• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rumah Sakit

Dalam dokumen Profil Kesehatan 2015 FIX (Halaman 186-197)

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

3. Tenaga Kefarmasian

B. SARANA KESEHATAN

1. Rumah Sakit

Rumah sakit adalah suatu organisasi tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang menyelenggarakan pelayanan kedokteran, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosa serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien.

Menurut WHO (World Health Organization), rumah sakit adalah bagian integral dari suatu organisasi sosial dan kesehatan dengan fungsi menyediakan pelayanan paripurna (komprehensif), penyembuhan penyakit (kuratif) dan pencegahan penyakit (preventif) kepada masyarakat. Rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan bagi tenaga kesehatan dan pusat penelitian medik.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 156

Berdasarkan undang-undang No. 44 Tahun 2009 tentang rumah sakit, yang dimaksudkan dengan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan dan gawat darurat.

Tugas dan Fungsi Rumah Sakit

Rumah sakit umum mempunyai misi memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tugas rumah sakit umum adalah melaksanakan upaya pelayanan kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan penyembuhan dan pemulihan yang dilaksanakan secara serasi dan terpadu dengan peningkatan dan pencegahan serta pelaksanaan upaya rujukan.

Dimana untuk menyelenggarakan fungsinya, maka Rumah Sakit umum menyelenggarakan kegiatan :

a. Pelayanan medis

b. Pelayanan dan asuhan keperawatan c. Pelayanan penunjang medis dan nonmedis

d. Pelayanan kesehatan kemasyarakatan dan rujukan e. Pendidikan, penelitian dan pengembangan

f. Administrasi umum dan keuangan

Sedangkan menurut undang-undang No. 44 tahun 2009 tentang rumah sakit, fungsi rumah sakit adalah :

a. Penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan seuai dengan standar pelayanan rumah sakit.

b. Pemeliharaan dan peningkatan kesehatan perorangan melalui pelayanan kesehatan yang paripurna tingkat kedua dan ketiga sesuai kebutuhan medis.

c. Penyelenggaaan pendidikan dan pelatihan sumber daya manusia dalam rangka peningkatan kemampuan dalam pemberian pelayanan kesehatn.

d. Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan serta penapisan teknologi bidang kesehatan dalam rangka peningkatan pelayanan kesehatan dengan memperhatikan etika ilmu pengetahan bidang kesehatan.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 157

pelayanan, mutu pelayanan dan tingkat efisiensi pelayanan rumah sakit adalah Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat hunian rumah sakit, Length Of Stay (LOS) atau rata-rata lama hari rawat di rumah sakit, Turn Over Interval (TOI) atau jarak pemanfaatan tempat tidur antara satu pasien dengan pasien lainnya, Bed Turn Over (BTO) atau frekuensi penggunaan tempat tidur, Gross Death Rate (GDR) atau seluruh kematian di rumah sakit, Net Death Rate (NDR) atau kematian di rumah sakit kurang dari 48 jam.

Jumlah seluruh rumah sakit baik milik Pemerintah daerah, TNI/POLRI, Swasta di Kota Depok pada tahun 2012 adalah 16 rumah sakit dan tahun 2013 meningkat menjadi 17 unit rumah sakit. Proporsi rumah sakit umum daerah sebanyak 6, 25% dari total rumah sakit yang ada TNI/Polri 6,25%, sedangkan persentase rumah sakit swasta tahun 2013 berjumlah 88,2% dari total rumah sakit yang ada di Kota Depok.

Pada tahun 2015 rumah sakit di Kota Dpeok berjumlah 20 rumah sakit. Rumah sakit milik Pemerintah di Kota Depok sebanyak 1 rumah sakit, 1 rumah sakit TNI/POLRI dan 18 rumah sakit swasta.

2. Puskesmas

Puskesmas adalah kesatuan organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan dijangkau oleh masyarakat dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat luas guna mencapai derjat kesehatan yang optimal, tanpa mengabaikan mutu pelayanan kepada perorangan (Depkes RI, 2004).

Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis kesehatan di bawah supervisi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Secara umum, mereka harus memberikan pelayanan preventif, promotif, kuratif sampai dengan rehabilitatif baik melalui upaya kesehatan perorangan (UKP) atau upaya kesehatan masyarakat (UKM).

Puskesmas dapat memberikan pelayanan rawat inap selain pelayanan rawat jalan. Hal ini disepakati oleh puskesmas dan dinas kesehatan yang bersangkutan. Dalam memberikan pelayanan di masyarakat, puskesmas biasanya memiliki sub unit pelayanan seperti puskesmas pembantu, puskesmas keliling, posyandu, pos kesehatan desa maupun pos bersalin desa (polindes).

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 158

(Tiga) Puskesmas perawatan yang berfungsi PONED yaitu UPT Puskesmas Cimanggis, UPT Puskesmas Sukmajaya, UPT Puskesmas Tapos dan 4 (empat) unit Puskesmas yang berfungsi 24 jam terdiri dari UPT Puskesmas Cinere, UPT Puskesmas Sukmajaya, UPT Puskesmas Cimanggis, UPT Puskesmas Pancoran Mas, 6 unit Pustu.

Pada tahun 2015 puskesmas di Kota Depok berjumlah 35 puskesmas dengna puskesmas perawatan atau rawat inap yang berfungsi sebagai PONED sebanyak 6 unit yaitu UPT Puskesmas Beji, UPT Puskesmas Pancoran Mas, UPT Puskesmas Sukmajaya, UPT Puskesmas Cimanggis, UPT Puskesmas Tapos, UPF Puskesmas Kedaung. Puskesmas Pembantu (Pustu) berjumlah 4 unit.

Fungsi Puskesmas sendiri meliputi:

a) Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan

Puskesmas selalu berupaya menggerakkan dan memantau penyelenggaraan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya, sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari penyelenggaraan setiap pembangunan di wilayah kerjanya.

Khusus untuk pembangunan kesehatan, upaya yang dilakukan puskesmas adalah mengutamakan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.

b) Pusat pemberdayaan masyarakat

Puskesmas selalu berupaya agar perorangan terutama pemuka masyarakat, keluarga dan masyarakat termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan aktif dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan termasuk sumber pembiayaannya, serta ikut menetap, menyelenggarakan dan memantau pelaksanaan program kesehatan. Pemberdayaan perorangan, keluarga dan masyarakat ini diselenggarakan dengan memperhatikan kondisi dan situasi, khususnya social budaya masyarakat setempat. c) Pusat strata pelayanan kesehatan strata pertama

Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi:

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 159

Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan pemulihan kesehatan perorangan, tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu di tambahkan dengan rawat inap.

2. Pelayanan kesehatan masyarakat

Pelayanan kesehatan masyarakat adalah pelayanan yang bersifat publik dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain promosi kesehatan, pemberantasan penyakit, penyehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berencana, kesehatan jiwa masyarakat serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.

Puskesmas di Kota Depok pada umumnya relatif mudah dijangkau oleh masyarakat baik dengan jalan kaki, kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak terjauh ke masyarakat kelurahan maksimal 5,5 km dan waktu tempuh yang diperlukan maksimal 25 menit dengan roda dua dan 35 menit dengan roda empat.

TABEL 6.9 GAMBARAN WILAYAH PUSKESMAS DAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS

DI KOTA DEPOK TAHUN 2015

No. Nama Kecamatan

Kode

Puskesmas Nama Puskesmas

Wilayah Kerja Puskesmas 2 Sawangan P3276010201 UPT Puskesmas

Kecamatan Sawangan

Kelurahan Sawangan Lama

Kelurahan Sawangan Baru

P3276010203 UPF Puskesmas Pasir Putih Kelurahan Pasir Putih P3276010204 UPF Puskesmas Kedaung Kelurahan Kedaung

Kelurahan Cinangka P3276010205 UPF Puskesmas

Pengasinan

Kelurahan Pengasinan Kelurahan Bedahan 2 Bojongsari P3276010206 UPT Puskesmas

Kecamatan Bojongsari

Kelurahan Pondok Petir

Kelurahan Curug Kelurahan Serua

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 160 Kelurahan Bojongsari Baru

P3276010202 UPF Puskesmas Duren Seribu

Kelurahan Duren seribu Kelurahan Duren Mekar Kelurahan Bojongsari Lama

3 Pancoran Mas

P3276020201 UPT Puskesmas Kec. Pancoran Mas

Kelurahan Depok Kelurahan Pancoran Mas P3276020202 UPF Puskesmas Depok

Jaya

Kelurahan Depok Jaya Kelurahan Mampang P3276020203 UPF Puskesmas Rangkapan

Jaya Baru

Kelurahan Rangkapan Jaya Lama

Kelurahan Rangkapan Jaya Baru

4 Cipayung P3276020204 UPT Puskesmas Kecamatan Cipayung

Kelurahan Cipayung Jaya Kelurahan Pondok Terong Kelurahan cipayung - UPF Puskesmas Ratu Jaya Kelurahan Ratu Jaya

Kelurahan Pondok jaya 5 Sukmajaya P3276030101 UPT Puskesmas

Kecamatan Sukmajaya

Kelurahan Sukmajaya P3276030202 UPF Puskesmas Abadi Jaya Kelurahan Abadijaya

Kelurahan Cisalak P3276030203 UPF Puskesmas Bakti Jaya Kelurahan Bhaktijaya P3276030206 UPF Puskesmas Pondok

Sukmajaya

Kelurahan Tirtajaya Kelurahan Mekarjaya 6 Cilodong P3276030207 UPT Puskesmas

Kecamatan Cilodong

Kelurahan Cilodong Kelurahan Kalibaru P3276030204 UPF Puskesmas Villa

Pertiwi

Kelurahan Sukamaju P3276030205 UPF Puskesmas Kalimulya Kelurahan Kalimulya

Kelurahan Jatimulya 7 Cimanggis P3276040101 UPT Puskesmas

Kecamatan Cimanggis

Kelurahan Curug P3276040204 UPF Puskesmas Tugu Kelurahan Tugu P3276040206 UPF Puskesmas

Harjamukti

Kelurahan Harjamukti P3276040207 UPF Puskesmas Pasir Kelurahan Pasir Gunung

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 161 Gunung Selatan Selatan

P3276040208 UPF Puskesmas Mekarsari Kelurahan Mekarsari UPF Puskesmas Cisalak

Pasar

Kelurahan Cisalak Pasar 8 Tapos P3276040202 UPT Puskesmas

Kecamatan Tapos

Kelurahan Tapos Kelurahan Leuwinanggung P3276040203 UPF Puskesmas Sukatani Kelurahan Sukatani P3276040205 UPF Puskesmas Jatijajar Kelurahan Jatijajar P3276040209 UPF Puskesmas Cilangkap Kelurahan Cilangkap P3276040210 UPF Puskesmas Cimpaeun Kelurahan Cimpaeun

UPF Puskesmas Sukamaju Baru

Kelurahan Sukamaju Baru 9 Beji P3276050201 UPT Puskesmas

Kecamatan Beji

Kelurahan Beji Timur Kelurahan Beji P3276050202 UPF Puskesmas Tanah

Baru

Kelurahan Tanah Baru Kelurahan Kukusan P3276050203 UPF Puskesmas Kemiri

Muka

Kelurahan Kemiri Muka Kelurahan Pondok Cina 10 Limo P3276060201 UPT Puskesmas

Kecamatan Limo

Kelurahan Meruyung Kelurahan Grogol Kelurahan Krukut Kelurahan Limo

11 Cinere P3276060202 UPT Puskesmas Kecamatan Cinere

Kelurahan Cinere Kelurahan gandul

Kelurahan Pangkalan Jati Kelurahan pangkalan Jati Baru

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 162

GAMBAR 6.4

RASIO PUSKESMAS TERHADAP 30.000 PENDUDUK MENURUT KECAMATAN DI KOTA DEPOK TAHUN 2015

Sumber : Subbag PEP Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015

Rasio puskesmas di Kota Depok tahun 2015 terhadap 30.000 penduduk belum memenuhi target ideal dalam 30.000 penduduk terdapat 1 puskesmas, dari data diatas terlihat bahwa yang paling mendekati ideal yaitu Kecamatan Sawangan dengan penduduk 149.694 dan terdapat 4 puskesmas di daerah tersebut.

a. Puskesmas Pembantu

Dalam rangka perluasan jangkauan pelayanan kesehatan yang diberikan pada unit pelayanan dan tuntutan dari masyarakat atas pelayanan yang cepat dan terjangkau sudah menjadi kebutuhan mendesak sehingga berdiri puskesmas pembantu yang tersebar disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan. Tahun 2013 Di kota depok terdapat sebanyak 6 puskesmas pembantu yaitu: Pustu Rangkapan Jaya (Kec. Pancoran Mas), Pustu Bojong Pondok Terong (Kec. Cipayung), Pustu Kukusan (Kec. Beji), Pustu Sukamaju Baru (Kec. Tapos), Pustu Kedaung (Kec. Sawangan). Cisalak pasar (kecamatan Cimanggis). Tahun 2014 dan tahun 2015 jumlah pustu di Kota Depok sebanyak 4 unit ini dikarenakan pustu Cisalak pasar dan Pustu Sukamaju Baru sudah naik tingkat menjadi Puskesmas.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 163

b. Puskesmas Keliling

Sarana transportasi pendukung pelayanan puskesmas (Puskesmas keliling) pada Tahun 2013, sebanyak 25 unit ambulans siaga dan 80 unit kendaraan bermotor. Tahun 2014 dan 2015 jumlah Puskesmas keliling sebanyak 42 unit

c. Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan kepada masyarakat berbagai upaya dilakukan dengan memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada di masyarakat. Upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) diantaranya adalah Posyandu, kelurahan siaga, dan lain sebagainya. Posyandu merupakan salah satu bentuk UKBM yang paling di kenal di masyarakat. Posyandu menyelenggarakan minimal 5 program prioritas, yaitu kesehatan ibu dan anak, keluarga berencana, perbaikan gizi, imunisasi, dan penanggulangan diare. Untuk memantau perkembangannya, Posyandu dikelompokan ke dalam 4 strata, yaitu Posyandu Pratama, Posyandu Madya, Posyandu Purnama, dan Posyandu Mandiri. Perkembangan jumlah posyandu di Kota Depok dalam kurun waktu 2007-2013 mengalami peningkatan dimana jumlah posyandu 877 buah posyandu tahun 2007 dan pada tahun 2011 sudah mencapai 974 buah posyandu. Tahun 2012 posyandu berjumlah 985 Unit dan yang aktif 727 (71,63%). Tahun 2013 jumlah posyandu 993 unit dan posyandu aktif sebanyak 696 unit. Tahun 2014 jumlah Posyandu 999 unit dan jumlah posyandu aktif sebesar 717 unit. Tahun 2015 jumlah posyandu 1.007 unit dan jumlah posyandu aktif sebanyak 819 unit.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 164

GAMBAR 6.5

PERKEMBANGAN JUMLAH POSYANDU DAN POSYANDU AKTIF KOTA DEPOK TAHUN 2012-2015

Sumber : Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015

Rasio Posyandu dan jumlah penduduk di Kota Depok masih jauh dari ideal, idealnya 1:100 tetapi yang mendekati syarat tersebut hanya Puskesmas Bojongsari.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 165

GAMBAR 6.6

RASIO POSYANDU MENURUT KECAMATAN DI KOTA DEPOK DAN TARGET POSYANDU KOTA DEPOK TAHUN 2015

Sumber : Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015

Cakupan strata posyandu di Kota Depok tahun 2015 Pratama 0,5%, Madya 18,17%, Purnama 45,08%, Mandiri 36,25%. Berikut gambar cakupan strata posyandu di Kota Depok.

P r o f i l K e s e h a t a n K o t a D e p o k T a h u n 2 0 1 5 Page 166

GAMBAR 6.7

CAKUPAN POSYANDU MENURUT STRATA POSYANDU DI KOTA DEPOK TAHUN 2015

Sumber : Seksi Promkes Dinas Kesehatan Kota Depok, 2015

Dalam dokumen Profil Kesehatan 2015 FIX (Halaman 186-197)