• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor faktor Penyebab dan Kronologi Perang Dunia I

Peta Konsep

A. Faktor faktor Penyebab dan Kronologi Perang Dunia I

Faktor-faktor pendorong berkembangnya fasisme di Italia adalah sebagai berikut :

1) Kenangan kejayaan masa lalu, yaitu zaman Romawi.

2) Ketidakpuasan masyarakat terhadap keadaan yang ada.

3) Sistem pemerintahan yang dianggap tidak sesuai, kaum fasis menghendaki sistem terpimpin.

Dalam Perang Dunia I, Italia sebenarnya termasuk negara pemenang. Akan tetapi, keadaan ekonomi Italia setelah perang sangat buruk. Kemiskinan merajalela. Dalam kondisi demikian meletus pemberontakan komunis, sehingga makin memperburuk keadaan.

Di tengah-tengah kesulitan tersebut, tampillah tokoh berpaham fasis yang bernama Benito Mussolini. la bercita- cita memperbaiki kehidupan bangsa Italia dengan perbuatan nyata. Pada tahun 1919 Mussolini mendirikan Partai Fasci Italiani yang kemudian disebut Partai Fasis. Untuk mengatasi pemberontakan komunis, Mussolini menghimpun

fasci (pasukan sukarela). Pada tahun 1921 dengan dibantu

orang-orang bermodal, Mussolini berhasil memadamkan gerakan buruh di Italia Utara. Pada pemilu tahun 1923, Partai Fasis memperoleh kemenangan. Berawal dari kemenangan tersebut, maka Mussolini berkesempatan tampil sebagai penguasa tunggal di Italia dan menerapkan fasisme dalam pemerintahan.

Pada tahun 1925 Benito Mussolini berhasil menggulingkan kekuasaan Raja Vector Emanuel. Pada tahun itu pula Mussolini membubarkan Partai Komunis dan Partai Sosialis. Dengan demikian Mussolini dapat berkuasa penuh di Italia, dengan sebutan Il Duce (Sang pemimpin)

Untuk mewujudkan cita-cita Italia La Prima, Mussolini segera mengambil tindakan-tindakan penting, antara lain, sebagai berikut: 1) Merebut Abessinia pada tahun1934.

2) Menguasai daerah-daerah Italia, seperti Savoya, Nizza, dan Corsic, serta membebaskan Tunisia dari kekuasaan Perancis, 3) Berupaya menguasai Laut Tengah.

b. Naziisme Jerman di bawah Adolf Hitler

Paham NAZI Jerman didasarkan pada buku karya Hitler yang berjudul Mein Kampf (Perjuangan Saya). Buku karya Hitler tersebut memuat ajaran-ajaran sebagai berikut.

Gambar 2.2 Mussolini Sumber : http://pub.tv2.no

1) Nasionalisme yang bersumber pada kebangsaan.

2) Kepentingan umum berada di atas kepentingan pribadi dan kepentingan negara berada di atas segala-galanya.

3) Bangsa Jerman merupakan bangsa terhormat, tertinggi derajatnya dan harus memerintah semua bangsa.

Pada tahun 1919 Adolf Hitler mendirikan Partai Buruh Jerman (Deutsche Arbeiter Partij) yang kemudian berubah menjadi National

Sozialische Deutsche Arbeiter Partij (NSDAP) atau yang lebih

dikenal sebagai Partai NAZI. Paham NAZI juga mendudukkan kepentingan negara di atas segalanya (fasis). NAZI juga membanggakan ras Nordic sebagai ras yang paling unggul. Dalam buku Mein Kampf juga disebutkan, bahwa Hitler bermaksud menghancurkan republik, melenyapkan demokrasi, dan menyapu bersih serikat-serikat kerja komunis dengan menempatkan diri sebagai fuhrer (diktator tertinggi di Jerman).

Sebab-sebab lahirnya NAZI Jerman adalah sebagai berikut :

Kenangan kejayaan masa lalu.

Kesulitan ekonomi yang melanda Jerman.

Sistem pemerintahan yang dianggap lemah.

Untuk melebarkan kekuasaannya sebagai fuhrer, Hitler segera melaksanakan politik ekspansi (perluasan wilayah) sebagai berikut :

1) Pada tahun 1934, ia mengirimkan pasukannya ke Aus- tria dan berhasil membunuh Raja Austria. Akan tetapi, usaha untuk menguasai Austria menemui kegagalan karena Austria mendapat bantuan Mussolini dari Italia. 2) Pada tahun 1936, ia mengirim tentara ke Spanyol dan

berhasil menduduki Lembah Rhein.

3) Pada tahun 1938, ia berhasil menaklukkan Austria setelah mengadakan perja njian damai dengan Mussolini.

4) Pada tahun 1938, ia berhasil menduduki Cekoslowakia. c. Militerisme Jepang di bawah Kaisar Hirohito

Fasisme Jepang bercorak militer. Fasisme militer itu dikembangkan Jepang setelah tampilnya Jenderal Hideki Tojo sebagai perdana menteri. Jenderal Hideki Tojo menjalankan pemerintahan diktator militer. Di bawah pemerintahan Jenderal Hideki Tojo, Jepang menjadi sangat ekspansif dan tampil sebagai negara imperialis.

Gambar 2.3 Adolf Hitler

Sumber: http://pub.tv2.no/ multimedia

Setelah Perang Dunia I berakhir, negara-negara pemenang perang seperti Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat, menguasai sebagian besar wilayah jajahan. Wilayah jajahan mereka meliputi di Asia dan Afrika. Jepang akhirnya memutuskan untuk merebut wilayah-wilayah di Asia yang telah dikuasai Sekutu tersebut.

Untuk mewujudkan ambisi tersebut, Jepang harus memiliki militer yang kuat dan tangguh. Pembangunan militer secara besar-besaran pun segera dilakukan. Setiap pemuda dikenai wajib militer untuk kepentingan negara. Setelah merasa memiliki kekuatan militer yang tangguh, Jepang segera melaksanakan niatnya. Wilayah-wilayah yang menjadi korban imperialisme Jepang, yaitu Manchuria (1935), Cina (1937), dan Asia Tenggara (1942). Untuk melancarkan politik ekspansinya, Jepang menempuh upaya sebagai berikut:

1) Mempropagandakan Jepang pembebas bangsa-bangsa Asia dari cengkeraman bangsa Barat.

2) Melakukan modernisasi angkatan perang dengan mengagungkan semangat Bushido (berkorban demi negara).

3) Mempropagandakan ajaran Hakko Ichiu (dunia sebagai satu keluarga) dengan Jepang sebagai pemimpinnya.

2. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Perang Dunia II

Menjelang Perang Dunia II telah muncul dua persekutuan yang saling bertentangan, sebagai berikut:

a. Blok AS (Poros), terdiri atas Jerman, Italia, Jepang, Hongaria, Ruma- nia, Bulgaria, dan Finlandia.

b. Blok Sekutu, terdiri atas Inggris, Perancis, Amerika Serikat, Belanda, Belgia, Norwegia, Denmark, Kanada, Austria, dan Cina.

Sebab-sebab umum terjadinya Perang Dunia II adalah sebagai berikut: a. Sebab Umum

Sebab-sebab umum Perang Dunia II adalah sebagai berikut:

1). Adanya politik revanche idea (balas dendam) Jerman terhadap negara-negara Sekutu karena kekalahan dalam perang dunia I 2) Adanya politik mencari sekutu.

3) Adanya perlombaan senjata yang menciptakan ketegangan. 4) Adanya nafsu saling berebut tanah jajahan.

5) Kegagalan LBB dalam memelihara perdamaian dunia b. Sebab khusus

Sebab khusus meletusnya Perang Dunia II adalah sebagai berikut. 1) Di Eropa, serangan kilat (blitzkrieg) Jerman ke Polandia pada

tanggal 1 September 1939. Serbuan ini dimaksudkan untuk menguasai Danziq. Pada tanggal 3 September 1939, Inggris dan Prancis yang merasa turut bertanggung jawab atas Danzig

Gambar 2.4 Serangan Jepang Ke Pearl Harbour Sumber : www.wikipedia.org

mengumumkan perang terhadap Jerman.

2) Di Asia Pasifik, serbuan Jepang terhadap pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pearl Harbour pada tanggal 7 Desem- ber 1941.

Serangan Jepang terhadap Pearl Harbour dilancarkan melalui dua tahap. Tahap pertama, serangan udara dilancarkan pada hari Minggu tanggal 7 Desember 1941 pukul 07.00 dan berhasil menenggelamkan empat kapal perang Amerika Serikat, masing-masing Arizona, Oklahoma, West Virginia, dan California; Tahap kedua dilaksanakan pada hari Minggu itu juga, pukul 09.00, dengan gempuran yang lebih dahsyat. Dalam serangan ini Jepang mengerahkan 170 pesawat pengebom untuk menghancurkan sasaran-sasaran yang tersisa dari serangan pertama. Serangan tahap-kedua ini membawa kemenangan yang gemilang bagi Jepang. Enam buah kapal induk dan kapal tempur Amerika Serikat berhasil dihancurkan. Kapal-kapal yang hancur tersebut adalah kapal Pennsylvania, Nevada, Shaw, Honolulu, Ra- leigh, dan Helena.

Serangan yang berlangsung sekitar dua setengah jam itu juga telah menewaskan 2.403 orang prajurit Amerika dan lebih dari 1.100 orang prajurit luka berat maupun ringan. Akan tetapi, Jepang juga kehilangan 29 pesawat tempur, 55 orang penerbang, dan 6 buah kapal selam.

1. Bentuklah kelompok, masing-masing 4-8 siswa

2. Diskusikan mengenai Fasisme Italia, Naziisme Jerman dan Militerisme Jepang

3. Hasilnya tuliskan pada kolom berikut ini

Cakap Ilmu