HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Pergeseran Teknologi Analog Menuju Digital
Tumbuhnya era digital turut serta ditandai dengan munculnya berbagai teknologi yang turut berperan mempermudah kehidupan manusia dan menimbulkan perubahan yang signifikan dalam sistem sosial di masyarakat.
Kebutuhan untuk mengabadikan sebuah moment dalam sebuah media digital bernama kamera nampaknya sudah menjadi kelaziman sekaligus kebutuhan bagi seseorang. Kesempurnaan untuk mengabadikan berbagai moment berharga menjadi dambaan setiap pengguna kamera.
Celah kebutuhan inilah yang kemudian dimanfaatkan produsen untuk mentransformasi ide kamera digital sebagai sarana yang mempermudah pekerjaan khususnya para fotografer profesional. Fotografer profesional memiliki makna pekerja di bidang foto, yang berarti orang atau individu yang mengantungkan hidup atau dengan kata lain pekerjaannya berada dalam lingkup fotografi.
Inovasi khususnya di bidang teknologi juga terjadi pada perangkat rekam atau kamera. Di era fotografi film, cermin itu wajib hadir sebab hanya itulah ”komunikasi” antara dunia nyata dan mata fotografer. Di dunia fotografi digital, cermin itu tidak diperlukan lagi karena sensor kamera (pengganti film) bisa langsung mengirimkan imaji kepada fotografer baik ke layar LCD maupun ke viewfinder elektronik.
Pengguna kamera digital jenis DSLR pada kelompok pengguna jurnalis dan profesional menjadi titik fokus penelitian ini. Pengguna tersebut dipilih karena adanya ketergantungan yang tinggi terhadap inovasi DSLR dalam lingkup dunia kerja mereka sehari-hari.
Dalam penelitian ini peneliti mengambil sembilan sampel yang terdiri atas dua orang dari jajaran manajerial dan tujuh orang fotografer. Tujuh fotografer tersebut berasal dari wilayah Solo dan Yogyakarta. Lima orang sampel adalah mereka yang bekerja sebagai fotografer jurnalis, dua orang adalah pekerja di bidang fotografi profesional, dan dua orang adalah pihak manajemen yang berwenang untuk mengadakan sebuah kamera di perusahaanya. Kedua kota ini dianggap mewakili
55
keberadaan pengguna kamera yang cukup tinggi pada dua kategori tersebut. Kota-kota ini memiliki beberapa surat kabar lokal maupun nasional yang memiliki kantor perwakilan serta menempatkan puluhan jurnalis di kedua kota tersebut. Para fotografer tersebut berasal dari wilayah Solo dan Yogyakarta. Kedua kota ini dianggap mewakili keberadaan pengguna kamera yang cukup tinggi pada dua kategori tersebut. Kota-kota ini memiliki beberapa surat kabar lokal maupun nasional yang memiliki kantor perwakilan serta menempatkan puluhan jurnalis di kedua kota tersebut. Di dalam dunia profesional tidak dipungkiri keberadaan fotografer menjadi ladang profesi jasa yang menjanjikan. Puluhan jasa fotografer profesional baik freelance maupun perusahan bermunculan untuk menawarkan diri mengabadikan setiap momen berharga.
A.1. Difusi Inovasi DSLR
Digitalisasi atau proses perubahan dari sistem analog menjadi sistem digital sering juga disebut sebagai komputerisasi, turut berperan mendorong masyarakat mengikuti arus perubahan dan turut dalam penggunaan mekanisme digital. Sebagai sebuah perubahan yang bersifat masif, tentunya masyarakat dihadapkan pada pilihan untuk belajar atau tetinggal dalam perkembangan teknologi ini.
Peneliti melihat perubahan teknologi dari sistem analog menjadi digital turut “memaksa” seorang mempelajari inovasi baru yang ditawarkan kepada mereka. Sebagai contoh perlu adanya penyesuaian baru dengan mengenal perangkat dan tombol operasional sebuah kamera digital yang jauh berbeda dari kamera analog. Kemudian muncul lagi perbedaan dari segi olah gambar sampai transmisi gambar, semuanya merupakan hal baru yang berbeda dari sistem analog sebelumnya.
Dalam dunia fotografi digital, istilah digitalisasi terdiri atas dua proses penting, yakni proses pengambilan gambar dan proses pengolahan gambar setelah gambar diambil. Proses digital mampu memotong proses ruang gelap dimana fotografer harus bergulat dengan bahan kimia demi menghasilkan sebuah gambar pilihan. Proses digital memudahkan fotografer dalam memenuhi tuntutan deadline perusahaan.
Berbagai perubahan yang terjadi akibat pergeseran sistem dari analog menjadi digital merupakan hal yang menarik untuk diteliti. Berbagai faktor yang commit to user
mempengaruhi seorang fotografer profesional, dalam proses difusi inovasi teknologi kamera analog menjadi digital, inilah yang menurut peneliti dianggap sebagai proses perubahan masif dalam dunia fotografi. Perubahan dari proses pengambilan gambar hingga proses pengolahan gambar semua mengalami perkembangan yang luar biasa.
Dalam ranah ilmu komunikasi, peneliti melihat fenomena ini melalui aspek-aspek teori difusi inovasi. Peneliti ingin melihat bagaimana proses penerimaan dan penyebaran (difusi) informasi mengenai kamera jenis DSLR ini sebagai sebuah hal yang menarik. Peneliti ingin melihat bagaimana peran individu dalam proses penerimaan dan penyebaran (difusi) informasi tentang ide baru (inovasi) kamera DSLR di kalangan fotografer jurnalis dan profesional tersebut.
Apakah yang dimaksud difusi inovasi itu ? Rogers (1983 : 5) menyebutkan difusi adalah proses dimana sebuah inovasi di komunikasikan melalui media tertentu secara berulang-ulang diantara anggota sistem sosial. Difusi inovasi adalah tipe khusus dari komunikasi, di dalamnya terdapat pesan berada. Fokus kepada ide-ide baru. Sedangkan komunikasi adalah proses dimana partisipan menciptakan dan membagi informasi dengan orang lain untuk mencapai pemahaman yang sama
Proses difusi inovasi adalah tindakan mengkomunikasikan sebuah pesan atau ide mengenai sebuah hal baru (inovasi) untuk dapat digunakan sebagai alat menyelesaikan problem atau masalah yang sudah ada.
Proses keputusan-inovasi adalah sebuah proses dimana seorang individu (atau unit pengambil keputusan lain) mendapatkan pengetahuan pertama mengenai sebuah inovasi, untuk membentuk sebuah sikap terhadap inovasi, sebuah keputusan untuk mengadopsi atau menolak, untuk menerapkan sebuah ide baru, dan untuk mengakui keputusannya.
Proses ini terdiri dari sebuah seri tindakan dan pemilihan berulang-ulang dimana individu atau organisasi mengevaluasi sebuah ide baru dan memutuskan apakan iya atau tidak untuk bergabung dengan ide baru tersebut untuk kemudian dipraktekan. Perilaku ini dasarnya berhadapan dengan ketidakpastian yang ada pada sikap menentukan pada sebuah alternatif dari inovasi yang sudah ada.
Komunikasi menjadi titik penting dalam proses difusi, karena esensi dari proses penyampaian ide / gagasan itu berawal dari bagaimana sebuah pesan diciptakan oleh komunikator (message production) untuk selanjutnya ditransmikan oleh commit to user
komunikator (message dissemination) melalui saluran komunikasi dan dapat diterima oleh komunikan (message reception)
Hal ini terkait bagaimana sebuah ide / pesan dalam sebuah informasi disebarkan oleh komunikator untuk selanjutnya mengalami proses difusi hingga diterima oleh komunikan.
Dalam ranah ilmu komunikasi peneliti ingin melihat pada proses terjadinya difusi itu sendiri. Bagaimana sebuah ide atau gagasan baru, yakni informasi mengenai kamera digital jenis DSLR diadopsi oleh komunikator untuk diterima dan disebarkan ke dalam lingkup sistem sosial.
Dalam penelitian ini, peneliti ingin melihat proses difusi inovasi sebagai proses bagaimana sebuah inovasi mengalami proses difusi sampai akhirnya bisa diaplikasi kan oleh beberapa adopter. Proses difusi dilihat sebagai bentuk komunikasi khusus yang dilakukan oleh seorang komunikator melalui beberapa saluran komunikasi untuk dapat diterima oleh komunikator. Ada dua bahasan pokok dalam penelitian ini, yakni bagaimana sebuah pesan disebarkan (message dissemination) dan bagaimana sebuah pesan diterima / diintepretasikan (message reception). Ada pula dua peranan individu yang ingin dilihat peneliti di dalam penelitian ini, yakni bagaimana peran seorang individu / organisasi menjadi seorang komunikator dalam melakukan persebaran pesan (message dissemination) dan bagaimana peran individu ketika dia menjadi seorang komunikator yang menerima pesan (message reception).