• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN PADA PT. ASURANSI KESEHATAN INDONESIA (PERSERO) KANTOR CABANG UTAMA MEDAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah Singkat Perusahaan

Sejarah singkat Asuransi Kesehatan di Indonesia sebenarnya dimulai sejak sebelum Perang Dunia ke-2 Pada tahun 1934. Pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan yang dikenal sebagai “Restetutie Regeling”, yang mengatur restitusi biaya pelayanan kesehatan bagi para pegawai pemerintah Hindia Belanda. Pegawai Pemerintah Hindia Belanda, dengan tingkat tertentu diberikan fasilitas/tunjangan biaya pelayanan kesehatan dengan cara mengganti biaya yang telah dikeluarkan terlebih dahulu oleh yang bersangkutan. Keadaan seperti ini, ternyata tetap berlaku setelah proklamasi kemerdekaan bagi para pegawai negeri sipil. Ketentuan ini diberlakukan terus sampai pada tahun 1968. Anggaran pelayanan kesehatan merupakan bagian dari anggaran Departemen Kesehatan. Para pegawai negeri dan penerima pensiun mengajukan klaim kepada Departemen Kesehatan untuk memperoleh penggantian. Penyelenggaraan sistem ini tentunya menimbulkan beban administrasi yang besar

Pada tahun 1968, terbit Surat Keputusan Presiden No. 230/1968 menggantikan ketentuan Restitutie Regeling. Ditetapkan bahwa setiap pegawai negeri dan penerima pensiun diwajibkan untuk memberikan iuran dalam persentase tertentu setiap

bulannya (sekarang 2 %) bagi penyelenggaraan pemeliharaan kesehatannya. Menteri Kesehatan yang pada saat itu dijabat oleh Prof. DR. Siwabesi merencanakan program ini sebagai embrio dari Program Asuransi Kesehatan Nasional (National Health

Insurance). Menteri Kesehatan kemudian membentuk satu badan dilingkungan

Departemen Kesehatan, yang kemudian dikenal sebagai Badan Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK) untuk menyelenggarakan program ini.

Pada tahun 1984, terjadi perkembangan baru dengan terbitnya PP. No. 22/1984 dan PP 23/1984 yang mengatur kembali ketentuan pemeliharaan kesehatan pegawai negeri dan penerima pensiun (PP 22/1984) dan perubahan Badan Penyelenggara BPDPK menjadi Perum Husada Bhakti. Sedangkan pada tahun 1992 berdasarkan PP No. 6 Tahun 1992 serta akte notaries nomor 104 tahun 1992 tanggal 20 Agustus 1992, Perum Husada Bhakti berubah status menjadi Perusahaan Perseroan dengan nama PT. Asuransi Kesehatan Indonesia (Persero). Sedangkan untuk menggantikan PP 22/1984 terbitlah PP 69/1991. Didalam PP 69/1991, cakupan kepesertaan diperluas menjadi pegawai negeri sipil dan penerima dana pensiun beserta keluarganya yang merupakan peserta wajib. Sedangkan bagi badan-badan usaha dimungkinkan untuk bergabung dalam Askes (Asuransi Kesehatan) dengan status sukarela. Perluasan kepesertaan ini, sudah tentu membawa implikasi pada bentuk dan jenis-jenis satuan (benefit package) yang ditawarkan agar peserta sukarela dapat tertarik untuk bergabung dengan PT. Asuransi Kesehatan Indonesia (Persero).

Kegiatan usaha yang dilaksanakan oleh PT. Askes (Persero) KCU Medan pada umumnya adalah mengembangkan sistem pembayaran pelayanan kesehatan dan sistem pemeliharaan kesehatan, antara lain :

a. Memperluas pasar yang mencakup badan-badan usaha, baik BUMN maupun perusahaan swasta dan masyarakat lainnya.

c. Memberikan pelayanan obat yang baik dengan harga yang wajar yang diizinkan untuk peserta Askes.

d. Penetapan tarif rawat inap dan tingkat lanjutan pada pelayanan dirumah sakit pemerintah/swasta di seluruh Indonesia.

e. Memberlakukan konsep kapitasi untuk puskesmas di seluruh Indonesia, sekaligus penerapan konsep dokter keluarga pada pelayanan rawat jalan tingkat pertama. 2. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur Organisasi merupakan suatu bentuk yang menunjukkan aspek-aspek dan hubungan antara bagian serta saluran administrasi yang menduduki masing-masing jabatan. Skema organisasi menggambarkan pembagian tugas-tugas serta garis-garis formil. Dalam hal ini merupakan tanggung jawab pimpinan perusahaan untuk mengkoordinir perusahaan dan bekerja lebih efesien. Struktur organisasi dapat dipandang sebagai kerangka yang menyeluruh yang menghubungakn fungsi-fungsi dari badan usaha dan menunjukkan hubungan yang tetap diantara pegawai-pegawai yang melaksanakan kegiatan fungsi-fungsi tersebut.

Wilayah kerja PT. Askes (Persero) Cabang Utama Medan mencakup 5 (lima) daerah yaitu : Kota Madya Medan, Kabupaten Langkat, Kota Madya Binjai, Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Maka secara umum bagian-bagian dalam struktur organisasi tersebut dapat dilihat pada (lampiran 1). Dilihat dari struktur organisasi yang ada tersebut, terlihat bahwa stuktur organisasinya berbentuk vertical yang artinya bahwa komunikasi dan pengawasan berawal dari satu tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah.

Dari struktur organisasi tersebut tergambar cukup sederhana, karena PT. Askes (Persero) KCU Medan menganut pola efesinsi dan efektif, sehingga strukturnya tidak terlalu melebar. Untuk mengenal lebih rinci tentang tugas, fungsi, tanggung jawab dan wewenang dari masing-masing jabatan akan diuraikan, sebagai berikut :

a. Kepala Kantor Cabang Utama

Adapun tugas Kepala Kantor Cabang Utama adalah sebagai berikut :

Kepala PT. Askes (Persero) KCU Medan mempunyai tugas memimpin, melaksanakan dan mengendalikan program-program pemeliharaan kesehatan, pemasaran, kepesertaan dan pelayanan pelanggan, pengelolaan keuangan, pengembangan Sumber Daya Manusia dan sarana serta prasarana dalam ruang lingkup tanggung jawab PT. Askes (Persero) Cabang sesuai dengan kebijakan pelaksanaan yang ditetapkan oleh Kepala PT. Askes (Persero) Regional.

Adapun fungsi Kepala Kantor Cabang Utama adalah sebagai berikut :

1) Mengurus, mengatur, mengendalikan pelayanan kesehatan, pencatatan dan pelaporan serta pembinaan pelaksana pelayanan kesehatan.

2) Menerima, menyimpan dan mengatur keuangan, melaksanakan akuntansi perusahaan, investasi keuangan terbatas sesuai ketentuan, pengelolaan sarana/prasarana dan sumber daya manusia, melaksanakan panduan administrasi keuangan dan menyusun usulan rencana kegiatan dan pembiayan Kantor Cabang.

3) Penyuluhan kepesertaan dan penanggulangan keluhan, administrasi kepesertaan, pemasaran/penjualan dalam program perluasan kepesertaan dan mencapai pangsa pasar.

b. Kepala Seksi Pelayanan Askes Sosial

Kepala Seksi Pelayanan Askes Sosial memiliki tugas yang antara lain :

Melaksanakan program panduan, pengembangan, mengurus, mengatur, dan mengendalikan pelayanan kesehatan peserta askes sosial, pencatatan dan pelaporan pelayanan serta hubungan kemitraan dengan PPK.

c. Kepala Seksi Pelayanan Askes Komersial

Sedangkan Kepala Seksi Pelayanan Askes Komersial memiliki tugas yaitu: Melaksanakan program panduan, pengembangan, mengurus, mengatur, dan mengendalikan pelayanan kesehatan peserta askes komersial, pencatatan dan pelaporan pelayanan serta hubungan kemitraan dengan PPK.

d. Kepala Seksi Pelayanan Askes PJKMM (Pelayanan Jaminan Kesehatan Masyarakat Miskin)

Kepala Seksi Pelayanan Askes PJKMM memiliki tugas antara lain :

Melaksanakan program panduan, pengembangan, mengurus, mengatur, dan mengendalikan pelayanan kesehatan peserta askes PJKMM, pencatatan dan pelaporan pelayanan serta hubungan kemitraan dengan PPK.

e. Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan

Kepala seksi Administrasi dan Keuangan memiliki tugas antara lain :

Menerima, menyiapkan dan mengatur keuangan, melaksanakan akuntansi perusahaan, investasi finansial terbatas sesuai ketentuan, serta pengelolaan saran dan prasarana dan SDM.

f. Area Assisten Manager (AAM)

Pembantu Perwakilan Cabang Utama mempunyai tugas sebagai berikut :

Menyelenggarakan sebagian tugas dan fungsi PT. Askes Persero Cabang sesuai kebijakan perusahaan meliputi program penanganan kepesertaan dan pelayanan pelanggan, pemasaran, pemeliharaan kesehatan, dan pelaporan pelayanan serta pembinaan kemitraan PPK.

g. Kepala Seksi Pemasaran

Kepala Seksi Pemasaran mempunyai tugas sebagai berikut :

Melakukan penyuluhan kepada peserta askes Komersial dan penanganan keluhan, melaksanakan administrasi kepesertaan askes komersial, melakukan

pemasaran dan penjualan dalam program perluasan kepesertaan askes komersial serta mencari pangsa pasar.

h. Kepala Seksi Hubungan Pelanggan

Kepala Seksi Hubungan Pelanggan mempunyai tugas sebagai berikut :

Menangani administrasi kepesertaan askes sosial, menangani keluhan, melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada peserta askes sosial, memelihara master file kepesertaan dan pelaporan lain yang berhubungan dengan pelayanan pelanggan dalam lingkup tanggung jawabnya.

i. Koordinator SIM

Koordinator SIM mempunyai tugas sebagai berikut :

Memelihara hardware dan jaringan komunikasi data, updating materfile kepesertaan, melaksanakan SIM dan mengevaluasi dan memonitor sarana komputer di wilayah kerjanya.

B. Komponen EDP Sistem yang digunakan oleh perusahaan