TAHAP AWAL
9 Pengetahuan teknik dan
pengalaman inovasi pada
bidangnya.
c. Sifat untuk desain
9 Struktur pola yang sederhana dan luas, dengan jaringan kerja komunikasi yang luas secara horizontal.
9 Otoritas pengambilan keputu-‐ san dimiliki oleh wirausaha. 9 Informal dan sistem kontrol
personal.
kemampuan berhitung.
TAHAP PERTUMBUHAN
9 Pengetahuan manajerial dan pengalaman, dengan menggu-‐ nakan orang lain dan sumber daya yang ada.
c. Sifat untuk desain
9 Struktur yang fungsional atau vertikal, akan tetapi saluran komunikasi informal sering digunakan.
9 Mendelegasikan otoritas pe-‐ ngambilan keputusan kepada manajer level kedua.
9 Kuasi formal (yaitu tidak terlalu kompleks atau beker-‐ jasama) dalam operasi.
LANGKAH MENUJU KEBERHASILAN BERWIRAUSAHA
Dun Steinhoff & John F. Burgess mengemukakan beberapa karakteristik yang diperlukan, untuk mencapai pengembangan keberhasilan berwira usaha, yaitu sebagai berikut: Untuk menjadi wirausaha yang sukses, seseorang harus memiliki ide atau visi bisnis yang jelas, serta kemauan dan keberanian, untuk menghadapi risiko, baik waktu maupun uang. Apabila ada kesiapan dalam menghadapi risiko, maka langkah berikutnya adalah membuat perencanaan usaha, mengorganisasikan dan menjalankannya. Agar usaha tersebut berhasil, maka selain harus bekerja keras, wirausaha juga harus mengembangkan hubungan, baik dengan mitra usaha maupun semua pihak yang terkait dengan kepentingan perusahaan (lihat gambar 4.1).
FAKTOR PENYEBAB KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN
BERWIRAUSAHA
Penyebab Keberhasilan Berwirausaha
Keberhasilan seorang wirausaha ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu : 1. Kemampuan dan kemauan. Orang yang tidak memiliki kemampuan,
tetapi banyak kemauan dan orang yang memiliki kemauan, tetapi tidak memiliki kemampuan, maka wirausaha yang bercirikan demikian, tidak akan pernah dapat menjadi wirausaha yang sukses. Contohnya, seorang pemilik kios yang memiliki kemauan untuk berjualan kebutuhan sehari-‐ hari, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengembangkannya, maka kios yang dimilikinya tidak akan dapat berubah dan berkembang. Begitu juga sebaliknya, apabila wirausaha memiliki kemampuan, baik
67
ilmu maupun keahlian berdagang, tetapi tidak memiliki kemauan/ malas, maka wirausaha terebut pun tidak akan pernah dapat sukses. 2. Tekad yang kuat dan kerja keras. Orang yang tidak memiliki tekad yang
kuat, tetapi mau bekerja keras dan orang yang suka bekerja keras, tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, maka wirausaha yang bercirikan demikian, tidak akan juga menjadi seorang wirausaha yang sukses. 3. Mengenal peluang yang ada dan berusaha meraihnya, ketika ada
kesempatan.
Gambar 4.1. Tahap Pembangunan Kewirausahaan
Sumber : Dun Steinhoff & John F. Burgess, Small Business Management
Fundamentals, 1993, McGraw Hill Co, Singapore, hal. 38. Penyebab Kegagalan Berwirausaha
Selain keberhasilan, seorang wirausaha juga selalu dibayangi oleh potensi kegagalan, yang akan memberikan lebih banyak pelajaran, dibandingkan hanya sekedar mencapai kesuksesan.
1. Seperti telah dikemukakan sebelumnya, bahwa keberhasilan atau kegagalan berwirausaha, sangat tergantung pada kemampuan pribadi wirausaha. Zimmerer (1996 : 14-‐15) mengemukakan beberapa faktor
Bertanggung jawab atas kesuksesan atau kegagalan
Membangun hubungan dengan pelanggan, karyawan, pemasok dan
lainnya
Bekerja keras
Merencanakan, mengorganisasikan dan menjalankan
Berani mengambil risiko waktu dan uang
yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya, yaitu sebagai berikut :
2. Tidak kompeten dalam hal manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan untuk mengelola suatu usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil dalam menjalankan usahanya.
3. Kurang berpengalaman, baik dalam kemampuan teknik, memvisua-‐ lisasikan usaha, mengkoordinasikan, mengelola sumber daya manusia dan mengintegrasikan operasi perusahaan.
4. Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas, mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan dalam pemeliharaan aliran kas, akan menghambat operasional perusahaan dan mengakibatkan perusahaan berjalan tidak lancar.
5. Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan, maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan usaha.
6. Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Sebaliknya, apabila lokasi usaha tidak strategis, maka dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi.
7. Kurangnya pengawasan peralatan. Pengawasan erat kaitannya, dengan efisiensi dan efektivitas. Kurangnya pengawasan, dapat mengakibatkan penggunaan peralatan (fasilitas) perusahaan, secara tidak efisien dan tidak efektif.
Gambar 4.2. Langkah Menuju Keberhasilan Dalam Berwirausaha
8. Sikap yang kurang sungguh-‐sungguh dalam berusaha. Sikap yang kurang sungguh-‐sungguh terhadap usaha, akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan terjadinya gagal menjadi lebih besar.
IDE Kemauan/ kemampuan Semangat dan Kerja Keras Loyalitas dan Jawab Wirausaha
69
9. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan / transisi kewirausahaan. Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya dapat diperoleh, apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
Selain faktor-‐faktor yang membuat kegagalan kewirausahaan, Zimmerer (1996 : 17) mengemukakan beberapa potensi yang membuat seseorang mundur dari kewirausahaan, yaitu :
1. Pendapatan yang tidak menentu. Baik pada tahap awal maupun pada tahap pertumbuhan bisnis, tidak ada jaminan untuk terus memperoleh pendapatan yang berkesinambungan, sehingga kondisi yang tidak menentu ini, dapat membuat seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha.
2. Kerugian akibat hilangnya modal investasi. Tingkat kegagalan bagi usaha baru sangatlah tinggi. Menurut Yuyun Wirasasmita (1998), tingkat mortalitas / kegagalan usaha kecil di Indonesia mencapai 78 persen dan kegagalan investasi, mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan berwirausaha. Tetapi, bagi seorang wirausaha sejati, kegagalan dapat dipandang sebagai pelajaran yang berharga.
3. Perlu kerja keras dan waktu yang lama. Wirausaha biasanya bekerja sendiri, mulai dari pembelian, pengolahan, penjualan dan pembukuan. Waktu yang lama dan keharusan bekerja keras dalam berwirausaha, mengakibatkan seseorang mengurungkan niatnya untuk menjadi seorang wirausaha. Wirausaha yang berhasil, pada umumnya menjadi-‐ kan tantangan seperti itu, sebagai peluang yang harus dihadapi dan ditekuni.
4. Kualitas kehidupan yang tetap rendah, meskipun usahanya telah berhasil. Kualitas kehidupan yang tidak segera meningkat dalam dunia usaha, akan mengakibatkan seseorang mundur dari kegiatan ber-‐ wirausaha. Misalnya, pedagang yang kualitas kehidupannya tidak meningkat, maka dirinya akan mundur dari usaha dagangnya dan masuk ke usaha yang lain.
Kegagalan juga dapat ditimbulkan, dengan dasar kelemahan, yang bersumber pada sifat pribadi yang penuh keraguan dan kehidupan tanpa pedoman, maupun orientasi yang tegas. Sifat pribadi tersebut yaitu :
1. Suka meremehkan mutu.
2. Suka menerobos atau mengambil jalan pintas. 3. Tidak memiliki kepercayaan diri.
4. Tidak berdisiplin.
5. Suka mengabaikan tanggung jawab.
Selain faktor-‐faktor tesebut, kemampuan seorang wirausaha untuk meraih kesuksesan, juga dipengaruhi oleh lingkungan dan pola pendidikan yang diperoleh dari orang tua.