BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Penelitian
4.1.1. Kondisi Awal
4.1.2.3. Pengamatan
a) Proses kegiatan Pembelajaran dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipejigsaw II
1. pertemuan I
Secara umum kegiatan pembelajaran menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe jigsaw II pada siklus I pertemuan I
sudah sesuai dengan yang direncanakan. Namun dalam perjalanan
pelaksanaannya siswa masih terlihat bingung dengan perpindahan dari
satu kelompok asal ke kelompok ahli kemudian masuk ke kelompok
asal kembali serta apa yang harus dilakukan siswa ketika berdiskusi
kembali dalam kelompok ahli karena jawaban mereka. Ketika guru
bertanya mengenai apa pengertian koperasi, siswa dengan cepat
tunjuk jari ada yang menjawab dengan sesuai dengan yang di
pertanyakan namun ada pula yang menjawab sekenanya mereka untuk
bercanda. Terdapat siswa yang menjawab dengan pedoman buku ada
pula yang menjawab sesuai dengan apa yang siswa sering dengar
dilingkungan rumahnya.
Pada saat membuat kelompok, guru telah menyiapkan data
siswa untuk masuk dalam kelompok dan menyiapkan papan angka
untuk diletakkan di meja masing-masing kelompok. Selain itu guru
juga telah menyiapkan name tag untuk mempermudah guru
menghafal nama siswa. Ketika siswa diberikan waktu untuk
mengerjakan LKS bersama anggota kelompok asal, banyak siswa
berceloteh “buat apa ngerjain bu? Nggak penting.” Namun guru tetap
tegas agadan member mereka peringatan agar tetap mengerjakan dan
member batasan waktu pengerjaan dan mempelajari modul materinya.
Ketika kelompok melakukan pembagian nomor soal siswa gaduh
karena saling iri dengan bagian yang diberikan pada masing-masing
siswa, sehingga guru mencari jalan keluar dengan memberikan lotre
untuk kelompok agar adil dalam membagi soal. Pada saat guru
membentuk kelompok baru/kelompok ahli banyak siswa yang protes
dan ada pula yang meminta untuk memilih teman sendiri, ketika itu
guru harus tegas,menegur dan member peringatan agar siswa tetap
duduk mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Terdapat beberapa
siswa yang bertanya “ini gimana to bu kok pindah-pindah? capek”.
Untuk itu guru membacakan langkah-langkah pembelajarannya dan
menjelaskannya.
Pada saat presentasi pada pertemuan pertama ini guru harus
menunjuk kelompok sebagai perwakilan maju ke depan kelas karena
kelas masih gaduh. Untuk mengatasinya siswa diminta untuk
menyiapkan minimal satu kelompok mempunyai satu pertanyaan dan
apabila kelompok yang sedang presentasi tidak mampu menjawab
maka kelompok lain diperbolehkan untuk membantu. Waktu yang
dijadwalkan molor Karena siswa yang cukup sulit untuk diatur.
2. Pertemuan 2
Dalam kegiatan pembelajaran menggunakan model
sudah terdapat peningkatan dari kegiatan pembelajaran yang
dilakukan pada pertremuan sebelumnya. Siswa sudah dapat mengikuti
perintah yang disampaikan guru untuk menyanyikan lagu “bang bing
bung” secara serentak dengan teknik yang sama saut-sautan antara
satu baris dengan baris yang lain. Kemudian guru bertanya pada
siswa “siapa yang semalam sudah belajar tentang materi yang akan
kita pelajari hari ini?’ jawaban yang diperoleh guru masih sama ada
yang menjawab sudah namun ada pula yang menjawab tidak belajar
karena berbagai hal dan alasan, ada yang menjawab ngantuk, malas,
pergi dan lain sebagainya. Ketika guru member perintah pada siswa
untuk mengerjakan LKS masih terdapat beberapa siswa yang asik
dengan kegiatannya sendiri, mengobrol dengan teman, dan membuat
gaduh yang tidak berhubungan dengan LKS namun guru memberi
peringatan agar focus dengan perintah dan LKS agar waktu tidak
molor , ketika guru memberi pertanyaan untuk siswa sudah banyak
yang bersedia angkat tangan dan menjawabnya tanpa disuruh oleh
guru. Guru sempat menegur beberapa siswa yang tidak mau untuk
bekerjasama mengerjakan tugas namun hanya ketua saja yang
mengerjakannya. Selama guru(peneliti) melakukan kegiatan
mengajar, salah satu teman yang diminta menjadi observer melakukan
pengamatan minat belajar siswa dan mengambil foto-foto kegiatan
siswa ketika mengikuti pembelajaran. Namun ketika observer sedang
Pada saat melakukan diskusi kelompok, banyak siswa yang
protes tentang anggota kelompok yang tidak mau bekerjasama
mengerjakan tugas terutama anak laki-laki yang hanya ingin
main-main dikelas. Kemudian guru menegur dengan menyuruh siswa
duduk ditempat masing-masing dan mendengarkan langkah-langkah
kegiatan yang telah disepakati dan direncanakan sebelumnya. Guru
yang kuwalahan dengan tingkah siswa akhirnya mengambil tindakan
dengan membuat kesepakatan kelas/ hukuman bagi siswa yang tidak
mengikuti perintah dan aturan di kelas.
Ketika siswa mengerjakan soal dalam kelompok asal guru
memperingatkan agar tidak berebut nomor soal dan membuat
perjanjian agar siswa laki-laki yang wajib dan harus presentasi di
depan kelas setelah berdiskusi dalam kelompok ahli. setelah
presentasi selesai guru bertanya pada siswa tentang materi yang
belum dipahami siswa. Ada beberapa siswa yang diam saja karena
bingung,namun ada yang berkomentar “materinya banyak buk,susah
menghafalnya”. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa IPS itu
susah karena banyak materi yang harus dihafalkan.
b) Hasil Kegiatan Pembelajaran Menggunakan Model Kooperatif TeknikJigsaw II
1. Minat Belajar
Minat belajar siswa diukur dengan melakukan pengamatan
minat belajar siswa pada saat kegiatan pembelajaran siklus I
dengan diberikan pada setiap akhir kegiatan siklus I dan siklus II.
Berikut ini adalah data minat belajar siswa siklus I.
Tabel 26. Minat Belajar Siswa Siklus I No. Nama
Siswa Pengamatan Kuesioner Nilai Kriteria
1 Ami 65.0 68.8 68.8 Tinggi 2 Ard 70.0 71.3 71.3 Tinggi 3 Isa 70.0 71.3 71.3 Tinggi 4 Arv 65.0 68.8 68.8 Tinggi 5 Cah 70.0 73.8 73.8 Tinggi 6 Des 60.0 77.5 77.5 Tinggi 7 Fik 50.0 78.8 78.8 Tinggi
8 Mau 60.0 81.3 81.3 Sangat tinggi
9 Fia 70.0 77.5 77.5 Tinggi 10 Nab 75.0 67.5 67.5 Tinggi 11 Riz 65.0 67.5 67.5 Tinggi 12 Dit 55.0 68.8 68.8 Tinggi 13 Rif 50.0 66.3 66.3 Tinggi 14 San 55.0 73.8 73.8 Tinggi 15 Ver 60.0 71.3 71.3 Tinggi 16 Wir 60.0 65.0 65.0 Cukup 17 Neo 70.0 71.3 71.3 Tinggi 18 Roh 75.0 68.8 68.8 Tinggi 19 Far 75.0 66.3 66.3 Tinggi 20 Tsa 70.0 68.8 68.8 Tinggi 21 Cin 65.0 65.0 65.0 Cukup 22 Ibn 65.0 71.3 71.3 Tinggi 23 Axe 70.0 72.5 72.5 Tinggi 24 Ayu 80.0 73.8 73.8 Tinggi Jumlah 1570.0 1706.3 1706.3
-Nilai rata-rata 65.4 71.1 71.1 Tinggi
Berdasarkan table rekapitulasi data minat belajar siswa siklus I diatas,
terdapat 2 siswa (8,3%) termasuk dalam kategori cukup, 21 siswa (87,5%)
termasuk dalam kategori tinggi, dan 1 siswa (4,16%) dalam kondisi sangat tinggi.
Dari perhitungan tersebut, rata-rata minat belajar siswa kelas IVA adalah 71,1
2. Prestasi belajar
Prestasi belajar siswa diukur dengan memberikan soal evaluasi
yang dikerjakan secara individu berupa 15 soal pilihan ganda untuk
masing-masing siklus sebagai penilaian aspek kognitif yang diberikan
pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Prestasi belajar ini dikhususkan
pengambilan data berdasarkan aspek kognitif yang dirasa lebih mudah
dengan mengolah angka hasil belajar siswa. Berikut ini adalah data
prestasi belajar siklus I.
Tabel 27. Prestasi Belajar Siswa Siklus I No. Nama Siswa Nilai Kognitif Ketuntasan 1 Ami 78.6 Tuntas
2 Ard 50.0 Tidak Tuntas
3 Isa 78.6 Tuntas
4 Arv 42.9 Tidak Tuntas
5 Cah 57.1 Tidak Tuntas
6 Des 78.6 Tuntas 7 Fik 78.6 Tuntas 8 Mau 71.4 Tuntas 9 Fia 71.4 Tuntas 10 Nab 78.6 Tuntas 11 Riz 71.4 Tuntas
12 Dit 64.3 Tidak Tuntas
13 Rif 71.4 Tidak Tuntas
14 San 64.3 Tidak Tuntas
15 Ver 64.3 Tidak Tuntas
16 Wir 64.3 Tidak Tuntas
17 Neo 78.6 Tuntas
18 Roh 78.6 Tuntas
19 Far 64.3 Tidak Tuntas
20 Tsa 78.6 Tuntas
21 Cin 64.3 Tidak Tuntas
22 Ibn 71.4 Tuntas
23 Axe 64.3 Tidak Tuntas
24 Ayu 64.3 Tidak Tuntas
Jumlah 1650.0
-Nilai rata-rata
Persentase ketuntasan
54,16% (12 orang)
Berdasarkan table rekapitulasi prestasi belajar siswa siklus I diatas,
terdapat 13 siswa (54,16%) mendapatkan nilai ≥ KKM (65) terdapat 11 siswa (45,83%) mendapatkan nilai dibawah KKM (65). Dari perhitungan
tersebut, didapat nilai rata-rata prestasi belajar siswa Kelas IVA adalah
65,6.