• Tidak ada hasil yang ditemukan

JARAK  x COSINUS SUDUT

EROPA BARAT AMERIKA SERIKAT

5.5.4. Persyaratan Penerangan Buatan

5.5.4.9. Gedung Kebudayaan

Dalam jenis gedung ini termasuk museum, gedung pameran barang kesenian dan perpustakaan.

Museum. Agar supaya tercapai penerangan yang Lungsionil tepat dan juga esthetis bermutu; maka perencana penerangan perlu bekerjasama erat dengan perencana bangunan di dalam semua tahap perencanaan.

Untuk masing-masing gedung dan ruangan perlu dinilai persyaratan-persyaratan fungsionilnya, kemudian ditentukan pemanfaatan sebaik-baiknya dan pada penerangan alami siang hari dan penerangan buatan atau kombinasi dan pada keduanya. Menurut persyaratan fungsi, warna cahaya lampu dapat dipilih “sejuk” atau “sedang” atau “hangat”.

Konservasi barang-barang yang sangat bernilai dan tidak dapat digantikan merupakan pertimbangan pokok untuk museum dan gedung pameran barang kesenian. Maka kemungkinan efek-efek merusak dan radiasi penerangan perlu diperhitungkan.

Lukisan-lukisan cat minyak, cat air, manuskrip-manuskrip tua, dsb. dapat mengalami kekaburan dan perubahan warna, atau kerusakan dan lapisan dasarnya sebagai akibat dan radiasi penerangan, terutama radiasi ultraungu, dan juga radiasi inframerah.

Radiasi ultraungu terutama berasal dan lampu-lampu pelepasan listrik, termasuk lampu-lampu tabung fluorescent (tenlebih-lebih yang single coated). Maka perlu diambil tindakan-tindakan pengamanan, misalnya dengan menggunakan ultra-violet absorbing varnishes, cellulose acetate sleeves. Lampu pijar tungsten hanya sedikit memancarkan ultraungu, dan lampu pijar tungsten halogen malah lebih sedikit lagi, sehingga lampu-lampu ini lebih aman. Namun lampu-lampu pijar itu memancarkan inframerah, sehingga perlu diamankan dengan filter penyerap panas.

Illuminasi yang diterapkan untuk barang-barang yang kurang peka terhadap cahaya seperti lukisan cat minyak dan barang-barang dan kulit, dapat mencapai 150 lux. Sedang untuk barang yang peka terhadap cahaya, seperti lukisan cat air, barang cetakan, barang-barang tekstil, karpet, dsb. tidak boleh melebihi 50 lux. Sewaktu tidak ada pengunjung, penerangan ini perlu dikurangi. Efek visuil dan lampu-lampu yang dipergunakan tergantung dan kwalitas spektralnya. Sering diperlukan kwalitas spektral yang mendekati cahaya matahani, walaupun kadang-kadang hal ini kurang penting. Jikalau efek warna sangat penting, dipilih lampu-lampu dengan indeks lebih dan 85. Warna cahaya lampunya juga penting, supaya menciptakan suasana yang serasi dengan obyek-obyek yang dipamerkan. Namun sebaiknya diadakan percobaan dengan lampulampu pijar dan lampu-lampu tabung fluorescent sebagai bahan perbandmgan unt’uk pemilihannya. Tujuan pokok dan pada penerangan dalam museum dan gedung pameran barang kesenian adalah menerangi permukaan tempat pemasangan barang, tanpa kesilauan yang menimbulkan ketidak nyamanan atau mengurangi kemampuan pengamatan.

Lazimnya diperlukan cahaya tambahan yang terarah kepada obyek-obyek, dengan skema penerangan yang serasi dengan bentuk dan corak obyeknya serta keseluruhan arsitektur ruangan. Maka lampu-lampu ditempatkan sedemikian rupa agar menghindarkan timbulnya pantulan cahaya yang mengganggu obyek-obyek yang diterangi. Bayangan-bayangan harus sekecil mungkin sesuai dengan maksudnya.

Warna, kecerahan dan finishing yang dipilih untuk langit-langit, dinding dan lantai juga turut menentukan penglihatan, maka perlu diperhitungkan masak-masak.

Ruangan dengan illuminasi tinggi jangan ditempatkan berdampingan dengan ruangan yang hanya diberi illuminasi terbatas (demi konservasi barang-barang kesenian di dalamnya). ini dimaksudkan untuk menghindarkan kesan yang menyeramkan, dan untuk menghindarkan hambatan dalam adaptasi penglihatan, sebab hambatan sedemikian akan mengurangi kemampuan visuil.

Mengingat bahwa letak dan corak dan pada barang pameran akan berubah-ubah, maka tiap ruangan perlu ditangani secara tersendiri. Data-data detail tentang pameran perlu disediakan untuk ahli penerangan, agar dapat dipersiapkan penerangan yang tepat. Penerangan umum yang memakai lampu tabung fluorescent dengan illuminasi merata yang kurang daripada illuminasi benda yang dipamerkan ditambah dengan penerangan khusus memakai lampu-lampu puar, lazimnya memenuhi harapan.

Untuk memungkinkan perubahan-perubahan dalam layout pamerannya, dapat dipertimbangkan cara penyambungan lampu yang luwes, misalnya memakai rel-rel. Perpustakaan. Di dalam perpustakaan dilakukan beraneka tugas visuil, seperti membaca (sepintas lalu ataupun terus menerus), meneliti gambar dan peta, menulis, mengatur dan memilih buku-buku dalam almari, mengetik dan mengatur kartu-kartu indeks, dll. Demikianlah persyaratan-persyaratan untuk perpustakaan kecil, sedang untuk perpustakaan yang besar ditambah lagi dengan penggunaan peralatan rupa, rungu dan rupa rungu, peminjaman peralatan tersebut serta pemeriksaan teliti sewaktu dikembalikan, dsb.

Seperti pada perkantoran, perhatian khusus perlu diberikan kepada pencegahan kesilauan, haik yang langsung maupun yang dipantulkan, misalnya dalam pemilihan perabot, mesin dan dekorasi yang tidak mengkilap permukaannya.

Perpustakaan yang modern tidak permanen lay-outnya melainkan dapat dirubah sesuai dengan perkembangannya. Maka pemasangan penerangan lokal pada meja-meja kurang begitu lazim lagi, dan digantikan oleh penerangan merata yang tidak tergantung pada lay-out perpustakaan. Namun mengingat bentuk ruangannya (misalnya langit-langit yang tinggi) dan pertimbangan ekonomi sering juga dihasilkan kompromi. Illuminasi untuk penerangan merata dianjurkan 200 lux, sedang pada meja baca dapat dipertinggi sampai 300 lux. Ruangan untuk buku referensi yang jarang dibaca atau jarang penuh, dapat diberi penerangan merata yang lebih rendah illuminasinya dan dilengkapi dengan penerangan-penerangan lokal. Begitupun gudang almari buku yang hampir setinggi langit-langit lebih tepat diberi penerangan lokal untuk masing-masing baris almari.

Untuk penerangan lokal dipilih armatur yang sesuai dengan bentuk meja dan ukuran yang akan dibaca. Kesilauan langsung dan lampu perlu dihindarkan, sedang kesilauan oleh pemantulan dapat dihindarkan dengan memasang armatur di sebelah pembaca dan bukan di depannya.

Penerangan tidak-langsung dapat dicapai dengan lampu yang dipasang secara tersembunyi di atas almari-almari buku dan yang diletakkan dalam ruangan secara simetris. Namun langit-langit yang terlalu terang akan mengalihkan perhatian pembaca, di samping mungkin menimbulkan kesilauan. Begitupun biaya listrik dan pemeliharaan menjadi tinggi, kecuali kalau digunakan juga penerangan-penerangan lokal.

Di dalam almari-almari buku, cara penempatan buku serta labelnya mempengaruhi penglihatan. Sempitnya ruangan di antara almari-almari buku menyulitkan penyebaran illuminasi secara seragam dan atas sampai ke bawah. Maka warna almari dan warna lantai perlu dipilih yang muda supaya turut memantulkan cahaya ke bagian bawah almani. Illuminasi 50 lux pada punggung buku-buku sudah cukup, terlebih-lebih kalau hurufnya cukup kontras terhadap latar belakangnya. Baris kontinu dan pada lampu-lampu tabung fluorescent yang dipasang tepat di tengah antara baris-baris almari buku merupakan penyelesaian yang memadai. Armaturnya harus dipilih yang tidak menyilaukan kalau kita memandang sepanjang gang di antara baris-baris almari, dan tinggi pemasangannya tidak boleh mengganggu pengambilan buku-buku dan almari.

Untuk menghemat biaya listrik, tiap baris lampu dapat diberi sakelar tersendiri.