HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Uji Heteroskedastisitas
4.1.13. Model Regresi Variabel Dummy
4.1.13.1. Dummy Negara Indonesia dan Negara Lainnya.
4.1.13.1.1. Hasil Analisis Statistik Deskriptif Negara Indonesia dengan Negara Lainnya
Statistik deskriptif dalam pengujian secara dummy antara Indonesia dengan negara lainnya untuk mengetahui jumlah rata-rata, nilai minimum, nilai maksimum dari setiap variabel. Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan dalam perhitungan statistik deskriptif adalah profitabilitas, asset tangibility, tingkat pertumbuhan, ukuran perusahaan, non-debt tax shield, struktur modal, dan nilai perusahaan. Berdasarkan analisis statistik deskriptif diperoleh gambaran sampel sebagai berikut:
Tabel 4.23
Statistik Deskriptif dari Profitabilitas, Asset Tangibility, Tingkat Pertumbuhan, Ukuran Perusahaan, Non-Debt Tax Shield, Struktur Modal,
Nilai Perusahaan di Negara Indonesia dan Negara Lainnya.
KET INDONESIA NEGARA LAINNYA
ROA FATA GROWTH SIZE NDTS SM NP ROA FATA GROWTH SIZE NDTS SM NP
Mean 0.093 0.346 0.021 19.03 0.034 0.968 4.758 0.075 0.323 0.053 18.98 0.032 0.720 2.202 Median 0.072 0.300 0.017 18.83 0.027 0.744 1.068 0.061 0.320 0.035 18.57 0.029 0.559 0.528 Max 0.863 0.846 0.478 23.66 0.407 7.439 214.51 0.548 0.839 0.689 24.71 0.179 3.677 127.7 Min 0.000 0.044 -0.249 15.28 0.004 0.065 -0.192 0.001 0.012 -0.995 15.35 0.000 0.034 -0.736 Std. Dev. 0.100 0.180 0.116 1.684 0.003 0.945 20.771 0.065 0.186 0.117 1.741 0.022 0.594 10.12 Prob 0.000 0.000 0.000 0.014 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 0.000 Obs 231 231 231 231 231 231 231 402 402 402 402 402 402 402
Ket: ROA= Return On Asset FATA= Asset Tangibility NDTS= Non-Debt Tax Shield Size= Ukuran Perusahaan Growth= Tingkat Pertumbuhan Sumber: Diolah (Bursa Efek masing-masing negara, 2016)
Berdasarkan Tabel 4.23 dapat menjelaskan bahwa variabel ROA (profitabilitas) nilai rata-ratanya berbeda. Nilai rasio rata-rata profitabilitas di negara indonesia (0,093) lebih besar dari negara lainnya (0,075). Ini mengindikasikan bahwa tingkat kemampulabaan perusahaan manufaktur di negara Indonesia lebih besar dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia lebih besar dari nilai rata-rata menunjukkan bahwa distribusi data kurang
baik pada variabel profitabilitas sedangkan negara lainnya nilai standart deviasi lebih rendah dari nilai rata-rata mengindikasikan distribusi data sudah baik pada variabel profitabilitas dalam observasi penelitian ini.
Variabel asset tangibility (FATA) menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang berbeda. Nilai rasio rata-rata asset tangibility di negara indonesia (0,346) lebih besar dari negara lainnya (0,323). Ini mengindikasikan bahwa aset tetap perusahaan manufaktur di negara Indonesia lebih besar dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia dan negara lainnya nilai standart deviasi lebih rendah dari nilai rata-rata mengindikasikan distribusi data sudah baik pada variabel profitabilitas dalam observasi penelitian ini.
Variabel tingkat pertumbuhan (growth) menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang berbeda. Nilai rasio rata-rata tingkat pertumbuhan di negara indonesia (0,021) lebih kecil dari negara lainnya (0,053). Ini mengindikasikan bahwa tingkat pertumbuhan aset perusahaan manufaktur di negara Indonesia lebih kecil dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya berarti perusahaan manufaktur yang berada di negara lainnya yaitu Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand lebih baik dalam hal meningkatkan pertumbuhan asetnya jika dibandingkan dengan negara Indonesia. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia dan negara lainnya lebih besar dari nilai rata-rata menunjukkan bahwa distribusi data kurang baik pada variabel tingkat pertumbuhan dalam observasi penelitian ini.
Variabel ukuran perusahaan (size) menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang berbeda. Nilai rasio rata-rata ukuran perusahaan di negara indonesia (19,03) lebih kecil dari negara lainnya (18,98). Ini mengindikasikan bahwa ukuran perusahaan manufaktur di negara Indonesia lebih besar dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya berarti perusahaan manufaktur yang berada di negara lainnya yaitu Malaysia,
Singapura, Filipina dan Thailand terbilang masih lebih kecil jika dibandingkan dengan negara Indonesia. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia dan negara lainnya lebih kecil dari nilai rata-rata menunjukkan bahwa distribusi data sudah baik pada variabel ukuran perusahaan dalam observasi penelitian ini.
Variabel non-debt tax shield (NDTS) menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang berbeda. Nilai rasio rata-rata non-debt tax shield di negara indonesia (0,034) lebih besar dari negara lainnya (0,032). Ini mengindikasikan bahwa non-debt tax shield manufaktur di negara Indonesia lebih besar dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya berarti perusahaan manufaktur yang berada di negara lainnya yaitu Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand belum mampu memanfaatkan penghematan pajak dibandingkan dengan negara Indonesia dimana negara Indonesia lebih memperhatikan penghematan pajaknya daripada negara lain. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia dan negara lainnya lebih kecil dari nilai rata-rata menunjukkan bahwa distribusi data sudah baik pada variabel non-debt tax shield dalam observasi penelitian ini.
Variabel struktur modal menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang berbeda. Nilai rasio rata-rata struktur modal di negara indonesia (0,968) lebih besar dari negara lainnya (0,720). Ini mengindikasikan bahwa struktur modal manufaktur di negara Indonesia lebih besar dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya berarti perusahaan manufaktur yang berada di negara Indonesia bisa dikatakan lebih condong menyerap sumber dana perusahaan untuk meningkatkan asetnya dengan berutang daripada negara lainnya yaitu Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand yang mampu memanfaatkan investor untuk meningkatkan asetnya yaitu dengan laba ditahan. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia dan negara lainnya lebih kecil dari nilai rata-rata menunjukkan bahwa distribusi data sudah baik pada variabel struktur modal dalam observasi penelitian ini.
Variabel nilai perusahaan menunjukkan bahwa nilai rata-rata yang berbeda. Nilai rasio rata-rata struktur modal di negara indonesia (4,758) lebih besar dari negara lainnya (2,202). Ini mengindikasikan bahwa nilai perusahaan manufaktur di negara Indonesia lebih besar dari perusahaan manufaktur dinegara lainnya berarti perusahaan manufaktur yang berada di negara Indonesia lebih menjaga nilai perusahaannya jika dibandingkan dengan negara lainnya yaitu Malaysia, Singapura, Filipina dan Thailand. Nilai standar deviasi yang pada negara indonesia dan negara lainnya lebih besar dari nilai rata-rata menunjukkan bahwa distribusi data kurang baik pada variabel nilai perusahaan dalam observasi penelitian ini.Untuk menjelaskan nilai tertinggi dan terendah antara Indonesia dengan negara lainnya dalam penelitian ini maka tabel 4.24 berikut ini:
Tabel 4.24
Nilai Tertinggi dan Terendah dari Rasio Variabel Profitabilitas, Asset Tangibility, Tingkat Pertumbuhan, Ukuran Perusahaan, Non-Debt Tax Shield, Struktur Modal, Nilai Perusahaan Manufaktur di Indonesia dan
Negara lainnya
No Variabel Max/
Min
Indonesia Negara lainnya
Nama Perusahaan Tahun Nama Perusahaan Tahun
1 Profitabilitas Max Surya Toto Indonesia Tbk 2013 BRC Asia 2013
Min Star Petrcohem Tbk 2015 Kein Hing International Berhad [S] 2013
2 Asset
Tangibility
Max Roda Vivatex Tbk 2013 Khee San Berhad [S] 2014
Min Duta Pertiwi N usantara Tbk 2015 YTL Land & Development Berhad 2015
3 Tingkat
Pertumbuhan
Max Sekar Laut Tbk 2013 Banpu Public Company Limited 2013
Min Champion Pacific Indonesia Tbk 2013 Boilermech Holdings Berhad [S] 2013
4 Ukuran
Perusahaan
Max Astra International Tbk 2014 PTT Public Company Limited 2013
Min Inter-Delta Tbk 2013 China Minzhong 2013
5 Non-Debt Tax
Shield
Max Akasha Wira International Tbk Tbk 2014 Pepsi-Cola Products Philippines, Inc. 2015
Min Betonjaya Manunggal Tbk 2013 YTL Land & Development Berhad 2013
6 Struktur Modal
Max Jembo Cable Company Tbk 2013 EG Industries Berhad [S] 2014
Min PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
Muncul Tbk 2015 Jasa K ita Berhad 2013
7 Nilai
Perusahaan
Max Indopoly Swakarsa Industry Tbk 2013 Amplefield Ltd^ 2013
Min Intanwijaya Internasional Tbk 2013 Xingquan International Sports Holdings
Limited 2015
Tabel 4.24 Menjelaskan rasio tertinggi dan terendah setiap variabel pada penelitian ini. Pada variabel profitabilitas di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Perusahaan Surya Toto Indonesia Tbk dan di negara lainnya adalah Perusahaan BRC Asia ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki kemampulabaan yang paling tinggi di Indonesia merupakan Perusahaan Surya Toto Indonesia Tbk dan dinegara lainnya yaitu BRC. Asia. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan tersebut mampu menekan semua beban operasional yang ada diperusahaan sehingga mampu meningkatkan laba yang dimiliki perusahaan. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio profitabilitas terendah di negara Indonesia yaitu Perusahaan Star Petrochem Tbk dan Negara lainnya Keing Hing International Berhand (S).
Pada variabel asset tangibility di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Roda Vivatex Tbk dan di negara lainnya adalah Khee San Berhad [S] ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki aktiva tetap yang paling banyak di Indonesia merupakan Perusahaan Roda Vivatex Tbk dan dinegara lainnya yaitu Khee San Berhad [S]. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan tersebut tidak terlalu memerlukan aktiva tetap untuk proses produksinya. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio asset tangibility terendah di negara Indonesia yaitu Duta Pertiwi Nusantara Tbk dan Negara lainnya YTL Land & Development Berhad.
Pada variabel tingkat pertumbuhan di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Sekar Laut Tbk dan di negara lainnya
adalah Banpu Public Company Limited ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki pertumbuhan aset yang paling tinggi di Indonesia merupakan Sekar Laut Tbk dan dinegara lainnya yaitu Banpu Public Company Limited. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan tersebut dapat mengoptimalkan laba perusahaan yaitu dengan laba ditahan sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan asetnya. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio tingkat pertumbuhan terendah di negara Indonesia yaitu Champion Pacific Indonesia Tbk dan Negara lainnya Boilermech Holdings Berhad [S].
Pada variabel ukuran perusahaan di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Astra International Tbk dan di negara lainnya adalah PTT Public Company Limited ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki pertumbuhan aset yang paling tinggi di Indonesia merupakan Astra International Tbk dan dinegara lainnya yaitu PTT Public Company Limited. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan tersebut mampu memanfaatkan ukuran perusahaan untuk menarik perhatian investor dan juga kreditur dalam meningkatkan jumlah aset perusahaan. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio ukuran perusahaan terendah di negara Indonesia yaitu Inter-Delta Tbk dan Negara lainnya China Minzhong.
Pada variabel non-debt tax shield di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Akasha Wira International Tbk dan di negara lainnya adalah Pepsi-Cola Products Philippines, Inc ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki ukuran perusahan yang paling besar di Indonesia merupakan Akasha Wira International Tbk dan dinegara lainnya
yaitu Pepsi-Cola Products Philippines, Inc. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan memiliki aktiva tetap yang rendah sehingga dapat menurunkan nilai amortisasi dan depresiasi perusahaan. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio non-debt tax shield terendah di negara Indonesia yaitu Betonjaya Manunggal Tbk dan Negara lainnya YTL Land & Development Berhad
Pada variabel struktur modal di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Jembo Cable Company Tbk dan di negara lainnya adalah EG Industries Berhad [S] ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki hutang yang paling tinggi di Indonesia merupakan Jembo Cable Company Tbk dan dinegara lainnya yaitu EG Industries Berhad [S]. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan merupakan tipe yang tidak takut dengan resiko, sehingga sumber dana perusahaan kebanyakan menggunakan utang. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio struktur modal terendah di negara Indonesia yaitu PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk dan Negara lainnya Jasa Kita Berhad.
Pada variabel nilai perusahaan di Indonesia perusahaan manufaktur yang memiliki rasio paling tinggi adalah Indopoly Swakarsa Industry Tbk dan di negara lainnya adalah Amplefield Ltd^ ini mengindikasikan bahwa perusahaan manufaktur yang memiliki nilai perusahaan di Indonesia merupakan Indopoly Swakarsa Industry Tbk dan dinegara lainnya yaitu Amplefield Ltd^. Hal ini diakibatkan bahwa kedua perusahaan merupakan perusahaan yang secara ketat selalu mengontrol nilai perusahaan untuk menarik perhatian investor. Sedangkan sebaliknya perusahaan manufaktur yang memiliki rasio nilai perusahaan terendah
di negara Indonesia yaitu Intanwijaya Internasional Tbk dan Negara lainnya Xingquan International Sports Holdings Limited
4.1.13.1.2. Uji Hipotesis Substruktur I Negara Indonesia dengan Negara