• Tidak ada hasil yang ditemukan

GAMBARAN SOSIAL EKONOMI 1.Laju Pertumbuhan Ekonomi

Dalam dokumen Profil Kesehatan 2015 FIX (Halaman 47-53)

GAMBARAN UMUM

RATA_RATA JIWA/RUMAH TANGGA

B. GAMBARAN SOSIAL EKONOMI 1.Laju Pertumbuhan Ekonomi

Kota Depok merupakan daerah yang memiliki potensial sosial ekonomi yang tinggi. Potensi tersebut karena letaknya yang sangat strategis, menjadi penyangga Ibukota Negara. Letaknya demikian berdampak positif bagi para investor untuk menanamkan modalnya di wilayah ini, terutama yang berkaitan dengan pengembangan kawasan di Kota Depok sebagai kota permukiman, perdagangan dan jasa. Adanya Universitas Indonesia (UI) dan universitas swasta lainnya yang cukup berkualitas, menjadikan investor berbondong – bondong untuk membuka berbagai macam perdagangan (wisata kuliner) serta investasi lahan untuk dijadikan apartemen ataupun rumah.

Berdasarkan struktur ekonomi, yang ditunjukkan oleh angka PDRB, sektor unggulan daerah Kota Depok adalah sektor tersier yang meliputi subsektor perdagangan, hotel dan restoran, dan subsektor jasa. Berdasarkan data PDRB tahun 2011 yang dipublikasikan BPS Kota Depok pada tahun 2012, sektor tersier memberikan kontribusi pada perekonomian daerah sebesar 48,55 % (Atas Dasar Harga Konstan), meningkat dibanding tahun sebelumnya (47,48%). Makin meningkatnya kontribusi sektor tersier kian

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 17

mengokohkan Kota Depok sebagai kota perdagangan dan jasa. Sektor sekunder sebenarnya masih menunjukkan kontribusi yang besar (48,68 %/ADHK), namun cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sebelumnya (tahun 2010), kontribusi sektor sekunder sebesar 49,36%. Di luar sektor makro di atas, Kota Depok juga memiliki berbagai produk potensial yang memiliki keunggulan komparatif, antara lain komoditas belimbing, ikan hias, tanaman hias, serta beberapa produk ekonomi kreatif. Sumbangan kegiatan ekonomi kreatif di Kota Depok terhadap PDRB (ADHK 2000).

2. Pengeluaran Per Kapita

Besarnya pendapatan yang diterima/diperoleh rumah tangga dapat menggambarkan kesejahteraan suatu masyarakat. Namun demikian data pendapatan yang akurat sulit diperoleh, sehingga dalam Survey/kegiatan Sosial Ekonomi Daerah (Suseda) didekati melalui pengeluaran rumah rangga. Pengeluaran perkapita masyarakat Kota Depok pada tahun 2011 sebesar 651,46, tahun 2012 sebesar 654,95, tahun 2013 sebesar 658,25, tahun 2014 sebesar 661,30 dan tahun 2015 sebesar 661.35. Berikut gambaran pengeluaran perkapita penduduk Kota Depok tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 seperti terlihat pada Gambar dibawah ini.

GAMBAR 3.6

PENGELUARAN PERKAPITA PENDUDUK KOTA DEPOK TAHUN 2011- 2015

Sumber : Bappeda Kota Depok, 2015

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 18

3 . Penduduk miskin

Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan. Indikator kemiskinan ditentukan dengan nilai rupiah yang dibelanjakan untuk 2.100 kalori per kapita per hari ditambah dengan pemenuhan kebutuhan pokok minuman lainnya seperti perumahan, bahan bakar, sandang, pendidikan, kesehatan dan transportasi. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2012 sebanyak 321.012 jiwa (16,9 %), tahun 2013 sebanyak 469.603 jiwa (24%), tahun 2014 dan tahun 2015 berdasarkan data dari UPT Jamkesda jumlah penduduk miskin sebanyak 188.660 jiwa.

4. Tingkat Pendidikan

Dari sebelas kecamatan yang ada di Kota Depok, angka melek huruf yang paling tinggi ada di kecamatan Beji sebesar 99.84 %, kemudian disusul oleh kecamatan Sukmajaya dan Kecamatan Pancoran Mas. Angka melek huruf yang rendah ada pada Kecamatan Bojongsari sebesar 97,46.

GAMBAR 3.7

ANGKA MELEK HURUF MENURUT KECAMATAN DI KOTA DEPOK TAHUN 2015

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 19

Dari angka melek huruf ini menggambarkan bahwa masyarakat Kota Depok yang berumur 15 tahun keatas, rata-rata sebesar 95 %, sisanya adalah orang tua yang putus sekolah SD, SMP atau belum pernah sekolah sehingga sampai saat ini belum bisa membaca dan menulis.

TABEL 3.4

RATA-RATA LAMA SEKOLAH (TAHUN) DI KOTA DEPOK BERDASARKAN KECAMATAN TAHUN 2013-2015

Kecamatan Tahun 2013 2014 2015 Sawangan 10,45 10,63 10,64 Bojongsari 10,19 10,21 10,22 Pancoran Mas 11,42 11,44 11,45 Cipayung 9,14 9,46 9,62 Sukmajaya 11,90 12,37 12,61 Cilodong 10,53 10,92 11,21 Cimanggis 10,76 11,25 11,32 Tapos 10,76 10,77 10,88 Beji 12,02 12,04 12,05 Limo 9,58 10,06 10,06 Cinere 11,87 11,89 11,95 Kota Depok 10,98 11,16 11,17

Sumber: Badan Pusat Statistik Kota Depok, 2015

Rata – rata lama sekolah untuk masyarakat Kota Depok berumur 15 tahun ke atas. Rata-rata lama sekolah yang tertinggi ada di Kecamatan Sukmajaya, selanjutnya adalah Kecamatan Beji dan Kecamatan Cinere.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 20

Secara umum angka rata-rata lama sekolah penduduk berumur 15 tahun ke atas di Kota Depok adalah sampai dengan kelas 2 SLTA. Hal ini bisa menjadi perhatian Pemerintah Kota Depok untuk dapat menetapkan prioritas pendidikan, misalnya pendidikan gratis sampai dengan SLTA.

5. Status Pembangunan Manusia

Pembangunan manusia menurut UNDP (1990), adalah proses memperluas pilihan-pilihan penduduk (Enlarging the Choices of people) . Terdapat tiga pilihan dari sekian banyak pilihan yang di anggap relevan, yaitu sehat dan berumur panjang, berpendidikan dan berkemampuan untuk akses ke sumber daya yang dapat memenuhi standar hidup layak. Untuk mengukur ketiga pilihan utama tersebut, digunakan indeks komposit berdasarkan tiga parameter. Ketiga parameter tersebut adalah :

1. Pendidikan, yang diukur dengan Angka Melek Huruf

2. Derajat kesehatan dan berumur panjang yang diukur dengan AHH

3. Pendapatan, yang diukur dengan daya beli masyarakat (purchasing power parity).

Perkembangan Indeks Pembangunan manusia (IPM) Kota Depok berdasarkan penghitungan BPS secara umum dari periode 2010 sampai dengan 2014 mengalami peningkatan. IPM Kota Depok tahun 2010 sebesar 79,09%, tahun 2011 sebesar 79,49%, tahun 2012 sebesar 79,83%, tahun 2013 sebesar 80,02 %, tahun 2014 sebesar 80,58% dan tahun 2015 sebesar 80,79%.

Angka Harapan Hidup Kota Depok tahun 2015 sebesar 74,10 tahun yang artinya anak yang lahir pada tahun 2015 ini mempunyai harapan hidup sampai dengan umur 74,10 tahun. Angka melek huruf sebesar 99,09% artinya masyarakat Kota Depok tahun 2015 yang berumur 15 tahun keatas dan yang bisa membaca dan menulis sebanyak 99,09%, masih ada 0.01% lagi penduduk yang buta huruf. Rata-rata lama sekolah 11.17 tahun artinya masyarakat Kota Depok yang berumur 15 tahun keatas rata-rata lama sekolah selama 11.17 tahun atau sampai dengan kelas 2 SMA, pengeluaran per kapita sebesar 661.35 rupiah per tahun artinya bahwa masyarakat Kota Depok tahun 2015 mengeluarkan uang untuk konsumsi sebesar 661.35 rupiah setiap orang selama satu tahun yang telah disesuaikan.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 21

Kota Depok mempunyai IPM tertinggi di Jawa Barat tetapi masih terdapat balita yang kurang gizi atau anak usia sekolah dasar tetapi tidak bersekolah. Mereka adalah harapan di masa depan yang harus kita perjuangkan di masa kini. Modal sosial dan kerjasama yang baik dari semua pihak, pemerintah dan masyarakat sangat diharapkan untuk membangun Kota Depok yang tercinta ini. Berikut gambaran IPM Kota Depok dari Tahun 2010 sampai dengan 2015 seperti pada gambar di bawah ini.

GAMBAR 3.8

IPM KOTA DEPOK TAHUN 2011 – 2015

Sumber : BAPPEDA dan BPS Kota Depok, 2015

Kecamatan dengan IPM tertinggi di Kota Depok adalah Kecamatan Sukmajaya sebesar 82,17 dan AHH tertinggi pada Kecamatan Sukmajaya sebesar 75.54. Gambaran IPM Kota Depok menurut Kecamatan di Kota Depok Tahun 2015 dapat dilihat pada Gambar 3.9.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 22

GAMBAR 3.9

IPM KOTA DEPOK MENURUT KECAMATAN DI KOTA DEPOK TAHUN 2015

Sumber : BAPPEDA dan BPS Kota Depok , 2015

Dalam dokumen Profil Kesehatan 2015 FIX (Halaman 47-53)