Bagan 3.1 Proses Analisis Data Kualitatif
1. Frame Berita 6
“penonjolan konteks pidato Edy Rahmayadi”
2. Bukti frame
“Edy mengajak warga untuk membahas kepemimpinan berkualitas.
“Sumut ini jangan jadi ajang coba-coba. Bukan soal anda disuruh-suruh jual jamu oleh tim lalu dibiarkan jamunya laku apa enggak.
Pemimpin harus berkualitas. Maka saya mengajak warga memilih nomor urut 1 Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada 27 Juni 1018. Mari kita menuju TPS menggunakan hak pilih kita,” kata Edy.”
a. Define problems
Di judul berita kita melihat bahwa Waspada Online ingin menampilkan Edy Rahmayadi yang sangat membaur dengan konsep diskusi sambil ngopi bareng, namun setelah kita masuk ke tubuh berita, tidak ditemukannya Edy Rahmayadi berdiskusi, hanya menampilkan kutipan dari pidato Edy Rahmayadi saat melakukan pertemuan di ulee kareng dengan wartawan dan beberapa pengunjung. Dalam foto berita tersebut terlihat Edy Rahmayadi berdiri menggunakan pengeras suara diantara banyak orang yang duduk mendengarkan Edy Rahmayadi yang sedang berbicara. Edy Rahmayadi menghadap dua orang yang berdiri di sampingnya dan salah satu orang tersebut adalah Camera Person, dengan posisi hanya menolehkan kepalanya, Edy Rahmayadi seolah marah dengan kedua orang tersebut.
“Calon Gubsu nomor urut 1, Edy Rahmayadi, mengawali Jumat (23/2) pagi di warung kopi Ulee Kareng Jalan Dr Mansyur Medan. Bersama sejumlah jurnalis dan warga, Edy berdiskusi ringan terkait sejumlah hal.
Usai penjelasan misinya itu, Edy pun berdialog dengab jurnalis dan pengunjung yang hadir di Ulee Kareng Jalan Dr Mansyur Medan. Dialog membahas soal tata kelola birokrasi, pemerataan pembangunan hingga keadilan sosial.”
b. Diagnose Causes
Substansi dari diskusi yang dimaksud dalam judul berita tidak dapat kita cari di dalam tubuh berita, dalam isi berita hanya mengkonstruksi bagaimana gagasan dan pandangan Edy Rahmayadi kepada para wartawan dan pengunjung kedai kopi ulee kareng. Framing yang dilakukan oleh Waspada Online masih
sama bagaimana ingin menampilkan Edy Rahmayadi sebagai sosok yang bersahaja terlihat dalam judul berita. Dalam isi berita Waspada Online mengkonstruksi pemberitaan tersebut dengan menempatkan seluruh isi pidato dan gagasan Edy Rahmayadi sebagai isi berita yang mencakup berbagai masalah.
Lewat berita ini Waspada Online mengajak para pembacanya untuk melihat visi misi serta harapan Edy Rahmayadi kedepannya jika terpilih, di dalam isi berita juga menyelipkan tanggal pemilihan serta nomor urutnya.
“Maka saya mengajak warga memilih nomor urut 1 Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada 27 Juni 1018. Mari kita menuju TPS menggunakan hak pilih kita,” kata Edy. Dengan potensi Sumut yang luar biasa, sambung Edy, maka harus dikelola oleh kepemimpinan yang memahami kondisi Sumatera Utara. “Potensi ini adalah lokomotif pembangunan. Kalau salah kelola maka habislah kita,” imbuh mantan Pangkostrad itu.”
c. Make Moral Judgement
Waspada Online menilai bahwa keputusan Edy Rahmayadi untuk mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara adalah karena kepeduliannya akan seluruh aspek yang ada, terutama pembangunan, kesehatan, pendidikan serta sumber daya alam yang melimpah namun ketakutannya akan tata kelola yang salah kemudian akan merusak atau menghancurkan Sumatera Utara.
Persoalan infrastruktur, pertanian serta nelayan juga menjadi fokus Edy Rahmayadi.
“Dengan potensi Sumut yang luar biasa, sambung Edy, maka harus dikelola oleh kepemimpinan yang memahami kondisi Sumatera Utara.
“Potensi ini adalah lokomotif pembangunan. Kalau salah kelola maka habislah kita,” imbuh mantan Pangkostrad itu. Dengan konsep Sumut Bermartabat, Edy juga menerangkan misinya. Pertama, tata kelola tenaga kerja. “Adalah keheranan bagi kita bahwa potensi sumber daya kaya luarbiasa ini banyak generasi yang tak punya pekerjaan. Ingat, ini bisa berdampak pada keamanan nasional,” kata Edy. Kedua, adalah soal kesehatan khususnya ibu hamil. “Jangan ada lagi ibu yang mau melahirkan tapi masih disibukkan dengan biaya persalinan. Jangan ada lagi anak gizi buruk atau tak punya biaya saat menderita sakit seperti kasus anak hydrocepalus yang ditelantarkan karena tak punya biaya berobat,” tandas Edy. Ketiga, soal pendidikan. Edy menegaskan bidang pendidikan mampu membawa Sumut menjadi bermartabat. “Martabat itu harga diri. Jangan ada lagi anak kita mau masuk sekolah favorit harus dengan cara curang. Di mana harga diri Sumut ini. Biaya pendidikan janganlah diakali. Kasihan orang miskin. Saya ini pernah miskin jadi saya tahu rasanya. Ibu saya jual
kue untuk bisa menyekolahkan saya. Alhamdulillah anak itu pernah jadi Pangkostrad,” kata Edy disambut tepuk tangan warga yang hadir.
Persoalan infrastruktur, pertanian serta nelayan juga menjadi fokus Edy agar Sumut bisa bermartabat. “Kalau bisa Sumut ini jadi penyuplai kebutuhan pokok nasional,” kata Edy. Usai penjelasan misinya itu.”
d. Treatment Reccomendation
Dalam berita tersebut Edy Rahmayadi memberikan pandangannya dengan konsep bermartabat Edy juga menerangkan visi misinya tersebut, selebihnya Edy Rahmayadi mengajak pembaca untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan yang dimaksud adalah Paslon Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah dalam Pemilu serentak 2018 sebagai konklusi yang ditawarkan untuk perubahan di Sumatera Utara.
“Dengan waktu yang mepet menuju pemungutan suara 27 Juni 2018, Edy mengajak warga untuk membahas kepemimpinan berkualitas. Pemimpin harus berkualitas. Maka saya mengajak warga memilih nomor urut 1 Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada 27 Juni 1018. Mari kita menuju TPS menggunakan hak pilih kita,” kata Edy.”
Tabel 4.8
Diskusi Sambil Ngopi Bareng Edy Rahmayadi di Ulee Kareng Define Problems
(Pendefinisian Masalah)
Judul berita Waspada Online ingin menampilkan Edy Rahmayadi yang sangat membaur dengan konsep diskusi sambil ngopi bareng, pada isi berita menampilkan kutipan dari pidato Edy Rahmayadi saat melakukan pertemuan di ulee kareng dengan wartawan dan beberapa pengunjung.
Diagnose Causes (Memperkirakan Masalah)
Waspada Online mengajak para pembacanya untuk melihat visi misi serta harapan Edy Rahmayadi kedepannya jika terpilih, di dalam isi berita juga menyelipkan tanggal pemilihan serta nomor urutnya.
Make Moral Judgement (Membuat Keputusan Moral)
Waspada Online menilai bahwa keputusan Edy Rahmayadi untuk mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara adalah karena kepeduliannya akan seluruh aspek yang ada, terutama pembangunan, kesehatan, pendidikan serta sumber daya alam, Persoalan infrastruktur, pertanian serta nelayan juga menjadi fokus Edy Rahmayadi.
Treatment Reccomendation (Menekankan Penyelesaian)
Edy Rahmayadi mengajak pembaca untuk memilih pemimpin yang berkualitas dan yang dimaksud adalah Paslon Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah dalam Pemilu serentak 2018 sebagai konklusi yang ditawarkan untuk perubahan di Sumatera Utara.
4.2.7 Analisis Framing Berita 7 Tanggal Terbit: 23 Februari 2018 Berita 7
ERAMAS Peduli Korban Kebakaran Simpang Gambir Madina Isi Berita
“Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah kebakaran di Simpang Gambir, Mandailing Natal pada Senin (19/2) sore. Sebagai bentuk keprihatinan, pada Jumat (23/2) Tim ERAMAS memberikan bantuan kepada korban kebakaran yang meludeskan 12 rumah warga tersebut. Diwakili H Mustafa Bakri Nasution, Tim ERAMAS memberikan bantuan langsung kepada korban kebakaran.
Dari pantauan wartawan, tim memberikan bantuan berupa selimut, sak semen, kodi seng, kain sarung hingga sembako. “Jangan dilihat bentuknya.
Pesan dari Bapak Edy Rahmayadi dan Bapak Musa Rajekshah bahwa ERAMAS peduli terhadap warga yang sedang mengalami musibah.
Mudah-mudahan kita semua diberi ketabahan,” kata Mustafa Bakri Nasution yang juga Pimpinan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru itu.
Menyikapi kepedulian itu, tokoh muda Mandailing Natal Takdir Siregar SH turut memberikan apresiasi. “Pertama sekali saya juga turut prihatin atas musibah yang menima saudara-saudara kami di Simpang Gambir.
Kepedulian Eramas ini patut diapresiasi karena terbilang sigap mengenai hal ini,” kata Takdir. Takdir yang juga Ketua Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Mandailing Natal itu menilai yang sudah dilakukan Eramas sebagai salah satu bukti kepedulian yang tidak pandang bulu. “Tidak pandang bulu dimana, golongan mana pun. Hal-hal seperti ini yang sangat dibutuhkan masyarakat khususnya masyarakat Madina,” kata Takdir. Menurutnya kepedulian itu perlu dipertahankan hingga saatnya nanti Eramas terpilih pada Pilgubsu 27 Juni 2018. “Dan yang perlu diperhatikan jangan pernah melupakan Madina seperti yang sebelumnya yang jarang memperhatikan pembangunan dan sosial di Madina,” tukas Takdir.”