PENDAHULUAN
PTPN XIII berkomitmen untuk meningkatkan pelaksanaan tata kelola yang baik sehingga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan kesinambungan usaha yang memberikan kontribusi kepada terciptanya kesejahteraan bagi pemegang saham, karyawan dan stakeholders lainnya serta merupakan solusi yang tepat dalam menghadapi tantangan organisasi kedepan. Beberapa peristiwa penting terkait tata kelola di PTPN XIII selama tahun 2014, antara lain :
1. Direksi dan Dewan Komisaris PTPN XIII melalui SK Bersama No. 13.00/KPTS/09/IV/2014 dan No. Dekom/ SK-02/IV/2014 tanggal 10 April 2014 sepakat untuk mengesahkan dokumen untuk implementasi tata kelola perusahaan yang baik di PTPN XIII, yang meliputi : a. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (code of corporate
governance)
b. Buku Panduan Direksi dan Dewan Komisaris (Board Manual)
c. Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja
d. Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan e. Pedoman Pengendalian Gratifikasi
f. Pedoman Penyusunan & Penyampaian LHKPN g. Pedoman Penanganan Pengaduan Pelanggaran
(whistleblowing system)
2. Menindaklanjuti point 1 tersebut Direktur Utama PTPN XIII menerbitkan Surat Edaran No. 13.00/SE/03/2014 tanggal 16 Juni 2014 tentang Implementasi Dokumen Tata Kelola (GCG) di lingkungan PTPN XIII.
3. Menteri BUMN selaku RUPS PTPN XIII melalui keputusan No. SK-147/MBU/2014 tanggal 8 Juli 2014, mengangkat Bapak Dino Pati Djalal sebagai anggota Dewan Komisaris PTPN XIII menggantikan Bapak Setiyardi.
4. Menteri BUMN selaku RUPS PTPN XIII melalui keputusan No. SK-155/MBU/2014 tanggal 17 Juli 2014, mengangkat Bapak Nurhidayat sebagai Direktur Utama PTPN XIII menggantikan Bapak Baim Rachman. 5. Dalam rangka meningkatkan daya saing dan
pertumbuhan usaha perkebunan, Pemerintah RI menerbitkan Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (Persero) PTPN III
INTRODUCTION
PTPN XIII remains committed to improving the implementation of good corporate governance which is expected to improve efficiency, effectiveness, and sustainability of the business that contributes to the creation of welfare for the shareholders, employees and other stakeholders, as well as to provide the best solution for the organization to face challenges of the future. The following are important events related to GCG at PTPN XIII during 2014:
1. The Board of Directors and Board of Commissioners of PTPN XIII through the Joint Decree No. 13:00 / KPTS / 09 / IV / 2014 and No. Dekom / SK-02 / IV / 2014 dated April 10, 2014 agreed to ratify documents for the implementation of GCG in PTPN XIII, which include: a. The code of corporate governance
b. Board Manual
c. Code of Business and Work Ethics
d. Guidelines for Handling Conflict of Interests e. Guidelines for Gratification Control
f. Guidelines for Preparation and Submission of State Official Wealth Report
g. Guidelines for whistleblowing system
2. To follow up on point 1, the President Director of PTPN XIII issued Circular No. 13:00 / SE / 03/2014 dated June 16, 2014 on the Implementation of the GCG Documents at PTPN XIII.
3. Minister of State-owned Enterprises as the GMS of PTPN XIII through decision No. SK-147 / MBU / 2014 dated July 8, 2014, appointed Mr. Dino Pati Djalal as members of the Board of Commissioners of PTPN XIII replacing Mr. Setiyardi.
4. Minister of State-owned Enterprises as the GMS of PTPN XIII through decision No. SK-155 / MBU / 2014 dated July 17th 2014, appointed Mr. Nurhidayat as Director of PTPN XIII replacing Mr. Baim Rachman. 5. In order to improve the competitiveness and growth
of the plantation business, the Government of the Republic of Indonesia issued Government Regulation No. 72 Year 2014 dated September 17, 2014 on Increasing the Investment of the Republic of Indonesia to the share capital of the Company (persero) PT PTPN
yang berasal dari pengalihan 90% saham milik Negara RI pada PT Perkebunan Nusantara I, II, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII, XIII dan XIV (selanjutnya disebut PTPN). Berdasarkan penetapan tersebut, PTPN III (Persero) menjadi induk perusahaan atas Holding BUMN Perkebunan dan PTPN lainnya menjadi anak perusahaan dengan porsi kepemilikan 90% dan Negara RI sebanyak 10% di setiap PTPN termasuk di PTPN XIII.
Menindaklanjuti penetapan Peraturan Pemerintah RI tersebut, para pemegang saham telah melaksanakan prosedur tata kelola sebagai berikut :
a. Menteri BUMN selaku RUPS pada PTPN XIII (Persero) telah mengeluarkan surat No. S-584/MBU/10/2014 tanggal 1 Oktober 2014 tentang Persetujuan Pengalihan Saham dimana diputuskan bahwa Negara RI mengalihkan 90% sahamnya pada Perseroan dan dalam rangka penambahan penyertaan modal Negara RI pada PTPN III (Persero) yang telah ditindaklanjuti dengan Perjanjian Pengalihan Hak atas 90% saham negara RI pada PTPN XIII kepada PTPN III tanggal 2 Oktober 2014 yang dibuat dihadapan notaris Nanda Fauz Iwan SH, MKn.
b. Untuk memperlancar efektivitas pelaksanaan pengurusan perusahaan, Para Pemegang Saham PTPN XIII telah mengeluarkan putusan RUPS No. PTPN XIII/ RUPS/01/X/2014 dan No. SK-60/D1.MBU/10/2014 tanggal 7 Oktober 2014 tentang Perubahan Anggaran Dasar PTPN XIII.
Tujuan Penerapan Tata Kelola Perusahaan
Dalam Pedoman Tata Kelola Perusahaan telah ditetapkan tujuan penerapan GCG di PTPN XIII, yaitu :
a. Memaksimalkan nilai perusahaan dengan cara meningkatkan prinsip keterbukaan, akuntabilitas, dapat dipercaya, bertanggung jawab, dan adil agar perusahaan memiliki daya saing yang kuat, baik secara nasional maupun internasional.
b. Mendorong pengelolaan perusahaan secara profesional, transparan dan efisien, serta memberdayakan fungsi dan meningkatkan kemandirian organ perusahaan.
c. Mendorong organ perusahaan membuat keputusan dan menjalankan tindakan dilandasi nilai moral yang tinggi dan kepatuhan terhadap peraturan perundang- undangan yang berlaku, serta kesadaran akan adanya tanggung jawab sosial perusahaan terhadap stakeholder maupun kelestarian lingkungan di sekitar perusahaan.
d. Meningkatkan kontribusi perusahaan dalam perekonomian nasional.
e. Meningkatkan iklim investasi nasional. f. Menyukseskan program privatisasi. g. Menciptakan citra perusahaan yang baik. Penerapan GCG di Tahun 2014
Secara umum penerapan GCG di PTPN XIII mengacu pada Peraturan Menteri BUMN No. PER-01/MBU/2011 yang terakhir diperbarui dengan PER-09/MBU/2012 tentang Penerapan Tata Kelola Yang Baik (GCG) pada BUMN. Tahun 2013, Kementerian BUMN mengeluarkan Surat Edaran No. SE-05/MBU/2013 tanggal 30 September 2013
III derived from the transfer of 90% of State shares to PT Perkebunan Nusantara I, II, IV, V, VI , VII, VIII, IX, X, XI, XII, XIII and XIV (hereinafter referred to as PTPN). Based on the dicision, PTPN III (Persero) became a parent company of SOE Holding Plantation, and other PTPN become subsidiaries with 90% ownership, and the Republic of Indonesia 10% in each PTPN including PTPN XIII.
Following up on the Government Regulation, the shareholders have implemented the procedures of governance as follows:
a. SOE Minister as the GMS on PTPN XIII (Persero) has issued Letter No. S-584 / MBU / 10/2014 October 1, 2014 on the Approval of Transfer of Shares in which it was decided that the State of RI would transfer 90% of its shares to the Company and to increase the investment of the Republic of Indonesia at the PTPN III (Persero) that had been followed up by the Agreement on Conveyance of Rights over 90% of shares of the State of RI at PTPN XIII to PTPN III dated October 2, 2014 made before Notary Nanda Fauz Iwan SH, MKn.
b. To facilitate the effective implementation of the company’s management, Shareholders of PTPN XIII has issued a GMS decision No. PTPN XIII / GMS / 01 / X / 2014 and No. SK-60 / D1.MBU / 10/2014 dated October 7, 2014 on Amendments of Articles of Association of PTPN XIII.
Good Corporate Governance Purposes
In GCG codes, it has been stated that the objectives for the practice of GCG in PTPN XIII are:
a. Optimizing corporate values through enhancing the principles of transparency, accountability, realibility and equity to create a highly competitive company both nationally and internationally.
b. Promoting a professional, tranparent, and efficient GCG practice, and empowering the independence of corporate organs.
c. Encouraging corporate organs to make decisions and to perform high morality actions and compliance toward the prevailing laws and regulations, as well as awareness of the corporate social responsibility (CSR) to the stakeholders and the community within the its operation areas.
d. Rising the corporation contributions to the national economy.
e. Improving national investment climate. f. Achieving privatization programs. g. Creating good corporate images. GCG Manifestation in 2014
In general the practice of GCG at PTPN XIII referred to the Regulation of the Minister of State-owned Enterprises No. PER-01 / MBU / 2011, which was renewed by PER- 09 / MBU / 2012 on the Practice of GCG in State-owned Enterprises. Then in 2013, the Ministry of State-owned Enterprises issued Circular No. SE-05 / MBU / 2013 dated
tentang Roadmap Menuju BUMN Bersih, dimana setiap perusahaan wajib melaksanakan tata kelola dengan baik dan menghindarkan diri dari perbuatan tercela serta mampu membangun BUMN yang bersih.
Terkait dengan mekanisme penerapan tata kelola, Perusahaan telah memiliki sejumlah dokumen tata kelola yang mengacu pada aturan dan best practise yang berlaku, antara lain namun tidak terbatas pada :
a. Pedoman Tata Kelola Perusahaan (code of corporate governance)
b. Buku Panduan Direksi dan Dewan Komisaris (Board Manual)
c. Pedoman Etika Bisnis dan Etika Kerja (PEBK) atau Pedoman Perilaku (code of conduct)
d. Pedoman Penanganan Benturan Kepentingan e. Pedoman Pengendalian Gratifikasi
f. Pedoman Penyusunan dan Penyampaian Gratifikasi. g. Pedoman dan Penyampaian LHKPN
h. Pedoman Penanganan Pengaduan Pelanggaran (Whistle Blowing System)
i. Pedoman Kebijakan Teknologi Informasi j. Pedoman Dasar Kerja (PDK).
k. Pedoman Mutu yang mengacu pada ISO 9001:2008 l. Pedoman ISPO
m. Pedoman Perencanaan Karir Karyawan n. Internal Audit Charter
o. Pedoman Kebijakan Manajemen risiko p. Memiliki website sebagai sarana informasi di
www.ptpn13.com
September 30, 2013 on the Roadmap Toward Clean State- owned Enterprises, where every company must implement good corporate governance and refrain from misconduct and be able to build a clean SOE.
With regard to the practice mechanisms of GCG, the Company has a number of GCG documents that refer to the rules and best practices that apply, including but not limited to:
a. Code of corporate governance b. Board Manual
c. Code of Business and Work Ethics or the Code of Conduct for PTPN XIII personnel.
d. Handling Conflict of Interest e. Gratification Control
f. Preparation and Submission of Gratification. g. Submission of State Official Wealth Report h. Whistleblowing System
i. Information Technology Policy j. Standard Operation and procedure.
k. Quality guidelines in reference to ISO 9001: 2008 l. ISPO guidelines
m. Career Planning for Employees n. Internal Audit Charter
o. Risk Management Policy
p. Availability of website as a means of information on www.ptpn13.com
Skema penerapan GCG di PTPN XIII adalah sbb: / GCG Practice Scheme at PTPN XIII :
Permen PER- 01/MBU/2011
tentang GCG
Hukum & Peraturan
Visi, Misi & Sasaran
Eksternal/intern al Best Practise