• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Motivasi Belajar

Dalam dokumen Oleh: WAHYUNI K (Halaman 33-36)

BAB II LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Pustaka

2. Hakikat Motivasi Belajar

Motivasi siswa merupakan salah satu faktor dalam belajar yang dapat dipengaruhi secara positif oleh guru yang bersemangat dan menarik perhatian siswa terhadap materi yang diajarkan dengan cara tertentu, maka dalam diri siswa akan timbul minatnya untuk mempelajari materi tersebut. Tumbuhnya perhatian dan minat siswa belajar dianggap telah tumbuhnya motivasi belajar dalam diri siswa yang bersangkutan. Guru juga perlu memberikan umpan balik yang positif selama berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Untuk itu, guru perlu menciptakan suasana lingkungan kelas yang menyenangkan dan menunjang sehingga dapat membangkitkan motivasi siswa untuk mencapai hasil atau prestasi belajar yang positif.

Mc Donald dalam bukunya Oemar Hamalik (2003: 106) merumuskan, bahwa....”Motivation is an energy within the person characterized by affectife arousal and anticipatory goal reaction”, yang diartikan motivasi adalah suatu perubahan energi dalam diri (pribadi) seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Menurut Hanafiah dan Suhana (2009: 26) ”Motivasi belajar merupakan kekuatan (power motivation), daya pendorong (driving force), atau alat pembangun kesediaan dan keinginan yang kuat dalam diri peserta didik untuk belajar secara aktif, kreaktif, efektif, inovatif, dan menyenangkan dalam rangka perubahan perilaku, baik dalam aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor”. Menurut Sardiman A.M. (2001: 73) mengatakan dalam kegiatan

16

belajar ”Motivasi belajar adalah keseluruhan daya pengerak didalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar mengajar, yang menjamin suatu keberlangsungan dari kegiatan belajar dan yang memberikan arah pada kegiatan belajar, sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subyek belajar itu dapat tercapai”.

Berdasarkan pendapat yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu perubahan energi dalam diri seseorang atau peserta didik dengan timbulnya perasaan dan keinginan yang kuat untuk belajar secara aktif, kreaktif, efektif, inovatif, dan menyenangkan untuk mencapai tujuan yang dikehendaki baik aspek kognitif, afektif, maupun psikomotor. Motivasi belajar ini juga dianggap penting dalam upaya belajar dan pembelajaran dilihat dari segi fungsi dan nilainya atau manfaatnya.

b. Ciri-Ciri Motivasi

Disadari atau tidak setiap kegiatan manusia pasti didasari adanya motivasi, terutama dalam belajar. Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan prestasi belajar. Tinggi rendahnya motivasi yang ada pada diri seseorang dapat diketahui dari perilakunya. Menurut Sardiman A.M. (2001: 81) seseorang dikatakan memiliki motivasi apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus menerus dalam waktu lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).

2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa), tidak memerlukan dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas dengan prestasi yang telah dicapainya).

3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah “untuk orang dewasa” (misalnya masalah pembangunan agama, politik, ekonomi, keadilan, pemberantasan korupsi, penentangan terhadap setiap tindak criminal, amoral, dan sebagainya).

4) Lebih senang bekerja mandiri.

5) Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin (hal-hal yang bersifat mekanis, berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif). 6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan

sesuatu).

8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.

Apabila seseorang memiliki ciri-ciri tersebut, maka dapat dikatakan seseorang itu memiliki motivasi yang cukup kuat. Kegiatan belajar mengajar akan berhasil baik kalau siswa tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Oleh karena itu, guru harus berupaya memupuk motivasi belajar siswa, salah satunya dengan menciptakan pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Diantaranya dapat diciptakan melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif, penilaian yang efektif, dan sebagainya.

c. Fungsi dan Sifat Motivasi

Motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan proses belajar mengajar. Menurut Oemar Hamalik dalam bukunya (2003: 108) mengemukakan fungsi motivasi sebagai berikut:

1) Mendorong timbulnya tingkah laku atau perbuatan. Tanpa motivasi tidak akan timbul suatu perbuatan misalnya belajar.

2) Motivasi berfungsi sebagai pengarah, artinya mengarahkan perbuatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

3) Motivasi berfungsi sebagai penggerak, artinya menggerakkan tingkah laku seseorang. Besar kecilnya motivasi akan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan.

Berdasarkan fungsi motivasi yang dikemukakan diatas, juga dinyatakan motivasi memiliki dua sifat, motivasi intrinsik dan motivasi ekstrensik.

1) Motivasi intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motivasi yang tercakup dalam situasi belajar yang bersumber dari kebutuhan dan tujuan-tujuan siswa sendiri. Motivasi ini sering disebut ”motivasi murni”, atau motivasi yang timbul dari dalam diri peserta didik, misalnya keinginan untuk mendapat ketrampilan tertentu, memperoleh informasi dan pemahaman, mengembangkan sikap untuk berhasil, menikmati kehidupan, secara sadar dapat memberikan

18

sumbangan kepada kelompok, keinginan untuk diterima oleh orang lain, dan sebagainya. Motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar.

2) Motivasi ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti : angka, kredit, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan dan persaingan, yang bersifat negatif ialah ejekan, dan hukuman. Motivasi ekstrinsik tetap diperlukan didalam sekolah, sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Ada kemungkinan peserta didik belum menyadari pentingnya bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. Dalam keadaan ini peserta didik yang bersangkutan perlu dimotivasi agar belajar dan guru berupaya membangkitkan motivasi belajar peserta didik sesuai dengan keadaan peserta didik itu sendiri. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil belajar yang baik (Sardiman A.M., 2001: 83). Jadi motivasi akan senantiasa menentukan intensitas usaha belajar bagi para siswa.

Dengan demikian, antara motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik sulit untuk menentukan mana yang lebih baik. Selalu menghendaki timbulnya motivasi instrinsik, akan tetapi motivasi ini tidak mudah dan tidak selalu dapat timbul. Di pihak lain, guru bertanggung jawab supaya pembelajaran berhasil dengan baik dan guru berupaya mendorong dan membangkitkan motivasi ekstrinsik pada peserta didiknya sehingga diharapkan timbul kesadaran dalam diri peserta didik itu sendiri untuk melakukan kegiatan belajar.

3. Hakikat Partisipasi Siswa

Dalam dokumen Oleh: WAHYUNI K (Halaman 33-36)

Dokumen terkait