METODOLOGI PENELITIAN
PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
3. Gambar Diagram Jalur
Inflasi dan
SWBI -0,263 Cukup Kuat 0,111 Tidak Signifikan Inflasi dan
JII -0,432 Cukup Kuat 0,007 Signifikan** SWBI dan
JII 0,624 Kuat 0,000 Signifikan** ** Signifikan pada alfa 0.01
* Signifikan pada alfa 0.05 Sumber : Data diolah
Tabel di atas menjelaskan mengenai besarnya hubungan atau korelasi antara masing–masing variabel eksogen dalam model penelitian yang ditunjukan dengan besarnya koefisien korelasi dan taraf signifikansi sebesar 0,05 (5 %) dan 0,01 (1%).
3. Gambar Diagram Jalur
Setelah melakukan proses regresi jalur dan korelasi maka diagram jalur dari penelitian ini dapat dibuat dengan dilengkapi koefisien jalur dan koefisien korelasinya yang ditunjukkan pada gambar 4.1 sebagai berikut :
95 0,249 -0,263 0,624 -0,435 -0,432 -0,518 0,313 0,697 - 0,260 - 0,517 0,549 є Gambar 4.1
Diagram Jalur Penelitian Setelah Proses Regresi dan Korelasi Persamaan struktural untuk diagram jalur diatas adalah:
Y = yx1X1 + yx2X2 + yx3X3 + yx4X4 + Є
Y = 0,313 Nilai Tukar + (-0,517) Inflasi + (-0,260) SWBI + 0,697 JII + Є Untuk mencari koefisien residu adalah dengan 1.00 – R square
Sehingga koefisien residu adalah : ρYЄ = 1,00 - 0,698 = 0,549
Setelah koefisien residu diperoleh, persamaan jalurnya menjadi :
NAB Reksadana Syariah = 0,313 Nilai Tukar + (-0,517) Inflasi + (-0,260) SWBI + 0,697 JII + 0,549Є Inflasi (X2) SWBI (X3) JII (X4) NAB Reksadana Syariah (Y) Nilai Tukar Rupiah
96 Karena dari semua variabel eksogen berpengaruh signifikan terhadap variabel endogen maka tidak ada proses trimming, sehingga bisa dilakukan perhitungan pengaruh langsung, tidak langsung dan pengaruh total
4. Pengaruh Langsung, Pengaruh Tidak Langsung dan Pengaruh Total
a. Pengaruh nilai tukar rupiah terhadap NAB reksadana syariah.
Besarnya pengaruh nilai tukar (X1) terhadap NAB reksadana syariah (Y)adalah sebagai berikut :
1) Pengaruh langsung :
= (0,313)2 = (0,313) (0,313) = 0,09796 2) Pengaruh tidak langsung :
X1 terhadap Y melalui X2 = (0,313) (0,249) (-0,517) = - 0,04029 X1 terhadap Y melalui X3 = (0,313) (- 0,435) (- 0,260) = 0,03540 X1 terhadap Y melalui X4 = (0,313) (- 0,518) (0,697) = -0,11300 3) Pengaruh total : = 0,09796 + (- 0,04029) + (0,03540) + (- 0,11300) = - 0,01993 Tabel 4.12
Total Pengaruh Nilai Tukar Terhadap NAB Reksadana Syariah
Pengaruh nilai tukar terhadap NAB
Reksadana Syariah Besar Pengaruh
Secara Langsung 0,09796
Tidak Langsung -0,11789
Total Pengaruh -0,01993
97 Secara langsung, variabel nilai tukar memberikan pengaruh sebesar 0,09796 atau 9,79% dan secara tidak langsung, melalui hubungannya dengan variabel inflasi, SWBI dan JII memberikan pengaruh sebesar -0,11789 atau –11,79%. Secara total, variabel nilai tukar mempengaruhi sebesar - 0,01993 atau -1,99%.
b. Pengaruh inflasiterhadap NAB reksadana syariah.
Besarnya pengaruh inflasi terhadap NAB reksadana syariah (Y) adalah sebagai berikut :
1) Pengaruh langsung :
= (- 0,517) 2 = (-0,517) (-0,517) = 0,26729 2) Pengaruh tidak langsung :
X2 terhadap Y melalui X1 = (-0,517) (0,249) (0,313) = - 0,04029 X2 terhadap Y melalui X3 = (-0,517) (-0,263) (-0,260) = - 0,03535 X2 terhadap Y melalui X4 = (-0,517) (-0,432) (0,697) = 0,15567 3) Pengaruh total : = 0,26729 + (- 0,04029) + (- 0,03535) + (0,15567) = 0,34732 Tabel 4.13
Total Pengaruh Inflasi Terhadap NAB Reksadana Syariah Pengaruh inflasi Terhadap NAB
Reksadana Syariah Besar Pengaruh
Secara Langsung 0,26729
Tidak Langsung 0,08003
Total Pengaruh 0,34732
98 Secara langsung, variabel inflasi memberikan pengaruh sebesar 0,26729 atau 26,73% dan secara tidak langsung, melalui hubungannya dengan variabel nilai tukar rupiah, SWBI dan JII memberikan pengaruh sebesar 0,08003 atau 8%. Secara total, variabel inflasi mempengaruhi sebesar 0,34732 atau 34,73%.
c. Pengaruh SWBIterhadap NAB reksadana syariah.
Besarnya pengaruh SWBI terhadap NAB reksadana syariah (Y) adalah sebagai berikut :
1) Pengaruh langsung :
= (- 0,260) 2 = (-0,260) (-0,260) = 0,0676 2) Pengaruh tidak langsung :
X3 terhadap Y melalui X1 = (-0,260) (-0,435) (0,313) = 0,03540 X3 terhadap Y melalui X2 = (-0,260) (-0,263) (-0,517) = - 0,03535 X3 terhadap Y melalui X4 = (-0,260) (0,624) (0,697) = - 0,11308 3) Pengaruh total : = 0,0676 + (0,03540) + (- 0,03535) + (-0,11308) = - 0,04543344 Tabel 4.14
Total Pengaruh SWBI Terhadap NAB Reksadana Syariah Pengaruh SWBI Terhadap NAB
Reksadana Syariah Besar Pengaruh
Secara Langsung 0,0676
Tidak Langsung - 0,11303
Total Pengaruh - 0,04543
99 Secara langsung, variabel SWBI memberikan pengaruh sebesar 0,0676 atau 6,76% dan secara tidak langsung, melalui hubungannya dengan variabel nilai tukar rupiah, inflasi dan JII memberikan pengaruh sebesar -0,11303 atau -11,3%. Secara total, variabel SWBI mempengaruhi sebesar - 0,04543 atau – 4,54%.
d. Pengaruh JIIterhadap NAB reksadana syariah.
Besarnya pengaruh JII terhadap NAB reksadana syariah (Y) adalah sebagai berikut :
1) Pengaruh langsung :
= (0,697) 2 = (0,697) (0,697) = 0,48581 2) Pengaruh tidak langsung :
X4 terhadap Y melalui X1 = (0,697) (-0,518) (0,313) = - 0,11301 X4 terhadap Y melalui X2 = (0,697) (-0,432) (-0,517) = 0,15567 X4 terhadap Y melalui X3 = (0,697) (0,624) (-0,260) = -0,11308 3) Pengaruh total : = 0,48581 + (- 0,11301) + (0,15567) + (-0,11308) = 0,41539109 Tabel 4.15
Total Pengaruh JII Terhadap NAB Reksadana Syariah Pengaruh JII Terhadap NAB Reksadana
Syariah Besar Pengaruh
Secara Langsung 0,48581
Tidak Langsung - 0,07042
Total Pengaruh 0,41539
100 Secara langsung, variabel JII memberikan pengaruh sebesar 0,48581 atau 48,58% dan secara tidak langsung, melalui hubungannya dengan variabel nilai tukar rupiah, inflasi dan SWBI memberikan pengaruh sebesar - 0,07042 atau -7,04%. Secara total, variabel JII mempengaruhi sebesar 0,41539 atau 41,54%.
Tabel 4.16
Total Pengaruh Nilai Tukar, Inflasi, SWBI dan JII Terhadap NAB Reksadana Syariah
Variabel langsung Pengaruh tidak langsung Total
Nilai tukar rupiah (X1) 0,09796 -0,11789 -0,01993 Inflasi (X2) 0,26729 0,08002 0,34732 SWBI (X3) 0,0676 - 0,11303 - 0,04543 JII (X4) 0,48581 - 0,07042 0,41539 Total pengaruh 0,91866 - 0,22132 0,69734
Sumber : Data Diolah
Tabel di atas menunjukan total pengaruh dari masing – masing variabel eksogen baik pengaruh secara langsung, tidak langsung, dan pengaruh total terhadap variabel endogen (NAB Reksadana Syariah). Dari tabel 4.16 dapat dilihat variabel eksogen yang paling dominan berpengaruh terhadap variabel endogen adalah JII karena pengaruh totalnya sebesar 0,41539 atau 41,54% lebih besar dari pada variabel yang lainnya.
101 C. Interpretasi
Dariempat variabel yaitu nilai tukar rupiah terhadap US Dollar, inflasi , SWBI dan JII. Setelah dilakukan penelitian terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah menunjukkan bahwa semua variabel memilki pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap NAB Reksadana Syariah.
Berdasarkan nilai koefisien jalur (nilai Beta), Nilai tukar rupiah terhadap US Dollar berpengaruh positif terhadap NAB reksadana syariah menunjukkan bahwa NAB reksadana syariah yang meningkat sangat di pengaruhi oleh perekonomian suatu negara yang membaik yang ditandai dengan meningkatnya nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing, karena dengan meningkatnya nilai tukar mata uang domestik terhadap mata uang asing, maka daya beli masyarakat akan meningkat sehingga kemampuan masyarakat dalam berinvestasipun akan meningkat pula sehinggga hal ini akan berdampak positif bagi perkembangan pasar modal seperti reksadana syariah.
Inflasi berpengaruh negatif terhadap NAB reksadana syariah, hal ini menunjukkan perkembangan reksadana syariah sangat dipengaruhi oleh biaya-biaya yang harus dibayarkan, biaya-biaya-biaya-biaya tersebut tentunya di pengaruhi oleh tingkat inflasi, dimana tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan biaya-biaya sehinggga hasil investasi yang akan didapat akan turun. Dari variabel nilai tukar dan inflasi yang berpengaruh signifikan terhadap NAB reksadana syariah, ini menunjukan sangat berperannya informasi mengenai perubahan variabel ini bagi investor.
102 SWBI berpengaruh negatif terhadap NAB reksadana syariah, hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar reksadana syariah bukan diinvestasikan di pasar uang (dalam bentuk SWBI). Dari hasil ketiga variabel makroekonomi ini dalam mempengaruhi NAB Reksadana Syariah, telah sesuai dengan teori namun tidak konsisten dengan penelitian sebelumnya dikarenakan adanya perbedaan waktu penelitian, ruang lingkup dan metode penelitian.
Variabel JII berpengaruh positif terhadap NAB reksadana syariah, hal ini menunjukkan atau diperkirakan reksadana syariah sebagian besar atau hampir seluruhnya di investasikan pada saham-saham yang termasuk kedalam indeks syariah/JII sehingga peningkatan pada indeks syariah tersebut akan berpengaruh signifikan terhadap perubahan nilai aktiva bersih reksadana syariah, hal ini sesuai dengan teori dimana JII merupakan tolak ukur dari suatu investasi saham berbasis syariah. Hasil ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh M Romas Syahputera (2005), Hadori Yunus dan Idrus Muhidin (2005), Reno Virlandana A dan Budi Hermana (2005) dan Shandy Rahmadani Tayibnapis (2008).
103 BAB V