• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Umum Perusahaan 1.Sejarah Perusahaan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Gambaran Umum Perusahaan 1.Sejarah Perusahaan

PT. Cipta Teras Adi Busana secara resmi didirikan pada tanggal 4 November 1989 oleh Bapak Ricky Tan setelah mendapat izin dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan (Deperindag) sebagai perusahaan perdagangan bahan tekstil, pakaian jadi, dan kulit.

Pada awal mulanya, PT. Cipta Teras Adi Busana terfokus pada dua pasar, yakni pasar domestik dan ekspor. Namun, pada tahun 1994, PT. Cipta Teras Adi Busana dibagi menjadi dua perusahaan yakni PT. Cipta Teras Adi Busana sendiri sebagai perusahaan untuk pasar domestik dan PT. Sapta Kharisma Cemerlang sebagai perusahaan untuk ekspor. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pengelolaan perusahaan secara keseluruhan, baik dari segi produksi, administrasi, maupun dalam pemasaran hasil produksi.

PT. Cipta Teras Adi Busana berlokasi di Jalan Wijaya No. 22 Teluk Gong, Jakarta Utara. Pemilihan lokasi tersebut dipertimbangkan karena dekat dengan Tol Cikampek, Pelabuhan Tanjung Priuk, Pelabuhan Merak dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Hal ini tentunya memudahkan perusahaan didalam pendistribusian bahan baku dan bahan pembantu maupun didalam pemasaran hasil produksi.

Perusahaan memiliki satu bangunan gedung berlantai dua yang berdiri pada sebidang tanah dengan luas 2.000 m2. Bangunan gedung pada lantai satu difungsikan sebagai gudang penyimpanan, kantor pemasaran dan kantor administrasi. Sedangkan lantai dua difungsikan perusahaan sebagai pabrik. 4.1.2. Permodalan Perusahaan

PT. Cipta Teras Adi Busana merupakan perusahaan milik sebuah keluarga yang modalnya dimiliki oleh beberapa anggota keluarga, dan Bapak Ricky Tan sebagai orang yang dipercaya untuk memimpin usaha.

Oleh karena modal perusahaan dimiliki oleh keluarga, keuangan perusahaan terkadang dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi. Hal

ini mengakibatkan keuangan perusahaan yang tadinya telah terinci secara sistematis menjadi semrawut (tidak teratur). Perusahaan terkadang kurang memiliki modal lebih untuk biaya produksinya. Dengan demikian, aktivitas produksi perusahaan menjadi terhambat untuk memenuhi permintaan pasar.

Belum lagi dalam hal kemajuan perusahaan. Seringkali masukan dari para staff di perusahaan tidak dihiraukan. Hal ini mengakibatkan segala kebijakan yang dilakukan oleh perusahaan adalah kebijakan yang sepenuhnya berasal dari pihak internal keluarga pemegang modal. Dengan demikian, rasa kebersamaan dan kekeluargaan kurang ditumbuhkan di dalam perusahaan. Hal yang demikian akan menjadi kelemahan perusahaan, apabila kondisi yang tidak harmonis tersebut terus terjalin di dalam perusahaan.

4.1.3. Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan misi memberikan arah dan tujuan yang jelas bagi perusahaan dalam menjalankan operasinya, baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka menengah.

PT. Cipta Teras Adi Busana memiliki visi yaitu “Cinta Produk Indonesia” dengan memperkenalkan produk-produk garmen dalam negeri terutama produk celana jeans yang kualitasnya tidak kalah dengan hasil garmen impor. Misi PT. Cipta Teras Adi Busana, yaitu menciptakan produk garmen berkualitas dan menyediakan kesempatan bekerja kepada masyarakat.

4.1.4. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi yang diterapkan PT. Cipta Teras Adi Busana disebut juga dengan jenjang kelompok kerja, yaitu :

1). Direktur Utama membawahi secara langsung seorang General Manager. 2). General Manager membawahi empat manager, yaitu Manager Personalia

dan Umum, Manager Finance and Accounting, Manager Produksi, dan Manager Pemasaran.

3). Manager Personalia dan Umum membawahi Kepala Seksi Personalia, Kepala Seksi Security, Kepala Seksi Ekspedisi, dan Kepala Seksi Umum. 4). Manager Finance and Accounting membawahi Kepala Bagian Finance

Manager Finance and Accounting dibantu oleh Job Assignment, yaitu Perpajakan.

5). Manager Produksi membawahi Kepala Bagian Preparation and Maker, Kepala Bagian Washing and Colouring, Kepala Bagian Finishing, dan Kepala Bagian Packing, dimana dalam menjalankan aktivitasnya Manager Produksi dibantu oleh Job Assignment, yaitu Asisten Manager Produksi.

6). Manager Pemasaran membawahi secara langsung Koordiator Tenaga Penjualan dan Koordinator Operasional Pemasaran.

Untuk lebih jelasnya, Bagan Struktur Organisasi PT. Cipta Teras Adi Busana dapat dilihat pada Lampiran 1. Berdasarkan struktur organisasi PT. Cipta Teras Adi Busana, maka tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian sebagai berikut :

1) Direktur Utama memimpin semua kegiatan baik di dalam maupun di luar perusahaan secara keseluruhan.

2) General Manager bertugas membantu Direktur Utama dalam mengkoordinir kegiatan-kegiatan perusahaan sesuai dengan bidangnya masing-masing.

3) Manager Personalia dan Umum bertugas mengawasi semua kegiatan yang berhubungan dengan kepegawaian, pengupahan, keamanan, ekspedisi, dan hubungan dengan pihak luar.

4) Manager Finance and Accounting bertugas mengkoordinir penyelenggaraan administrasi dan keuangan perusahaan, serta mengkoordinir pemasukan dan pengeluaran perusahaan.

5) Manager Produksi bertugas mengkoordinir seluruh kegiatan produksi agar tercapai hasil yang maksimal sesuai dengan kapasitas produksi. 6) Manager Pemasaran bertugas mengkoordinir seluruh kegiatan pemasaran

untuk mendapatkan keuntungan yang maksimum sesuai dengan target penjualan yang ditetapkan perusahaan.

7) Koordinator Tenaga Penjualan bertugas mengkoordinir seluruh kegiatan penjualan masing-masing Sales Executive didalam menjalankan tugasnya guna mencapai target penjualan yang ditetapkan perusahaan.

8) Koordinator Operasional Pemasaran bertugas mengawasi kesesuaian antara barang yang dihasilkan dari divisi produksi dengan pesanan yang dilakukan oleh divisi penjualan, baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya.

4.1.5. Proses Produksi

Proses produksi merupakan sebuah mata rantai, dimana kelancaran suatu proses pada salah satu bagian akan sangat mempengaruhi proses produksi di bagian yang lain. Perencanaan produksi yang baik dilaksanakan secara terpadu dan terkoordinir oleh departemen terkait. Pengawasan produksi dilakukan oleh masing-masing departemen produksi sejak penerimaan bahan baku hingga pengiriman hasil produksi kepada konsumen, yang dilaksanakan secara ketat baik dalam kualitas maupun kuantitasnya.

Proses produksi celana jeans Edwin terbagi menjadi empat tahap produksi, yaitu :

1). Tahap preparation (persiapan)

Pada tahap ini terdiri dari empat bagian, yaitu : a. Pembuatan pola

Bahan baku yang sudah ada dibuat pola sesuai dengan desain yang sudah ditetapkan. Pola tersebut terdiri dari pola bagian pinggang, pola bagian kaki, dan pola bagian kantong.

b. Pemotongan bahan

Bahan yang sudah dipola dipotong-potong sesuai dengan ukuran-ukuran yang ada.

c. Penjahitan bahan

Bahan yang sudah dipotong-potong kemudian disambung dengan cara menjahitnya menjadi satu bagian celana yang utuh. Penjahitan dimulai dari penjahitan bagian pinggang, kaki celana, pemasangan kantong, pembuatan lubang kancing dan pemasangan retsleting. d. Pemeriksaan

Produk yang sudah dijahit kemudian dilakukan pemeriksaan. Tujuan dari pemeriksaan ini adalah untuk menyeleksi dan

memisahkan antara barang yang baik dengan barang yang rusak atau cacat.

2). Tahap washing and colouring (pencucian dan pewarnaan)

Pada tahap ini, perusahaan belum memiliki mesinnya sendiri. Oleh karenanya, perusahaan melakukan kerja sama dengan PT. Garmen Indo yang berada di wilayah Tangerang. Hal ini dilakukan karena lebih efisien dibandingkan melakukannya sendiri, selain itu disebabkan mahalnya mesin tersebut.

3). Tahap finishing (penyelesaian)

Tahap ini merupakan tahap penyelesaian dalam proses produksi garmen. Dalam tahap ini, produk-produk yang telah melewati tahap pencucian dan pemberian warna kemudian dilakukan penggosokan, pemasangan rivet atau kancing, penjahitan merek dan artikel, serta pemeriksaan akhir.

4). Tahap packing (pengepakan)

Dalam tahap ini, produk-produk yang sudah jadi kemudian dikemas dan dikumpulkan dalam dus sesuai dengan artikel dan ukuran produk di gudang penyimpanan.

4.1.6. Tenaga Kerja

Dilihat dari tingkat pendidikan, PT. Cipta Teras Adi Busana mempekerjakan lulusan D3 dan S1 untuk bagian kantor, lulusan SLTP dan SLTA untuk bagian pabrik dan pemasaran. Umurnya berkisar 22-35 tahun.

Selain mempekerjakan karyawan tetap yang digaji secara bulanan, perusahaan juga merekrut karyawan lepas untuk pekerjaan borongan. Pekerjaan borongan tersebut biasanya diperlukan untuk proses penjahitan dan penggosokan.

Dalam pemberian kompensasi kepada karyawan pabrik, perusahaan menetapkan gaji sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) yang ditetapkan Pemerintah. Disamping gaji yang diterima setiap bulannya, perusahaan juga memberikan fasilitas lain seperti asuransi keselamatan dan kesehatan kerja (K3), Tunjangan Hari Raya (THR), dan bonus. Selain itu

juga diberikan pendidikan dan pelatihan bagi karyawan pabrik untuk pengembangan potensinya.

PT. Cipta Teras Adi Busana sampai dengan akhir Juli 2007 mempekerjakan 311 tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja PT. Cipta Teras Adi Busana pada tahun 2007 dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel 9. Tenaga kerja PT. Cipta Teras Adi Busana pada tahun 2007

Keterangan

Jumlah (orang)

Staff Departemen Personalia dan Umum 5

Staff Departemen Finance and Accounting 4

Staff Departemen Produksi - Harian

- Borongan

32 110 105 Staff Departemen Pemasaran

- Sales and Marketing

7