• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KINERJA PELAYANAN DI RUMAH SAKIT

V. 3.3 10 Penyakit Terbanyak Rawat Inap

V.11 Pelayanan Farmasi

Pelayanan Farmasi Rumah Sakit merupakan salah satu kegiatan di Rumah Sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 129/Menkes/SK/II/2008 Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak dapat terpisahkan dari sistem pelayanan rumah sakit yang utuh dan berorientasi kepada pelayanan kepada pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 72 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit meliputi :

a) Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan Medis Habis Pakaimeliputi : pemilihan, perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan dan penarikan, pengendalian dan administrasi. Sejak diberlakukannya JKN perencanaan kebutuhan obat mengacu kepada Formularium Nasional (Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 328/MENKES/SK/VIII/2013) dan usulan obat non Formularium Nasional yang ditetapkan dengan keputusan Direktur Nomor 442/Kep-46-Huk/2015. Pengadaan obat sebagian sudah menggunakan e-purchasing melalui LKPP dengan harga e-catalog yang ditetapkan pemerintah.

b) Pelayanan Farmasi Klinik meliputi : pengkajian dan pelayanan Resep, penelusuran riwayat penggunaan Obat, rekonsiliasi obat, Pelayanan Informasi Obat (PIO), konseling, visite, Pemantauan Terapi Obat (PTO), Monitoring Efek Samping Obat (MESO), Evaluasi Penggunaan Obat (EPO), dispensing sediaan steril, dan Pemantauan Kadar Obat dalam Darah (PKOD).

V.11.1 Pelayanan Obat

Tabel V.45

Jumlah Pelayanan Obat Berdasarkan ketersediaan Obat / item obat Tahun 2018

NO GOLONGAN OBAT JUMLAH ITEM OBAT

JUMLAH ITEM OBAT TERSEDIA

DI RUMAH SAKIT

JUMLAH ITEM OBAT FORMULARIUM TERSEDIA DI RUMAH

SAKIT

1 Obat Generik 254 159 159

2 Obat Non Generik

Formularium 577 496 496

3 Obat Non Generik

Non Formularium 0 0 0

TOTAL 831 655 655

Sumber : Data Laporan Evaluasi Kegiatan Instalasi Farmasi Tahun 2018

Berdasarkan ketersediaan obat yang ada di RSUD dr. Soekardjo dapat dilihat pada tabel diatas ketersediaan obat yang dibutuhkan lebih kecil daripada kebutuhan yang seharusnya (78.82%). Hal ini memungkinkan banyak pasien yang tidak dapat terlayani dalam penyediaan obat sehingga

sebagian besar pasien ada yang membeli resep keluar. Perlunya dianalisis penyebab kurangnya penyediaan obat yang ada di RSUD dr. Soekardjo.

Tabel V.46

Jumlah Pelayanan Obat Berdasarkan Penulisan dan Pelayanan Resep Tahun 2018

No Golongan Obat

Jumlah Total Resep (Obat) Terlayani : Tidak Terlayani

Jumlah Sumber : Data Laporan Evaluasi Kegiatan Instalasi Farmasi Tahun 2018

Ketersediaan obat yang tidak maksimal yang diadakan oleh RSUD dr.

Soekardjo berdampak pada jumlah resep yang tidak terlayani di tahun 2018 ini. Dari data diatas dapat dilihat 77,11% (611.374 resep) jumlah resep yang dapat dilayani oleh pihak RSUD dr. Soekardjo dan 22,89% (181.444 resep) jumlah resep yang tidak terlayani oleh pihak RSUD dr, Soekardjo.

V.11.2 Permasalahan dan Pemecahan Masalah di Pelayanan Farmasi Tabel V.47

Permasalahan dan Pemecahan Masalah di Pelayanan Farmasi Tahun 2018

No Permasalahan Pemecahan Masalah

1 I. Pengelolaan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP

Dokter masih banyak menulis obat Non

Formularium Rumah Sakit Beberapa Obat sudah ada EBM sehingga suda dimmasukan ke dalam Addendum Formularium Rumah Sakit II. Perencanaan dan Pengadaan

a. Perencanaan kebutuhan tidak sesuai

dengan anggaran yang tersedia a.Anggaran obat dinaikkan sesuai kebutuhan

III. Penerimaan

Gudang obat terutama untuk obat

Sudah mengusulkan ke Direktur melalui Wakil Direktur Pelayanan untuk mengadakan gudang infus

No Permasalahan Pemecahan Masalah infus tidak memenuhi standar sesuai standar

2 Pelayanan Farmasi Klinik

I.Pelayanan Farmasi klinik belum maksimal sesuai dengan apa yang diharapkan, dikarenakan :

a.Kurang SDM a.Menambahkan SDM sesuai standar

pelayanan kefarmasian b.SDM yang ada masih kurang

pengetahuan tentang Farmasi Klinik b.-Perlu motivasi dan meningkatkan pengetahuan para Apoteker agar pelayanan Farmasi Klinik berjalan maksimal

II.Pelayanan Informasi Obat (PIO)

Belum berjalan sesuai yang diharapkan dikarenakan kurangnya sarana dan prasarana

Agar rumah sakit menyediakan sarana dan prasarana sesuai kebutuhan

3 Pengendalian Mutu Pelayanan Kefarmasian

a. Waktu tunggu pelayanan obat jadi dan obat racikan jauh diatas nilai Standar Pelayanan Minimal dikarenakan kurangnya SDM dan banyaknya kekosongan obat

a.Obat Dilengkapi

b.Ketepatan dispending obat oleh farmasi rawat inap, masih terjadi beberapa kesalahan dispending dengan kategori kejadian nyaris cedera (KNC) dan kejadian tidak cedera (KTC)

Agar semua petugas farmasi meningkatkan ketelitian dalam pelayanan

c.Keseuaian penulisan resep obat oleh dokter dengan formularium, masih banyak obat yang ditulis dokter belum masuk dalam Fornas

Mengupayakan obat yang tidak ada dalam Fornas untuk mencari bukti ilmiahnya dan selanjutnya dibahas dalam rapat Panitia Farmasi dan Terapi d.Kepuasan pelanggan pasien rawat

jalan, berdasarkan hasil pengisian questioner secara umum kepuasan pasien terhadap pelayanan farmasi diatas Standar Pelayanan Minimal (SPM) Tetapi untuk unsur waktu tunggu pelayanan obat masih dibawah standar Unsur ketersediaan obat di apotek walaupun hasilnya diatas standar tetapi pada kenyataannya banyak terjadi kekosongan obat

4 Administrasi

a.Laporan Kegiatan di Instansi Farmasi masih menuai, belum didukung oleh program komputer yang sesuai kebutuhan, sehingga waktu tidak efektif dan data tidak akurat

Agar program komputer secepatnya diperbaiki dan diselesaikan sesuai dengan kebutuhan di Instalasi Farmasi 5 Sarana dan Prasarana Agar rumah sakit memenuhi

kebutuhan yang diperlukan baik sarana maupun prasarana dengan a.Gudang infus tidak memenuhi standar

b.Depo farmasi ICU belum berfungsi

No Permasalahan Pemecahan Masalah karena tidak ada sarana dan prasarana

(seperangkat komputer, lemari obat dll) segera c.Belum ada depo farmasi IGD dengan

sarana

d.Ruang pelayanan obat tidak ada AC e.Prasarana lainnya antara lain : Lemari penyimpanan B3, Lemari psikoropika pintu ganda, lemari es untuk apotek rawat inap, beberapa computer dan printer, dan laptop untuk PIO