• Tidak ada hasil yang ditemukan

JARAK  x COSINUS SUDUT

EROPA BARAT AMERIKA SERIKAT

5.5.4. Persyaratan Penerangan Buatan

5.5.4.7. Restoran dan function room

Ke dalam jenis gedung ini kita masukkan juga ruang makan, function room, bar, nightclub, kantin pabrik, ruang makan asrama dan lain sejenisnya. Restoran dan ruang makan hotel memerlukan penerangan buatan yang menciptakan suasana dan kepribadian tertentu, sedang illuminasi merata cukup 100 lux di permukaan meja-meja makan.

Sering penerangan ini lebih dibatasi lagi hingga 20 lux, untuk menciptakan suasana intim bagi masing-masing meja secara individuil dengan memasang lampu hias yang dapat memberikan perspectif. Lampu pijar yang dipasang dalam armatur di atas meja acap kali dipakai untuk maksud di atas, untuk menonjolkan peralatan makanan dan sekedar menerangi wajah orang-orang di sekeliling meja. Dapat pula digunakan armatur yang tergantung dan langit-langit sampai dekat di atas meja makan. Di sepanjang dinding ditambahkan lampu-lampu dinding untuk memberikan perspektif dan menunjukkan batas-batas ruangan, serta menambah penerangan umum secara terbatas.

Function room yang dipergunakan untuk beraneka jenis acara diberi sistem penerangan umum dengan illuminasi, 300 lux atau lebih, namun semua lampu harus dapat diredupkan secara kontinu dan serempak. Cara meredupkan tidak boleh dicapai dengan mematikan sebagian lampu-lampu di dalam suatu armatur, karena dapat menimbulkan kesan tidak merata. Penerangan umum itu dapat dilengkapi dengan lampu-lampu dinding, spotlights dsb. dengan sakelar tersendiri.

Jikalau function room juga diterangi oleh penerangan alami siang hari, biasanya masih perlu ditambah dan dilengkapi dengan penerangan buatan. Maka penerangan buatan ini perlu luwes, untuk penggunaan pada siang hari, pada waktu cuaca agak gelap, dan pada malam hari.

Kantin pabrik, ruang makan asrama dan sejenisnya biasanya hanya diberi penerangan umum oleh lampu pada langit-langit. Namun tetap perlu diikhtiarkan untuk menciptakan suasana santai, dengan memilih lampu yang warnanya “hangat” dan dengan indeks efek warna di atas 70. Tingkat illuminasi sebaiknya mendekati 200 lux dan sekurang-kurangnya 100 lux. Bar, nightclub dsb. diberi penerangan merata sekurangkurangnya 20 lux, sedang bar-counter, meja-meja, biduanita dan pemusik-pemusik dsb, diberi penerangan tambahan untuk menarik perhatian, misalnya sampai 200 lux. Sedang daerah pelayanan (service areas) diberi illuminasi yang lebih tinggi, dengan diberi penerangan tambahan untuk dapur/spenkamer, kassa dll dengan memakai armatur-armatur lokal. Botol-botol minuman di belakang bar-counter sebaiknya diterangi secara menarik, dan arah belakang ataupun depan.

Untuk bagian terbesar sistem penerangan dalam bar, nightclub dsb. dipergunakan lampu pijar berkekuatan rendah dalam armatur-armatur yang mengutamakan efek dekoratif. Untuk daerah-daerah pelayanan ditambah dengan lampu-lampu tabung fluorescent berwarna “hangat” dalam armatur-armatur yang tertanam.

Namun bar, nightclub dsb harus dapat pula diberi penerangan umum dengan illuminasi lebih tinggi, untuk keperluan pembersihan dan pemeliharaan sewaktu tidak ada tamu.

Di dalam dapur restoran, dapur hotel, dapur pabrik/ asrama, spenkamers, dsb dimana dilakukan berbagai kegiatan yang bersangkutan dengan persiapan dan penyajian hidangan-hidangan, maka penerangan umum harus sesuai untuk berbagai kegiatan termaksud yaitu berilluminasi 200 lux. Untuk kegiatan-kegiatan penting sampai 300 lux, semuanya dengan indeks efek warna di atas 70.

Armatur-armatur yang berdekatan dengan tempat memasak harus tahan terhadap panas dan lembab dan mudah dibersihkan.

Semua pintu perlu diberi tanda “exit” dan sistem penerangan dalam keadaan bahaya perlu disediakan disamping sistem penerangan umum. 5.5.4.8. Gedung pertemuan umum

Di dalam jenis gedung ini termasuk gedung pertemuan, gedung pertunjukan, gedurig pameran, dll.

Disamping sistem penerangan umum perlu dipasang sistem penerangan dalam keadaan bahaya yang segera harus menyala jikalau penerangan umum terganggu, untuk memungkinkan hadirin meninggalkan gedung secara cepat dan aman.

Foyer lazim dibuat terang dengan iliuminasi 200 lux supaya berfungsi sebagai ikian yang besar daya tariknya. Penggunaan lampu-lampu tabung fluorescent maupun lampulampu pijar untuk foyer, berdasar atas pertimbanganpertimbangan esthetika. Armatur-armatur dipilih yang menonjol efek dekoratifnya, namun dengan illuminasi cukup. Disamping fungsinya sebagai ikian, foyer harus memungkinkan adaptasi visuil baik bagi hadirin yang akan memasuki ruang pertunjukan maupun bagi yang meninggalkan gedung itu, baik pada siang maupun pada malam hari. Untuk keperluan itu illuminasi dalam koridor-koridor dan foyer yang menuju ke ruang pertunjukan, diturunkan secara bertahap.

Ruang pertemuan atau perturijukan (auditorium) diberi penerangan buatan yang menciptakan suasana yang sesuai dengan acaranya. Jikalau auditorium itu dimanfaatkan untuk beranekajenis acara, maka penerangannya harus luwes; antara lain illuminasinya harus dapat diubah

dengan meredupkan lampu-lampu secara kontinu, ataupun dengan menyalakan beberapa janing lampu-lampu secara tersendiri. Sebagai ancar-ancar untuk illuminasinya ialah 100 - 200 lux.

Auditorium dapat diterangi secara langsung, secara tidak langsung, ataupun kombinasi dan keduanya. Armatur-armatur yang tampak harus dekoratif yang sesuai dengan keseluruhan interior. Warna cahaya lampu dipilih “sedang” atau “hangat”.

Pentas diberi penerangan yang berfungsi menonjolkan dan menciptakan suasana yang tepat untuk pementasan di atasnya. Illuminasi di atas panggung lebih tinggi dan pada dalam auditorium, supaya perhatian hadirin terarah ke panggung, misalnya sampai 500 lux.

Ruang pameran diterangi secara seragam oleh penerangan merata dengan illuminasi 200 lux dan indeks efek warna yang baik, di atas 70. Disediakan juga titik-titik cahaya dan stopkontak-stopkontak untuk menambahkan penerangan lokal bagi stand-stand pameran.

Ruang dansa diberi penerangan merata berilluminasi 50 lux yang dapat diredupkan dan meliputi lantai dansa serta daerah sekitarnya. ini dapat dicapai dengan lampu-lampu fluorescent berwarna “hangat”, ditambah lampu-lampu pijar yang cahayanya terarah untuk membubuhkan efek cemerlang dan menonjolkan bentuk tertentu. Penggunaan filter berwarna atau cahaya ultraungu, untuk menciptakan efek-efek khas, dapat juga diterapkan dalam ruang dansa.

Semua pintu keluar harus diberi tanda “exit”, sedang auditorium dan koridor-koridor serta tangga-tangga yang menuju keluar perlu diberi sistem penerangan dalam keadaan bahaya. Pada waktu pertunjukan dinyalakan penerangan primer, sedang dalam waktu istirahat dinyalakan penerangan umum.

Sistim penerangan dalam keadaan bahaya harus sepenuhnya terpisah dan sistem penerangan umum, dengan generator atau batery yang dipasang tersendiri dalam ruangan tahan-kebakaran, dan dengan jaring-jaring listrik yang sejauh mungkin letaknya dan jaring jaring penerangan umum dan yang tidak dapat terpengaruh olehnya.

Sakelar-sakelar untuk penerangan ruangan-ruangan yang terbuka bagi umum dapat dikumpulkan dalam satu sakelar yang letaknya memungkinkan pengawasan secara umum.