• Tidak ada hasil yang ditemukan

HAK SUAMI ATAS ISTERI

Dalam dokumen Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. WM ii JILID (Halaman 143-148)

i APf W> ' Jaj ^ )

BAB 35 HAK SUAMI ATAS ISTERI

(KEWAJIBAN ISTERI TERHADAP SUAMI)

^SiT

^J.%tlL;

,LUl

i

v-'U

I

"

'Kaumlaki-lakiituadalahpemimpinbagikaumwanita, olehkarenaAllah telahmelebihkan sebahagianmereka(laki-laki)atassebahagianyanglain (wanita),dankarenamereka(laki-laki)telahmenafnabkansebahagian dari harta mereka.Sebabitumakawanitayangshalih,adalahyangtaat kepada Allah lagi memelihara diri ketikasuaminyatidak ada, oleh karena Allah telahmemelihara(mereka)..*(QS. An-Nisaa': 34) AllahSb memberitahukan bahwaseorangsuamimerupakanpemimpin bagi isterinya.Dengandemikian,seorangsuamimerupakan pemimpin, pem-besar,penguasadanhakim yang memberi keputusan terhadapnya,serta pembimbingbagiisterinya jika isterinya itumenyimpang.Sebab, laki-laki itu lebihutamadaripadaperempuan,danlaki-lakilebihbaik daripadaperempuan.

Olehkarenaitu,kenabianhanyadiserahkankepadakaumlaki-lakisaja. Demi-kianjugadenganjabatanpenguasatertinggi ataupengambilkeputusan.Hal itudidasarkanpadasabda Rasulullah

&dalam

hadits

Abu

Bakrahyang

diri-jii-p ji

“Tidakakanberuntungkaum yang menyerahkanurusanmerekakepada

Selainitu,karenasuamiyangmemberikannalkah, sertamenyerahkan mahar(maskawin)danberbagai halyangtelah diwajibkanAllahkepadamereka didalam Kitab-Nyamaupun dalam Sunnah Nabi-Nya. Dengan demikian laki-laki itulebihbaikdaripadaperempuan,lagipula diamemilikibanyak keutamaan yangdiberikankepadawanita.Berdasarkan hal tersebut,makadialayakmenjadi pemimpinatasnya,sebagaimanayang diperintahkan olehAllah.Dengan demikian, wanita-wanitayangtaatkepada Allahlagimenunaikan hak-hak suaminya,dengancaramereka memeliharadiripadasaatsuamitidaksedang beradabersama mereka,jugamenjagahartadan anak-anaknya, merekaitulah wanita-wanita shalihah.DanAllah tidakakanmenyia-nyiakan balasan (pahala) orang-orangyangberbuat baik, laki-lakimaupun perempuan.

Sedangkanhadits-hadits lain,diantaranya adalah hadits'Amrbin al-Ahwash yangtelahdisampaikan padabab sebelumnya.

Pengesahanhadits;

Telah disampaikansebelumnyapada haditsnomor(276)padabab, ‘Berwasiat Kepada

Kaum

Wanita."

fij»

&

<U>!

4*5

l'rt 'Jk

-T A

\

j

>•

l

^11

c-lij))

:L1^J

4-pIjj 'j>'

3

mereka masihtetapdalam kemaksiatantersebut,dando'a paraMalaikat itudikabulkanbaikyang berupa kebaikanmaupun keburukan, karena Rasulullah sendirimemperingatkanumatnya untuk menghindarihal tersebut.

Manfaat:

KetahuilahbahwasabdaRasulullah^: “MelainkanRabb yangberada di langitakanmurka kepadanya,"yakni,Allahyangberada di langit.Yang demikianitusamasepettifirman Allah

&:

jt0^ CJ* f'

©

'Apakah

kamu

merasa

aman

terhadap

A

Uah yangdi langitbahwa Dia akan menjugkirbalikkanbumi bersama kamu,sehinggadengan tiba-tibabumiitubergpncangfAtauapikahkamumerasaamanterhadapAllah yangdi langitbahwa Dia akan mengirimkanbadaiyangberbatu.Maka kelakkamu akanmengetahuibagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.'(QS.Al-Mulk:16-17)

Danhal tersebutyangditakwilkan olehIbnu‘Allandalamkitab,Daliiul Faalihiin’, (UIhal. 142),denganpenakwilanyang munkar,dimanadia mengata-kan: "Jikayang dimaksudkandidalamhadits tersebutadalahparapenghuninya, maka merekaituadalahpara Malaikat, tetapi jikayang dimaksudkanadalah Allah?S,makaditakwilkanbahwa yangberada di langit itu adalah kekuasaan, kerajaan,atauperintah-Nya, karenakemustahilantempat danposisibagi Dia,YangMahasucilagiMahatinggi.Danpenakwilanyangterakhir(kekuasaan, kerajaan atau perintah-Nya) lebihdekatkepadasabda Rasulullah:“Maka[ha akanmurkakepadanya."Danjikayangbenar adalahpenakwilanyang pertama (parapenghuninya),maka penggunaan bentuktunggal"^ai:"maksudnya adalah jenis Malaikat.Dan "murka”yangdinisbatkankepada Allah maksud-nyaadalah“MajazMursal'hubungannyaadalahmengir/n^kanyanglazim, namun yang dimaksudadalahyangdilazimkan.Adapun’intirjam"(pembalasan dendam)adalahsifat fi’ilataukehendakuntuk dendam, dengan demikiania adalah"sifatDzat sebagaimanayangdisebutkanpadaawal kitab {kitab 'Daliilul

Faalihiin)."Dan untukmenjelaskan ‘aqidahAhlusSunnah wal Jama'ah yang mengikutikaumSalaf (ahli hadits), di sini sayasebutkanbeberapa hal, yaitu:

1.Bahwapenafsiran:“Dzatyang adadi langit,"sebagai Malaikat adalah pendapat baru,dansaya telahmenyampaikan penolakanterhadap hal itu didalam kitab sayayangberjudul:Ainallaah'Di/aa'un‘anHadiitsil JaariyaltRiwaayatan

wa

Diraayatan. (DimanaAllah?Sebuah pembelaanterhadap hadits ‘Jariyah’

secaraperiwayatandan pemahaman).

2.Bahwapenafsiran:"Diaiyangadadi langit,'sebagai kekuasaan, kerajaan, atau perintah Allah,merupakanpenafsiranyangtidak benar. Sebab, kekuasa-anAllah 46, kerajaan,dan perintah-Nyaada di langitdandibumi.

3.UcapanIbnu'Allan:“Kemustahilan tempatdanarah bagiAllahYang Maha-suci lagiMahatinggi,”makahal itumerupakan pemahaman yangsalah terhadaphurufjarr{'j),dimanadiamenafsirkannyasebagai zl/araf (kete-rangan tempat), padahalyangsebenarnya adalah kebalikan dariitu,dimana huruf itu berartij», sebagaimana yangterdapatdalam firmanAllah 3S:

nusyrikin) dimukabumi...(QS.

At-Kata'Jdalamayatiniberani

j*

(di atas).Demikianjugadengan firman-Nya: 'y :f 'Dansesungguhnyaaku akan menyalibkamu sekalianpadapangkalpohon kurma.

"

(QS.Thaahaa: 71).Katafiidisinijuga berani 'alaa(di atas).

4.Demikianlah yang dikemukakanoleh parapcntahqiq,sepeniAbui Hasan al-'Asy'aridalamkitabnya, al-lbaanalt,Ibnu'AbdilBarrdalamkitabnya, at-Tambiid, al-Baihaqidalamkitabnya, al-Asmaa’ 'ausb-Shifaal,Syaikhul Islam IbnuTaimiyyah dalamkitab,Majmuu’ulFataauu,IbnuAbil 'Izz al-Hanafi dalamkitab,Syarhul At/iidab ath-Thal/aasriyab,danlain-lain.

5.Dengan demikianitu,hadits di atasmerupakansalah satu daripuluhandalil yang menunjukkan bahwaAllahYang MahasucilagiMahatinggiberada di atas langit.Aninya, Dia beradadiketinggianyangpaling tinggi, di atas Arsy dandi atassemua makhluk-Nya.

6.Paraulamatelahmenulisbeberapa kitabyangmembahasmasalah tersebut, sepenimisalnya kitab, Ijtimaa'ulJuyuusy aldslamiyyab 'alaaAzwil

Mu

'arItibilal/

soalJahmiyyah, karyaIbnuQayyimal-Jauziyyah,danal-’UUewwlil'Altyyil 'AMim,karya adz-Dzahabi,senakitab,al-'Uluvrw,karyaIbnu

Qudamah

al-Maqdisin£tsemuanya.

Dan semuanyaitutelahsaya catatdalambukusayayangberjudulAinallaal.'d"

tindakannyaakanterlihatsama denganparapemimpin danpenguasamereka, sebagaimanayang dikatakan olehal-'AllamahIbnu Qayyimal-Jauziyyah dalamkitab,Miftaali DaaritSa 'aatlab, (1/253-254):“Sesungguhnyadiantara hikmahAllah dalam kcputusan-Nya menjadikanpararaja,pemimpin dan pelindungumat manusia beradasatu jenisdengan amal perbuatan mereka, bahkan amalperbuatanmerekaseakan-akantampaktercerminpadapemimpin dan penguasa mereka. Jikamerekalurusmaka akanluruspulapenguasamereka, danjikamerekaadilmaka akanadilpulapenguasamerekaterhadapmereka, tetapi jikamereka zhalimmaka akan zhalimpulapenguasadanpemimpin mereka.Jikatampaktipumuslihatdan penipuanditengah-tengahmereka,

maka

demikian pulayangterjadipada parapemimpin mereka.

Dan

jika merekamenolakhak-hak Allah atasmereka dan engganmemenuhinya,maka parapenguasadanpemimpin mereka pun akan menolak hak-hak yangada padamereka dankikiruntukmenerapkannya pada mereka.Danjikadalam muamalah mereka mengambilsesuatuyangbukan haknyadariorang-orang lemah,makaparapenguasapun akan mengambilhal-halyangbukan haknya sertamenimpakanberbagaibebandantugaskepada mereka.

Setiapyangmereka keluarkan (yangmerekaambil) dariorang-orang lemah,maka akandikeluarkan(diambil) pulaoleh parapenguasaitudaridiri mereka dengankekuatan/paksaan.Dengandemikian,amalperbuatanmereka tercerminpadaamalperbuatanpenguasadanpemimpinmereka.Dan menurut hikmahIlahiyyah,tidaklah diangkat seorangpemimpinatasorang-orang jahat lagisukaberbuatkejikecualiorang-orangyangsejenisdenganmereka. Ketika padakurun-kurun pertamamerupakan kurun yangpaling baik,maka demikian itupulaparapemimpin mereka.

Dan

ketikamereka mulaitercemari,maka

Mu'awiyah dan‘Umarbin'Abdul'Aziz, apalagiorang-orangseperti

Abu

Bakardan 'Umar,tetapipemimpinkita itu sesuaidengan keadaankita.Dan pemimpinorang-orangsebelumkitapunsesuaidengan kondisi mereka. Masing-masingdarikeduahal tersebutmerupakan konsekwensi dantuntutanhikmah Allah.’

sH

HADITS NO. 284

Dalam dokumen Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali. WM ii JILID (Halaman 143-148)