• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOGOR

2012

107

DAFTAR PUSTAKA

[BBPT] Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2008.

Teknologi Budidaya Padi. Bogor: BBP2TP.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2010. Penduduk Indonesia Menurut Provinsi: Jakarta: BPS RI.

[BPS] Badan Pusat Statistik Kabupaten Indramayu. 2011. Kecamatan kandanghaur dalam angka. Indramayu: BPS Kabupaten Indramayu.

[DJP] Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 2010.

Data Produksi, Produktivitas Padi

Sawah Nasional. Diakses tanggal 24 Maret 2011.

[Dinas Pertanian Tanaman Pangan]Dearah

Sentra Penghasil Padi Provinsi Jawa Barat. Diakses tanggal 24 Maret 2011.

Abidin Z, Endri. 2009. Kinerja efisiensi teknis bank pembangunan daerah: pendekatan data envelopment analysis. Jurnal Akuntansi dan Keuangan

11(1): 21-29.

Aman M, Haji J. 2011. Determinants of technical efficiency of rose cut flower industries in Oroma Region, Ethiopia. Journal of Economics and Sustainable Development 2(6):81-88.

Brazdik F. 2006. Non-parametric analysis of technical efficiency: Factors affecting efficiency of West Java Rice Farms. Working Paper series. Charles University, Center for Economic Research and Graduate Education, Academy of Sciences of the Chzech Republic Economics Institute.

Coelli TJ, Rao DSP., O’Donell CJ., Battese GE. 2005. An Introduction to Efficiency and Productivity Analysis. Second edition. New York: Springer. Cooper WW, Seiford LM., Tone K. 2002. Data Envelopment Analysis, A

Comprehensive Text with Models, Application, References and DEA- Solver Software. Moscow: Kluwer Academic Publisher.

Dhungana BR, Peter LN, Gilbert V, Nartea. 2004. Measuring the economic inefficiency of Nepalese rice farms using data envelopment analysis. The Australian Journal of Agricultural and Resource Economics 48(2):347- 369.

108 Dumaria E. 2003. Analisis efisiensi usahatani nenas di Desa Tambakan, Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

Fernandez MDP, Nuthall PL. 2001. Farmer’s goal and efficiency in the production of sugar cane :the Phillipine case. Research Report. Farm and Horticultural Management Group, Lincoln University.

Fraser I, Hone P. 2001. Farm level efficiency and productivity measurement using panel data: wool production in South West Victoria. The Australian Journal of Agricultural and Resource Economics 45(2):215-232.

Javed MI, Adil SA, Javed MS. 2008. Efficiency analysis of rice wheat system in Punjab, Pakistan. Pak. J. Agri. Sci 45(3):95-100.

Krasachat W. 2003. Technical efficiencies of rice farms in Thailand: a non paramentric approach. Di dalam 2003 Hawaiian International Conference on Business. Proceeding of Seminar. Hanolulu, 18-21 juni 2003. Hawaiian International Conference on Business. Halaman 1-15.

Krasachat W. 2004. Technical efficiencies of rice farms in Thailand: a non paramentric approach. The Journal of American Academy of Business Cambridge: 64-69.

Krasachat W. 2007. Economics efficiency of feedlot cattle farms in Thailand. Di dalam Tropentag 2007 Conference on International Agricultural Research for Development . Proceeding of Seminar; Gottingen, 9-11 Oktober 2007. Gottingen: university of Kassel-Witzenhausen and University of Gottingen. Halaman 1-4.

Krasachat W. 2009. Technical efficiency of shrimp farms in Thailand under good agricultural practice system. Di dalam Tropentag 2009 Conference on International Research on Food Security, Natural Resource Management and Rural Development. University of Hammburg, 6-8 Oktober 2009. University of Hammburg: University of Hammburg, halaman 1-4.

Lee jun-Yen. 2005. Using DEA to measure efficiency in forest and paper companies. Forest Products Journal 55(1):58-66.

Putri VR, Lukviarman N. 2008. Pengukuran kinerja bank komersial dengan pendekatan efisiensi: studi terhadap perbankan go-public di Indonesia.

JAAI 12(1):37-52.

Sarker D, De S. 2004. Non parametric approach to study of farm efficiency in agriculture. Journal of Contemporary Asia 34(2).

109 Soekartawi, Soeharjo A, Dillon JL, Hardaker JB. 1986. Ilmu Usahatani dan

Penelitian untuk Pengambangan Petani Kecil. UI Press: Jakarta. Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. UI Press: Jakarta.

Sudaryanto B. 2006. Analisis efisiensi kinerja pengelolaan tempat pelelangan ikan (TPI) dengan Data Envelopment Analysis (DEA): studi di Kabupaten Pati dan Kabupaten Rembang Jawa Tengah.Empirika 19(2).

Yuningsih Y. 1999. Analisis optimalisasi pendapatan usahatani pada keragaman jenis usaha petani nenas (studi kasus petani nenas di Desa Bunihayu, Kecamaan Jalancagak, Kabupaten Subang, Jawa Barat) [Skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DAN PENDAPATAN

USAHATANI PADI SAWAH PENDEKATAN

DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA)

DESA KERTAWINANGUN KECAMATAN

KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU

SKRIPSI

HANNY STEPHANIE H34080151

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2012

RINGKASAN

HANNY STEPHANIE. Analisis Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu. Skripsi. Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor (Dibawah bimbingan AMZUL RIFIN).

Peningkatan jumlah penduduk Indonesia berdampak pada peningkatan permintaan tanaman pangan. Padi adalah sumber makanan pokok penduduk Indonesia. Karena itu dibutuhkan peningkatan produksi padi. Penilaian terhadap efisiensi teknis dapat menjadi salah satu analisis awal untuk menyusun kebijakan peningkatan produksi. Padi sawah adalah sistem budidaya yang paling banyak dikembangkan di Indonesia. Provinsi Jawa Barat adalah daerah penghasil padi dengan Kecamatan Kandanghaur sebagai salah satu sentra produksinya. Desa Kertawinangun adalah satu-satunya penghasil padi di Kecamatan Kandanghaur yang menggunakan irigasi teknis pada seluruh lahan padi sawahnya. Selain itu, pada tahun 2010 produktivitasnya menempati kedua tertinggi di Kecamatan Kandanghaur.

Penelitian ini dilakukan di Desa Kertawinangun pada Februari 2012. Penelitian ini menggunakan data envelopment analysis (DEA), Rank Spearman, dan gambar scatter

untuk menganalisis efisiensi teknis dan hubungannya dengan karaterisik decision making unit (DMU). Penilaian analisis efisiensi teknis dan pendapatan dilakukan pada perbandingan seluruh varietas dan pervarietas. Varietas yang dianalisis adalah Ciherang, Denok, dan Mekongga. Analisis pendapatan menggunakan pendekatan pendapatan tunai, rasio R/C, dan pendapatan bersih usahatani.

Hasil efisiensi teknis petani padi sawah Desa Kertawinangun sebesar 0,712. Sedangkan pada varietas Ciherang nilai efisiensinya sebesar 0, 877, Denok sebesar 0,780, dan Mekongga sebesar 0,705. Terdapat hubungan berbanding lurus antara nilai efisiensi teknis perbandingan seluruh varietas dengan nilai efisiensi teknis perbandingan pervarietas. Berdasarkan uji korelasi, disimpulkan tidak ada hubungan antara nilai efisiensi teknis dengan karakteristik decision making unit. Analisis pendapatan menunjukan pendapatan tunai petani di Desa Kertawinangun sebesar Rp.10.856.226, sedangkan varietas Ciherang sebesar Rp.9.804.923, Denok sebesar Rp.13.219.161, dan Mekongga sebesar Rp.16.732.697. Pendapatan tunai yang positif menunjukan usahatani di desa tersebut menguntungkan.

Analisis hubungan antara nilai efisiensi dengan rasio R/C menunjukan adanya

hubungan berbanding lurus. Sedangkan pada analisis hubungan efisiensi dengan pendapatan perhektar, hanya pendapatan perhektar dengan efisiensi perbandingan seluruh varietas dan varietas Mekongga yang memiliki hubungan.

Saran yang diberikan bagi penelitian selanjutnya adalah Hasil penelitian ini menunjukan adanya hubungan negative antara karakeristik responden dengan nilai efisiensi. Hal ini dapat menjadi bahan kajian penelitian lain baik pada lokasi dan alat analisis yang sama maupun berbeda. Tidak adanya hubungan antara karakterisktik responden dengan nilai efisiensi dapat memunculkan penelitian selanjutnya yang membahas factor lain yang mungkin mempengaruhi, seperti kemampuan manajerial maupun entrepreneurship. Penelitian selanjutnya yang menggunakan DEA sebagai alat analisis memasukan variabel pestisida sebagai salah satu variabel masukan (input)nya.

ANALISIS EFISIENSI TEKNIS DAN PENDAPATAN

USAHATANI PADI SAWAH PENDEKATAN

DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA)

DESA KERTAWINANGUN KECAMATAN

KANDANGHAUR KABUPATEN INDRAMAYU

HANNY STEPHANIE H34080151

Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada

Departemen Agribisnis

DEPARTEMEN AGRIBISNIS

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2012

Judul Skripsi : Analisis Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu

Nama : Hanny Stephanie

NIM : H34080151 Menyetujui, Pembimbing Dr. Amzul Rifin, SP, MA NIP. 19750921 200012 1 001 Diketahui

Ketua Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Nunung Kusnadi, MS NIP. 19580908 198403 1 002

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul “Analisis Efisiensi Teknis dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Pendekatan Data Envelopment Analysis (DEA) Desa Kertawinangun Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu” adalah karya sendiri dan belum diajukan dalam bentuk apapun kepada perguruan tinggi manapun. Sumber informasi yang berasal atau kutipan dari karya yang diterbitkan maupun tidak diterbitkan dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam bentuk daftar pustaka dibagian akhir skripsi ini.

Bogor, Juli 2012

Hanny Stephanie H34080151