• Tidak ada hasil yang ditemukan

Valuta Asing

Dalam dokumen IPS Terpadu 3 Kelas 9 Bambang TH Rukidi 2009 (Halaman 191-196)

Peta Konsep PERDAGANGAN

B. Valuta Asing

Gambar 8.2 Mata Uang Asing Sumber : Dokumen Penerbit

Mata Uang Beli (Rp) Jual (Rp)

1. Cadangan devisa suatu negara dikelompokkan atas :

a. Cadangan devisa resmi, yaitu cadangan devisa milik negara yang dikelola, dikuasai, diurus dan ditatausahakan oleh Bank Sentral/Bank Indonesia.

b. Cadangan devisa nasional, yaitu seluruh devisa yang dimiliki oleh perorangan, badan atau lembaga, terutama perbankan yang secara moneter merupakan kekayaan nasional.

c. Dari penjelasan tersebut, devisa merupakan alat pembayaran internasional.

2. Tiga prinsip pokok dalam bursa valuta asing

a. Pengertian kurs jual dan beli selalu dilihat dari sisi atau pihak bank atau money changer atau pedagang valas.

b. Kurs jual selalu lebih tinggi dari kurs beli atau sebaliknya kurs beli selalu lebih rendah dari kurs jual.

c. Kurs jual/beli dari suatu mata uang (valas) adalah sama dengan kurs beli/jual dari mata uang (valas) lawannya.

d. Perhatikanlah table berikut.

Dalam menilai/menghitung valuta asing harus selalu dilihat pada PIHAK BANK

KURS TRANSAKSI BANK INDONESIA

US $ 9.181,00 9.225,00 Pound 15.672,07 15.846,20 Austr $ 6.745,15 6.810,05 Sin $ 5.538,00 5.597,58 MYR 2.366,00 2.390,31 HK $ 1.157,14 1.168,87 Yen 85,1838 86,0608 Euro 10.750,04 10.907,48

♦ Pak Hidayat membeli mesin offset ke Amerika seharga $ 10.000, berdasarkan tabel diatas maka yang dibayar Pak Jonathan dalam perhitungan rupiah adalah 10.000 x Rp. 9.122,00 = Rp. 91.220.000 artinya bahwa Pak Hidayat sebagai pihak pembeli dan Bank menjual pada Pak Hidayat

♦ Mr. Smith yang berasal dari Singapura membeli furniture dari Bali Indonesia senilai Sin $ 2.000,-, berdasarkan tabel diatas apabila harus dirupiahkan maka nilai pembelian Mr Smith adalah : 2.000 x Rp. 5.538,00 = Rp. 11.076.000 Karena pihak bank membeli Sin $ milik Mr. Smith

3. Bursa Valuta Asing

Bursa adalah tempat jual beli/tempat bertemunya permintaan dan penawaran, sedangkan valuta asing adalah mata uang asing, Jadi bursa valuta asing adalah tempat jual beli berbagai jenis mata uang asing.

Penentuan kurs valuta asing dalam keadaan pasar bebas dibentuk oleh interaksi antara permintaan dan penawaran, permintaan akan valuta asing sebagian besar datang dari para importir yang haraus membayar impor barang dan jasa dari luar negeri, sedangkan penawaran valuta asing sebagian besar berasal dari para eksportir, yang hasil ekspornya dibayar dalam bentuk mata uang asing.

Fungsi bursa valuta asing meliputi 2 hal

a. sebagai tempat bertemu untuk memperoleh informasi tentang keadaan pasar valuta asing.

b. sebagai tempat untuk memroleh informasi nilai kurs mata uang asing c. sebagai tempat jual beli mata uang asing

Adapun lembaga-lembaga yang diperbolehkan menjual dan membeli valuta asing antara lain bank-bank yang telah mendapat ijin resmi seperti Bank Devisa, Money Changer atau melalui makelar valuta asing.

Bursa valuta asing/pasar valuta asing berbeda dengan pasar modal, kalau bursa valuta asing tempat jual beli mata uang asing sedangkan pasar modal adalah tempat jual beli surat berharga, seperti obligasi (tanda bukti hutang), saham (surat penyertaan modal).

4. Manfaat adanya valuta asing

Salah satu ciri era globalisasi yang menonjol saat ini adalah adanya arus uang dan modal dalam bentuk valas, berbagai jenis mata uang mengalir keluar masuk suatu negara tanpa batas. Aliran valas yang besar dan cepat untuk memenuhi tuntutan perdagangan, investasi dan spekulasi dari suatu tempat yang berlebihan ketempat yang kurang, sehingga terjadilah nilai perbedaan mata uang.

a. Arus mata uang asing yang masuk dapat mendatangkan devisa b. dapat mengetahui nilai tukar uang suatu anegara

c. dapat menyesuaikan harga-harga barang jasa bila terjadi perubahan nilai mata uang asing

d. mempermudah orang, lembaga dalam melakukan perdagangan luar negeri, dengan mengetahui nilai mata uang asing dapat mengetahui Indonesia Pernah mengalami krisis ekonomi, yang bersumber pada krisis moneter khususnya pada penyesuaian nilai tukar rupiah, yang semula $ 1 = Rp. 2.500, bergerak merosot samapai dengan $1 = Rp. 14.000,- sehingga barang-barang menjadi mahal luar biasa, banyak investor yang gulung tikar, tahun 2002 sudah nampak mulai stabil, dan sekarang ini tahun 2004 telah dipatok berkisar Rp. 9.000,-, dan digunakan untuk memperhitungkan adalam APBN.

jumlah ekspor dan impor yang dilakukan

e. mempermudah orang melakukan perjalanan keluar negeri, karena orang yang melakukan perjalanan keluar negeri membutuhkan mata uang asing, tergantung pada negara yang akan dituju, misalnya orang Indonesia pergi ke Jepang, maka orang tersebut harus menukarkan rupiah ke mata uang Yen

Kurs dengan devisa memiliki kaitan yang sangat erat, dalam perdagangan internasional, dalam perdagangan internasional diperlukan devisa untuk pembayarannya, sedangkan untuk menghitung nilai perbandingan alat pembayarannya.

Devisa adalah alat pembayaran internasional/luar negeri yang sah, sehingga bagi negara yang terlibat dalam perdagangan internasional harus mengakui adanya perbedaan jenis mata uang masing-masing negara.

1. Wujud Devisa antara lain:

a. Uang asing

b. Tagihan luar negeri (piutang luar negeri) c. Wesel Asing

d. Emas

Emas berlaku sebagai cadanga n akhir, maka a pabila sudah mengeluarkan cadangan emasnya keadaan perekonomian negara tersebut mulai melemah, bahkan akan terjadi krisis ekonomi.

2. Fungsi Devisa

Suatu negara memiliki devisa semakin besar, semakin mudah pula melakukan perdagangan antarnegara, sehingga syarat utama suatu negara dapat memiliki devisa adalah harus melakukan ekspor dan impor.

Fungsi devisa:

a. sebagai alat pembayaran luar negeri yang sah

b. sebagai alat untuk mengetahui tingkat kemakmuran suatu negara c. sebagai alat untuk mengatasi kesulitan ekonomi negara

3. Sumber perolehan devisa

a. Ekspor

B. Devisa

Gambar 8.3 Gambar Pesawat Sumber: Dokumen Penerbit

Ekspor merupakan sumber utama devisa, suatu negara apabila memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibanding nilai impornya, maka akan semakin besar pula devisanya.

b. Penyelenggaran jasa

Misalnya Bandara untuk pesawat asing, menyewakan gudang di pelabuhan untuk menyimpan barang ekspor impor.

c. Pariwisata

Wisatawan dari manca negara yang datang ke Indonesia akan aman datangkan devisa karena mereka akan menukarkan mata uang asing ke rupiah.

d. Hadiah dan bantuan dari luar negeri

Bantuan luar negeri maupun hadiah dapat menambah besarnya devisa. e. Pinjaman luar negeri

Pinjaman mer upakan tambahan devisa , biasa nya pinjaman dipergunakan untuk membayar barang impor.

f. Kiriman uang asing.

Orang-orang Indonesia yang bekerja di luar negeri, yang mengirimkan uang ke Indonesia merupakan tambahan devisa.

4. Faktor-faktor yang mengurangi devisa

a. Devisit neraca pembayaran, di sini pengeluaran pemerintah lebih besar dari pada penerimaannya (impor lebih besar dari ekspornya)

b. Menurunnya surplus neraca pembayaran c. Adanya apresiasi mata uang yang kuat

5. Tujuan pengunaan devisa

a. Membayar impor barang

b. Memperoleh jasa dari luar negeri

c. Membiayai pelajar-pelajar yang sekolah diluar negeri d. Membiayai kedutaan dan konsulat diluar negeri

e. Membiayai perjalanan dinas dan kunjumgan resmi pejabat pemerintah keluar negeri

f. Membiayai misi kesenian dan olah raga keluar negeri

Cakap Ilmu

Devisa merupakan salah satu sumber dana pembangunan di Indonesia, yang diperoleh dengan adanya kerjasama internasional di bidang ekonomi.

Apa manfaatnya bagi Indonesia jika memiliki devisi Negara yang besar dan terus meningkat?

“Pada tahun 2006, kinerja ekspor Indonesia mencapai rekor baru di atas US$100 milyar, tahun depan tantangan yang dihadapi akan semakin berat, baik karena faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu dibutuhkan kerja keras dan dukungan lintas sektoral agar pertumbuhan ekspor —yang dalam beberapa tahun terakhir telah berperan mendorong peningkatan kapasitas, pertumbuhan ekonomi nasional dan penyerapan tenaga kerja— dapat tetap terjaga” Kata Mendag dalam konfrensi pers seusai Rapat Terbatas.

Dampak perdagangan internasional terhadap perekonomian Indonesia, tidak lepas dari pengaruh kebijakan-kebijakan perdagangan internasional, yaitu keputusan pemerintah baik secara langsung atau tidak langsung yang mempengaruhi arah perdagangan internasional suatu negara. Tujuan dari keputusan pemerintah tersebut adalah :

1. Mengendalikan dan mengawasi ekspor impor 2. Meningkatkan pendapatan negara

3. Melindungi industri dalam negeri

Sekarang ini banyak kita temui produk-produk dari luar negeri membanjiri di Indonesia, seperti halnya produk-produk dari RRC, Korea maupun Taiwan, hal ini disebabkan karena Indonesia telah mengikuti kebijakan perdagangan internasional sejak tahun 2003, yaitu kebijakan perdagangan bebas.

Dampak positif Perdagangan Internasional bagi Indonesia antara lain : 1. Memacu persaingan dunia usaha

2. dapat meningkatkan efisiensi, perbaikan mutu produk. 3. Mendorong kemajuan IPTEK

4. Merangsang pertumbuhan ekonomi

5. Modal asing akan berputar dan mengalur terus, tenaga ahli akan berkembang.

Dampak negatifnya :

1. Negara Indonesia SDMnya sulit bersaing 2. Kekurangan modal

3. Pinjaman luar negeri sangat besar (hutang)

Ketiga hal tersebut mengakibatkan ketergantungan Indonesia terhadap produk-produk dari luar negeri, serta tergantung pada negara-negara donatur Indonesia

Kita cukup mempunyai harapan yang besar terhadap perekonomian Indonesia dan harus optimis menghadapi persaingan bebas ini.

Dengan Terpilihnya presiden secara demokratis pada bulan Oktober Tahun 2004, diharapkan Indonesia mampu bangkit, Indonesia telah melepaskan diri dari IMF, mengembangkan potensi daerah, mengembangkan iklim perekonomian yang sejuk, stabilitas keamanan, dengan harapan akan mendatangkan para investor asing melakukan kegiatan perekonmian di Indonesia.

C. Dampak Perdagangan I nternasional Terhadap

Dalam dokumen IPS Terpadu 3 Kelas 9 Bambang TH Rukidi 2009 (Halaman 191-196)