Bagan 3.1 Proses Analisis Data Kualitatif
1. Frame Berita 5
“Edy Rahmayadi sangat dikagumi oleh pedagang”
2. Bukti frame
“pria berdarah Batak ini bersenandung sembari menari kegirangan.
“Yeyeye dapat peci pak Edy,” ucapnya sambil melompat-lompat diantara kerumunan warga yang memadati pasar Gambir. Ulah pedagang sayur ini membuat Edy, begitu sapaan Edy Rahmayadi tak kuasa menahan tawa. Beberapa pedagang lainnya tampak iri dengan Regar. Bagi Regar, hanya mendapat peci dari Edy, telah
membuat dirinya begitu bahagia. Regar mengaku, sejak dulu dirinya sudah mengidolakan mantan Pangkostrad. “Peci calon Gubernur loh ini, sebentar lagi jadi Gubernur kita,” katanya sembari mengejek para pedagang lain.”
a. Define problems
Waspada Online melihat berita ini dari posisi seorang pedagang yang menceritakan pengalaman bahagianya setelah diberikan peci yang dikenakan Edy Rahmayadi yang saat itu sedang berkunjung ke pasar Gambir, Tembung.
Penonjolan karakter dalam berita ini adalah Muhammad Siregar seorang pedagang sayur di pasar Gambir, Tembung.
“Muhammad Siregar, berhasil mencuri perhatian calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat belanja di Pasar Gambir, Tembung, Rabu (22/2) kemarin. Beberapa pedagang lainnya tampak iri dengan Regar, begitu sapaan akrab Muhammad Regar, yang menerima hadiah peci dari Edy.”
b. Diagnose Causes
Dalam bingkai kali ini, sama seperti berita sebelumnya, Waspada Online menggunakan kacamata dari masyarakat sebagai opinion leader dalam membentuk citra Edy Rahmayadi, jika kita menelisik dari data yang sudah ada, setiap hari memiliki agenda yang berbeda dalam menonjolkan citra, dimulai dari citra empati, sopan santun, ramah, dan saat ini citra murah hati. Tentu hal tersebut saling punya kaitan antara satu citra dengan citra lainnya tidak dipungkiri hal tersebut merupakan strategi politik.
““Enak lah kau Regar, buatku aja lah itu,” ucap Lia, pedagang buah.
Mendengar hal itu, Regar semakin kegiraan. Berulang kali Ia menggoyangkan pinggulnya kekanan dan kekiri. Bagi Regar, hanya mendapat peci dari Edy, telah membuat dirinya begitu bahagia.”
c. Make Moral Judgement
Waspada Online menggambarkan seorang pedagang yang sangat bahagia setelah mendapatkan peci milik Edy Rahmayadi, ia mengungkapkan kebahagiaannya dengan menari-nari. Pesan yang ingin disampaikan Waspada Online bahwa Edy Rahmayadi sangat dikagumi oleh para pedagang khususnya dan masrarakat pada umumnya.
“pria berdarah Batak ini bersenandung sembari menari kegirangan.
“Yeyeye dapat peci pak Edy,” ucapnya sambil melompat-lompat diantara kerumunan warga yang memadati pasar Gambir. Bagi Regar, hanya mendapat peci dari Edy, telah membuat dirinya begitu bahagia. Regar mengaku, sejak dulu dirinya sudah mengidolakan mantan Pangkostrad.”
d. Treatment Reccomendation
Digambarkan sebagai suatu hal yang sangat luar biasa bagi sang pedagang tersebut karena merupakan orang yang sangat mengidolakan Edy Rahmayadi sejak masih menjabat sebagai Pangkostrad. Edy Rahmayadi datang ke pasar di tempat ia berjualan dan memberikan pecinya untuk sang pedagang.
“Berulang kali Ia menggoyangkan pinggulnya kekanan dan kekiri. Bagi Regar, hanya mendapat peci dari Edy, telah membuat dirinya begitu bahagia. Regar mengaku, sejak dulu dirinya sudah mengidolakan mantan Pangkostrad.”
Tabel 4.7
Pria Berdarah Batak Ini Curi Perhatian Edy Rahmayadi Define Problems
(Pendefinisian Masalah)
Waspada Online melihat berita ini dari posisi seorang pedagang yang menceritakan pengalaman bahagianya setelah diberikan peci yang dikenakan Edy Rahmayadi
Diagnose Causes (Memperkirakan Masalah)
Waspada Online menggunakan kacamata dari masyarakat sebagai opinion leader dalam membentuk citra Edy Rahmayadi Make Moral Judgement
(Membuat Keputusan Moral)
Pesan yang ingin disampaikan Waspada Online bahwa Edy Rahmayadi sangat dikagumi oleh para pedagang khususnya dan masrarakat pada umumnya.
Treatment Reccomendation (Menekankan Penyelesaian)
Digambarkan sebagai suatu hal yang sangat luar biasa bagi sang pedagang tersebut karena merupakan orang yang sangat mengidolakan Edy Rahmayadi.
4.2.6 Analisis Framing Berita 6 Tanggal Terbit: 23 Februari 2018 Berita 6
Diskusi Sambil Ngopi Bareng Edy Rahmayadi di Ulee Kareng Isi Berita
“Calon Gubsu nomor urut 1, Edy Rahmayadi, mengawali Jumat (23/2) pagi di warung kopi Ulee Kareng Jalan Dr Mansyur Medan. Bersama sejumlah jurnalis dan warga, Edy berdiskusi ringan terkait sejumlah hal.
“Ya gak usah sarat protokoler-lah. Sekarang kan kita harus bicara kualitas, bukan kuantitas,” kata Edy mengawali diskusi. Dengan waktu yang mepet menuju pemungutan suara 27 Juni 2018, Edy mengajak warga untuk membahas kepemimpinan berkualitas. “Sumut ini jangan jadi ajang coba-coba. Bukan soal anda disuruh-suruh jual jamu oleh tim lalu dibiarkan jamunya laku apa enggak. Pemimpin harus berkualitas. Maka saya mengajak warga memilih nomor urut 1 Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada 27 Juni 1018. Mari kita menuju TPS menggunakan hak pilih kita,” kata Edy. Dengan potensi Sumut yang luar biasa, sambung Edy, maka harus dikelola oleh kepemimpinan yang memahami kondisi Sumatera Utara. “Potensi ini adalah lokomotif pembangunan. Kalau salah kelola maka habislah kita,” imbuh mantan Pangkostrad itu. Dengan konsep Sumut Bermartabat, Edy juga menerangkan misinya. Pertama, tata kelola tenaga kerja. “Adalah keheranan bagi kita bahwa potensi sumber daya kaya luarbiasa ini banyak generasi yang tak punya pekerjaan. Ingat, ini bisa berdampak pada keamanan nasional,” kata Edy. Kedua, adalah soal kesehatan khususnya ibu hamil. “Jangan ada lagi ibu yang mau melahirkan tapi masih disibukkan dengan biaya persalinan. Jangan ada lagi anak gizi buruk atau tak punya biaya saat menderita sakit seperti kasus anak hydrocepalus yang ditelantarkan karena tak punya biaya berobat,”
tandas Edy. Ketiga, soal pendidikan. Edy menegaskan bidang pendidikan mampu membawa Sumut menjadi bermartabat. “Martabat itu harga diri.
Jangan ada lagi anak kita mau masuk sekolah favorit harus dengan cara curang. Di mana harga diri Sumut ini. Biaya pendidikan janganlah diakali.
Kasihan orang miskin. Saya ini pernah miskin jadi saya tahu rasanya. Ibu saya jual kue untuk bisa menyekolahkan saya. Alhamdulillah anak itu pernah jadi Pangkostrad,” kata Edy disambut tepuk tangan warga yang hadir. Persoalan infrastruktur, pertanian serta nelayan juga menjadi fokus Edy agar Sumut bisa bermartabat. “Kalau bisa Sumut ini jadi penyuplai kebutuhan pokok nasional,” kata Edy. Usai penjelasan misinya itu, Edy pun berdialog dengab jurnalis dan pengunjung yang hadir di Ulee Kareng Jalan Dr Mansyur Medan. Dialog membahas soal tata kelola birokrasi, pemerataan pembangunan hingga keadilan sosial.”