Iklan Motor Yang Menarik
4.5. Hasil Analisis Structural Equation Model (SEM) 1 Uji Reliabilitas 1 Uji Reliabilitas
Pada pengukuran reliabilitas dalam Structural Equation
Modeling (SEM) menggunakan metode ukuran reliabilitas komposit
dan ukuran ekstrak varian. Analisis hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan analisis model pengukuran, analisis model struktural dan analisis kesesuaian seluruh model (Wijanto, 2008). Error
covariance diatur agar variabel satu dengan yang lainnya berkorelasi
sehingga mendapatkan nilai Chi-Square yang lebih rendah. Karena variabel laten tidak mempunyai skala yang definit, maka untuk mendefinisikan model dengan baik, titik nol dan unit pengukuran setiap variabel laten didefinisikan dengan menetapkan salah satu muatan faktor dari setiap variabel laten yang ada dalam model dengan nilai 1 (Joreskog dan Sorbom, 1996).
Analisis model pengukuran terdiri dari pengujian-pengujian reliabilitas konstruk. Reliabilitas model ini dapat diuji dengan perhitungan reliabilitas konstruk, maka untuk menghitung reliabilitas konstruk dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Hasil analisis uji Standardized Solution yang menggunakan
software program LISREL 8.72 dapat dilihat pada Lampiran 4.
Hasil perhitungan untuk menentukan reliabilitas pada setiap variabel dapat ditentukan dalam Construct Reliability, didalam model penelitian ini dapat dilihat pada tabel-tabel berikut ini:
Tabel 18. Hasil perhitungan reliabilitas konstruk variabel pesan iklan motor honda
Pesan Iklan Motor Honda Std.
Loading Error CR Mencerminkan Produk Berkualitas 0.630 0.600
0.605 Menampilkan Karakter Merek Honda yang
Keren, Berkelas dan Mewah 0.250 0.940
Mudah Diingat 0.610 0.630
Mudah Dikenali dalam Waktu Singkat 0.690 0.520 Menunjukkan Gaya Hidup Modern 0.190 0.970 Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Hasil perhitungan reliabilitas konstruk pada Tabel 18 di atas menunjukkan bahwa untuk nilai reliabilitas konstruk pada variabel pesan iklan motor Honda adalah 0,605. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pesan iklan motor honda pada penelitian ini memiliki reliabilitas yang mendekati baik, karena mempunyai nilai Construct
Reliability (CR) hampir mendekati 0,7. Menurut Hair et al (2006)
syarat reliabilitas yang baik adalah memiliki nilai Reliabilitas Konstruk (CR) > 0,7. Ghozali dan Fuad (2005) juga menyatakan bahwa syarat reliabilitas dapat dilihat dari nilai Reliabilitas Konstruk. Tabel 19. Hasil perhitungan reliabilitas konstruk variabel pengenalan merek motor honda
Pengenalan Merek Motor Honda Std.
Loading Error CR Mencerminkan Produk Berkualitas 1.000 0.010
0.422 Menampilkan Karakter Merek Honda yang
Keren, Berkelas dan Mewah 0.070 1.000
Mudah Diingat 0.130 0.980
Mudah Dikenali dalam Waktu Singkat 0.190 0.970 Menunjukkan Gaya Hidup Modern 0.290 0.910 Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Hasil perhitungan reliabilitas konstruk pada Tabel 19 di atas menunjukkan bahwa untuk nilai reliabilitas konstruk pada variabel pengenalan merek motor Honda adalah 0,422. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pengenalan merek motor honda pada penelitian ini memiliki reliabilitas yang belum cukup baik, karena mempunyai nilai
Tabel 20. Hasil perhitungan reliabilitas konstruk variabel kepercayaan konsumen
Kepercayaan Konsumen Std.
Loading Error CR Mencerminkan Produk Berkualitas 1.000 0.010
0.459 Menampilkan Karakter Merek Honda yang
Keren, Berkelas dan Mewah 0.420 0.820
Mudah Diingat 0.150 0.980
Mudah Dikenali dalam Waktu Singkat 0.180 0.970 Menunjukkan Gaya Hidup Modern 0.040 1.000 Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Hasil perhitungan reliabilitas konstruk pada Tabel 20 di atas menunjukkan bahwa untuk nilai reliabilitas konstruk pada variabel kepercayaan konsumen adalah 0,459. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel kepercayaan konsumen pada penelitian ini memiliki reliabilitas yang belum cukup baik, karena mempunyai nilai Construct
Reliability (CR) kurang dari 0,7.
Tabel 21. Hasil perhitungan reliabilitas konstruk variabel sikap konsumen
Sikap Konsumen Std.
Loading Error CR Mencerminkan Produk Berkualitas 1.000 0.010
0.428 Menampilkan Karakter Merek Honda yang
Keren, Berkelas dan Mewah 0.170 0.970
Mudah Diingat 0.460 0.790
Mudah Dikenali dalam Waktu Singkat 0.180 0.970 Menunjukkan Gaya Hidup Modern -0.140 0.980 Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Hasil perhitungan reliabilitas konstruk pada Tabel 21 di atas menunjukkan bahwa untuk nilai reliabilitas konstruk pada variabel sikap konsumen adalah 0,428. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel sikap konsumen pada penelitian ini memiliki reliabilitas yang belum cukup baik, karena mempunyai nilai Construct Reliability (CR) kurang dari 0,7.
Tabel 22. Hasil perhitungan reliabilitas konstruk variabel niat beli
Niat Beli Std.
Loading Error CR Mencerminkan Produk Berkualitas 0.700 0.510
0.619 Menampilkan Karakter Merek Honda yang
Keren, Berkelas dan Mewah 0.590 0.660
Mudah Diingat 0.370 0.860
Mudah Dikenali dalam Waktu Singkat 0.230 0.950 Menunjukkan Gaya Hidup Modern 0.550 0.690 Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Hasil perhitungan reliabilitas konstruk pada Tabel 22 di atas menunjukkan bahwa untuk nilai reliabilitas konstruk pada variabel niat beli adalah 0,619. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel niat beli pada penelitian ini memiliki reliabilitas yang hampir baik, karena mempunyai nilai Construct Reliability (CR) hampir mendekati 0,7. Tabel 23. Hasil perhitungan reliabilitas konstruk variabel pembelian
nyata
Pembelian Nyata Std.
Loading Error CR Mencerminkan Produk Berkualitas 0.660 0.560
0.503 Menampilkan Karakter Merek Honda yang
Keren, Berkelas dan Mewah 0.590 0.650
Mudah Diingat -0.060 1.000
Mudah Dikenali dalam Waktu Singkat 0.010 1.000 Menunjukkan Gaya Hidup Modern 0.730 0.470 Sumber: Data primer yang diolah, 2014
Hasil perhitungan reliabilitas konstruk pada Tabel 23 di atas menunjukkan bahwa untuk nilai reliabilitas konstruk pada variabel pembelian nyata adalah 0,503. Maka dapat disimpulkan bahwa variabel pembelian nyata pada penelitian ini memiliki reliabilitas yang belum cukup baik, karena mempunyai nilai Construct Reliability (CR) kurang dari 0,7.
4.5.2 Uji Validitas
Setelah reliabilitas konstruk diperoleh, maka tahap selanjutnya adalah dilakukan uji validitas setelah dilakukannya remodeling konstruk hingga hasilnya optimal. Hasil optimal diperoleh setelah
dilakukan analisis model dengan memeriksa keluaran program terhadap kemungkinan adanya estimasi yang mengganggu (offending
estimate). Sesuai rekomendasi dari Hair et al (2006) bahwa variabel
pengamatan yang layak digunakan sebagai indikator terhadap konstruk atau variabel latennya haruslah memiliki muatan faktor yang lebih besar dari 0,5 sehingga model yang digunakan mempunyai kecocokan yang baik, atau nilai-t muatan faktornya harus lebih besar daripada nilai kritis (>1,96). Hasil uji validitas pada penelitian ini yang menggunakan software Program LISREL 8.72 dapat dilihat pada Lampiran 5.
Hasil output uji t-values dapat disimpulkan bahwa seluruh indikator dan variabel yang memiliki nilai t-value lebih besar dari nilai 1,96 dapat dinyatakan sebagai indikator yang valid pada taraf alpha 5%. Sehingga dapat disimpulkan dari hasil penelitian ini ternyata terdapat 5 indikator pertanyaan yang dinyatakan tidak valid dari total 30 indikator pertanyaan. Terkait penjelasan kelima indikator yang dinyatakan tidak valid dapat dilihat pada Lampiran 6.