• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III GAMBARAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT

III.1 Gambaran Sarana dan Prasarana Rumah Sakit

Pelayanan rumah sakit adalah pelayanan dalam bidang industri jasa dan merupakan bentuk upaya pelayanan kesehatan yang bersifat sosio ekonomi, yaitu suatu usaha yang walau bersifat sosial, namun diusahakan agar bisa memperoleh surplus dengan cara pengelolaan yang profesional. Dalam upaya peningkatan kepuasan pengguna jasa pelayanan rumah sakit maka diharapkan tersedianya sarana dan prasarana yang dapat mendukung terhadap pelayanan. Karena dengan kurangnya sarana dan prasarana untuk melayani pasien rumah sakit menjadi kendala tersendiri untuk melayani kesehatan masyarakat.

Adapun sarana prasarana dan peralatan rumah sakit meliputi : 1. Bangunan

Bangunan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya merupakan bangunan dengan luas bangunan berkisar 13.639.34 M2. yang terdiri dari 69 bangunan yang berdiri diatas lahan seluas 32.770 m2. Dengan keterbatasan lahan yang ada Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya berusaha setiap tahunnya meningkatkan pelayanan melalui pemeliharaan rutin/berkala bangunan-bangunan yang ada di rumah sakit seperti perbaikan dan pengecatan ruangan-ruangan, baik itu ruangan rawat inap, ruangan rawat jalan dan ruangan-ruangan lainnya. Bangunan merupakan salah satu aspek yang dapat meningkatkan kepuasan pasien karena tingkat kepuasan pasien tidak hanya terletak pada kualitas dari pelayanan, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas bangunan. Kesan pertama terhadap rumah sakit terbentuk sejak

pasien pertama kali melihat bangunan rumah sakit dari luar sebelum memasuki kawasan rumah sakit.

Pada dasarnya rumah sakit ini mengharapkan dapat memperluas lahan sehingga dapat memenuhi standar desain rumah sakit namun dikarenakan posisi Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya berada di tengah kota jadi untuk perluasan lahan tidak memungkinkan dan kalaupun bisa itu memerlukan biaya yang cukup besar untuk membuat semua ruangan yang dibutuhkan oleh rumah sakit sesuai dengan standar, tapi paling tidak ada upaya yang baik dari pengelola rumah sakit untuk membuat rumah sakit yang nyaman bagi siapa saja yang berada di rumah sakit.

2. Pertamanan

Rumah sakit merupakan tempat dimana orang-orang sakit akan mendapatkan perawatan kesehatan, dan orang-orang sakit tersebut butuh perawatan kesehatan dengan menginap dan tinggal di rumah sakit untuk beberapa waktu. Optimalisasi penggunaaan ruang terbuka dapat mendukung terciptanya situasi yang kondusif untuk beraktivitas di rumah sakit. Sehubungan dengan fungsi rumah sakit yang mana mengobati orang-orang yang sakit, maka dengan adanya taman disekitar rumah sakit dapat mengakomodasi aktivitas penyembuhan pasien, baik bagi pengunjung, staf rumah sakit, dokter, maupun pasien itu sendiri. Taman yang indah harus didukung oleh kebersihan lingkungan sekitar karena kebersihan merupakan kunci utama penilaian sebuah rumah sakit. Dengan adanya taman yang ditunjang oleh kebersihan lingkungan sekitar maka rumah sakit dapat menjadi rumah sakit pilihan utama di priangan timur. Untuk mewujudkan hal tersebut maka pihak Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya dalam pengelolaan taman dan kebersihan dibantu oleh cleaning service dan petugas pengelola taman yang ada di rumah sakit.

3. Sarana Rumah Sakit termasuk Instalasi listrik dan gas

Sarana pendukung lainnya yang dapat menunjang terhadap pelayanan adalah listrik yang tersedia, adapun Listrik berasal dari 2 (dua ) sumber, yakni dari PLN dan Genset dimana kapasitas yang bersumber dari PLN total sebanyak 1150 KVA dari sebelumnya sebesar 690 KVA ditambah pada tahun 2018 dan dari genset sebanyak 2 unit dengan total kapasitas sebesar 1300 KVA yang dapat mengakomodir seluruh ruangan di Rumah Sakit.

Pada tahun 2018 Rumah Sakit menambah daya listrik dikarenakan banyaknya peralatan medis yang memerlukan daya yang lebih besar dan untuk mengindari kerusakan alat-alat dikarenakan kurang besarnya daya yang disediakan. Selain listrik ada juga pesawat telepon yang tersedia dimana terdiri dari 3 saluran (hunting) 1 set dan 1 saluran (non hunting), Satu saluran dipakai khusus untuk Direktur, tiga saluran lainnya pada Faxsimilli dan satu saluran khusus untuk kasus kegawatdaruratan (IGD) untuk keperluan komunikasi di dalam lingkungan Rumah Sakit ada 200 saluran sambungan.

4. Sanitasi dan kesehatan lingkungan

Sanitasi lingkungan (environmental sanitation) adalah upaya pengendalian semua faktor lingkungan fisik manusia yang mungkin menimbulkan atau dapat menimbulkan hal-hal yang merugikan bagi perkembangan fisik, kesehatan dan daya tahan hidup manusia.Dalam lingkup Rumah Sakit (RS), sanitasi berarti upaya pengawasan berbagai faktor lingkungan fisik, kimiawi dan biologik di RS yang menimbulkan atau mungkin dapat mengakibatkan pengaruh buruk terhadap kesehatan petugas, penderita, pengunjung maupun bagi masyarakat di sekitar Rumah sakit. Dari pengertian di atas maka sanitasi RS merupakan upaya dan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan di Rumah Sakit.Adapun lingkup sanitasi Rumah Sakit mencakup upaya-upaya yang bersifat fisik seperti pembangunan sarana pengolahan air limbah, penyediaan air bersih,

fasilitas cuci tangan, masker, fasilitas pembuangan sampah, serta upaya non fisik seperti pemeriksaan, pengawasan, penyuluhan, dan pelatihan.

Untuk Sanitasi yang ada di lingkungan Rumah Sakit Umum Dearah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya antara lain :

a. Air Bersih.

Penggunaan air bersih bersumber pada pompa sumur gaji dan sumur bor. Untuk menjaga kualitas air sumur sebagai sumber utama pemakaian dilakukan pemeriksaan berkala di Laboratorium sebanyak 3 kali dalam setahun. Adapun penggunaan PDAM sejak tahun 2010 hanya digunakan untuk keperluan air minum atau isi ulang, sedangkan pompa air menjadi 47 buah .

b. Instalasi Pengolahan Air Limbah ( IPAL).

Pembuangan air limbah yang bersumber dari ruang–ruang perawatan disalurkan ke tempat pengolahan air limbah (IPAL), untuk diproses dan dinetralisir kembali sehingga air limbah tersebut sebelum dibuang benar-benar sudah tidak berbahaya bagi lingkungan sekitarnya.

c. Pengolahan Sampah Medis dan Non Medis.

- Pengelolaan Sampah Medis

Untuk pengelolaan sampah medis RSUD dr. Soekardjo selain pengupayaan pemilahan, timbulan sampah (dari ruangan-ruangan) selanjutnya dikirim ke TPS untuk diangkut oleh pihak ke 3 yang bekerja sama dengan pihak Rumah Sakit untuk dimusnahkan.

- Pengelolaan Sampah non medis

Untuk pengelolaan limbah non medis pihak RSUD bekerja sama dengan DLH Kota Tasikmalaya. Dengan jadwal pengangkutan 4 kali dalam 1 minggu. Diangkut dengan container dengan kapasitas 6 m³ per container dan dikirim ke TPA yang berada di daerah Ciangir.

5. Peralatan medis

Peralatan medis merupakan salah satu pendukung dalam memberikan pelayanan, dengan peralatan medis yang lengkap maka

akan dapat memenuhi kebutuhan pasien dalam proses perawatan dan pengobatan di rumah sakit. Peralatan medis di rumah sakit meliputi : Alat-alat kedokteran umum, Alat-alat kedokteran mata, alat-alat kedokteran kandungan dan kebidanan, alat-alat kesehatan, alat-alat radiologi, alat-alat laboratorium, Alat-alat kedokteran bedah, alat-alat kedokteran anestesi, dll. Untuk bisa memenuhi kebutuhan tersebut memerlukan biaya yang besar sehingga untuk pemenuhannya rumah sakit setiap tahunnya mengganggarkan untuk pemenuhannya dan berupaya mendapat bantuan dana baik itu dari APBD Kota, APBD Provinsi maupun APBN.

6. Peralatan non medis

Sama halnya dengan peralatan medis, maka peralatan non medis juga dibutuhkan dalam memberikan pelayanan di rumah sakit. Dalam pengadaannya peralatan medis diadakan rutin setiap tahunnya melalui kegiatan-kegiatan yang ada di Rumah Sakit. Peralatan non medis merupakan peralatan yang dapat mendukung terhadap pelayanan seperti : mebelair, komputer, atk, kursi tunggu pasien, pakaian dinas, dll.