Peta Konsep PERDAGANGAN
A. Perdagangan I nternasional
Tidak ada satupun negara didunia dapat melepaskan ketergantungan pada dunia internasional, oleh karena itu negara yang berhasil dalam perekonomian adalah negara yang dapat mendorong dan mempertahankan kemajuan dibidang perdagangan.
Suatu negara melakukan perdagangan internasional, karena negar a tersebut, ingin mema sarkan hasil produksinya dan ingin memperoleh keuntungan.
Negara yang semakin banyak melakukan penjualan barang keluar negeri, akan banyak pula keuntungan yang diperoleh.
Gambar 8.1 Playstation Sumber : Dokumen Penerbit
1. Pengertian Perdagangan Internasional/Antarnegara
Sebelum membahas pemahaman perdagangan internasional perlu dipahami terlebih dahulu arti perdagangan.
Perdagangan adalah usaha penyampaian barang dari produsen pada konsumen melalui jual beli dengan tujuan memperoleh laba.
Secara umum perdagangan mempunyai fungsi : a. mengumpulkan dan mendistribusikan barang
b. menyortir dan memberi derajat mutu barang yang akan dijual c. menimbun dan menyimpan barang.
d. media promosi barang yang diperdagangkan e. memperlancar kegiatan ekonomi
Dari pengertian diatas bahwa perdagangan internasional menyangkut jual beli barang dan atau jasa antar negara/menyangkut ekspor impor.
Perdagangan internasional/ antar negara adalah suatu kegiatan jual beli barang/jasa antara negara yang satu dengan negara yang lain yang saling membutuhkan dan menguntungkan. Ekspor adalah kegiatan pengiriman/ penjualan barang dari dalam negeri keluar negeri, sedangkan impor adalah kegiatan mendatangkan/pembelian barang dari luarnegeri. Di Indonesia sendiri perdagangan antarnegara sudah ada sejak jaman Sr iwijaya yang perdagangannya sampai ke negara India dan Tiongkok (Cina). Untuk tingkat perkembangan Internasional, perdagangan maju pesat sejak Columbus menemukan benua Amerika dan Vasco Dae Gamma samapai ke India. Bangsa Eropa dan Amerika pada jaman dahulu melakukan pelayaran ke wilayah Asia Tenggara terutama untuk mencari rempah-rempah.
Suatu negara akan memperoleh keuntungan apabila jumlah nilai ekspornya lebih tinggi dari jumlah nilai impornya.
Untuk mengantisipasi persaingan yang ketat dalam perdagangan internasional, Indonesia secara sadar telah menetapkan serangkaian kebijakan baik yang terkait dengan kegiatan ekspor maupun impor.
Kebijakan di bidang impor antara lain adalah penjadualan penurunan tarif bea masuk sampai tahun 2003, Indonesia yang sedang mengembangkan kebijakan tentang penyederhanaan tata niaga impor, dimana barang yang masuk Indonesia segala perijinan dipermudah. Dengan kebijakan ini dikemudian hari negara-negara lain akan lebih tertarik untuk mengadakan perdagangan internasional dengan Indonesia.
Negara-negara importir yang memasukkan barang ke Indonesia antara lain Jepang, Korea, Singapura, China, Australia dan Amerika.
Kebijakan ekspor yang ditempuh adalah penyerderhanaan perijinan ekspor barang dan ekspor barang yang bernilai dibawah Rp. 100 juta perijinan barang ekspor dihapuskan.
Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor Indonesia antara lain Jepang merupakan sasaran ekspor utama dan terbesar, Amerika keduanya membeli migas dari Indonesia, Australia, Malaysia, Vietnam, Rusia
2.
Faktor Pendorong
Banyak faktor yang mendorong suatu negara melakukan perdagangan Internasional, diantaranya sebagai berikut :
a. Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
b. Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
c. Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
d. Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut.
e. Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi. f. Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
g. Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
h. Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
i. Keunggulan komparatif, selama ada perbedaan biaya untuk memproduksi barang antara negara satu dengan negara lainnya, maka masih ada kemungkinan negara tersebut melakukan perdagangan internasional.
3. Hambatan Perdagangan Internasional
a. Kebijaksanaan impor yang dilakukan suatu negara b. (kuota, proteksi, tarif dsb)
c. Perang dan resesi
d. Adanya persamaan barang ekspor
e. Organisasi ekonomi regional lebih mementingkan kelompok anggotanya f. Negara agraris sulit mengembangkan perdagangan
g. Perekonomian negara berkembang terdesak negara maju.
4. Komoditi ekspor-impor Indonesia
a. Barang ekspor 1) Migas 2) Non Migas b. Barang impor 1) Barang-barang modal 2) Barang konsumsi
5. Kebijaksanaan pemerintah untuk meningkatkan ekspor
antara lain :
a. Kebijaksanaan dumping
b. Pelarangan ekspor untuk produksi yang masih dibutuhkan dalam negeri c. Penghapusan bea ekspor
d. Kebijaksanaan devaluasi
e. Penyederhanaan prosedure ekspor f. Peningkatan kualitas komoditi g. Pemberian subsidi ekspor
h. Meningkatkan promosi di luar negeri
6. Kebijaksanaan impor yang dilakukan pemerintah antara lain:
a. Menetapkan bea masuk
b. Pelarangan impor untuk produk yang dapat diproduksi sendiri c. Kuota (pembatasan impor)
7. Neraca Perdagangan dan Neraca Pembayaran
a. Neraca perdagangan adalah suatu daftar perbandingan jumlah ekspor dengan Jumlah impor, suatu negara dalam waktu satu tahun.
b. Neraca pembayaran adalah suatu daftar perbandingan jumlah pengeluaran
dan jumlah pemasukan suatu negara dalaam waktu satu tahun.
8. Perbedaan perdagangan dalam negeri dengan perdagangan
antar negara.
No Letak
Perbedaan Dalam Negeri Antarnegara
1. 2. Alat Pembayaran cara Pembayaran
- Jenis uang sama sehingga tidak mengalami kesulitan - Dapat dibayarkan secara langsung karena tinggal dalam satu negara
- Jenis mata uang berbeda sehingga harus menggunakan kurs mata uang.
- Tidak dapat
dilakukan secara langsung, maka cara yang digunakan adalah, clearing Internasional, tele- graphic transfer, kompensasi pribadi, menggunakan LC
Dalam melakukan pembayaran perdagangan internasional akan terjadi perbedaan jenis mata uang, dari kejadian tersebut muncullah valuta asing.
Valuta Asing (Valas)/foreign exchange (forex) diartikan sebagai mata uang asing dan alat pembayaran lainnya yang digunakan untuk melakukan atau membiayai transaksi ekonomi dan keuangan internasional/luar negeri/antar negara. Untuk negara Indonesia biasanya mempunyai catatan kurs resmi pada Bank Sentral atau Bank Indonesia, kurs adalah perbandingan nilai mata uang dalam negeri dengan nilai mata uang luar negeri.
Mata uang yang sering digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung dalam transaksi ekonomi dan keuangan internasional disebut hard
currency, yaitu mata uang yang nilainya relatif stabil dan kadang-kadang
mengalami apresiasi atau kenaikan nilai terhadap uang lainnya, hard currency biasanya berasal dari negara-negara industri maju untuk tingkat dunia saat ini yang paling stabil adalah $ US, sedangkan di KawasanAsia yang paling menonjol adalah Jepang (Yen).
Sedangkan Soft currency adalah mata uang yang lemah yang jarang digunakan sebagai alat pembayaran dan kesatuan hitung karena nilainya relatif tidak stabil dan sering mengalami depresi atau penurunan nilai terhadap mata uang lainnya, soft currency ini biasanya berasal dari negara-negara yang sedang berkembang seperti rupiah Indonesia, peso Fillipina, bath Thailand dsb.
Total Valas yang dimiliki oleh pemerintah dan swasta dari suatu negara disebut juga sebagai cadangan devisa. Cadangan devisa suatu negara dapat diketahui dari posisi balance of payment, atau neraca pembayaran internasionalnya. Neraca pembayaran berisi pemasukan suatu negara dibandingkan dengan pengeluaran suatu negara dalam satu waktu tertentu (ekspor-import). Makin banyak devisa yang dimiliki oleh pemerintah dan penduduk suatu negara maka makin besar pula kemampuan negara tersebut dalam melakukan transaksi ekonomi dan keuangan internasional dan makin kuat pula nilai mata uang negara tersebut, misalnya negara Amerika, Ingris, Jerman, Perancis, perekonomian mereka sangat kuat dan stabil.