functionality)
No. Indikator yang diukur SENAYAN 8
Akasia INLIS Lite v3
Sub Modul Indikator Ya Tidak Ya Tidak
1. Suitability Fungsi fitur-fitur perangkat lunak sudah sesuai dengan kebutuhan
perpustakaan
√ - √
2. Accuracy Perangkat lunak memiliki keakuratan pengolahan data dan output data
√ - √ -
3. Security Perangkat lunak memiliki keamanan data
√ - √ -
4. Interoperabilitas Kemampuan perangkat lunak berinteraksi dengan komponen atau sistem lainnya
√ - √ -
5. Compliance Perangkat lunak sudah memenuhi standar, peraturan dan perundangan yang berlaku
√ - √ -
Dari 5 (lima) indikator aspek fungsi produk perangkat lunak otomasi yang harus dipenuhi, perangkat lunak Senayan Library Management System memiliki 5 indikator, sehingga persentase pemenuhan indikator perangkat lunak Senayan Library Management System adalah 100%. Bagi perangkat lunak otomasi Integrated Library System, dari 5 (lima) indikator fungsi produk perangkat lunak yang harus dipenuhi, perangkat lunak Integrated Library System memiliki 5, berarti persentase pemenuhan indikator adalah 100%.
Berikut penjelasan mengenai pemenuhan kriteria fungsi produk perangkat lunak bagi masing-masing perangkat lunak otomasi perpustakaan.
1. Fungsi fitur-fitur perangkat lunak sudah sesuai dengan kebutuhan perpustakaan
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dinilai mengandung fungsi fitur yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Dimana sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan dikatakan mampu memenuhi kebutuhan apabila memiliki fasilitas pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, pengelolaan penerbitan berkala, OPAC dan pengelolaan anggota.
SENAYAN 8 Akasia sudah memenuhi kebutuhan fitur sebuah perpustakaan. Dimana SENAYAN 8 Akasia menyediakan bibliography, sirkulasi, keanggotaan, inventarisasi,kendali terbitan berseri dan OPAC. Selain itu, SENAYAN 8 Akasia juga menyediakan fitur tambahan yaitu master file, pengaturan sistem dan pelaporan. Fitur-fitur tersebut sudah memenuhi kebutuhan sebuah perpustakaan yang akan menerapkan otomasi.
Gambar 1. Halaman Utama Perangkat Lunak SENAYAN 8 Akasia
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak INLISLite v3 dinilai mengandung fungsi fitur yang sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan dikatakan mampu memenuhi kebutuhan apabila memiliki fasilitas pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, pengelolaan penerbitan berkala, OPAC dan pengelolaan anggota.
Perangkat lunak INLISLite v3 sudah memenuhi fasilitas fitur yang dibutuhkan perpustakaan yaitu menyediakan pengadaan koleksi, katalogisasi, inventarisasi, sirkulasi, penggelolaan penerbitan berkala, OPAC dan penggelolaan anggota. Akan tetapi, INLISLite v3 juga menyediakan fasilitas lainnya seperti fasilitas survey anggota, buku tamu, layanan koleksi digital, baca ditempat, laporan setiap fasilitas dan administrasi.
Gambar 2. Halaman Utama Perangkat Lunak INLISLite v3
2. Perangkat lunak memiliki keakuratan pengolahan data dan output data
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak otomasi SENAYAN 8 Akasia dinilai mengandung keakuratan pengolahan dan output data. Setiap fasilitas kebutuhan perpustakaan memiliki sub fitur yang tersusun sesuai dengan fasilitas utamanya dan menu yang disediakan dapat berfungsi dan berjalan dengan baik.
Fasilitas pengolahan data SENAYAN 8 Akasia tersusun mulai dengan bibliography, Sirkulasi, Keanggotaan, Inventarisasi dan Pelaporan. Dalam pengolahan data diperlukan fasilitas-fasilitas fitur tersebut untuk menjalankannya sehingga pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Pada SENAYAN 8 Akasia setiap fasilitas menu memiliki sub fitur pengolahan data yang terstruktur, seperti pada Tabel berikut:
Tabel 6. Fitur-Fitur Pengolahan Data SENAYAN 8 Akasia
No Menu Fitur Fasilitas Sub fitur Fasilitas Bagian Sub Fasilitas 1. Bibliography Bibliografi Daftar bibliografi dan
tambah bibliografi
Eksemplar Daftar eksemplar dan daftar eksemplar keluar Salin Katalog Layanan Z3950 SRU,
Layanan Z3950 dan Layanan P2P
Peralatan Percetakan label, Cetak Barkod Eksemplar, MARC Export, Impor Data MARC, Mencetak Katalog, Ekspor Data, Impor Data, Ekspor Item dan Impor Item
No Menu Fitur Fasilitas Sub fitur Fasilitas Bagian Sub Fasilitas
2. Sirkulasi Sirkulasi Mulai Transaksi,
Pengembalian Kilat, Aturan Peminjaman, Sejarah peminjaman, Daftar Keterlambatan dan reservasi
3. Keanggotaan Keanggotaan Lihat daftar anggota, Tambah Anggota dan Tipe Anggota
Peralatan Kartu Anggota, Ekspor Data dan Impor Data 4. Inventarisasi Inventarisasi Rekaman Inventarisasi
dan Inisialisasi
Untuk pengolahan data pada perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia sudah memiliki keakuratan pengolahan data dan output data dapat dilihat pada fitur Laporan yang merupakan hasil dari pengolahan data, pencetakan kartu anggota, OPAC dan pencetakan barcode. Pengolahan data dan output data diperlukan sebuah perangkat lunak untuk membantu kinerja perpustakaan.
Gambar 3. Fitur dan sub fitur dari SENAYAN 8 Akasia
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak otomasi INLISLite v3 dinilai mengandung keakuratan pengolahan dan output data. Dalam setiap fasilitas kebutuhan perpustakaan memiliki sub fitur yang tersusun sesuai dengan fasilitas utamanya dan menu yang disediakan mampu berfungsi dan berjalan dengan baik. Keakuratan pada pengolahan data sangat bermanfaat terutama untuk pengguna perpustakaan dan pengelolaan perpustakaan.
Fasilitas pengolahan data tersusun pada menu akuisisi, katalog, keanggotan, sirkulasi, buku tamu dan laporan. Pada setiap fasilitas menu memiliki sub fitur-fitur pengolahan data yang terstruktur, seperti pada Tabel berikut.
Tabel 7. Fitur-Fitur Pengolahan Data INLISLite v3 No. Menu Fasilitas
Pengolahan Data Sub Fitur Fasilitas Pengolahan Data
1. Akuisisi Daftar Nama Sumber Perolehan, Entri Koleksi, Entri Koleksi (RDA), Daftar Koleksi, Jilid Koleksi, Konten Digital, Keranjang Katalog dan Karantina Katalog
3. Keanggotaan Entri Anggota, Daftar Anggota, Import Data Dari Excel, Daftar Sumbangan, Daftar Perpanjangan dan Keranjang Anggota.
4. Sirkulasi Entri Peminjaman, Entri Peminjaman Susulan, Daftar Koleksi Dipesan, Daftar Peminjaman, Entri Pengembalian, Entri Pengembalian Susulan, Daftar Pengembalian, Stock Opname, dan Data Pelanggaran.
5. Buku Tamu Anggota, Non Anggota dan Rombongan
Untuk pengolahan data pada perangkat lunak INLISLite v3 sudah memiliki keakuratan data dan output data dapat dilihat pada fitur Laporan,
statistik, OPAC, cetakan kartu anggota dan cetakan barcode/RFID yang merupakan hasil dari transanksi yang terjadi pada fitur pengolahan data pada perangkat lunak INLISLite v3.
Gambar 4. Fitur dan sub fitur pada INLISLite v3 3. Perangkat lunak memiliki keamanan data
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Sistem keamanan merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga kelestarian koleksi perpustakaan. Sistem keamanan yang digunakan SENAYAN 8 Akasia adalah barcode Kode Eksemplar, password user database, passwordlogin pengguna dan password login anggota. Sistem keamanan barcode termasuk kurang cepat dalam membaca informasi daripada RFID. Selain itu, beberapa item (koleksi) dapat dibaca secara bersamaan oleh RFID, sementara barcode harus satu per satu. Oleh sebab itu, kinerja dari sistem barcode lebih lama karena harus dicari dulu nomor identifikasi koleksinya.
Gambar 5. Barcode pada Fitur SENAYAN 8 Akasia b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Untuk sistem keamanan pada INLISLite v3 sudah menerapkan sistem barcode, RFID,password userdatabase dan penggunaan privat passwordakses untuk pengguna dan anggota. Dengan adanya sistem RFID pada sistem perpustakaan dapat membantu staff dan pengguna perpustakaan dalam mencari mencari informasi suatu produk, tempat, waktu atau transaksi dengan cepat tanpa adanya human error, serta identifikasi dan security dalam perpustakaan. Sistem RFID dapat mempercepat peminjaman dan memelihara koleksi pada susunan yang benar.
Program aplikasi RFID gatway service berbasis protokol standar SIP2 ini telah diujicoba dan berjalan dengan baik pada unit peminjaman mandiri (self checkout unit) untuk produk 3M dan Fe Technologies. INLISLite v3 juga akan melakukan uji kompatibilitas dengan produk lain yang menganut standar SIP2.
Program aplikasi RFID gateway service untuk mendukung aplikasi INLISLite versi 3 saat ini yang baru tersedia untuk sistem operasi Windows.
Gambar 6. Barcode dan RFID pada INLISLite v3
4. Kemampuan perangkat lunak berinteraksi dengan komponen atau sistem lainnya
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak otomasi SENAYAN 8 Akasia dapat berinteraksi pada dua atau lebih sistem dengan saling menukar dan sekaligus memanfaatkannya.
SENAYAN 8 Akasia menggunakan MODS (Metadata Object Description Schema), karena dikembangkan sebagai respon terhadap keluhan bahwa skema Dublin Core terlampau sederhana untuk lingkungan perpustakaan, sedangkan format MARC21 terlampau kompleks. SLiMS menggunakan MODS sebagai metadata standar. Pengolahan data MODS akan tersimpan pada database MySQL dan penyajiannya pada web browser. Tiga komponen sistem saling berinteraksi untuk menghasilkan informasi.
Gambar 7. Tampilan Entri Data MODS pada SENAYAN 8 Akasia MODS yang tersedia dalam pengisian data pada bibliografi terdiri dari judul, pengarang, pernyatan tanggungjawab, edisi, info detil spesifik, pemroses nomor eksemplar, GMD, content type, media type, carner type, kala terbit, ISBN, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, dekskripsi fisik, judul seri, klasifikasi, no.panggil, subyek, bahasa, abstrak/catatan, gambar sampul, lampiran berkas, dan related biblio data.
Gambar 8. Basis Data MySQL pada SENAYAN 8 Akasia
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak otomasi INLISLite v3 dapat berinteraksi pada dua atau lebih sistem yang saling bertukar data dan sekaligus memanfaatkannya.
Keunggulan dari INLISLite menggunakan metadata MARC yang data tersimpan pada database MySQL dan penyajian data tersebut ditampilkan pada web browser.
Gambar 9. Tampilan entri data MARC pada INLISLite v3
Entri data pada INLISLite v3 menggunakan MARC yang disederhanakan namun juga dapat menampilkan secara MARC lengkap. MARC yang tersedia dalam pengisian data pada bibliografi terdiri dari judul, anak judul, penanggung jawab, tajuk pengarang utama, tajuk pengarang tambahan, tempat terbit, penerbit, tahun terbit, jumlah halaman, ket. Ilustrasi, dimensi, edisi, subjek, no. klas DDC, no. panggil, ISBN, catatan, bahasa, bentuk karya tulis dan kelompok sasaran.
Gambar 10. Basis data MySQL pada INLISLite v3
5. Perangkat lunak sudah memenuhi standar, peraturan dan perundangan yang berlaku
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Pengembangan perangkat lunak Senayan Library Management System menggunakan dana APBN, maka SENAYAN bisa digunakan, didistribusikan dan dimodifikasikan dengan bebas oleh seluruh rakyat Indonesia tidak diperjual belikan. SENAYAN diliris dengan lisensi GNU General Public License versi 3.
Standar metadata yang digunakan MODS (Metadata Object Description Schema).
Pada SENAYAN 8 Akasia kriteria pemenuhan standar perangkat lunak sebagai berikut:
a) Persyaratan Hardware:
1) Pentium kelas III 2) RAM 256 MB
3) Standar type 32-bit dan 64-bit 4) Barcode Reader
b) Persyaratan perangkat lunak:
1) Dukungan PHP Scripting versi 5.2.4 2) Dukungan mysqli
3) Server Web Apache 2.2 atau Lighttpd dianjurkan 4) MySQL Database server versi 5.0
5) Utilitas mysqldump untuk backup database
6) GNU / LINUX, FreeBSD, Solaris atau sistem operasi windows 7) Javascript 1.5, AJAX dan CSS 2 mampu dan memungkinka
browser seperti Mozilla Firefox 2, Opera 9, Microsoft Internet Explorer 6.0
8) PDF pembaca dokumen seperti Adobe Reader, Evince atau Foxit Reader.
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
INLISLite dibangun dan dikembangkan secara resmi oleh Perpustakaan Nasional RI dalam rangka menghimpun koleksi nasional dalam jejaring Perpustakaan Digital Nasional Indonesia, disamping membantu upaya pengembangan pengelolaan dan pelayan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang didasarkan pada peraturan Undang-Undang Repulbik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, Peraturan Pemerintahan Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Repulbik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, dan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1990 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Rekam.
INLISLite diliris dengan lisensi GPL (GNU General Public License). Standar yang digunakan INLISLite dan menjadi ciri khas adalah MARC.
Pada INLISLite v3 kriteria pemenuhan standar perangkat lunak sebagai berikut:
a) Untuk penerapan pada sistem operasi windows:
1) Prosesor 1 GHz 2) RAM 1 GB
3) Kapasitas harddisk drive C disediakan untuk folder xampp sebesar 1400MB (1,4 GB)
4) Sistem operasi Windows Vista/7/8.x/10, Windows Server 2008/2012
5) Windows XP dan Windows Server2003 tidak support XAMPP Ver 5.6.19.
6) Aplikasi XAMPP 5.6.19
7) Program aplikasi Chrome/Mozilla/Opera versi terbaru
8) Program aplikasi pembaca dokumen PDF seperti AcrobatReader, NitroPDFReader dan sejenisnya
9) Program aplikasi Ms. Word dan Excell.
b) Untuk kebutuhan pada sistem operasi Linux:
1) Prosesor 1 GHz 2) RAM 1 GB
3) Kapasitas harddisk untuk folder sourcode sebesar 1024MB (1 GB) 4) Apache Webserver 2.4
5) PHP 5
6) MySQL server 5.5/ MariaDB 10
7) Program aplikasi Chrome/Mozilla/Opera versi terbaru
8) Program aplikasi pembaca dokumen PDF seperti AcrobatReader, NitroPDFReader dan sejenisnya
9) Program aplikasi Ms. Word dan Excell atau OpenOffice Writer dan Calc.