JARAK x COSINUS SUDUT
EROPA BARAT AMERIKA SERIKAT
5.5.4. Persyaratan Penerangan Buatan
5.5.4.11. Rumah Sakit
Rumah sakit mempunyai tata-letak yang kompleks; masing-masing ruangan dengan persyaratan penerangan tersendiri. Dalam standar ini dicakup dua kelompok besar :
a. Ruangan untuk pasien,
b. Ruangan operasi, recovery atau intensive care, anaesthetika, pemeriksaan, laboratorium, plaster, endoskopi, dsb.
Kelompok-kelompok lainnya, seperti daerah pelayanan (dapur, ruang makan, ruang sterilisasi, ruang inkuhasi, ruang cucian, bengkel-bengkel pemeliharaan dsb), ruang main anak-anak, ruang therapi, ruang kuliah, ruang resepsi, dan ruangan perkantoran sudah tercakup dalam standar terdahulu.
Dahulu ruangan untuk pasien memerlukan penerangan buatan yang memenuhi persyaratan klinik dan staf medis, dan sekaligus menciptakan suasana menyenangkan penuh optimisme bagi para pasien. Maka warna cahaya memainkan peranan yang penting, yaitu dipilih yang “sedang” atau “hangat”.
Kini pasien lazimnya tidak diperiksa di tempat tidurnya, melainkan diangkut ke ruang pemeriksaan khusus. Maka dalam ruangan untuk pasien tidak lagi diperlukan penerangan yang memenuhi persyaratan-persyaratan klinik.
Ruangan untuk pasien kini lazimnya diperuntukan tidak lebih dan 6 tempat tidur, namun taraf penyembuhan masing-masing pasien dapat berbeda-beda. Maka penerangan umum harus mencukupi untuk pasien-pasien yang lebih sembuh, tanpa mengganggu pasien-pasien yang masih sakit. Dianjurkan untuk memasang penerangan umum dengan illuminasi 100 lux, dengan lampu-lampu tabung fluorescent jenis “daylight” atau “white de luxe” dan indeks efek warna di atas 70.
Untuk ruangan pasien dengan tinggi langit-langit 3 meter atau lebih dipilihkan armatur yang digantung, sedang untuk yang lebih rendah dipilihkan armatur yang dipasang pada atau ditanam dalam langit-langit. Tinggi pemasangan armatur tersebut berhubungan dengan sudut penglihatan pasien dan perawat maupun dengan penerangan langit-langit.
Ruangan yang berisi 3 tempat tidur atau lebih biasanya tidak cukup diterangi dengan lampu-lampu dinding saja.
Armatur yang digantung harus memancarkan lebih dan 10 % cahayanya ke langit-langit. Armatur harus terbatas luminasinya agar tidak menyebabkan kesilauan langsung bagi pasien yang berbaning. Armatun ini harus mudah dipasang dan dibersihkan debunya. Sakelarnya dipasang di samping pintu.
Di atas ujung kepala tempat tidur perlu dipasang lampu yang dapat dinyalakan oleh pasien. illuminasinya harus cukup untuk membaca dsb tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi pasien-pasien lainnya.
Illuminasi di ujung kepala tempat tidur 100 lux, dan lampunya kurang menghasilkan panas. Armaturnya harus memungkinkan pasien membaca sambil berbaring ataupun duduk, dan juga tidak mengganggu penggeseran tempat tidur, perabot dan peralatan lainnya. Luminasi armatur jangan melebihi 350 candela per m2.
Pada malam han, sewaktu pasien tidur, masih perlu ada illuminasi untuk memungkinkan perawat bergerak dalam ruangan. Untuk ruangan anak dianjurkan 0,5 lux dan untuk ruangan dewasa 0,1 lux, dan tidak boleh langsung menyinani pasien melainkan menerangi lantai. Kadang-kadang cahaya yang masuk dan gang ke dalam ruangan sudah cukup.
Pasien yang sakit keras perlu diberi penerangan khusus untuk tetap diawasi pada malam hari. Untuk itu lampu di atas ujung kepala tempat tidur harus dapat diredupkan, atau di dalam armatur itu ditambahkan lampu lain yang berkekuatan rendah. Illuminasi di bawab 5 lux sudah cukup untuk tugas jaga malam ini. Sakelarnya ditempatkan di luar jangkauan pasien. Perlu disediakan stopkontak guna menyambungkan lampu khusus untuk pemeriksaan; kalau sewaktuwaktu perlu. Berkas cahayanya diarahkan ke tempat tidur dengan illuminasi 300 lux atau lebih dan dengan indeks efek warna yang baik yaitu di atas 85.
Koridor dibeni penerangan yang seimbang dengan kamar-kamar pasien, agar supaya perawat tidak mengalami kesulitan visuil dalam berpindah dan satu kamar ke kamar lainnya. Lampu tidak perlu dipasang di tengah
koridor; melainkan boleh di dekat dinding berhadapan dengan pintu dan terutama menerangi dinding termaksud. Penyebaran lampu secara tidak symetris ini kurang menyilaukan pasien yang didorong dalam koridor, sedang dinding yang terang itu memudahkan adaptasi visuil. Illuminasi pada siang hari 100 lux (kalau tidak memperoleh cahaya matahani), dan pada malam hari cukup 5 lux atau kurang.
Persyaratan-persyaratan terpenting untuk ruang operasi ialah kemampuan untuk memeriksa aneka detail dan kulit, janingan dan organ-organ tubuh, serta kemampuan mengendalikan instrumen-instrumen bedah di meja operasi.
Ukuran kritis dan pada detail yang perlu diamati sangatlah kecil dan kontrasnya juga sedikit sekali, sehingga illuminasi yang diperlukan pada daerah operasi luas (sekitar 500 cm2) sangat tinggi yaitu 10.000 lux dan bahkan sampai 20.000 lux. Illuminasi ini harus dapat divariasikan.
Untuk meja operasi dikenal 2 sistem penerangan
a. Armatur yang mengandung sistem optis tergantung dan langit-langit dengan cantilever suspension dan dapat diatur oleh ahli bedah atau assistennya. Armatur itu berisi satu atau lebih lampu pijar yang mudah diganti lampunya, dan sederhana pengaturannya. Cahayanya harus mencapai daerah operasi dan sudut yang lebar supaya tidak menimbulkan bayang-bayang yang mengganggu.
Kritik utama terhadap sistem ini ialah bahwa kebersihan armatur sukar dijamin dan bahwa armatur itu menghasilkan radiasi panas yang terpusat secara lokal.
b. Beberapa proyektor tertutup dipasang pada langitlangit yang transparant, serta dapat diatur dan kejauhan (remote control) untuk mengarahkan berkas-berkas cahaya ke meja operasi. Sistem penerangan ini fleksibel sekali, dan bermanfaat untuk teaching hospital karena tidak menutupi pemandangan para peninjau. Namun lebih kompleks dan memerlukan ketrampilan untuk mengatur proyektor-proyektor itu dan kejauhan.
Merigingat tingginya illuminasi pada meja bedah, maka keseluruhan ruang operasi diberi penerangan umum dengan illuminasi 300 lux. ini diperlukan
untuk melakukan tugas-tugas bantuan dan menjalankan peralatan-peralatan lainnya. Peralatan elektronik yang peka terhadap cahaya, perlu dilindungi secara khusus.
Armatur untuk ruang operasi harus tertutup sepenuhnya, agar memenuhi persyaratan-persyaratan kebersihan yang ketat dan mencegah jatuhnya pecahan lampu ke meja operasi andaikata terjadi kerusakan.
Untuk penerangan langsung meja operasi dipilih lampu pijar tungsten karena efek warnanya mendekati sinar matahari, dan terlebih penting lagi sudah dikenal benar-benar oleh para dokter bedah.
Untuk penerangan umum bagi keseluruhan ruang operasi dipilih lampu-lampu tabung fluorescent dengan warna cahaya “sejuk” dan indeks efek warna di atas 85. Suatu keuntungan lampu fluorescent alah kurang menghasilkan panas.
Penerangan umum dalam ruang-ruang anaesthetika, recovery, plaster, endoskopi dan laboratorium harus sama dengan ruang operasi, yaitu dengan illuminasi 300 lux dan efek warna yang sama (85). Dalam ruang recovery perlu tersedia stopkontak-stopkontak guna menyambung lampu khusus untuk pemeriksaan, sedang lampu di atas masing-masing tempat tidur harus dapat diredupkan maupun ditingkatkan illuminasinya sampai 300 lux. Demikian juga dalam ruang anaesthetika perlu disediakan lampu untuk pemeriksaan, yaitu spotlight yang permanen atau yang dapat dipindah-pindahkan; di sini lampu-lampu penerangan umum harus juga dapat diredupkan guna menciptakan kondisi lingkungan yang paling cocok. Untuk penerangan umum dalam ruangan-ruangan tempat melakukan pemeriksaan, dipilih lampu tabung fluorescent jenis “white de luxe”.
Ruangan X-ray cukup diberi penerangan umum dengan illuminasi 75 - 100 lux, misalnya dengan lampu-lampu dinding yang menciptakan suasana tenteram.
Sistem penerangan amat penting bagi ruang-ruang operasi, anaesthetika, recovery dan sterilisasi. Sistem ini harus terpercaya, aman serta permanen. Khusus untuk meja operasi sistem penerangan dalam keadaan
bahaya harus mampu menyediakan penerangan yang sepenuhnya sama dengan sistem penerangan normal, tanpa terputus penerangannya. Semua daerah lalulintas dan pintu-pintu ke luar juga harus diterangi oleh sistem dalam keadaan bahaya tersebut.
5.5.4.12. Laboratorium
Ada laboratorium yang memerlukan pengendalian lingkungan, hal mana sukar tercapai dengan jendela-jendela besar dan mahal. Ada pula laboratorium yang memerlukan penggelapan sepenuhnya, atau yang memerlukan banyak dinding untuk penempatan barang-barang. Maka sering sekali laboratorium itu berjendela kecil, dan penerangan alami siang hari di integrasikan dengan penerangan buatan.
Pekerjaan dalam laboratorium kadang-kadang hanya berupa membaca dan menulis ataupun tugas visuil lainnya yang sederhana, dengan detail-detail berukuran cukup besar dan jelas kontrasnya.
Namun dapat pula mencakup tugas visuil yang sangat cermat, dengan detail-detail yang halus dan kurang kontras, misalnya membaca angka-angka pada skala pengukur yang kecil, membedakan zat-zat dengan mengamati warna dan corak ragamnya, menguraikan bahan mengidentifikasikan obyek-obyek yang hergerak cepat dan lain-lainnya. Kadang-kadang ada pekerjaan ilmiah yang pelaksanaannya akan lebih lancar kalau diberi penerangan yang menonjolkan bentukbentuk/modelling. Jni dapat dicapai dengan penambahan armatur lokal yang dapat diatur, dengan menghindarkan kesilauan yang mengganggu. Ruangan
tertutup atau almari yang dalam sebaiknya diberi lampu yang dinyalakan oleh terbukanya pintu. Beberapa laboratoria mengandung uap atau debu yang korosif ataupun ekplosif, maka perlu dipilih armaturarmatur khusus. Kebanyakan laboratoria memerlukan tingkat kebersihan yang tinggi, maka armatur-armatur sebaiknya polos dan mudah dibersihkan.
Penerangan umum dalam laboratorium mempunyai illuminasi 300 lux atau lebih. Warna cahaya lampu dipilih yang “sejuk” atau “sedang”. Untuk keperluan tugas-tugas visuil yang berat ditambahkan penerangan lokal, misalnya dengan armatur yang ditaruh pada meja dan dapat diatur.
Beberapa peralatan, seperti mikroskop, sudah mempunyai lampu tersendiri.
Langit-langit dinding, Iantai dan permukaan-permukaan lain yang luas seyogyanya diberi warna yang muda dan polos untuk menghindarkan
kontras yang menyolok dan mengganggu, mengingat beraneka ragamnya peralatan dan tugas visuil. Namun kadangkadang untuk permukaan meja kerja dipilih warna yang gelap, seperti kayu yang dipeliter.
Beberapa laboratoria memerlukan efek warna yang baik, untuk mengidentifikasikan bahan-bahan atau untuk menentukan tahap-tahap dalam suatu proses. Maka perlu dipilih lampu yang efeknya mendekati cahaya matahari, yaitu dengan indeks di atas 85. Dalam hal ini diperlukan
illuminasi 500 lux. 5.5.4.13. Gedung Olah Raga
Maksud utama penerangan buatan di sini ialah memenuhi keperluan visuil para pemain, dengan catatan bahwa masing-masing cabang olah raga mempunyai persyaratan yang berbeda. Selanjutnya perlu dipenuhi keperluan visuil para perionton, dan begitu pula untuk televisi dan film. Akhirnya penerangan perlu diintegrasikan dengan, serta menonjolkan arsitektur bangunannya.
Penerangan harus memadai untuk memungkinkan pemain dan penonton serta televisi mengikuti seluk-beluk permainan secara mudah. Hal ini tergantung dan jenis permainan, ketepatan dan kecepatan, ukuran dan bentuk/modelling serta warna dan detail-detail, derajat kontras terhadap latar belakangnya, jarak dan para penontbn dan dan kamera TV, dan lain-lain. Untuk TV hitam putih diperlukan paling sedikit illuminasi 300 lux pada ketinggian 1,5 m di atas lantai/kanvas, sedangkan untuk TV berwarna diperlukan paling sedikit 1000 lux.
Jenis dan penempatan armatur harus memperhitungkan kemungkinan tertumbuk dalam permainan olah raganya. Pemeliharaannya harus mudah dan murah.
Kesilauan pada para pemain perlu dibatasi sedapat-dapatnya. Namun timbul kesulitan kalau pemain harus bebas melihat kesegala jurusan;
dalam hal ini diatur agar pemasangan armatur-armaturnya setinggi mungkin, dan agar supaya kesilauan dan sumber-sumber cahaya itu secara adil mempengaruhi semua pemain. Kemungkinan kesilauan karena pemantulan oleh langit-langit, dinding-dinding dan lantai juga perlu dicegah. Latar belakang ini harus memberikan kontras yang jelas untuk seluk-beluk permainan, tanpa menghasilkan kesilauan. Faktor pemantulan langit-langit hendaknya 60 %, untuk dinding 30 - 60 % dan untuk lantai 25 % saja.
Dan segi penerangan, cabang-cabang olah raga dikelompokkan ke dalam 4 golongan:
a. Golongan olah raga kecekatan, seperti berenang. b. Golongan olah raga combat, seperti tinju.
c. Golongan olah raga sasaran, seperti bowling. d. Golongan olah raga bola, seperti bulutangkis.
Olah raga kecekatan memerlukan ruangan luas dengan penerangan umum yang baik dengan illuminasi 200 lux dengan tambahan penerangan khusus. Kolam renang diterangi baik dan arah atas maupun dan bawah air, dengan tambahan penerangan untuk papan loncat.
Penerangan dan arah atas dengan sistem langsung, tidak-langsung ataupun kombinasinya, menggunakan lampu-lampu tabung fluorescent dan atau lampu sorot (lampu tungsten halogen, metal halide atau sodium bertekanan tinggi).
Penerangan dibawah air menggunakan lampu-lampu sorot yang dipasang 60 cm di bawah permukaan air, dengan daya 100 watt per m2 permukaan air. Armatur harus tahan terhadap kelembaban yarg tinggi dan chlorine. Olah raga dengani track diberi penerangan khusus yang menonjolkan track tersebut.
Pada olah raga combat, penerangan dikonsentrasikan dan dibatasi pada daerah combat yang relatif kecil dengan illuminasi 1000 lux atau lebih, tanpa menyebabkan kesilauan pada pemain maupun pada penonton serta TV. Lampu-lampu sorot dipasang 6 meter di atas kanvas/lantai.
Pada olah raga sasaran ditambahkan penerangan khusus yang terarah pada sasaran dan sumber cahayanya tidak tampak dan tempat pemain maupun dan tempat penonton, sehingga sasaran merupakan bagian yang paling tinggi illuminasinya dalam lingkup pandangan. Pencegahan kesilauan dan armatur-armatur penerangan umum juga perlu diperhatikan. Illuminasi umum yang dianjurkan ialah 100 - 200 lux.
Pada olah raga bola, baik pemain maupun penonton dan TV hams dapat mengamati jalannya bola terhadap latar belakang langit-langit, dinding dan lantai. Maka bola itu perlu diterangi secara seragam pada seluruh perjalanannya. Illuminasi yang diperlukan 300 — 500 lux. Armatur-armatur perlu ditempatkan secara cermat sepanjang tepi kin dan kanan, dan ditutupi seperlunya untuk membatasi kesilauan.
Untuk pertandingan-pertandingan bertaraf nasional maupun internasional hendaklah diikuti peraturanperaturan dan federasi yang bersangkutan. Gedung olah raga untuk beraneka jenis olah raga diberi sistem penerangan umum dengan illuminasi 200 lux, di samping beherapa sistem-sistem penerangan khusus untuk cabang-cabang olah raga tertentu. Sistem penerangan umum itu dapat berwujud barisbaris lampu fluorescent sepanjang langit-langit, dengan lampu type “white de luxe” dan colour rendering di atas 70. Sistem penerangan khusus/terarah dapat berwujud lampu-lampu pijar yang disebar secara teratur di seluruh langit-langit. Sistem penerangan khusus itu dapat digunakan sebagai pelengkap kepada penerangan umum atau secara tersendiri.
Jikalau gedung olah raga itu juga dipergunakan untuk pertemuan besar, pertunjukan musik, pesta dan Sebagainya, perlu disediakan kemungkinan untuk tambahan penerangan yang bersifat fleksibel. Maka sistem penerangari umum juga dibuat luwes, misalnya hanya dinyalakan penerangan dan langit-langit atau dan dinding-dinding, dengan illuminasi rata-rata 200 lux yang juga dapat diubah.
Dekorasi-dekorasi ruangan dipilih yang berwarna muda, agar dapat meningkatkan illuminasi dan mengurangi kesilauan. Warna cahaya lampu dipilih “sejuk” atau “sedang”.
BAB V ...1 SPESIFIKASI SISTEM LISTRIK DAN PENERANGAN...1 5.1 DASAR INSTALASI LISTRIK ...1 5.2 LAMPU-LAMPU SEBAGAI SUMBER CAHAYA ...4 5.2.1. Lampu-lampu pijar...4 5.2.2. Lampu-lampu pelepasan listrik ...7 5.2.3. Lampu-lampu pelepasan listrik (lanjutan) ...8 5.2.4. Efisiensi Lampu ...10 5.3 SISTIM-SISTIM ILLUMINASI ...11 5.3.1 Klasifikasi sistim illuminasi. ...11 5.3.2 Faktor-faktor pertimbangan illuminasi...13 5.4 SPESIFIKASI ILLUMINASI ...17 5.4.1 Beberapa kriteria...17 5.4.2 Illuminasi Yang Dianjurkan ...19 5.4.3 Kwalitas Warna ...21 5.4.4 Perimbangan Terhadap Cahaya Alami...24 5.5 STANDAR PENERANGAN BUATAN DI DALAM GEDUNG-GEDUNG....25 5.5.1. Ruang lingkup...25 5.5.2. Pengertian-pengertian ...25 5.5.3. Prinsip-prinsip Umum ...36 5.5.4. Persyaratan Penerangan Buatan ...44