BAB V KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT
V.1 Pelayanan IGD
Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah Instalasi pelayanan rumah sakit yang memberikan pelayanan pertama selama 24 jam pada pasien dengan ancaman kematian dan kecacatan secara terpadu dengan melibatkan multidisiplin ilmu (Kemenkes RI, 2010). Sistem pelayanan yang diberikan menggunakan sistem triage, dimana pelayanan diutamakan bagi pasien dalam keadaan darurat (emergency) bukan berdasarkan antrian. Tujuan pelayanan di IGD adalah tercapainya pelayanan kesehatan yang optimal pada pasien secara cepat dan tepat serta terpadu dalam penanganan tingkat kegawatdaruratan sehingga mampu mencegah resiko kecacatan dan kematian. Adapun pelayanan yang diberikan di IGD berupa pelayanan pasien gawat darurat, tidak darurat, darurat tidak gawat dan pasien tidak gawat, tidak darurat oleh karena penyakit, Pasien akibat kecelakaan (Accident) yang menimbulkan cidera fisik, mental, sosial, gangguan pernafasan, Susunan saraf pusat, Sistem Kardiovaskuler, Trauma, berbagai luka, patah tulang, infeksi, gangguan metabolisme, keracunan, kerusakan organ dll, Penanganan kejadian sehari-hari, korban musibah massal dan bencana. Adapun kunjungan pasien IGD pada tahun 2018 secara garis besar adalah sebagai berikut :
Tabel V.1
Data Jumlah Kunjungan Pasien IGD Berdasarkan Jenis Pelayanan
NO JENIS PELAYANAN
TOTAL PASIEN TINDAK LANJUT PELAYANAN MATI IGD DI
(Dead Arrival) Of RUJUKAN NON DOA
RUJUKAN DIRAWAT DIRUJUK PULANG
1 Bedah 3647 0 1986 15 1573 73 0
2 Non Bedah 12982 0 8292 86 4442 162 0
3 Kebidanan 14 0 0 0 7 0 0
4 Psikiatrik 6 0 0 0 4 0 0
5 Anak 2607 0 1425 7 1127 48 0
JUMLAH 19256 0 11703 108 7153 283 0
Sumber : Data IGD RSUD dr. Soekardjo Tahun 2018
Jumlah kunjungan pasien IGD meliputi jenis pelayanan bedah, non bedah, kebidanan, psikiatrik, anak. Adapun pasien yang datang ke IGD merupakan pasien rujukan dari puskesmas, dokter pribadi maupun rumah sakit sekitar hal ini dikarenakan RSUD dr. Soekardjo merupakan rumah sakit rujukan regional se-Priangan Timur.
Tabel V.2
Data Jumlah Kunjungan Pasien IGD Tahun 2015 - 2018
TAHUN
TOTAL PASIEN TINDAK LANJUT PELAYANAN
MATI DI UGD
(Dead Arrival) Of RUJUKAN NON DOA
RUJUKAN DIRAWAT DIRUJUK PULANG
2015 20693 0 6837 338 13197 360 0
2016 21870 0 11644 238 9726 262 0
2017 20466 0 10180 196 9758 332 0
2018 19256 0 11703 108 7153 283 0
Sumber : Data IGD RSUD dr. Soekardjo Tahun 2018
Pada tahun 2018 adanya penurunan kunjungan sebanyak 1.210 orang.
Penurunan kunjungan disebabkan adanya peraturan baru dari BPJS pusat bahwa pelayanan kepada pasien melalui rujukan berjenjang karena pasien-pasien dari Fasilitas Kesehatan Tingkat I (FKTP) tidak bisa langsung ke RSUD dr. Soekardjo dengan alasan RSUD dr. Soekardjo adalah Rumah Sakit tipe B sehingga rujukan dari FKTP harus dialamatkan ke Rumah Sakit tipe C terlebih dahulu.
Tabel V.3
Data Jumlah Kunjungan Pasien KLL dan Non KLL Tahun 2018
No Bulan Pasien KLL PASIEN NON KLL Total
Dirawat Pulang Dirujuk Meninggal Dirawat Pulang Dirujuk Meninggal
1 Januari 17 9 3 5 996 690 6 17 1743
2 Pebruari 20 12 1 4 793 506 8 19 1363
3 Maret 13 17 2 4 984 619 7 10 1656
4 April 22 13 3 5 898 565 10 14 1530
5 Mei 27 21 3 3 933 606 4 29 1626
6 Juni 25 18 2 4 888 713 6 23 1679
7 Juli 20 42 3 5 1031 582 9 21 1713
8 Agustus 19 29 1 4 998 585 14 31 1681
9 September 17 24 5 5 944 576 3 20 1594
10 Oktober 10 20 3 4 956 551 4 13 1561
11 Nopember 9 14 6 3 943 560 2 20 1557
No Bulan Pasien KLL PASIEN NON KLL Total Dirawat Pulang Dirujuk Meninggal Dirawat Pulang Dirujuk Meninggal
12 Desember 10 16 2 5 963 539 3 15 1553
Total 209 235 34 51 11327 7092 76 232 19256
Sumber : Data IGD RSUD dr. Soekardjo Tahun 2018
Berdasarkan data diatas dapat dilihat data kunjungan IGD sebanyak 19.256 kunjungan dengan komposisi pasien Kecelakaan lalu Lintas (KLL) sebanyak 529 kunjungan dan sebanyak 18.727 kunjungan akibat non KLL (Kecelakaan Lalu Lintas).
Gambar V.1
Data Jumlah Kunjungan Pasien KLL dan Non KLL Tahun 2016, 2017 dan 2018
Pada gambar diatas dapat dilihat kunjungan pasien IGD mengalami penurunan pada tahun 2018. Sedangkan pada tahun 2018 pasien Non KLL mengalami peningkatan kunjungan pasien.
Gambar V.2
Persentase Kunjungan Pasien KLL dan Non KLL
0 5000 10000 15000 20000 25000
2016 2017 2018
KLL 1353 4262 529
Non KLL 20517 16204 18727
KLL 3%
Non KLL 97%
Kunjungan pasien dikelompok berdasarkan pasien Non Kecelakaan Lalu Lintas (Non KLL) dan pasien Kecelakaan Lalu Lintas (KLL). Pasien Non KLL sebanyak 3% (529 pasien), sedangkan pasien KLL sebanyak 97%
(18.727 pasien).
Gambar V.3
Persentase Pasien KLL Tahun 2018
Pasien yang datang ke Insatalasi Gawat Darurat akibat dari Kecelakaan Lalu Lintas (KLL) pada Tahun 2018 sebanyak 529 pasien dengan pasien dirawat sebanyak 209 orang (44%), pasien pulang sebanyak 235 orang (40%), pasien dirujuk sebanyak 34 orang (6%) dan pasien meninggal sebanyak 51 orang (10%).
Gambar V.4
Persentase Pasien Non KLL Tahun 2018
40%
44%
6% 10%
Dirawat Pulang Dirujuk Meninggal
Dirawat Pulang
Dirujuk Meninggal
Pasien yang datang ke Insatalasi Gawat Darurat akibat dari Non Kecelakaan Lalu Lintas (Non KLL) pada Tahun 2018 sebanyak 18.727 pasien. 11.327 pasien (58,8%) memerlukan perawatan di ruangan rawat inap, 7.092 pasien (36.8%) pulang setelah diberikan pengobatan, 76 pasien (0.4%) dirujuk ke tingkat pelayanan lebih tinggi, 232 pasien (1,2%) meninggal.
V.1.1 Jumlah Kunjungan IGD Tahun 2018
Gambar V.5
Data Jumlah Kunjungan Pasien IGD RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2016 s.d Tahun 2018
Jumlah kunjungan pasien IGD mengalami penurunan setiap tahunnya.
Pada tahun 2017 mengalami penurunan, hal ini bisa disebabkan adanya persaingan Rumah Sakit di Kota Tasikmalaya dimana Rumah Sakit Swasta di Kota Tasikmalaya sudah bergabung atau kerjasama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Penurunan kunjungan pada tahun 2018 disebabkan adanya peraturan baru dari BPJS pusat bahwa pelayanan kepada pasien melalui rujukan berjenjang karena pasien-pasien dari Fasilitas Kesehatan Tingkat I (FKTP) tidak bisa langsung ke RSUD dr. Soekardjo dengan alasan RSUD dr. Soekardjo adalah Rumah Sakit tipe B sehingga rujukan dari FKTP harus dialamatkan ke Rumah Sakit tipe C terlebih dahulu.
Meskipun demikian bahwa kebutuhan masyarakat untuk pelayanan kesehatan masih tinggi terutama dalam pelayanan di rumah sakit. Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya merupakan salah satu
17000 18000 19000 20000 21000 22000
2016 2017 2018
21870
20466
19256
rumah sakit rujukan di priangan timur sehingga pasien yang datang ke rumah sakit berasal dari dalam kota ataupun luar kota Tasik seperti Ciamis, Garut, Banjar.
Gambar V.6
Data Kunjungan Pasien IGD Berdasarkan SMF Tahun 2018
Berdasarkan kunjungan diatas dapat dilihat bahwa kunjungan untuk SMF non bedah mendominasi paling banyak sebanyak 12982 kunjungan (67.4%) dan pada urutan kedua adalah untuk kasus pasien pada SMF bedah sebanyak 3647 kunjungan (18,9%), urutan ke tiga adalah untuk kasus SMF anak sebanyak 2607 kunjungan (13.5%), untuk SMF Kebidanan sebanyak 14 kunjungan (0,1%) dan SMF psikiatrik 6 kunjungan (0.03%).
Tabel V.4
Kunjungan Pasien IGD Berdasarkan Jaminan Kesehatan RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Tahun 2018
NO BULAN JENIS PASIEN
ASKES UMUM JAMKESMAS KONTRAK
CUMA-CUMA
1 Januari 534 554 753 0 0
2 Pebruari 511 510 559 0 0
3 Maret 540 550 656 0 0
4 April 494 408 742 0 0
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000
Bedah Non Bedah Kebidanan Psikiatrik Anak
Kunjungan 3647 12982 14 6 2607
% 18.9 67.4 0.1 0.03 13.5
NO BULAN JENIS PASIEN
ASKES UMUM JAMKESMAS KONTRAK
CUMA-CUMA
5 Mei 441 457 762 0 0
6 Juni 419 368 754 0 0
7 Juli 437 259 930 0 0
8 Agustus 528 242 939 0 0
9 September 614 223 949 0 0
10 Oktober 625 176 1116 0 0
11 Nopember 521 118 1060 0 0
12 Desember 393 165 1035 0 0
TOTAL 6057 4030 10255 0 0
Sumber : Data IGD RSUD dr. Soekardjo Tahun 2018
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tasikmalaya merupakan rumah sakit pemerintah daerah yang dalam memberikan pelayanan menerima pasien yang menggunakan jaminan kesehatan berupa Umum, Jamkesmas, Askes, Kontrak. Berdasarkan data diatas maka sebagian besar pasien yang datang adalah pasien Jamkesmas sebanyak 10255 orang (50.41%). pasien Askes sebanyak 6057 orang (29.78%), Pasien Umum sebanyak 4030 (19.81%).
V.1.2 Trend Jumlah Kunjungan IGD
Gambar V.7
10 Besar Penyakit Instalasi Gawat Darurat Tahun 2018
1537 1426
1146 1057
859 745
600 563
374 340
0 200 400 600 800 1000 1200 1400 1600 1800
Trend kunjungan pasien pada Tahun 2018 didominasi oleh pasien dengan diagnosa Febris sebanyak 1537, diagnosa Vulnus Lateratum sebanyak 1426, diagnose CHF sebanyak 1146 dan diagnosa Stroke sebanyak 1057.
V.1.3 Kemampuan Menangani Life Saving Pada Tahun 2018
Fasilitas layanan Unit Gawat Darurat (UGD) harus didukung oleh dokter dan perawat yang siap siaga selama 24 jam. Hal itu ditunjukkan dengan pelayanan bagi setiap pasien yang datang di UGD. Dimana pasien gawat darurat akan dilayani dokter jaga dan perawat yang dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengatasi kegawat daruratan dengan peralatan yang memadai, Petugas On Site baik dokter jaga dan perawat, ditunjang fasilitas laboratorium rontgent dan CT Scan, pelayanan observasi bagi pasien yang keberatan dirawat kurang dan atau perlu pengawasan kurang dari 6 jam dan penanganan kasus bencana massal.
Tabel V.5
Indikator Pencapaian Standar Pelayanan Minimal IGD Tahun 2018
No Bulan Life Saving Respon Time Kematian
<24 Jam
1 Januari 31 1 Menit 13
2 Februari 21 1 Menit 21
3 Maret 29 1 Menit 17
4 April 28 1 Menit 22
5 Mei 30 1 Menit 31
6 Juni 29 1 Menit 16
7 Juli 28 1 Menit 16
8 Agustus 29 1 Menit 16
9 September 23 1 Menit 25
10 Oktober 36 1 Menit 15
11 Nopember 40 1 Menit 25
12 Desember 33 1 Menit 20
V.1.4 Jumlah Tenaga IGD dan Pengembangan SDM
Instalasi / Unit Gawat Darurat harus dapat memberikan pelayanan gawat darurat kepada masyarakat yang menderita penyakit akut dan yang
mengalami kecelakaan sesuai dengan standar. Instalasi / Unit Gawat Darurat dipimpin oleh dokter dan dibantu oleh tenaga medis keperawatan dan tenaga lainnya yang telah mendapat pelatihan penanggulangan gawat darurat (PPGD). Dokter yang terlatih sebagai kepala Instalasi / Unit Gawat Darurat yang bertanggung jawab atas pelayanan di IGD dan Perawat sebagai penganggung jawab pelayanan keperawatan gawat darurat. Semua tenaga dokter dan keperawatan harus mampu melakukan teknik pertolongan hidup dasar (Basic Life Support). Jumlah tenaga yang ada di IGD sebanyak 33 Orang yang terdiri dari : Dokter sebanyak 8 Orang, perawat sebanyak 25 orang. Adapun jumlah keseluruhan pegawai tersebut terdiri dari 13 orang yang berstatus PNS dan 12 Orang bertatus sebagai pegawai tidak tetap (PTT). Semua pegawai IGD sudah mengikuti pelatihan-pelatihan seperti: pelatihan-pelatihan PPGD, BTCLS, BCLS, ACLS, Pelatihan Penanggulangan Keracunan, Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Pelatihan Cardiovaskuler.
Kebutuhan pegawai di IGD sebetulnya masih kurang dibandingkan dengan jumlah kunjungan pasien yang meningkat apalagi pegawai IGD harus rangkap dengan ruangan Transit yang ada di IGD. Ruang Transit pada dasarnya merupakan ruangan yang hanya untuk tempat sementara saja bagi pasien yang belum mendapatkan tempat ruang rawat inap, namun pada kenyataan dikarenakan tempat perawatan selalu penuh maka pasien yang ada di ruangan transit menjadi pasien rawat inap karena menunggu ruangan kosong yang ada di ruang perawatan. Oleh karena itu beban kerja pegawai IGD sangat tinggi apalagi pada saat kunjungan pasien IGD meningkat. Berdasarkan perhitungan kebutuhan tenaga keperawatan di IGD No. 440.01.209/KPWT/2008 jadi kebutuhan tenaga perawat di IGD RSUD dr. Soekardjo adalah, rata-rata pasien perhari yang datang ke IGD pada tahun 2018 yaitu 53 orang, jumlah jam perawatan pasien perhari yaitu 4 jam, jam efektif perhari yaitu 7 jam.
53x4:7=30=30 loss day (faktor koreksi/32x20%=7 orang) 30 orang + 7 orang = 37 orang
Jadi kebutuhan tenaga perawat untuk ruang IGD seharusnya sebanyak 37 orang namun pada tahun 2018 ini jumlah tenaga perawat IGD sebanyak 25 orang sehingga mengalami kekurangan tenaga perawat sebanyak 12 orang sesuai dengan hasil perhitungan yang seharusnya. Adapun untuk perencanaan SDM ke depannya mengharapkan adanya penambahan jumlah pegawai yang sudah terampil dan ahli dalam bidang kegawatdarutan.