BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Hasil Pengumpulan Data Check List
4.3.5 Migrasi Perangkat Lunak (Portability)
Hasil pengumpulan data untuk kriteria evaluasi migrasi perangkat lunak (Portability) dapat dilihat pada Tabel, berikut.
Tabel 14. Indikator evaluasi migrasi perangkat lunak (Portability)
No. Indikator yang diukur SENAYAN 8
Akasia INLIS Lite v3
Sub Modul Indikator Ya Tidak Ya Tidak
1. Adaptability Perangkat lunak mampu beradaptasi di lingkungan berbeda
√ - √ -
2. Instalability Kecepatan waktu menginstal
√ - √ -
3. Co-existence Kemampuan perangkat lunak
4. Replaceability Kemampuan perangkat lunak harus dipenuhi, perangkat lunak Senayan Library Management System memiliki 4 indikator, berarti persentase pemenuhan indikator perangkat lunak Senayan Library Management System adalah 100%. Bagi perangkat lunak otomasi Integrated Library System, dari 4 (empat) indikator migrasi perangkat lunak yang harus dipenuhi, perangkat lunak Integrated Library System memiliki 4, berarti persentase pemenuhan indikator adalah 100%.
Berikut penjelasan mengenai pemenuhan kriteria migrasi perangkat lunak bagi masing-masing perangkat lunak otomasi perpustakaan.
1. Perangkat lunak mampu beradaptasi di lingkungan berbeda a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dapat beradaptasi pada lingkungan berbeda melalui berbasis browser. Uji coba pada browser dilakukan pada browser Mozilla Firefox, Google Chrome dan Internet Explorer. Data pengujian dapat dilihat dari Tabel berikut.
Tabel 15. Hasil pengujian pada browser oleh SENAYAN 8 Akasia
No. Browser Tampilan Ket
1. Mozilla Firefox
Aplikasi SENAYAN 8 Akasia halaman user dapat tertampil di Mozilla Firefox sebagaimana mestinya.
Berhasil
Aplikasi SENAYAN 8 Akasia halaman admin dapat tertampil di Mozilla Firefox sebagaimana mestinya.
Berhasil
2. Google Chrome
Aplikasi SENAYAN 8 Akasia halaman user dapat tertampil di Google Chrome sebagaimana mestinya.
Berhasil
Aplikasi SENAYAN 8 Akasia halaman admin dapat tertampil di Google Chrome
sebagaimana mestinya.
Berhasil
3. Internet Explorer
Aplikasi SENAYAN 8 Akasia halaman user dapat tertampil di Internet Explorer sebagaimana mestinya.
Berhasil
Aplikasi SENAYAN 8 Akasia halaman admin dapat tertampil di Internet Explorer sebagaimana mestinya.
Berhasil
Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dapat diakses dan beradaptasi pada lingkungan lainnya, seperti Mozilla Firefox, Google Chrome dan Internet Explorer dengan semestinya.
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak INLISLite v3 dapat beradaptasi pada lingkungan berbeda melalui berbasis browser. Uji coba pada browser dilakukan pada browser Mozilla Firefox, Google Chrome dan Internet Explorer. Data pengujian dapat dilihat dari Tabel berikut.
Tabel 16. Hasil pengujian pada browser oleh INLISLite v3
No. Browser Tampilan Ket
1. Mozilla Firefox
Aplikasi INLISLite v3 halaman user dapat tertampil di Mozilla Firefox sebagaimana mestinya.
Berhasil
Aplikasi INLISLite v3 halaman admin dapat tertampil di Mozilla Firefox sebagaimana mestinya.
Berhasil
2. Google Chrome
Aplikasi INLISLite v3 halaman user dapat tertampil di Google Chrome sebagaimana mestinya.
Berhasil
Aplikasi INLISLite v3 halaman admin dapat tertampil di Google Chrome sebagaimana mestinya.
Berhasil
3. Internet Explorer
Aplikasi INLISLite v3 halaman user dapat
Berhasil
tertampil di Internet Explorer sebagaimana mestinya.
Aplikasi INLISLite v3 halaman admin dapat tertampil di Internet Explorer sebagaimana mestinya.
Berhasil
Dari hasil pengujian dapat dilihat bahwa perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dapat diakses dan beradaptasi pada lingkungan lainnya, seperti Mozilla Firefox, Google Chrome dan Internet Explorer dengan semestinya.
2. Kecepatan waktu menginstal
a. Perangkat Lunak SENAYAN 8 Akasia
Pada SENAYAN 8 Akasia dapat menginstal secara tahapan yang memerlukan waktu pemrosesan dengan membutuhkan aplikasi yang dibutuhkan perangkat lunak. Pihak pengembang juga menyediakan install sistem SENAYAN 8 Akasia dengan portable atau siap digunakan untuk sistem operasi Windows dan LINUX. Namun portable ini terbagi 2 system type yaitu 32-bit dan 64-bit, sehingga pengguna harus menyesuaikan system type PC mereka dalam menggunakan portable SENAYAN 8 Akasia. Dengan adanya portable ini, pengguna tidak perlu melakukan tahapan dalam menginstal karena sistem portable ini siap pakai. Jika ingin menerapkan pada perpustakaan sebaiknya menggunakan tahapan menginstal seperti biasa agar database merekat pada PC.
Sebelum mengunduh pada situs web SENAYAN 8 Akasia, sesuaikan terlebih dahulu spesifikasi kebutuhan dari perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia.
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Pada INLISLite v3 dalam penginstalannya menyediakan secara portable dan source code. Pihak pengembang menyiapkan versi 3 ini dengan portable dan source code untuk sistem operasi Windows dan Linux. Jika source code diimplementasikan untuk lekat pada PC. Sedangkan perolehan INLISLite v3 secara portabel, pengguna tidak akan memerlukan tahapan penginstalan karena perangkat lunak siap dipakai. Jika ingin menerapkan pada perpustakaan sebaiknya menggunakan source code agar database merekat pada PC. Alangkah baiknya menyesuaikan dengan spesifikasi standar penggunaan perangkat lunak.
3. Kemampuan perangkat lunak berbagi sumber daya dalam satu lingkungan berdampingan perangkat lunak lainnya
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak SENAYAN Akasia dapat berdampingan dengan perangkat lunak lain pada satu komputer dan sumberdaya atau kesamaan basisdata yang digunakan. Namun ketika berbagi dengan perangkat lunak lain sebaiknya memerlukan penambahan kapasitas memori pada Harddisk, sebab dibutuhkan memori cukup untuk menampung data dari kedua perangkat.
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Begitu pula dengan perangkat lunak INLISLite v3 dapat berdampingan dengan perangkat lunak lain dan berdampingan pada basis data yang sama. Akan
tetapi, memerlukan memori Harddisk lebih besar untuk menampung data dari kedua perangkat lunak.
Gambar 18. SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3berbagi basis data 4. Kemampuan perangkat lunak untuk digunakan sebagai pengganti
perangkat lunak lainnya
a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Sebuah perangkat yang baik juga memerlukan fitur Export Data dan Impor Data, dimana dapat berguna bila mengganti dengan perangkat lunak lainnya.
SENAYAN 8 Akasia ini, selain adanya fitur penginputan data juga memiliki fitur Export Data dan Impor Data yang berguna sebagai penyimpan data dalam bentuk Microsoft Excel, Microsoft Word dan Notepad. Export Data merupakan bentuk keluaran data dari penginputan sedangkan Impor Data merupakan hasil dari penginputan dalam bentuk dokumen di impor ke sistem. Layanan Export dan impor data terdapat pada layanan menu bibliography dan keanggotaan. Dengan adanya Export Data dan Import Data pada perangkat lunak membantu pergantian dengan perangkat lunak lainnya. Namun ketika akan melakukan impor pada
sistem lainnya sebaiknya menyesuaikan format yang dibutuhkan perangkat lunak lainnya.
Gambar 19. Export Data pada layanan fitur SENAYAN 8 Akasia
Gambar 20. Impor data pada layanan fitur SENAYAN 8 Akasia
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Sebuah perangkat yang baik juga memerlukan fitur Export Data dan Impor Data, dimana dapat berguna bila mengganti dengan perangkat lunak lainnya.
Aplikasi INLISLite v3 selain adanya fitur penginputan data juga memiliki fitur Export Data dan Impor Data yang berguna sebagai penyimpan data dalam bentuk Microsoft Excel, Microsoft Word dan XML. Export data terdapat pada fitur daftar koleksi, anggota, katalog dan lainnya sedangkan impor pada aplikasi sub menu Import data dari excel pada bagian fitur pengolahan data.Dengan adanya Export Data dan Import Data pada perangkat lunak membantu pergantian dengan perangkat lunak lainnya.Namun ketika akan melakukan impor pada sistem lainnya sebaiknya menyesuaikan format yang dibutuhkan perangkat lunak lainnya.
Gambar 21. Export Data pada layanan fitur INLISLite v3
Gambar 22. Impor data pada layanan fitur INLISLite v3 4.3.6 Kemudahan Pengguna (Usability)
Hasil pengumpulan data untuk kriteria evaluasi kemudahan pengguna (Usability) dapat dilihat pada Tabel, berikut.
Tabel 17. Indikator evaluasi kemudahan pengguna (usability)
No. Indikator yang diukur SENAYAN 8
Akasia INLIS Lite v3
Sub Modul Indikator Ya Tidak Ya Tidak
1. Understandibility Perangkat lunak yang dibuat pengguna dapat dipahami
√ - √ -
2. Operabilitas Kemudahan dalam operasi perangkat lunak
√ - √ -
3. Attractiveness Tampilan form-form perangkat lunak menarik pengguna
√ - √ -
Dari 3 (tiga) indikator aspek kemudahan pengguna perangkat lunak otomasi yang harus dipenuhi, perangkat lunak Senayan Library Management System memiliki 3 indikator, berarti persentase pemenuhan indikator perangkat
lunak Senayan Library Management System adalah 100%. Bagi perangkat lunak otomasi Integrated Library System, dari 3 (tiga) indikator kemudahan pengguna yang harus dipenuhi, perangkat lunak Integrated Library System memiliki 3, berarti persentase pemenuhan indikator adalah 100%.
Berikut penjelasan mengenai pemenuhan kriteria kemudahan pengguna bagi masing-masing perangkat lunak otomasi perpustakaan.
1. Perangkat lunak yang dibuat pengguna dapat memahaminya a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Interaksi antara pengguna dengan perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia mudah dipahami namun setelah penginstalan, bahasa perangkat lunak diganti terlebih dahulu ke dalam Bahasa Indonesia agar dapat dipahami oleh pengguna.Pada tampilan awal fitur-fitur cukup jelas dan mudah dipelajari. Pada dashboard terdapat tampilan dari total koleksi, total item, lent dan koleksi ada.
Selain itu pada menu bilah kiri terdapat fitur seputar perpustakaan yaitu penggolaan admin, dashboard, OPAC, bibiography, sirkulasi, keanggotan master file, inventarisasi, sistem, pelaporan, kendali terbitan berseri dan logout.
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Pengguna dapat merasakan kemudahan berinteraksi dengan INLISLite v3 karena menggunakan Bahasa Indonesia, fitur-fitur yang ditampilkan sudah jelas, dan mudah dipahami. Pengguna dihadapkan pada tampilan awal INLISLite v3 dengan fitur-fitur cukup jelas dan mudah untuk dipelajari oleh pengguna. Fitur-fitur utama menyediakan seputar jumlah judul, koleksi digital, jumlah eksemplar dan anggota. Selain itu menu bilah kiriterdapat fitur seputar perpustakaan yang
terpapar jelas seperti akuisisi, katalog, keanggotaan, sirkulasi, locker, survey, buku tamu, OPAC, layanan koleksi digital, baca ditempat, laporan dan administrasi. Fitur langsung didapat pada pada browser yang digunakan.
2. Kemudahan dalam operasi perangkat lunak a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia mudah dioperasikan oleh pengguna karena di halaman yang ditampilkan fitur-fitur yang jelas, terstruktur rapi dan menggunakan bahasa yang dimengerti oleh pengguna. Susunan fitur-fitur yang terstruktur seperti bibliography memiliki sub fitur yang tersusun bagian-bagian pengolahan pada fitur tersebut, sama dengan fitur yang lainnya sudah disusun sedemikian rupa. Sehingga hal ini memudahkan pengguna untuk mengoperasikan aplikasi tanpa harus bingung mencari-cari fitur yang diinginkan. Kemudahan bahasa yang digunakan cukup membantu pengguna sebab SLIMS menggunakan dua belas bahasa sehingga dapat digunakan oleh pengguna luarnegeri.
b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Perangkat lunak INLISLite v3 mudah dioperasikan oleh pengguna karena di halaman yang ditampilkan fitur-fitur yang jelas dan susunan yang rapi. Susunan fitur-fitur yang terstruktur seperti akuisisi memiliki sub fitur yang tersusun bagian-bagian pengolahan pada fitur tersebut, sama dengan fitur yang lainnya sudah disusun sedemikian rupa. Sehingga hal ini memudahkan pengguna untuk mengoperasikan aplikasi tanpa harus bingung mencari-cari fitur yang diinginkan.
Bahasa yang digunakan perangkat INLISLite hanya Bahasa Indonesia.
3. Tampilan form-form perangkat lunak menarik pengguna a. Perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia
Form-form SENAYAN 8 Akasia sangat menarik pengguna, hal ini dilihat dari berbagai fitur utama dan sub bagian fitur tersebut terstruktur dengan baik.
Ditambah dengan fitur baru yaitu chat with member yang menjadi sarana komunikasi bagi pengguna.
Gambar 23. Fitur layanan chat with member pada SENAYAN 8 Akasia b. Perangkat Lunak INLISLite v3
Form-form INLISLite v3 sangat menarik pengguna, hal ini dilihat rangkaian fitur yang tersusun dan struktur dengan baik. Ditambah dengan tambahan fitur yang baru seperti Baca ditempat, buku tamu, statistik dan survey.
Sehingga kegiatan buku tamu, statistik dan survey tidak dilakukan secara manual lagi dan hasilnya langsung terlihat pada statistik setiap harinya. Hal ini menjadi fitur pendukung yang mempermudah kinerja perpustakaan.
Gambar 24. Fitur layanan user pada INLISLite v3 4.4 Rangkuman Hasil Pengumpulan Data
Adapun rangkuman hasil perbandingan kedua perangkat lunak otomasi berdasarkan indikator ISO 9126 adalah sebagai berikut:
1. Dari aspek fungsi perangkat lunak (fungsionality), kedua perangkat SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 sangat baik sebab keduanya sama-sama mendapatkan persentase 100%. Hal ini dapat diketahui karena kedua perangkat lunak sudah sesuai dengan kebutuhan perpustakaan, memiliki pengolahan data dan output data, memiliki sistem keamanan, dapat berinteraksi dengan komponen atau sistem lainnya dan sudah berlisensi.
2. Dari aspek realibility, perangkat lunak INLISLite v3 lebih baik dari perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dengan perbandingan 100% dan 66,7%. Hal ini diketahui karena INLISLite v3 fiturnya sudah berjalan, dapat mengatasi kesalahan dan dapat memperbaiki kesalahan. Sedangkan SENAYAN 8 Akasia fiturnya masih ada yang belum berjalan namun dapat mengatasi kesalahan dan memperbaiki kesalahan.
3. Dari aspek effeciency, perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia lebih baik dari perangkat lunak INLISLite v3 dengan perbandingan persentase 100%
dan 50%. Hal ini diketahui sebab SENAYAN 8 Akasia rata-rata wakktu proses transaksinya 1,71 detik dan aplikasi dapat digunakan secara multiuser. Sedangkan INLISLite v3 memerlukan rata-rata waktu 4,73 detik lebih dari waktu yang ditentukan namun dapat digunakan secara multiuser.
4. Dari aspek maintability, kedua perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 sangat baik dengan sama-sama persentase 100%. Hal ini diketahui sebab, kedua perangkat mampu menganalisis kesalahan, dapat dimodifikasikan, tabil setelah pembaharuan dan akurat dalam hasil verifikasi.
5. Dari aspek portability, kedua perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 sangat baik dengan sama-sama persentase 100%. Hal ini diketahui sebab, kedua perangkat dapat beradaptasi dengan lingkungan berbeda, dapat diinstall, kemampuan berdampingan dengan perangkat lainnya dan dapat digunakan sebagai pengganti perangkat lunak lainnya.
6. Dari aspek usability, kedua perangkat lunak SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 sangat baik dengan sama-sama persentase 100%. Hal ini diketahui sebab, kedua perangkat mudah dipahami pengguna, dapat dioperasikan oleh pengguna dan form-form fitur yang menarik.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dikemukan dari hasil evaluasi antara perangkat lunak otomasi Senayan Library Management System versi 8 Akasia dan perangkat lunak otomasiIntegrated Library System versi 3.0 berdasarkan ISO 9126. Kualitas kedua perangkat lunak Senayan Library Management System dan Integrated Library System sangat baik dengan perolehan nilai yang sama.
1. Aspek functionality pada SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 sudah memenuhi kebutuhan modul perpustakaan, terdapat keakutan pengolahan data dan output data, memiliki sistem keamanan, berinteraksi dengan komponen atau sistem lainnya dan berstandar atau berlisensi.
2. Aspek reliability pada SENAYAN 8 Akasia masih ada fitur yang belum berjalan sedangkan INLISLite v3 sudah berjalan semestinya. Namun kedua perangkat mampu dalam mengatasi kesalahan dan memperbaiki sistem yang error.
3. Aspek efficiency pada SENAYAN 8 Akasia sudah cepat load time setiap mengakses lamannya sedangkan INLISLite v3 memerlukan load time lama dalam mengakses lamannya. Namun keduanya dapat digunakan secara multiuser.
4. Aspek maintanability pada SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 mampu menganalisis kesalahan dan penyebabnya, dapat dimodifikasikan, stabil setelah pembaharuan dan baik dalam hasil verifikasi.
5. Aspek portability pada SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 mampu beradaptasi di lingkungan berbeda, mudah diinstal, dapat berdampingan dengan perangkat lain dan dapat diganti dengan perangkat lunak lainnya.
6. Aspek usablity pada SENAYAN 8 Akasia dan INLISLite v3 pengguna dapat memahami perangkat, mudah menjalankannya dan form modul menarik pengguna.
5.2 Saran
Dari hasil evaluasi yang telah penulis lakukan ada beberapa saran yang penulis berikan. Saran-saran tersebut antara lain:
1. Untuk mengoptimalkan perangkat lunak Senayan Library Management System versi 8 Akasia dari aspek functionality ada baiknya menambahkan sistem keamanannya dengan sistem RFID. Dari aspek reliability fitur Layanan Z3950, MARC Export dan Import Data MARC sudah berjalan dengan semestinya tanpa perlu pengguna menginstal terlebih dulu paket dukungannya.
2. Untuk mengoptimalkan perangkat lunak Integrated Library System versi 3.0 dari aspek efficiency ada baiknya mempercepat rata-rata load time akses halaman agar mempercepat kegiatan. Dari aspek usability sebaiknya perangkat lunak diterapkan berbagai bahasa asing agar mempermudah pengguna luarnegeri untuk menggenal dan juga menerapkan pada perpustakaannya.
DAFTAR PUSTAKA
Agrawal, Pawan R. 2014. Open Source Software And Open Access Resources For Enhancing Library Services: An Exploratory Study. Tesis, The Maharaja Sayajirao University Of Baroda.
Angelia, Putu Laras. 2015. "Pemanfaatan Senayan Library Information Management System (SLIMS) Di Perpsutakaan Pusat Universitas Warmadewa".Khizanah Al-Hikmah. Vol. 1 No.1 (2015).
http://ojs.unud.ac.id/index.php/d3perpus/article/view/14362 (Diakses 22 Desember 2015).
Arif, I. 2003. "Konsep dan Perencanaan dalam Automasi Perpustakaan".
http://eprints.rclis.org/11346/ (Diakses pada tanggal 22 Maret 2016) Arikunto, Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Asdi Mahasatya.
Astuti, Yuli dan Nurasmi. 2013. "Pengembangan Perpustakaan Digital Universitas Riau dengan program Library Management System (SLIMS)".Jurnal Gema Pustakawan,Vol. 1. No. 1. Mei 2013.
http://ejournal.unri.ac.id/index.php/JGP/article/view/1138 (Diakses 21 Desember 2015).
Azwar, Muhammad. 2012. "MODS Metadata Alternatif dalam Pengembangan Aplikasi Perpustakaan Digital di Indonesia (Studi Kasus Senayan Library Management System)".PALIMPSEST Jurnal Ilmu Informasi dan
Perpustakaan, 2012, vol. IV, n. 1, pp. 37-42. http://eprints.rclis.org/-25684/ (Diakses 03 Desember 2015).
_______. 2013."Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan dengan Senayan Library Manajement (SLIMS)".Khizanah Al-Hikmah. Vol. 1 No.1, Januari- Juni 2013. http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/khizanah-al-hikmah/article/view/23 (Diakses 17 Oktober 2015).
Breeding, Marshall. 2008.“Open Source Library Automation: Overview and Perspective”.Library Technology Reports, November/December 2008.
www.webjunction.org/content/dam/WebJunction/Documents/webjunctio n/LTR_44n8_nov08_chap1.pdf (Diakses 02 Maret 2016).
Djaali, Mulyono Pudji dan Ramly. 2000. Pengukuran Dalam Bidang Pendidikan.
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta.
Hak, Ade Abdul. 2015. "An Analysis of the Acceptance's Staffs of Madrassa Library on "Senayan"-based Library Automation System Using Technology Acceptance Model (TAM)".Library Philosophy and Practice (e-journal).
http://digitalcommons.unl.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=3381&context
=libphilprac (Diakses 16 Desember 2015).
Hakim, Heri Abi Burachman. 2011."Optimalisasi Senayan Sebagai Perangkat Lunak Berbasis Open Source Untuk Perpustakaan
Seni".http://eprints.rclis.org/25684/(Diakses 22 Desember 2015 pukul 08:58 WIB).
Harmawan. 2009. "Sistem Otomasi Perpustakaan”.
http://www.tartojogja.wordpress.com/2008/10/29/sistem otomasiperpustakaan/-66k (Diakses 20 September 2015)
Hendrawati, Tuty. 2013."Analisis Penerimaan Sistem Informasi Integrated Library System (INLIS): Studi Kasus Di Perpustakaan Nasional RI".
VISI PUSTAKA,Vol. 15 No.3 Desember 2013.
http://perpusnas.go.id/MajalahOnlineAdd.aspx?id=300 (Diakses 06 Januari 2016).
Ismail, Nanang, Edi Mulyana, Agung Wahana dan Putu Laras. 2011.
"Pembangunan Sistem e-Library Berbasis Free Open Source Software (FOSS) untuk Peningkatan Layanan Perpustakaan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung".e-Indonesia Initiative 2011 (eII2011).
http://tif.bakrie.ac.id/pub/proc/eii2011/OTH/OTH-14.pdf(Diakses 02 Maret 2016).
Kadir, Abdul. 2014. Pengenalan Sistem Informasi Edisi revisi. Yogyakarta: Andi.
Kamble, Hans Raj V.T. dan Sangeeta. 2012. "Open Source Library Management and Digital Library Software". Desidoc Journal & Information
Technology, Vol. 32, No. 5, September 2012, pp. 388-392.
http://www.publications.drdo.gov.in/ojs/index.php/djlit/article/view/2647 (diakses 07 Januari 2016).
Kumar, K. dan Reddy T. Raghunadha. 2013. "Analytical Study On Knowledge About Open Source Software In Technological Institutional LIS Professionals". International Journal of Library and Information Science. Vol. 5(11), pp. 439-446, December, 2013.
http://www.academicjournals.org/article/article1390301203_Kumar%20a nd%20Reddy.pdf (Diakses 08 Desember 2015).
Kumar, V Vimal. 2007. "Selection and Management of Open Source Software in Libraries".CALIBER Chandigarh, 8-10 Februari 2007.
http://eprints.rclis.org/8967/ (diakses 08 Desember 2015).
Losavio, Francisca, Ledis Chirinos, Nicole Levy dan Amar Ramdane-Cherif.
2003. "Quality Characteristics for Software Architecture". Journal of Object Technology Vol. 2, No. 2, March-April 2003.
http://www.jot.fm/issues/issue_2003_03/article2.pdf (Diakses pada tanggal 04 April 2016)
Mustafa, B. 2007."Peluang dan Tantangan FOSS di
Perpustakaan".http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/32222(Diaks es 03 Desember 2015).
O'brien, James A. 2005. Pengantar Sistem Informasi edisi 12. Jakarta: Salemba Empat.
Pendit, putu laxman. 2008. Perpustakaan digital dari A sampai Z. Jakarta:
Citakaryakarsa mandiri.
Prasojo, Lantip Diat. 2014. "Model Pengembangan SOFTWARE Perpustakaan ON-LINE Di SMAN 1 Kabupaten Bantul Daerah Istimewa
Yogyakarta".JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN, Volume 7, Nomor 2, September 2014.http://www.
journal.uny.ac.id/index.php/jpip/article/download/4914/4242 (Diakses 02 Maret 2016).
Pressman, Roger. S. 2012. Rekayasa Perangkat Lunak Buku 1. Yogyakarta: Andi.
Randhawa, Sukhwinder. 2013. "Open Source Library Management Softwares".E-Library Science Research Journal, Vol.1,Issue.7/May 2013, ISSN : 2319-8435. http://www.
arizona.openrepository.com/arizona/handle/10150/299575 (Diakses 02 Maret 2016).
Reddy, T. Raghunadha dan Kumar K. 2013. "Open Source Software's and Their Impact on Library and Information Centre: An Overview". International Journal of Library and Information Science, Vol. 5(4), pp. 90-96, Mei, 2013, December, 2013.
http://www.academicjournals.org/journal/IJLIS/article-full-text-pdf/378A54E5459 (Diakses 07 Januari 2016).
Rosalina, Vidila. 2015. "Pengujian Sistem Customer Relationship Management (CRM) pada perusahaan Petrokimia Menggunakan ISO/IEC 9126".
Jurnal Sistem Informasi, Volume: 2, 2015, ISSN: 2406-7768.
http://ejurnal.unsera.ac.id/wp-content/uploads/2015/12/vidila_jsii2.pdf (Diakses 05 April 2016)
Saleh, A.R. 1996. CDS/ISIS Pedoman Pengelolaan Sistem Manajemen Basis Data. Jakarta: CV. Saraswati Utama.
Salve, Anand, Shalini R.Lihitkar dan Ramdas Lihitkar. 2012. "Open Source Software as Tools for Libraries: An Overview".Desidoc Journal &
Information Technology, Vol. 32, No. 5, September 2012, pp. 381-387.
http://www.publications.drdo.gov.in/ojs/index.php/djlit/article/view/2646 (Diakses 07 Januari 2016).
Sari, Nurniati dan Ardoni. 2012. "Tinjauan Terhadap Penerapan Sistem Automasi Di Perpustakaan Politeknik Pertanian Universitas Andalas Payakumbuh".
Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, Vol. 1, No. 1, September 2012.
www.ejournal.unp.ac.id/index.php/iipk/article/download/481/403 (Diakses pada tanggal 29 Maret 2016)
Scott, George. M. 2002. Prinsip-prinsip sistem informasi manajemen. Jakarta:
RajaGrafindo Persada.
Sugiyono, 1998. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alphabeta.Sulistyo, Basuki. 1994. Periodesasi Perpustakaan Indonesia. Bandung:
Rosdakarya.
Sutabri, Tata. 2005. Sistem Informasi Manajemen. Yogyakarta: Andi.
Tim Penyusunan Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, 2000.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Umam, Chaerul dan Joko Santoso. 2015. "Indonesian National Digital Library: A national collaboration for preserving national heritage and information access". http://library.ifla.org/1153/ (diakses 21 Desember 2015).
Wahono, Romi S. 2006. Perpustakaan Digital dan Otomasi Perpustakaan. Dalam
Wahono, Romi S. 2006. Perpustakaan Digital dan Otomasi Perpustakaan. Dalam