• Tidak ada hasil yang ditemukan

Saran

Dalam dokumen YOSI ELISA /IKM (Halaman 114-0)

BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN

6.2 Saran

1. Perlunya SOP yang jelas bagi semua personil untuk memudahkan pekerjaan dan pelaksanaan proses kelengkapan pengisian rekam medis serta evaluasinya.

2. Perlunya manajemen rumah sakit untuk melakukan pengawasan terhadap semua komponen rumah sakit terutama dokter dalam pengisian rekam medis.

3. Perlu adanya pertemuan rutin untuk mengkordinasikan unit satu dengan yang lainnya dan bersama-sama mengevaluasi hasil temuan penyebab rekam medis yang tidak lengkap dan mencari jalan keluar yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Aditama, Y.T, 2006. Manajemen Administrasi Rumah Sakit, Edisi ke 2 Universitas Indonesia, Jakarta.

Andrew, Mc. Ghie., 1996. Penerapan Psikologis dalam Perawatan, Yayasan Elsenta Medica dan Andi, Yogyakarta.

Anggraini, S, 2007. Hubungan Motivasi dan Kinerja Petugas Rekam Medis di Rumah Sakit Umum Daerah Djasamen Saragih Pematang Siantar, Medan : Tesis PS AKK SPs USU.

Arep, I & Tanjung, Hendri, 2003. Manajemen Motivasi. PT Gramedia Widia Sarana Indonesia, Jakarta.

Arif, Sabarguna B.S. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Yogyakarta.

Azwar, 2005. Program Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan, IDI, Jakarta.

Budiarso W., 2007. Undang- Undang Perlindungan Konsumen dan Dampaknya bagi Rumah Sakit, Persi Pusat, Jakarta.

Chairunnisa, 2000. Kajian Aspek Kelengkapan dan Legalitas Rekam Medis Rawat Inap Rumah Sakit Jantung Harapan Kita 1998. Tesis Program Studi Kajian Administrasi Rumah Sakit, Program Pasca Sarjana, Universitas Indonesia.

Depkes RI, 2000. Buku Pedoman Upaya Peningkatan Mutu Pelayanan Rumah Sakit ( Konsep Dasar dan Prinsip ) Jakarta

________, 2004. UU No. 29 tentang Praktik Kedokteran. Biro Hukum Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

________, 2005. Indikator Kinerja Rumah Sakit. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta.

________, 2007. Standar Pelayanan Medik. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik, Jakarta.

Elynar, L, 2008. Pengaruh Karakteristik Individu dan Motivasi Ekstrinstik Terhadap Kinerja Dokter dalam kelengkapan Pengisian Rekam Medis pasien Rawat Inap di Rumah Sakit PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) Tahun 2008, Medan : Tesis Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara

Gibson, James F. John, Ivan Cevich M dan James Donelly H, 1996. Organisasi Perilaku Struktur dan Proses. Jilid I. Binarupa Aksara,Jakarta.

Hamidi, 2010. Metode Penelitian Kualitatif : Pendekatan Praktis, Penulisan Proposal dan laporan Penelitian. Malang : UMM Press

Hanafiah, MJ dan Amir, A., 1999. Etika Kedokteran dan Hukum Kesehatan, Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran ECG

Handoko, TT, 2001. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia, Yogyakarta : Andi Offset

Hasibuan, 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta.

Hatta, G., 2002. Determinan dan Pengembangan Model Rekam Kesehatan Antenatal Informasi, Disertasi. Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

________,2003. Pendidikan Rekam Medis, Makalah pada Seminar Nasional Kongres dan rakernas I-III PORMIKI, Jakarta : Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia

Huffman, Edna K., 1994. Health Information Management. USA : Physicians Record Company, Berwyn, Illionois

Ilyas, Y, 2002. Kinerja, Teori, Penilaian dan Penelitian. Jakarta ; Pusat kajian Ekonomi Kesehatan FKM Universitas Indonesia

Mardiani, 2013. Pengaruh Karakteristik Individu, Iklim Kerja dan Motivasi Ekstristik Terhadap Kelengkapan Rekam Medis Dalam Manajemen Klaim Pada Pasien Rawat Inap di RSUD Dr. Zainal Abidin Banda Aceh, S2 IKM, USU

Ningrum, DJ, 2001. Laporan Magang Informasi Kesehatan dan Rekam Medis, Jakarta, UI

Notoatmodjo, S, 2003. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Cetakan I. Jakarta PT Rineka Cipta

Pamungkas, Tiara Wahyu, 2010. Analisis Ketidaklengkapan Pengisian Rekam Medis di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Yogyakarta.Jurnal KesMas 4 (1) : 1-5 Januari 2010

Prawirosentono, Suryadi. 1999. Kebijakan Kinerja Karyawan. Yogyakarta BP FE

94

Profil RSU H Sahudin Kutacane 2012. Rumah Sakit Umum H Sahudin Kutacane, Aceh Tenggara.

Purnamawati, 2008. Pengaruh Faktor Predisposisi, Pendorong dan Pendukung Terhadap Pencatatan Rekam Medis sesuai dengan Undang-Undang RI No. 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran di RSUP H Adam Malik , Medan : PS AKK SPs USU.

Purnomo, B., 2004. Hukum Kesehatan, Aditya Media, Yogyakarta.

Ratmanasuci, Ria Yudha Permata. 2008. Analisis Kelengkapan Pengisian Dokumen Rekam Medis Rawat Inap di RSUD Kota Semarang Tahun 2008. Tesis FKM UNDIP.

Robbin, S, 2001. Perilaku Organisasi, Jilid I dan II Edisi VII, Jakarta PT Prehalindo.

Siregar, S, 2009. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Kemampuan Berkomunikasi Kepala Bidang Terhadap Kinerja Pegawai Pelayanan Keperawatan Jiwa di Rumah Sakit Jiwa Daerah, Sumatera Utara : PS AKK SPs USU.

Timpe, D.A., 2002. Motivasi Pegawai : Seri Sumber Daya Manusia. PT. Elex Media Komputindo, Yogyakarta.

Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

Biro Hukum Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Waruna, 2003. Analisis Beberapa Faktor Yang Berhubungan Dengan Kelengkapan Pencatatan Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan : Tesis USU

Wijayanti, F, 1999. Laporan Magang Manajamen Informasi Kesehatan dan Rekam Medis, Jakarta UI

Wijono, 2000. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan, Volume 1 : Surabaya : Airlangga University Press

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM UNTUK DOKTER

Nama Pewawancara : Tanggal : Tempat : Nama Informan :

I. PETUNJUK UMUM

1. Sampaikan ucapan terima kasih kepada informan atas kesediaannya dan waktu yang telah diluangkan untuk diwawancarai. Ini merupakan hal yang sangat penting

2. Jelaskan tentang maksud dan tujuan wawancara.

II. PETUNJUK WAWANCARA MENDALAM

1. Wawancara dilakukan oleh pewawancara yaitu peneliti sendiri.

2. Informan bebas untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, saran dan komentar.

3. Pendapat, pengalaman, saran dan komentar informan sangat bernilai.

4. Jawaban tidak ada yang benar atau salah karena wawancara ini untuk kepentingan penelitian dan tidak ada penilaian.

5. Semua pendapat, pengalaman, saran dan komentara akan dijamin kerahasiaannya.

6. Wawancara ini akan direkam pada tape recorder untuk membantu ingatan pencatat.

III. PELAKSANAAN WAWANCARA MENDALAM A. Perkenalan

1. Perkenalan dari pewawancara dengan pencatat.

2. Perkenalan dari informan dengan menyebut nama, umur, pendidikan dan pekerjaan.

B. Pokok Bahasan

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ? 10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang

selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

PEDOMAN WAWANCARA MENDALAM

UNTUK PIHAK MANAJEMEN RSU H SAHUDIN KUTACANE

Nama Pewawancara : Tanggal : Tempat : Nama Informan :

I. PETUNJUK UMUM

1. Sampaikan ucapan terima kasih kepada informan atas kesediaannya dan waktu yang telah diluangkan untuk diwawancarai. Ini merupakan hal yang sangat penting

2. Jelaskan tentang maksud dan tujuan wawancara.

II. PETUNJUK WAWANCARA MENDALAM

1. Wawancara dilakukan oleh pewawancara yaitu peneliti sendiri.

2. Informan bebas untuk menyampaikan pendapat, pengalaman, saran dan komentar.

3. Pendapat, pengalaman, saran dan komentar informan sangat bernilai.

4. Jawaban tidak ada yang benar atau salah karena wawancara ini untuk kepentingan penelitian dan tidak ada penilaian.

5. Semua pendapat, pengalaman, saran dan komentara akan dijamin kerahasiaannya.

6. Wawancara ini akan direkam pada tape recorder untuk membantu ingatan pencatat.

II. PELAKSANAAN WAWANCARA MENDALAM A. Perkenalan

1. Perkenalan dari pewawancara dengan pencatat.

2. Perkenalan dari informan dengan menyebut nama, umur, pendidikan dan pekerjaan.

B. Pokok Bahasan

1. Bagaimana kebijakan manajemen rumah sakit yang dilakukan selama ini sebagai upaya untuk meningkatkan kelengkapan rekam medis

2. Apakah ada evaluasi yang dilakukan untuk menilai kelengkapan rekam medis

3. Bagaimana upaya yang dilakukan untuk memperbaiki bentuk dan cara pengelolaan rekam medis

4. Bagaimana langkah-langkah yang dilakukan untuk memotivasi pengisian rekam medis

5. Bagaimana komite medis berperan dalam memotivasi pengisian rekam medis

HASIL WAWANCARA MENDALAM

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 4 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr.PS

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“Kurang lengkap yach tetapi kalau angkanya saya tidak tahu pasti”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Maksudnya peranan secara umum yach, kewajiban kami hanya mengisi yang medis- medis aja”

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Oo itu sama yang saya bilang tadi halaman yang harus diisi itu informent consent,perintah dokter sama tanda tangan jangan lupa”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Kriteria kelengkapannya kalau dilihat yach banyak juga kayak diagnosa,informed consent,terapi,ampe lembar konsultasi harus semua diisi itu baru lengkap”

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Perawatlah tapi nomor dah ada dari RM”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

“Maksudnya pulang sembuh atau lain-lain ? baiknya ditulis semua”

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

“Nggak sering-sering kali sich tapi pernah biasanya tanda tangan”

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

“Ada sekalian tentang waktu pengembaliaannya lagi dikasih tahu”

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?

“Saya tau nya dari perawat waktu selesai rapat termasuk tentang rekam medis”

10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

“Belum perlu kita masih bisa diingatkan”

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 5 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr.NA

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“Cukup tinggi lah tapi persennyaa ngaak tau nggak pernah dikasih tau sich”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Lengkapilah yang menjadi kewajiban khan itu berguna juga tuk kita nantinya”

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Kek yang saya bilang tadi kewajiban aja yang diisi kayak informed consent,SKBN, perintah dokter trus tanda tangan ”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Lengkap itu bukan cuma dokternya aja yang dilihat tapi semuanya mulai dari status pasien,perjalanan penyakit,diagnosa penyakit dari awal ampe pulang sampai semua tindakan sekecil-kecilnya harus ditulis lengkap”

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Biasanya perawat tapi kalo kelewatan kita isiin juga”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

“Idealnya sich ditulis semua penyebab tapi kalo yang pulang paksa belum pernah ada sepengetahuan saya ya”

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

“Kadang ada juga yang belum lengkap,perawat aja yang mengingatkan”

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

“Ada didinding sama dimeja dibuat biar doketr sama perawat jangan lupa tapi sekarang nggak tahu saya dah kemana tapi saya pernah lihat kok’

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?

“Ada kok dikasih tahu”

10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

“Belum ada khan belum berat-berat banget kasih tau lisan aja kayaknya dah cukup tapi kalau harus bertahap dulu dech lebih enak’

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 7 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr. MA

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“ga tau juga tetapi saya selalu isi rekam medis kok”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Peran dokter penting apalagi dalam mengisi status (RM) yang di bagian – bagian yang memang Cuma dokter yang bisa mengisinya”

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Instruksi dokter, informend consent kalau ada tindakan,resume medis”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Sepengetahuan saya lengkap itu semua lembaran distatus harus ditulis mulai dari nama,umur,dll,perintah dokter,diagnosa,terapi kalau ada,lembar konsultasi sampai dengan tanda tangan itu baru lengkap”

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Dua-duanya perawat”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

“Pulang sembuh atau meninggal nich ? semuanya ya termasuk kemauan sendiri ditulislah semuanya tapi pulang paksa namanya saya belum jelas wajib atau nggak dibuat resume medisnya”

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

“Pernah tapi nggak sering kok,yang mengingatkan perawat aja kok belum ada lah RM yang pernah bilang sama saya”

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

“Kayaknya ada tapi belum pernah lihat langsung coba tanya ke RM”

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?

“Kalo dah rapat minggguan ada perubahan baru semua dikasih tau”

10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

“Sanksinya bertahap dulu yach tapi kalau masih bisa diselesaikan dengan lisan aja nggak perlu sanksi kayaknya”

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 8 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr. BD

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“Pastinya berapa saya kurang tau tapi pasti tinggi ya karena sering jadi maslah waktu pengklaiman jasa”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Kewajiban saya sudah saya lakukan yaitu mengisi halaman- halaman pada status yang harus saya isi’

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Resume medis, informent consent kalo da tindakan trus sama tanda tangan kadang – kadang juga da ngisi SKBN”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Kalau tuk dokter idealnya semua harus isi diagnosa,tindakan,perjalanan penyakit,konsultasi tapi itu khan idealnya

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Nomor dari RM tapi kalo nama perawat yang ngisiin”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

“Baiknya ditulis semua yang keluar sembuh,rujukan,meninggal,pulang sendiri juga biar jelas nantinya

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

“Kalo di ruangan mungkin pernah ya tapi kalo tuk IGD belum pernah diingatkan khan statusnya langsung dibawa ke ruangan”

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

“Ada setiap meja dokter dan perawat diruangan dulu disisipin sama didinding untuk waktu pengembaliaanya RM”

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?

“Seingat saya pernah dikasih tau ada itu tentang rekam medis”

10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

“Bertahap dulu sanksinya dari yang ringan baru berat sesuaikan dengan kesalahan”

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 11 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr. E

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“Pasti tinggi lah karena khan RM nya masih manual kek gitu selalu banyak yang hilang tapi angkanya saya ngk tahu juga”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Peranan dokter dalam status isilah semua bagian dalam status yang menjadi kewajiban selengkap mungkin”

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Kewajiban kami mengisi halaman di status mengisi resume medis, instruksi dokter, informed consent ditanda tangani kadang ada juga mengisi SKBN”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Kalau untuk dokter sama kayak tadi informed consent,perjalanan penyakit,diagnosa sama instruksi dokter tuk perawat”

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Petuigas RM ngasih nomor tapi nama kalo dirawat inap perawat yang isiin”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

“Resume medisnya maunya ditulis semua mau sembuh,meninggal minta rujukan ke medan tapi tuk pulang sendiri saya belum pernah buat”

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

“Pernah tapi tidak sering biasanya lisan aja sama perawat”

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

“Ada instruksi kek gitu dari RM yang nempel atau buat dimeja”

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?

“Secara langsung diumumkan waktu rapat mingguan ada kok dikasih tau”

10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

“Belum pernah ada sanksi disini khan masih bisa dibilangin tapi kalu pun nanti ada maunya saya pelan-pelan dulu sanksinya”

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 12 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr. KH Sp.P

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“Sangat tidak lengkap terutama pada catatan- catatan dokter”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Dalam rekam medis semua punya peran dan tanggung jawab masing – masing mulai dari orang – orang di RM,perawat, dokter. Jadi lengkapilah sesuai dengan kewajiban masing – masing seperti dokter isilah status pasien dengan benar dan baik karena status itu perlu tuk kita semua nantinya”

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Mulai dari resume medis,instruksi kita tuk perawat ruangan,tindakan kalau ada dengan tanda tangan kadang juga ada surat bebas narkoba”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Mulai dari diagnosa,instruksi dokter,ringkasan riwayat klinik sampai dengan lembar konsultasi diisi semua itu baru lengkap”

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Kalau poli biasanya nomor dan nama dah diisi sama petugas RM kalo rawat inap perawat yang isiin nama karena semua status udah dikasih nomor sama petugas RM”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun?

“Resume medis salah satu yang harus diisi termasuk bila pasien pulang baik itu sembuh,wafat,pindah rumah sakit misalnya tapi khusus pulang paksa menurut saya ditulis saja sesuai keadaan tapi peraturan untuk itu belum ada saya dengar”

7. Pernahkah anda diingatkan untuk mengisi dokumen rekam medis yang tidak lengkap, baik secara lisan atau menggunakan catatan?

“Kadang-kadang diingatkan kalo ada yang lengkap sama perawat aja waktu visit ke ruangan”

8. Apakah anda mengetahui adanya instruksi yang dibuat untuk mempermudah kerja dokter?

“Ada dulu biasanya ditempel atau dibuat diruangan biar ingat”

9. Apakah anda pernah diinformasikan tentang adanya instruksi tersebut ?

“Ada informasi tentang itu tapi isinyas nggak hafal”

10. Sekiranya diberlakukan sanksi untuk mendisiplinkan tenaga medis yang selalu alpa dalam pengisian, bagaimana pendapat anda?

“Saya pikir nggak semuanya harus sampai ada sanksi tapi nanti bila ada dilakukan secara bertahap saja”

Nama pewawancara : Yosi Elisa

Tanggal : 13 Nopember 2013

Tempat : RSU H Sahudin Kutacane

Nama Informan : dr. ES Sp.B

1. Bagaimana pendapat anda mengenai angka ketidaklengkapan rekam medis rawat inap di rumah sakit?

“Cukup tinggi karena nggk semua di isi dengan detail saya lihat dari dokter yang lama”

2. Menurut anda peranan dokter sampai dimana dalam melengkapi dokumen rekam medis?

“Kewajiban kami yach mengisi halaman- halaman yang menjadi tugas kami”

3. Lembaran apa saja yang menurut dokter harus dilengkapi?

“Sama aja dirumah sakit mana aja yang harus dilengkapi kayak resume medis,informed consent,instruksi dokter sama tanda jangan jangan lupa penting itu”

4. Bagaimana kriteria dokter mengenai lengkap tidaknya dokumen yang dokter isi harus bagaimana?

“Dokternya paling tidak harus mengisi diagnosa,terapi,tindakannya dengan lembar konsultasi dengan tanda tangan”

5. Menurut dokter mengisi nama dan nomor rekam medis itu kewajiban siapa?

“Sama-samalah dokter sama perawat bisa ngisi nama di status tapi nomor biasanya udah ada langsung diisi ama petugas RM”

6. Menurut dokter dalam mengisi resume medis, apakah semua resume ditulis untuk semua pasien yang keluar dalam keadaan apapun”

“Resume medisnya wajib dibuat tapi tuk pulang paksa saya belum pernah buat

“Resume medisnya wajib dibuat tapi tuk pulang paksa saya belum pernah buat

Dalam dokumen YOSI ELISA /IKM (Halaman 114-0)