BAB 5 PEMBAHASAN
5.7 Faktor Kepemimpinan yang Memengaruhi Kinerja Dokter
Kutacane
Secara umum informan mengakui bahwa pernah ada instruksi tentang instruksi tentang untuk mempermudah kerja dokter dalam pengisian rekam medis yang biasanya diletakan pada meja kerja dokter agar seperti koding untuk tindakan dan diagnosa agar dapat menghemat waktu dan mempercepat dalam pengisian dan
untuk mempermudah klaim jasa pelayanan dan pernah diinformasikan pada waktu rapat mingguan tetapi karena tidak adanya pengawasan dari pihak manajemen rumah sakit dan tidak adanya kesepakatan dan pemahaman yang sama antara dokter dan pihak manajemen klaim tentang instruksi tersebut tetap membuat rekam medis tidak lengkap dan lama dalam proses pengembaliaanya dan biasanya yang mengingatkan adalah perawat atau dari unit rekam medis. Idealnya pembuatan instruksi pengisian rekam medis harus bersama-sama oleh unit yang terkait agar instruksi yang dibuat dapat dijalankan dengan baik.
Berdasarkan wawancara mendalam yang dilakukan dengan pihak manajer bahwa informasi ataupun instruksi tentang pengisian rekam medis sudah pernah dilakukan tetapi akibat kurangnya pengawasan atau supervisi hal ini tidak sering disosialisasikan lagi sehinggga tetap membuat rekam medis banyak yang tidak lengkap. Ilyas (2002) menyatakan bahwa variabel supervisi yang terdapat pada kelompok variabel organisasi sangat penting pengaruhnya dengan kinerja individu.
Pimpinan rumah sakit hendaknya menyadari bahwa kerugian yang diakibatkan dari minimnya informasi medis dalam rekam medis amatlah besar resikonya. Untuk meminimalkan resiko tersebut perlu adanya tindakan pengantisipasian oleh manajemen.
Hal ini telah ditanyakan kepada bagian rekam medis yang diwakili oleh kepala ruangan rekam medis tentang informasi akan instruksi dalam mempermudah dokter dalam mengisi rekam medis menyatakan bahwa tidak ada pemahaman yang sama dalam memahami instruksi yang dibuat untuk dokter dalam melengkapi rekam
medis dan ini telah berlangsung lama dan sudah sering dilaporkan kepada pihak manajer rumah sakit tetapi belum pernah mendapat perhatian yang khusus. Unit rekam medis belum mendapatkan pelatihan tentang rekam medis kalaupun ada hanya 2 atau 3 orang saja yang mendapatkan pelatihan dan tidak ada pelatihan yang berkesinambungan serta tidak didukung oleh sarana dan prasarana untuk mendukung kelancaran rekam medis sehingga pemahaman tentang itu masih kurang. Petugas rekam medis yang mempunyai latar belakang pendidikan rekam medis hanya ada 1 orang, jumlah tersebut tidak mencukupi untuk menganalisis berkas rekam medis.
Keberadaan petugas dengan latar belakang pendidikan rekam medis sangat perlu karena memiliki pengetahuan rekam medis dan kesehatan serta informasi kesehatan (Hatta,2002). Manajer rumah sakit juga mengatakan bahwa pelatihan rekam medis belum diberikan secara optimal disebabkan oleh kendala pendanaan tetapi hal ini akan ditingkatkan.
BAB 6
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
1. Angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di RSU H Sahudin Kutacane masih tinggi
2. Tanggungjawab dokter dalam proses kelengkapan rekam medis rawat inap RSU H Sahudin Kutacane masih kurang, yaitu mendokumentasikan fakta - fakta selama perawatan dan hasil observasi yang lengkap, akurat, tepat waktu dan layak, meliputi diagnosa, anamnese awal dan resume.
3. Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan observasi diketahui bahwa pengetahuan,motivasi,sikap dan kepemimpinan merupakan faktor-faktor yang memengaruhi kinerja dokter dalam kelengkapan pencatatan rekam medis rawat inap di RSU H Sahudin Kutacane.
4. Belum adanya kesepakatan tentang bagaimana cara untuk mensosialisasikan instruksi pengisian yang benar. Instruksi pengisian itu sendiri masih memiliki banyak kekurangan, terutama dalam cara pengkoreksian, pembuatan resume medis dan singkatan yang disepakati bersama.
5. Kurangnya pengawasan dari pihak manajemen rumah sakit tentang pengelolaan rekam medis
6.2 Saran
1. Perlunya SOP yang jelas bagi semua personil untuk memudahkan pekerjaan dan pelaksanaan proses kelengkapan pengisian rekam medis serta evaluasinya.
2. Perlunya manajemen rumah sakit untuk melakukan pengawasan terhadap semua komponen rumah sakit terutama dokter dalam pengisian rekam medis.
3. Perlu adanya pertemuan rutin untuk mengkordinasikan unit satu dengan yang lainnya dan bersama-sama mengevaluasi hasil temuan penyebab rekam medis yang tidak lengkap dan mencari jalan keluar yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
Aditama, Y.T, 2006. Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Edisi ke 2 Universitas Indonesia, Jakarta.
Andrew, Mc. Ghie., 1996. Penerapan Psikologis dalam Perawatan, Yayasan Elsenta Medica dan Andi, Yogyakarta.
Anggraini, S, 2007. Hubungan Motivasi dan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Djasamen Saragih Pematang Siantar, Medan : Tesis PS AKK SPs USU.
Arep, I & Tanjung, Hendri, 2003. Manajemen Motivasi. PT Gramedia Widia Sarana Indonesia, Jakarta.
Arif, Sabarguna B.S. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Yogyakarta.
Azwar, 2005. Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan, IDI, Jakarta.
Budiarso W., 2007. Undang- Undang Perlindungan Konsumen dan Dampaknya bagi Rumah Sakit, Persi Pusat, Jakarta.
Chairunnisa, 2000. Kajian Aspek Kelengkapan dan Legalitas Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit Jantung Harapan Kita 1998. Tesis Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit, Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia.
Depkes RI, 2000. Buku Pedoman Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit ( Konsep Dasar dan Prinsip ) Jakarta
________, 2004. UU No. 29 tentang Praktik Kedokteran. Biro Hukum Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
________, 2005. Indikator Kinerja Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta.
________, 2007. Standar Pelayanan Medik. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta.
Elynar, L, 2008. Pengaruh Karakteristik Individu dan Motivasi Ekstrinstik Terhadap Kinerja Dokter dalam kelengkapan Pengisian Rekam Medis pasien Rawat Inap di Rumah Sakit PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Tahun 2008, Medan : Tesis Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara
Gibson, James F. John, Ivan Cevich M dan James Donelly H, 1996. Organisasi Perilaku Struktur dan Proses. Jilid I. Binarupa Aksara,Jakarta.
Hamidi, 2010. Metode Penelitian Kualitatif : Pendekatan Praktis, Penulisan Proposal dan laporan Penelitian. Malang : UMM Press
Hanafiah, MJ dan Amir, A., 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG
Handoko, TT, 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta : Andi Offset
Hasibuan, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.
Hatta, G., 2002. Determinan dan Pengembangan Model Rekam Kesehatan Antenatal Informasi, Disertasi. Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia
________,2003. Pendidikan Rekam Medis, Makalah pada Seminar Nasional Kongres dan rakernas I-III PORMIKI, Jakarta : Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia
Huffman, Edna K., 1994. Health Information Management. USA : Physicians Record Company, Berwyn, Illionois
Ilyas, Y, 2002. Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian. Jakarta ; Pusat kajian Ekonomi Kesehatan FKM Universitas Indonesia
Mardiani, 2013. Pengaruh Karakteristik Individu, Iklim Kerja dan Motivasi Ekstristik Terhadap Kelengkapan Rekam Medis Dalam Manajemen Klaim Pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Zainal Abidin Banda Aceh, S2 IKM, USU
Ningrum, DJ, 2001. Laporan Magang Informasi Kesehatan dan Rekam Medis, Jakarta, UI
Notoatmodjo, S, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Cetakan I. Jakarta PT Rineka Cipta
Pamungkas, Tiara Wahyu, 2010. Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Jurnal KesMas 4 (1) : 1-5 Januari 2010
Prawirosentono, Suryadi. 1999. Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta BP FE
94
Profil RSU H Sahudin Kutacane 2012. Rumah Sakit Umum H Sahudin Kutacane, Aceh Tenggara.
Purnamawati, 2008. Pengaruh Faktor Predisposisi, Pendorong dan Pendukung Terhadap Pencatatan Rekam Medis sesuai dengan Undang-Undang RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran di RSUP H Adam Malik , Medan : PS AKK SPs USU.
Purnomo, B., 2004. Hukum Kesehatan, Aditya Media, Yogyakarta.
Ratmanasuci, Ria Yudha Permata. 2008. Analisis Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Kota Semarang Tahun 2008. Tesis FKM UNDIP.
Robbin, S, 2001. Perilaku Organisasi, Jilid I dan II Edisi VII, Jakarta PT Prehalindo.
Siregar, S, 2009. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kemampuan Berkomunikasi Kepala Bidang Terhadap Kinerja Pegawai Pelayanan Keperawatan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah, Sumatera Utara : PS AKK SPs USU.
Timpe, D.A., 2002. Motivasi Pegawai : Seri Sumber Daya Manusia. PT. Elex Media Komputindo, Yogyakarta.
Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.
Biro Hukum Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.
Waruna, 2003. Analisis Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pencatatan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan : Tesis USU
Wijayanti, F, 1999. Laporan Magang Manajamen Informasi Kesehatan dan Rekam Medis, Jakarta UI
Wijono, 2000. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Volume 1 : Surabaya : Airlangga University Press
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK DOKTER
Nama Pewawancara : Tanggal : Tempat : Nama Informan :
I. PETUNJUK UMUM
1. Sampaikan ucapan terima kasih kepada informan atas kesediaannya dan waktu yang telah diluangkan untuk diwawancarai. Ini merupakan hal yang sangat penting
2. Jelaskan tentang maksud dan tujuan wawancara.
II. PETUNJUK WAWANCARA MENDALAM
1. Wawancara dilakukan oleh pewawancara yaitu peneliti sendiri.
2. Informan bebas untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, saran dan komentar.
3. Pendapat, pengalaman, saran dan komentar informan sangat bernilai.
4. Jawaban tidak ada yang benar atau salah karena wawancara ini untuk kepentingan penelitian dan tidak ada penilaian.
5. Semua pendapat, pengalaman, saran dan komentara akan dijamin kerahasiaannya.
6. Wawancara ini akan direkam pada tape recorder untuk membantu ingatan pencatat.
III. PELAKSANAAN WAWANCARA MENDALAM A. Perkenalan
1. Perkenalan dari pewawancara dengan pencatat.
2. Perkenalan dari informan dengan menyebut nama, umur, pendidikan dan pekerjaan.
B. Pokok Bahasan
1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?
2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?
3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?
4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?
5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?
6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?
7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?
8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?
9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ? 10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang
selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?
PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM
UNTUK PIHAK MANAJEMEN RSU H SAHUDIN KUTACANE
Nama Pewawancara : Tanggal : Tempat : Nama Informan :
I. PETUNJUK UMUM
1. Sampaikan ucapan terima kasih kepada informan atas kesediaannya dan waktu yang telah diluangkan untuk diwawancarai. Ini merupakan hal yang sangat penting
2. Jelaskan tentang maksud dan tujuan wawancara.
II. PETUNJUK WAWANCARA MENDALAM
1. Wawancara dilakukan oleh pewawancara yaitu peneliti sendiri.
2. Informan bebas untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, saran dan komentar.
3. Pendapat, pengalaman, saran dan komentar informan sangat bernilai.
4. Jawaban tidak ada yang benar atau salah karena wawancara ini untuk kepentingan penelitian dan tidak ada penilaian.
5. Semua pendapat, pengalaman, saran dan komentara akan dijamin kerahasiaannya.
6. Wawancara ini akan direkam pada tape recorder untuk membantu ingatan pencatat.
II. PELAKSANAAN WAWANCARA MENDALAM A. Perkenalan
1. Perkenalan dari pewawancara dengan pencatat.
2. Perkenalan dari informan dengan menyebut nama, umur, pendidikan dan pekerjaan.
B. Pokok Bahasan
1. Bagaimana kebijakan manajemen rumah sakit yang dilakukan selama ini sebagai upaya untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis
2. Apakah ada evaluasi yang dilakukan untuk menilai kelengkapan rekam medis
3. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk dan cara pengelolaan rekam medis
4. Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan untuk memotivasi pengisian rekam medis
5. Bagaimana komite medis berperan dalam memotivasi pengisian rekam medis
HASIL WAWANCARA MENDALAM
Nama pewawancara : Yosi Elisa
Tanggal : 4 Nopember 2013
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane
Nama Informan : dr.PS
1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?
“Kurang lengkap yach tetapi kalau angkanya saya tidak tahu pasti”
2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?
“Maksudnya peranan secara umum yach, kewajiban kami hanya mengisi yang medis- medis aja”
3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?
“Oo itu sama yang saya bilang tadi halaman yang harus diisi itu informent consent,perintah dokter sama tanda tangan jangan lupa”
4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?
“Kriteria kelengkapannya kalau dilihat yach banyak juga kayak diagnosa,informed consent,terapi,ampe lembar konsultasi harus semua diisi itu baru lengkap”
5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?
“Perawatlah tapi nomor dah ada dari RM”
6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?
“Maksudnya pulang sembuh atau lain-lain ? baiknya ditulis semua”
7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?
“Nggak sering-sering kali sich tapi pernah biasanya tanda tangan”
8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?
“Ada sekalian tentang waktu pengembaliaannya lagi dikasih tahu”
9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?
“Saya tau nya dari perawat waktu selesai rapat termasuk tentang rekam medis”
10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?
“Belum perlu kita masih bisa diingatkan”
Nama pewawancara : Yosi Elisa
Tanggal : 5 Nopember 2013
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane
Nama Informan : dr.NA
1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?
“Cukup tinggi lah tapi persennyaa ngaak tau nggak pernah dikasih tau sich”
2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?
“Lengkapilah yang menjadi kewajiban khan itu berguna juga tuk kita nantinya”
3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?
“Kek yang saya bilang tadi kewajiban aja yang diisi kayak informed consent,SKBN, perintah dokter trus tanda tangan ”
4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?
“Lengkap itu bukan cuma dokternya aja yang dilihat tapi semuanya mulai dari status pasien,perjalanan penyakit,diagnosa penyakit dari awal ampe pulang sampai semua tindakan sekecil-kecilnya harus ditulis lengkap”
5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?
“Biasanya perawat tapi kalo kelewatan kita isiin juga”
6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?
“Idealnya sich ditulis semua penyebab tapi kalo yang pulang paksa belum pernah ada sepengetahuan saya ya”
7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?
“Kadang ada juga yang belum lengkap,perawat aja yang mengingatkan”
8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?
“Ada didinding sama dimeja dibuat biar doketr sama perawat jangan lupa tapi sekarang nggak tahu saya dah kemana tapi saya pernah lihat kok’
9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?
“Ada kok dikasih tahu”
10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?
“Belum ada khan belum berat-berat banget kasih tau lisan aja kayaknya dah cukup tapi kalau harus bertahap dulu dech lebih enak’
Nama pewawancara : Yosi Elisa
Tanggal : 7 Nopember 2013
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane
Nama Informan : dr. MA
1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?
“ga tau juga tetapi saya selalu isi rekam medis kok”
2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?
“Peran dokter penting apalagi dalam mengisi status (RM) yang di bagian – bagian yang memang Cuma dokter yang bisa mengisinya”
3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?
“Instruksi dokter, informend consent kalau ada tindakan,resume medis”
4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?
“Sepengetahuan saya lengkap itu semua lembaran distatus harus ditulis mulai dari nama,umur,dll,perintah dokter,diagnosa,terapi kalau ada,lembar konsultasi sampai dengan tanda tangan itu baru lengkap”
5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?
“Dua-duanya perawat”
6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?
“Pulang sembuh atau meninggal nich ? semuanya ya termasuk kemauan sendiri ditulislah semuanya tapi pulang paksa namanya saya belum jelas wajib atau nggak dibuat resume medisnya”
7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?
“Pernah tapi nggak sering kok,yang mengingatkan perawat aja kok belum ada lah RM yang pernah bilang sama saya”
8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?
“Kayaknya ada tapi belum pernah lihat langsung coba tanya ke RM”
9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?
“Kalo dah rapat minggguan ada perubahan baru semua dikasih tau”
10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?
“Sanksinya bertahap dulu yach tapi kalau masih bisa diselesaikan dengan lisan aja nggak perlu sanksi kayaknya”
Nama pewawancara : Yosi Elisa
Tanggal : 8 Nopember 2013
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane
Nama Informan : dr. BD
1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?
“Pastinya berapa saya kurang tau tapi pasti tinggi ya karena sering jadi maslah waktu pengklaiman jasa”
2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?
“Kewajiban saya sudah saya lakukan yaitu mengisi halaman- halaman pada status yang harus saya isi’
3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?
“Resume medis, informent consent kalo da tindakan trus sama tanda tangan kadang – kadang juga da ngisi SKBN”
4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?
“Kalau tuk dokter idealnya semua harus isi diagnosa,tindakan,perjalanan penyakit,konsultasi tapi itu khan idealnya
5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?
“Nomor dari RM tapi kalo nama perawat yang ngisiin”
6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?
“Baiknya ditulis semua yang keluar sembuh,rujukan,meninggal,pulang sendiri juga biar jelas nantinya
7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?
“Kalo di ruangan mungkin pernah ya tapi kalo tuk IGD belum pernah diingatkan khan statusnya langsung dibawa ke ruangan”
8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?
“Ada setiap meja dokter dan perawat diruangan dulu disisipin sama didinding untuk waktu pengembaliaanya RM”
9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?
“Seingat saya pernah dikasih tau ada itu tentang rekam medis”
10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?
“Bertahap dulu sanksinya dari yang ringan baru berat sesuaikan dengan kesalahan”
Nama pewawancara : Yosi Elisa
Tanggal : 11 Nopember 2013
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane
Nama Informan : dr. E
1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?
“Pasti tinggi lah karena khan RM nya masih manual kek gitu selalu banyak yang hilang tapi angkanya saya ngk tahu juga”
2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?
“Peranan dokter dalam status isilah semua bagian dalam status yang menjadi kewajiban selengkap mungkin”
3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?
“Kewajiban kami mengisi halaman di status mengisi resume medis, instruksi dokter, informed consent ditanda tangani kadang ada juga mengisi SKBN”
4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?
“Kalau untuk dokter sama kayak tadi informed consent,perjalanan penyakit,diagnosa sama instruksi dokter tuk perawat”
5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?
“Petuigas RM ngasih nomor tapi nama kalo dirawat inap perawat yang isiin”
6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?
“Resume medisnya maunya ditulis semua mau sembuh,meninggal minta rujukan ke medan tapi tuk pulang sendiri saya belum pernah buat”
7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?
“Pernah tapi tidak sering biasanya lisan aja sama perawat”
8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?
“Ada instruksi kek gitu dari RM yang nempel atau buat dimeja”
9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?
“Secara langsung diumumkan waktu rapat mingguan ada kok dikasih tau”
10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?
“Belum pernah ada sanksi disini khan masih bisa dibilangin tapi kalu pun nanti ada maunya saya pelan-pelan dulu sanksinya”
Nama pewawancara : Yosi Elisa
Tanggal : 12 Nopember 2013
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane
Tempat : RSU H Sahudin Kutacane