BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Kajian Teori
2.1.2. Prestasi Belajar
2.1.2.2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Prestasi belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Di bawah ini akan
dijabarkan beberapa hal yang dapat mempengaruhi prestasi belajar (Ahmadi,
1991:130 – 131).
a. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri anak.
Faktor internal meliputi faktor jasmani, psikologis, potensial, serta faktor
kematangan fisik maupun psikis. Berikut akan dijabarkan beberapa faktor
internal tersebut:
1) Faktor Jasmani
Menurut Slameto (1988:56 – 57) faktor jasmani meliputi
faktor kesehatan dan juga cacat tubuh. Seseorang yang mempunyai
kondisi tubuh yang sehat, maka seseorang tersebut akan dapat
belajar dengan baik. Ia akan mampu menguasai apa yang sedang ia
pelajari terganggu oleh kondisi fisik yang kurang baik. Cacat pada
tubuh juga sangat mempengaruhi prestasi belajar, hal ini dapat
terlihat apabila anak memiliki cacat tubuh dan bersekolah.
2) Faktor Psikologis
Faktor psikologis ini terdiri faktor intelektif dan non
intelektif. Faktor intelektif terdiri dari faktor potensial (bakat) dan
hal-hal yang berkaitan dengan kepribadian. Berikut akan
dijabarkan faktor intelektif dan faktor non intelektif (Slameto,
1988:57 – 59).
a) Faktor Intelektif
(1) Faktor Potensial
Faktor potensial merupakan kecerdasaan atau bakat
yang telah dimiliki oleh anak. Bakat sangat mempengaruhi
prestasi belajar dikarenakan apabila anak belajar sesuai
dengan bakatnya maka anak tersebut akan memperoleh
hasil belajar yang baik. Maka dari itu orang tua perlu
mengetahui bakat apa yang dimiliki oleh anaknya. Hal ini
di maksudkan supaya orang tua membantu anak untuk
mengembangkan bakat yang telah dimilikinya (Slameto,
1988:59).
(2) Faktor Kecakapan Nyata
Faktor kecakapan nyata mempengaruhi prestasi
belajar anak dikarenakan faktor kecakapan nyata yaitu
prestasi yang telah dimilliki oleh anak. Apabila anak
tersebut pernah memiliki prestasi maka anak tersebut akan
termotivasi untuk mendapatkan prestasi lagi (Slameto,
b) Faktor Non Intelektif
Faktor non intelektif ini terdiri dari beberapa hal yang
berkaitan dengan kepribadian, seperti halnya minat, motivasi,
kematangan, kesiapan, perhatian, serta kebutuhan (Slameto,
1988:58 – 61).
(1) Minat
Minat menurut Slameto (1988:59) merupakan
kecenderungan yang dimiliki seseorang secara tetap,
digunakan untuk memperhatikan maupun untuk mengingat
beberapa kegiatan. Minat sangat mempengaruhi prestasi
belajar, dikarenakan apabila anak belajar tidak sesuai
dengan minatnya maka anak tersebut tidak dapat belajar
secara optimal.
(2) Motivasi
Motivasi sangat mempengaruhi prestasi belajar, hal
ini dikarenakan motivasi sangat dibutuhkan anak dalam
kegiatan belajar. Motivasi yang dapat diberikan anak
supaya anak dapat belajar dengan optimal yaitu dengan
memberikan latihan-latihan kepada anak. Dengan adanya
latihan-latihan tersebut anak akan termotivasi untuk belajar
(3) Kematangan
Kematangan merupakan suatu tingkat pertubuhan
di mana alat-alat tubuh yang dimiliki seseorang sudah siap
untuk memperoleh serta melaksanakan kecakapan maupun
kemampuan yang baru (Slameto, 1988:60)
(4) Kesiapan
Kesiapan menurut James Drever dalam Slameto
(1988:61) merupakan “preparedness to respond or react”
yang berarti bahwa seseorang sudah memiliki kesiapan
untuk menanggapi beberapa hal.
(5) Perhatian
Perhatian sangat mempengaruhi prestasi belajar
siswa. Hal ini dapat dilihat pada anak yang perhatiannya
tidak terpusat pada apa yang sedang dia pelajari maka anak
tersebut tidak akan bisa menguasai dengan baik hal yang
sedang ia pelajari sehingga hasil belajarnya tidak akan
mendapat hasil yang maksimal.
(6) Kebutuhan
Kebutuhan sangat mempengaruhi prestasi belajar,
hal ini dapat terlihat jika anak telah memiliki kesadaran
hingga anak tersebut akan belajar dengan baik. Akan tetapi
apabila anak tersebut tidak mempunyai kesadaran akan
pentingnya belajar maka anak tersebut tidak akan dapat
belajar dengan baik dan akan memperoleh hasil yang
kurang memuaskan.
3) Faktor Kematangan Fisik maupun Psikis
Faktor kematangan fisik maupun psikis ini mempengaruhi
prestasi belajar anak, hal ini dikarenakan apabila anak telah
memiliki kematangan baik secara fisik maupun psikis maka anak
tersebut akan lebih mudah untuk dapat memperoleh prestasi yang
anak inginkan.
b. Faktor Eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar diri
anak. Faktor eksternal meliputi faktor sosial, budaya, lingkungan fisik,
serta lingkungan spiritual. Berikut ini akan diuraikan beberapa hal
yang termasuk faktor eksternal:
1) Faktor Sosial
Faktor sosial merupakan faktor di mana anak berinteraksi
dengan orang lain maupun dengan masyarakat sekitar dimana anak
tersebut tinggal. Berikut akan dijabarkan beberapa hal yang
a) Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga di sini dapat dilihat dari cara
orang mendidik anak, hubungan anak dengan anggota
keluarga, suasana yang ada di rumah, keadaan ekonomi
keluarga, serta pengertian orang tua kepada anak (Slameto,
1988:62 – 66).
b) Lingkungan Sekolah
Lingkungan ekolah terdiri dari metode mengajar di
kelas, kurikulum yang digunakan oleh sekolah, hubungan
guru dengan siswa, kedisiplinan sekolah, alat pengajaran,
waktu yang ditetapkan sekolah, standar pelajarn di atas
ukuran, keadaan gedung, motode belajar, serta tugas rumah
(Slameto, 1988:66 – 72
c) Lingkungan Masyarakat
Lingkungan masyarakat juga mempengaruhi
prestasi belajar anak. Hal ini dapat terlihat apabila anak
berada di lingkungan masyarakat yang terpelajar yang baik
maka anak tersebut akan terdorong untuk belajar serta
mewujudkan cita-citanya tersebut. Sedangkan anak yang
tinggal di lingkungan masyarakat yang tidak begitu
mempedulikan pendidikan maka anak tersebut akan malas
d) Lingkungan Kelompok
Lingkungan kelompok yang dimaksud ialah
lingkungan di mana tempat anak bergaul dengan
teman-temannya. Apabila anak bergaul dengan anak yang suka
bermainplay station dan tidak belajar, maka anak tersebut
akan mengikuti kegiatan yang dilakukan temannya. Anak
tersebut untuk menjadi malas untuk belajar dan akan
memilih mengikuti temannya untuk ikut bermain play
station.Sedangkan untuk anak yang bergaul dengan teman
yang suka belajar bersama maka anak tersebut akan terlibat
aktif dalam kegiatan temannya dan akan lebih
mementingkan belajar daripada bermain. Hal possitif
lainnya yaitu prestasi anak yang bergaul dengan anak yang
suka belajar akan lebih tinggi prestasinya dibandingkan
dengan anak yang hanya suka bermain.
2) Faktor Budaya
Faktor budaya meliputi keadaan budaya di mana anak
tersebut hidup dan berkembang. Anak dapat mencapai prestasinya
apabila di dalam lingkungan tersebut menerapkan akan
pentingnya budaya belajar serta menghargai benar akan
3) Faktor Lingkungan Fisik
Faktor lingkungan fisik merupakan faktor yang meliputi
fasilitasyang ada guna menunjang anak untuk mencapai
prestasinya. Fasilitas yang di maksud dapat berupa rumah,
fasilitas belajar, dan keadaan iklim. Apabila fasilitas yang
dibutuhkan anak sudah terpenuhi dengan baik maka anak akan
lebih mudah untuk mencapai prestasinya. Anak akan belajar
dengan optimal apabila alat-alat tulis serta buku pelajaran sudah
terpenuhi dengan baik.
4) Faktor Lingkungan Spiritual
Lingkungan spiritual adalah lingkungan di mana anak
mendekatkan diri kepada Tuhan. Sesuatu hal yang ada di dunia
ini tidak akan berjalan lancar apabila tidak ada campur tangan
dari Tuhan. Ada beberapa macam cara yang dapat dilakukan
untuk mendekatkan diri dengan Tuhan yaitu anak diajak untuk
pergi ke sembahyang, mensyukuri atas semua karunia yang telah
di beri oleh Tuhan, mengajarkan kepada anak untuk berdoa
sebelum melaksanakan kegiatan.