Bagan 3.1 Proses Analisis Data Kualitatif
1. Frame Berita 4
“Menampilkan citra Edy Rahmayadi yang ramah serta membaur dengan masyarakat”
2. Bukti frame
“Setelah menjual ludes dagangan cendol milik Peti, dari Pasar Gambir Tembung, calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menuju Masjid Baitul Aziz. Namun, saat turun dari becak cendol. Hal tak terduga kembali dilakukan Edy, begitu sapaan akrab Edy Rahmayadi. Saat itu angkutan umum kota (angkot) nomor 65 melintas di depan Cagub nomor urut 1 ini.
Tiba-tiba mantan Pangkostrad ini langsung menyetop angkot tersebut.”Pinggir bang,” kata Edy sambil melambaikan tangan, Rabu (21/2). Setelah angkot tersebut berhenti, Edy langsung duduk di posisi paling depan tepat di sebelah sopir. “Bang, ke Masjid depan sana ya bg,” ucap Edy seraya menunjukkan jalan. Supir angkot yang diketahui namanya adalah Zulfadli, hanya bengong melihat sosok yang duduk di sampingnya.”
a. Define Problems
Lewat berita ini Waspada Online mengajak kita untuk mengikuti kegiatan Edy Rahmayadi, kali ini Waspada Online menampilkan Edy Rahmayadi yang baru saja selesai membantu seorang pedang berjualan cendol, lalu bergegas ingin ke mesjid untuk menunaikan sholat zuhur, namun menuju mesjid Edy Rahmayadi menggunakan angkutan umum dan duduk di sebelah sopir angkutan umum kemudian bercerita singkat, dalam berita ini Waspada Online menggunakan
kacamata rakyat kecil yang di wakilkan oleh sopir angkot. Waspada online menggambarkan bahwa sopir angkot tersebut tidak membayangkan bahwa yang duduk disebelahnya adalah Edy Rahmayadi, dan karena kemurahan hatinya digambarkan sopir angkutan umum tersebut yakin untuk memilih Edy Rahmayadi di Pilgubsu.
“Setelah menjual ludes dagangan cendol milik Peti, dari Pasar Gambir Tembung, calon Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menuju Masjid Baitul Aziz. Binar kebahagiaan tidak dapat disembunyikan dari raut wajah Zulfadli.
Senyumnya terus merekah menatap punggung Edy saat berjalan memasuki masjid. “Enggak salah saya pilih nomor 1. Semoga beliau (Edy Rahmayadi) jadi Gubernur Sumut,” ucapnya.”
b. Diagnose Causes
Sosok utama dalam berita ini adalah Edy Rahmayadi dan Zulfadli sebagai sopir angkot, Edy Rahmayadi dan Zulfadli diperlihatkan melakukan komunikasi namun hanya satu arah karena Waspada Online ingin pembaca fokus pada Edy Rahmayadi. Edy Rahmayadi merupakan Objek dalam frame hal tersebut dilihat dari foto dalam berita yang hanya memperlihatkan Edy Rahmayadi saja tanpa memperlihatkan wajah Zulfadli di dalamnya, dengan pose merangkul Zulfadli seorang supir angkutan umum menandakan keakraban diantara mereka, dalam hal ini Waspada Online ingin menampilkan disentimen hirarkial, yang memberikan kesan dan menghapuskan impresi pemberian kelas dalam masyarakat, antara rakyat kecil dan Calon Gubernur.
“Setelah angkot tersebut berhenti, Edy langsung duduk di posisi paling depan tepat di sebelah sopir. “Bang, ke Masjid depan sana ya bg,” ucap Edy seraya menunjukkan jalan. Supir angkot yang diketahui namanya adalah Zulfadli, hanya bengong melihat sosok yang duduk di sampingnya.
Sepanjang perjalanan menuju Masjid, Edy bersama Zulfadli saling bercengkrama.”
c. Make Moral Judgement
Isi dari pesan berita memperlihatkan kegiatan Edy Rahmayadi. Kesan ramah lagi-lagi menjadi isu yang ingin ditonjolkan oleh Waspada Online dengan menggambarkan Edy Rahmayadi memulai obrolan dengan sang supir angkutan umum tersebut. Perlakuan Edy Rahmayadi kepada Zulfadli direspon baik dengan
senyuman Zulfadli yang menjadi tanda bahwa ia senang dengan komunikasi yang berlangsung. Edy Rahmayadi juga memberikan ucapan terima kasih dan meminta Zulfadli berhati-hati, merupakan sebuah frame yang ingin menampilkan pribadi Edy Rahmayadi secara langsung.
“Edy bersama Zulfadli saling bercengkrama. “Berapa penghasilan perhari kita bang?,” tanya Edy sambil menepuk pundak Zulfadli. “60 ribu per hari pak,” jawab Zulfadli “Berapa tanggungan kita bang,” tanya Edy lagi
“Anak saya 1 pak, istri saya juga 1,” jawab Zulfadli sambil tersenyum.
Saat turun dari angkot, tak lupa Edy mengucapkan terimakasih dan meminta Zulfadli berhati-hati dalam mengendarai angkot. “Makasih bang, hati-hati dijalan” ucap Edy. Binar kebahagiaan tidak dapat disembunyikan dari raut wajah Zulfadli.”
d. Treatment Reccomendation
Konklusi dari berita ini adalah bagaimana Waspada Online memberikan pengalaman dari seorang supir angkutan umum menilai secara langsung Edy Rahmayadi yang tidak sungkan untuk naik angkutan umum, pesan yang ingin dibingkai dalam berita ini adalah Edy Rahmayadi merupakan orang yang rendah hati dan ramah.
“Setelah angkot tersebut berhenti, Edy langsung duduk di posisi paling depan tepat di sebelah sopir. “Bang, ke Masjid depan sana ya bg,” ucap Edy seraya menunjukkan jalan. Supir angkot yang diketahui namanya adalah Zulfadli, hanya bengong melihat sosok yang duduk di sampingnya.
Binar kebahagiaan tidak dapat disembunyikan dari raut wajah Zulfadli.
Senyumnya terus merekah menatap punggung Edy saat berjalan memasuki masjid.”
Tabel 4.6
Usai Jualan Cendol, Edy Rahmayadi Naik Angkot ke Masjid Define Problems
(Pendefinisian Masalah)
Waspada Online menampilkan Edy Rahmayadi yang baru saja selesai membantu seorang pedang berjualan cendol, lalu bergegas ingin ke mesjid untuk menunaikan sholat zuhur, namun menuju mesjid Edy Rahmayadi menggunakan angkutan umum dan duduk di sebelah sopir angkutan umum Diagnose Causes
(Memperkirakan Masalah)
Waspada Online ingin menampilkan disentimen hirarkial, yang memberikan kesan dan menghapuskan impresi pemberian kelas dalam masyarakat, antara rakyat kecil dan Calon Gubernur.
Make Moral Judgement (Membuat Keputusan Moral)
Kesan ramah menjadi isu yang ingin ditonjolkan Waspada Online dengan menggambarkan Edy Rahmayadi memulai obrolan dengan sang supir angkutan umum tersebut. Perlakuan Edy Rahmayadi kepada Zulfadli direspon baik dengan senyuman Zulfadli yang menjadi tanda bahwa ia senang dengan komunikasi yang berlangsung.
Treatment Reccomendation (Menekankan Penyelesaian)
Waspada Online memberikan pengalaman dari seorang supir angkutan umum menilai secara langsung Edy Rahmayadi yang tidak sungkan untuk naik angkutan umum, pesan yang ingin dibingkai dalam berita ini adalah Edy Rahmayadi merupakan orang yang rendah hati dan ramah.
4.2.5 Analisis Framing Berita 5 Tanggal Terbit: 22 Februari 2018 Berita 5
Pria Berdarah Batak Ini Curi Perhatian Edy Rahmayadi Isi Berita
“Muhammad Siregar, berhasil mencuri perhatian calon Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, saat belanja di Pasar Gambir, Tembung, Rabu (22/2) kemarin. Dihadapan Cagub nomor urut 1, pria berdarah Batak ini bersenandung sembari menari kegirangan. “Yeyeye dapat peci pak Edy,” ucapnya sambil melompat-lompat diantara kerumunan warga yang memadati pasar Gambir. Ulah pedagang sayur ini membuat Edy, begitu sapaan Edy Rahmayadi tak kuasa menahan tawa. Beberapa pedagang lainnya tampak iri dengan Regar, begitu sapaan akrab Muhammad Regar, yang menerima hadiah peci dari Edy. “Enak lah kau Regar, buatku aja lah itu,” ucap Lia, pedagang buah. Mendengar hal itu, Regar semakin kegiraan. Berulang kali Ia menggoyangkan pinggulnya kekanan dan kekiri. Bagi Regar, hanya mendapat peci dari Edy, telah membuat dirinya begitu bahagia. Regar mengaku, sejak dulu dirinya sudah mengidolakan mantan Pangkostrad. “Peci calon Gubernur loh ini, sebentar lagi jadi Gubernur kita,” katanya sembari mengejek para pedagang lain.”