SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
3. Tenaga Kefarmasian
B. SARANA KESEHATAN
1. Rumah Sakit
Rumah sakit adalah suatu organisasi tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosa serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien.
Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 156
Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.
Tugas dan Fungsi Rumah Sakit
Rumah sakit umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan.
Dimana untuk menyelenggarakan fungsinya, maka Rumah Sakit umum menyelenggarakan kegiatan :
a. Pelayanan medis
b. Pelayanan dan asuhan keperawatan c. Pelayanan penunjang medis dan nonmedis
d. Pelayanan kesehatan kemasyarakatan dan rujukan e. Pendidikan, penelitian dan pengembangan
f. Administrasi umum dan keuangan
Sedangkan menurut undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, fungsi rumah sakit adalah :
a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan seuai dengan standar pelayanan rumah sakit.
b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.
c. Penyelenggaaan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatn.
d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahan bidang kesehatan.
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 157
pelayanan, mutu pelayanan dan tingkat efisiensi pelayanan rumah sakit adalah Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian rumah sakit, Length Of Stay (LOS) atau rata-rata lama hari rawat di rumah sakit, Turn Over Interval (TOI) atau jarak pemanfaatan tempat tidur antara satu pasien dengan pasien lainnya, Bed Turn Over (BTO) atau frekuensi penggunaan tempat tidur, Gross Death Rate (GDR) atau seluruh kematian di rumah sakit, Net Death Rate (NDR) atau kematian di rumah sakit kurang dari 48 jam.
Jumlah seluruh rumah sakit baik milik Pemerintah daerah, TNI/POLRI, Swasta di Kota Depok pada tahun 2012 adalah 16 rumah sakit dan tahun 2013 meningkat menjadi 17 unit rumah sakit. Proporsi rumah sakit umum daerah sebanyak 6, 25% dari total rumah sakit yang ada TNI/Polri 6,25%, sedangkan persentase rumah sakit swasta tahun 2013 berjumlah 88,2% dari total rumah sakit yang ada di Kota Depok.
Pada tahun 2015 rumah sakit di Kota Dpeok berjumlah 20 rumah sakit. Rumah sakit milik Pemerintah di Kota Depok sebanyak 1 rumah sakit, 1 rumah sakit TNI/POLRI dan 18 rumah sakit swasta.
2. Puskesmas
Puskesmas adalah kesatuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan dijangkau oleh masyarakat dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat luas guna mencapai derjat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan (Depkes RI, 2004).
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum, mereka harus memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif baik melalui upaya kesehatan perorangan (UKP) atau upaya kesehatan masyarakat (UKM).
Puskesmas dapat memberikan pelayanan rawat inap selain pelayanan rawat jalan. Hal ini disepakati oleh puskesmas dan dinas kesehatan yang bersangkutan. Dalam memberikan pelayanan di masyarakat, puskesmas biasanya memiliki sub unit pelayanan seperti puskesmas pembantu, puskesmas keliling, posyandu, pos kesehatan desa maupun pos bersalin desa (polindes).
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 158
(Tiga) Puskesmas perawatan yang berfungsi PONED yaitu UPT Puskesmas Cimanggis, UPT Puskesmas Sukmajaya, UPT Puskesmas Tapos dan 4 (empat) unit Puskesmas yang berfungsi 24 jam terdiri dari UPT Puskesmas Cinere, UPT Puskesmas Sukmajaya, UPT Puskesmas Cimanggis, UPT Puskesmas Pancoran Mas, 6 unit Pustu.
Pada tahun 2015 puskesmas di Kota Depok berjumlah 35 puskesmas dengna puskesmas perawatan atau rawat inap yang berfungsi sebagai PONED sebanyak 6 unit yaitu UPT Puskesmas Beji, UPT Puskesmas Pancoran Mas, UPT Puskesmas Sukmajaya, UPT Puskesmas Cimanggis, UPT Puskesmas Tapos, UPF Puskesmas Kedaung. Puskesmas Pembantu (Pustu) berjumlah 4 unit.
Fungsi Puskesmas sendiri meliputi:
a) Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan
Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap pembangunan di wilayah kerjanya.
Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.
b) Pusat pemberdayaan masyarakat
Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut menetap, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya social budaya masyarakat setempat. c) Pusat strata pelayanan kesehatan strata pertama
Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi:
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 159
Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu di tambahkan dengan rawat inap.
2. Pelayanan kesehatan masyarakat
Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.
Puskesmas di Kota Depok pada umumnya relatif mudah dijangkau oleh masyarakat baik dengan jalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak terjauh ke masyarakat kelurahan maksimal 5,5 km dan waktu tempuh yang diperlukan maksimal 25 menit dengan roda dua dan 35 menit dengan roda empat.
TABEL 6.9 GAMBARAN WILAYAH PUSKESMAS DAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS
DI KOTA DEPOK TAHUN 2015
No. Nama Kecamatan
Kode
Puskesmas Nama Puskesmas
Wilayah Kerja Puskesmas 2 Sawangan P3276010201 UPT Puskesmas
Kecamatan Sawangan
Kelurahan Sawangan Lama
Kelurahan Sawangan Baru
P3276010203 UPF Puskesmas Pasir Putih Kelurahan Pasir Putih P3276010204 UPF Puskesmas Kedaung Kelurahan Kedaung
Kelurahan Cinangka P3276010205 UPF Puskesmas
Pengasinan
Kelurahan Pengasinan Kelurahan Bedahan 2 Bojongsari P3276010206 UPT Puskesmas
Kecamatan Bojongsari
Kelurahan Pondok Petir
Kelurahan Curug Kelurahan Serua
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 160 Kelurahan Bojongsari Baru
P3276010202 UPF Puskesmas Duren Seribu
Kelurahan Duren seribu Kelurahan Duren Mekar Kelurahan Bojongsari Lama
3 Pancoran Mas
P3276020201 UPT Puskesmas Kec. Pancoran Mas
Kelurahan Depok Kelurahan Pancoran Mas P3276020202 UPF Puskesmas Depok
Jaya
Kelurahan Depok Jaya Kelurahan Mampang P3276020203 UPF Puskesmas Rangkapan
Jaya Baru
Kelurahan Rangkapan Jaya Lama
Kelurahan Rangkapan Jaya Baru
4 Cipayung P3276020204 UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung
Kelurahan Cipayung Jaya Kelurahan Pondok Terong Kelurahan cipayung - UPF Puskesmas Ratu Jaya Kelurahan Ratu Jaya
Kelurahan Pondok jaya 5 Sukmajaya P3276030101 UPT Puskesmas
Kecamatan Sukmajaya
Kelurahan Sukmajaya P3276030202 UPF Puskesmas Abadi Jaya Kelurahan Abadijaya
Kelurahan Cisalak P3276030203 UPF Puskesmas Bakti Jaya Kelurahan Bhaktijaya P3276030206 UPF Puskesmas Pondok
Sukmajaya
Kelurahan Tirtajaya Kelurahan Mekarjaya 6 Cilodong P3276030207 UPT Puskesmas
Kecamatan Cilodong
Kelurahan Cilodong Kelurahan Kalibaru P3276030204 UPF Puskesmas Villa
Pertiwi
Kelurahan Sukamaju P3276030205 UPF Puskesmas Kalimulya Kelurahan Kalimulya
Kelurahan Jatimulya 7 Cimanggis P3276040101 UPT Puskesmas
Kecamatan Cimanggis
Kelurahan Curug P3276040204 UPF Puskesmas Tugu Kelurahan Tugu P3276040206 UPF Puskesmas
Harjamukti
Kelurahan Harjamukti P3276040207 UPF Puskesmas Pasir Kelurahan Pasir Gunung
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 161 Gunung Selatan Selatan
P3276040208 UPF Puskesmas Mekarsari Kelurahan Mekarsari UPF Puskesmas Cisalak
Pasar
Kelurahan Cisalak Pasar 8 Tapos P3276040202 UPT Puskesmas
Kecamatan Tapos
Kelurahan Tapos Kelurahan Leuwinanggung P3276040203 UPF Puskesmas Sukatani Kelurahan Sukatani P3276040205 UPF Puskesmas Jatijajar Kelurahan Jatijajar P3276040209 UPF Puskesmas Cilangkap Kelurahan Cilangkap P3276040210 UPF Puskesmas Cimpaeun Kelurahan Cimpaeun
UPF Puskesmas Sukamaju Baru
Kelurahan Sukamaju Baru 9 Beji P3276050201 UPT Puskesmas
Kecamatan Beji
Kelurahan Beji Timur Kelurahan Beji P3276050202 UPF Puskesmas Tanah
Baru
Kelurahan Tanah Baru Kelurahan Kukusan P3276050203 UPF Puskesmas Kemiri
Muka
Kelurahan Kemiri Muka Kelurahan Pondok Cina 10 Limo P3276060201 UPT Puskesmas
Kecamatan Limo
Kelurahan Meruyung Kelurahan Grogol Kelurahan Krukut Kelurahan Limo
11 Cinere P3276060202 UPT Puskesmas Kecamatan Cinere
Kelurahan Cinere Kelurahan gandul
Kelurahan Pangkalan Jati Kelurahan pangkalan Jati Baru
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 162
GAMBAR 6.4
RASIO PUSKESMAS TERHADAP 30.000 PENDUDUK MENURUT KECAMATAN DI KOTA DEPOK TAHUN 2015
Sumber : Subbag PEP Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015
Rasio puskesmas di Kota Depok tahun 2015 terhadap 30.000 penduduk belum memenuhi target ideal dalam 30.000 penduduk terdapat 1 puskesmas, dari data diatas terlihat bahwa yang paling mendekati ideal yaitu Kecamatan Sawangan dengan penduduk 149.694 dan terdapat 4 puskesmas di daerah tersebut.
a. Puskesmas Pembantu
Dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan kesehatan yang diberikan pada unit pelayanan dan tuntutan dari masyarakat atas pelayanan yang cepat dan terjangkau sudah menjadi kebutuhan mendesak sehingga berdiri puskesmas pembantu yang tersebar disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan. Tahun 2013 Di kota depok terdapat sebanyak 6 puskesmas pembantu yaitu: Pustu Rangkapan Jaya (Kec. Pancoran Mas), Pustu Bojong Pondok Terong (Kec. Cipayung), Pustu Kukusan (Kec. Beji), Pustu Sukamaju Baru (Kec. Tapos), Pustu Kedaung (Kec. Sawangan). Cisalak pasar (kecamatan Cimanggis). Tahun 2014 dan tahun 2015 jumlah pustu di Kota Depok sebanyak 4 unit ini dikarenakan pustu Cisalak pasar dan Pustu Sukamaju Baru sudah naik tingkat menjadi Puskesmas.
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 163
b. Puskesmas Keliling
Sarana transportasi pendukung pelayanan puskesmas (Puskesmas keliling) pada Tahun 2013, sebanyak 25 unit ambulans siaga dan 80 unit kendaraan bermotor. Tahun 2014 dan 2015 jumlah Puskesmas keliling sebanyak 42 unit
c. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu, kelurahan siaga, dan lain sebagainya. Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling di kenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi, dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, Posyandu dikelompokan ke dalam 4 strata, yaitu Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan Posyandu Mandiri. Perkembangan jumlah posyandu di Kota Depok dalam kurun waktu 2007-2013 mengalami peningkatan dimana jumlah posyandu 877 buah posyandu tahun 2007 dan pada tahun 2011 sudah mencapai 974 buah posyandu. Tahun 2012 posyandu berjumlah 985 Unit dan yang aktif 727 (71,63%). Tahun 2013 jumlah posyandu 993 unit dan posyandu aktif sebanyak 696 unit. Tahun 2014 jumlah Posyandu 999 unit dan jumlah posyandu aktif sebesar 717 unit. Tahun 2015 jumlah posyandu 1.007 unit dan jumlah posyandu aktif sebanyak 819 unit.
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 164
GAMBAR 6.5
PERKEMBANGAN JUMLAH POSYANDU DAN POSYANDU AKTIF KOTA DEPOK TAHUN 2012-2015
Sumber : Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015
Rasio Posyandu dan jumlah penduduk di Kota Depok masih jauh dari ideal, idealnya 1:100 tetapi yang mendekati syarat tersebut hanya Puskesmas Bojongsari.
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 165
GAMBAR 6.6
RASIO POSYANDU MENURUT KECAMATAN DI KOTA DEPOK DAN TARGET POSYANDU KOTA DEPOK TAHUN 2015
Sumber : Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015
Cakupan strata posyandu di Kota Depok tahun 2015 Pratama 0,5%, Madya 18,17%, Purnama 45,08%, Mandiri 36,25%. Berikut gambar cakupan strata posyandu di Kota Depok.
P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 166
GAMBAR 6.7
CAKUPAN POSYANDU MENURUT STRATA POSYANDU DI KOTA DEPOK TAHUN 2015
Sumber : Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015