TUMBUHAN OBAT DI SUAKA MARGASATWA SIRANGGAS KABUPATEN PAKPAK BHARAT SUMATERA UTARA
HASIL DAN PEMBAHASAN Jenis-jenis Tumbuhan Obat
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di Kawasan Suaka Margasatwa Siranggas Kabupaten Pakpak Bharat, diperoleh 49 jenis tumbuhan obat yang dipergunakan dalam pengobatan tradisional. Jenis-jenis tumbuhan obat yang diperoleh dikelompokkan ke dalam dua divisi, dan 33 famili. Pteridophyta terdiri dari satu kelas yaitu Filicinae dengan 2 jenis dan Spermatophyta dengan dua kelas yaitu kelas Monocotyledoneae 12 jenis dan Dicotyledoneae 35 jenis (Tabel 1).
Dari Tabel 1. diketahui bahwa famili yang paling banyak ditemukan dari kelas
Monocotyledoneae yaitu Arecaceae, Zingiberaceae masing-masing 3 jenis dan kelas Dicotyledoneae
yaitu Fabaceae 4 jenis, diikuti Piperaceae, Rubiaceae masing-masing 3 jenis. Famili-famili tersebut banyak dipergunakan oleh suku Pakpak tidak hanya sebagai tumbuhan obat tetapi juga sebagai sayuran contohnya Parkia speciosa dan Pithecellobium dulce, gulma berduri (Mimosa pudica),
Arecaceae sebagai pewarna, serta campuran makan sirih (Areca catechu), Rubiaceae sebagai tanaman hias serta untuk minuman, dan Zingiberaceae sebagai bumbu masak dan tanaman hias.
Kegunaan Jenis Tumbuhan Obat.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa umumnya tumbuhan berkhasiat obat baik yang berasal dari hutan ataupun dari kawasan lain digunakan untuk mengobati penyakit yang diderita oleh masyarakat desa sekitar hutan tersebut dan pasien yang datang dari desa lain. Pengetahuan dan pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat-obatan oleh masyarakat Pakpak di Suaka Margasatwa Siranggas masih tetap berlanjut dan berkembang dengan baik. Obat tradisional masih digunakan oleh masyarakat Pakpak karena lokasi sarana kesehatan yang relatif masih jauh dan belum optimalnya pelayanan kesehatan di desa tersebut, sehingga masyarakat Pakpak di Suaka Margasatwa Siranggas cenderung berobat ke tabib kampung dan menggunakan obat-obatan tradisional.
Dari Tabel juga diketahui bahwa dari 49 jenis tumbuhan obat digunakan oleh masyarakat untuk mengobati 29 jenis penyakit. Jenis-jenis tersebut digunakan untuk mengobati beragam penyakit yaitu a). penyakit kulit seperti: panu, kurap, kadas, gatal-gatal, luka, bisul, kaki bengkak, b). penyakit dalam seperti: sakit perut, lever, pening, panas badan, kecapekan, batuk, darah tinggi, sesak nafas, sakit pinggang, disentri, mag, batu karang, dan c). penyakit penawar racun yang berasal dari gigitan hewan berbisa atau hasil perbuatan manusia.
Tabel 1. Jenis-jenis Tumbuhan Obat dan Cara Pengkoleksiannya
No. Divisi Kelas Famili Nama Ilmiah Pengkoleksian
Jelajah Plot
1. Pteridophyta Filicinae Cyatheaceae Cyathea contaminans + -
2. Marrattiaceae Angiopteris evecta - +
3. Spermatophyta Monocotyledoneae Amaryllidaceae Hymenocalis littoralis + -
4. Araceae Homalomena monandra - +
5. Arecaceae Areca catechu + -
6. Areca cf. trianda - +
7. Areca sp. + -
8. Bambusaceae Bambusa sp. - +
9. Costaceae Costus sp. - +
10. Musaceae Musa sp. + -
11. Poaceae Saccharum officinarum + -
12. Zingiberaceae Curcuma xanthorrhiza + -
13. Hedychium coronarium + -
14. Hedychium sp. - +
15. Dicotyledoneae Acanthaceae Pseuderanthemum
graciliflorum
- +
16. Apiaceae Centella asiatica - +
17. Asteraceae Eupatorium odoratum - +
18. Balsaminaceae Impatiens platypetala + -
Tabel 1 (lanjutan)
No. Divisi Kelas Famili Nama Ilmiah Pengkoleksian
Jelajah Plot
20. Crassulaceae Kalanchoe pinnata + -
21. Euphorbiaceae Macaranga triloba + -
22. Fabaceae Erythrina sp. + -
23. Mimosa pudica + -
24. Parkia speciosa + -
25. Pithecellobium dulce + -
26. Gesneriaceae Aeschynanthus sp. - +
27. Lamiaceae Coleus amboinicus + -
28. Pogostemon cablin + -
29. Lauraceae Cinamomum zeylanicum - +
30. Loranthaceae Scurrula L. + -
31. Malvaceae Sida rhombifolia + -
32. Urena lobata - +
33. Melastomataceae Pogonanthera pulverulenta - +
34. Ptenandra sp. + -
35. Myrsinaceae Ardisia sp. + -
36. Myrsine sp. + -
37. Oxalidaceae Oxalis barrelieri + -
38. Piperaceae Piper betle + -
39. Piper sp. - +
40. Piper umbellatum - +
41. Polygalaceae Polygala paniculata - +
42. Rosaceae Rubus sp. + -
43. Rubiaceae Hedyotis sp. - +
44. Pavetta indica + -
45. Uncaria gambir + -
46. Styracaceae Styrax benzoin - +
47. Urticaceae Pilea sp. + -
48. Vitaceae Vitis gracilis - +
49. Vitis sp. - +
Keterangan : + = ditemukan - = tidak ditemukan
Tabel 2. Kegunaan Jenis Tumbuhan Obat
Informasi data lapangan dari bapak Pinayungan (tabib desa)
No. Famili Nama Latin Nama Lokal Kegunaan Bagian yang digunakan
Cara penggunaan
1. Acanthaceae Pseuderanthemum graciliflorum
Tepuh Obat sakit perut
Daun Disayur & daun direbus → diminum 2. Amaryllidaceae Hymenocalis
littoralis
Daun ompu- ompu
Obat terkilir Daun Daun + minyak makan, dipanaskan → dililitkan dikaki yang terkilir
3. Apiaceae Centella asiatica Paga-paga Obat kurap, panu, kadas
Semua bagian
Direbus + kapur sirih → airnya disapukan 4. Araceae Homalomena monandra langgeh Obat pane/lever Akar, batang
Akar+ kunyit + kapur sirih → ditempelkan & batang + air, dimasak→ diungkepkan
5. Arecaceae Areca catechu kampawa Obat kepala pening
Buah Buah dikunyah + lada → dioleskan
6. Areca cf. trianda Kampawa
hitam
Obat gatal- gatal
Buah Buah dikunyah → disembur
7. Areca sp. Kampawa
jenis lain
Obat orang gila & Obat gatal-gatal
Akar dan buah
Akar , direbus → dimandikan & buah + sirih → dimakan 8. Asteraceae Eupatorium
odoratum
Bunga merdeka
Obat luka Daun Daun diremas + kapur sirih → airnya
dioleskan 9. Balsaminaceae Impatiens
platypetala
Sitanggang Obat panas badan
Bunga Bunga diremas dengan air beras →
dimandikan / diminum 10. Bambusaceae Bambusa sp. Bambu/rebung Obat infeksi Batang
muda
Batang muda + kapur sirih + kunyit → ditempelkan 11. Begoniaceae Begonia sp. Asam gunung Obat
membersihkan darah pada orang hamil
Daun Daun direbus → diminum airnya
12. Costaceae Costus sp. Tabar-tabar Obat kaki
bengkak
Bagian dalam batang
Bagian dalam batang + kapur sirih → dibalutkan dikaki yang bengkak 13. Crassulaceae Kalanchoe pinnata Sidingin- dingin Obat panas badan
Daun Daun + beras + air → disapukan & diminum 14. Cyatheaceae Cyathea
contaminans
Tanggiang Obat bisul Daun muda
Bagian dalam daun muda dikikis → ditempelkan 15. Euphorbiaceae Macaranga
triloba
Sibalik angin Obat guna- guna
Daun Daun direbus → dimandikan
16 Fabaceae Erythrina sp. Bupar Obat
kecapekan
Semua bagian
Direbus →
dimandikan airnya
17 Mimosa pudica Putri malu Obat batuk Daun Direbus → airnya +
lada + gula pasir → diminum
18 Parkia speciosa Petai Obat luka
bakar & obat darah tinggi
Batang dan pucuk muda
Diremas pucuk muda → dioleskan & direbus → diminum airnya
19 Pithecellobium
dulce
Jengkol Obat luka bakar & obat sakit perut
Batang dan pucuk muda
Bagian dalam batang dikikis → ditempelkan pada luka bakar & pucuk muda diremas → ditempelkan 20 Gesneriaceae Aeschynanthus sp. Namboru epoh Obat penawar
racun
Daun Daun + air beras → disapukan & diminum 21. Lamiaceae Coleus amboinicus Sibangun- bangun Obat penambah darah
Daun Daun dimasak → dimakan
22 Pogostemon
cablin
Nilam Obat luka- luka
Daun Daun diremas + kapur sirih → ditempelkan
Tabel 2 (lanjutan)
No. Famili Nama Ilmiah Nama Lokal
Kegunaan Bagian yang digunakan Cara penggunaan 21. Lamiaceae Coleus amboinicus Sibangun- bangun Obat penambah darah
Daun Daun dimasak → dimakan
22 Pogostemon
cablin
Nilam Obat luka-luka Daun Daun diremas + kapur sirih → ditempelkan
23 Lauraceae Cinamomum
zeylanicum
Kayu manis Obat sesak nafas
Daun Daun + air + kunyit → diminum airnya 24 Loranthaceae Scurrula L. Sarindan
jengkol
Obat sakit pinggang
Daun Daun dijemur → diseduh dengan air panas
25 Malvaceae Sida
rhombifolia
Sidagurih Obat salah urat/ terkilir
Akar Akar ditumbuk + minyak makan → dipijatkan
26 Urena lobata Sampeluluk Obat gatal-
gatal
Daun Daun + kapur sirih→ dioleskan
27 Marrattiaceae Angiopteris evecta
Enggel- enggel
Obat bisul Daun muda Bagian dalam daun muda + kapur sirih → ditempelkan 28 Melastomatacea e Pogonanthera pulverulenta Goting- goting
Obat disentri Batang, daun Batang + daun, direbus → diminum airnya 29 Ptenandra sp. Tabu dangkah Obat batu karang
Daun Daun ditumbuk diperas airnya + asam jeruk → diminum
30 Musaceae Musa sp. Tabah-
tabah
Obat panas & luka gatal
Batang Bagian dalam batang + kapur sirih → dioleskan
31. Myrsinaceae Ardisia sp. Baja Obat sakit
kepala & sakit gigi
Getah batang Getah batang
dioleskan di kepala & getah batang + kapas→ ditaruh di gigi 32 Myrsine sp. Kabu dangkah Obat
batu karang Daun
Daun ditumbuk, diperas lalu diminum airnya
33 Oxalidaceae Oxalis
barrelieri Rindangrih Obat terkilir Daun
Daun + minyak makan + lada, dipanaskan → dioleskan ke kaki
34 Piperaceae Piper betle Daun sirih Obat mata Daun Daun + air → airnya
diteteskan ke mata 35 Piper sp. Talun Obat mengeluarkan racun Daun Daun ditumbuk, diperas airnya diminum & disembur
36 Piper
umbellatum
Bulu gumbah
Obat sakit perut & sakit mag Daun Sirih + pinang + gambir + lada, dikunyah →disembur, ditaruh di lembar daun → ditempelkan
37 Poaceae Saccharum
officinarum Tebu salah
Obat panas badan & sesak nafas
Batang
Batang ditumbuk diambil airnya + lada + jeruk nipis → diminum 38 Polygalaceae Polygala paniculata Sarindan leto Obat gatal- gatal Semua bagian Daun didekatkan dengan api → diremas → dioleskan Tabel 2 (Lanjutan)
39 Rosaceae Rubus sp. Sungsang
dori Obat panas badan Semua bagian Direbus → diminum airnya
40 Rubiaceae Hedyotis sp. Sampilit
hutan Obat panas badan Daun
Daun + beras → disapukan
41. Pavetta indica Rintua Obat bisul Buah Buah dimakan
42. Uncaria gambir
Gambir Obat disentri Getah daun
Getah daun, dimasak + kuning telur + kunyit + gula merah → diminum
43. Styracaceae Styrax benzoin Kemenyan Obat panu Daun Daun + jahe + kapur
sirih, dihaluskan → airnya disapukan
44. Urticaceae Pilea sp. Riyap-
riyap
Obat panas badan
Batang Batang dimasak + air + kunyit + kapur sirih → diungkep
45. Vitaceae Vitis gracilis Gagatan
harimau
Obat
kecapekan & penambah stamina
Daun Daun dijemur → diseduh dengan air panas → diminum 46. Vitis sp. Taban Obat penangkal
setan Semua bagian Diikatkan dipinggang 47. Zingiberaceae Curcuma xanthorrhiza Temulawa k Obat penyakit kuning/lever
Rhizome Rhizome diparut, diperas airnya + asam jawa + gula merah → diminum
48 Hedychium
coronarium
Sempuyan g
Obat panas Daun Daun dikunyah + lada → disembur 49 Hedychium sp. Raja koning Obat panas, obat terkejut Rhizome sampai daun Rhizome + lada → disembur & air + beras → disapuhkan
Jenis-jenis tumbuhan obat di dalam plot pengamatan 20 m x 50 m (1 Ha).
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh 22 jenis tumbuhan obat dari 19 famili. Dari total pengkoleksian yaitu 49 jenis, dimana jumlah jenis tumbuhan obat di dalam plot pengamatan jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah jenis di luar plot pengamatan.
Tabel 3. Jenis-jenis tumbuhan obat di dalam petak penelitian 20 m x 50 m (1 Ha)
No. Famili Nama Ilmiah Jumlah Individu
1. Acanthaceae Pseuderanthemum graciliflorum 6
2. Apiaceae Centella asiatica 10
3. Araceae Homalomena monandra 24
4. Arecaceae Areca cf. trianda 16
5. Areca catechu 1
6. Asteraceae Eupatorium odoratum 80
No. Famili Nama Ilmiah Nama Lokal
Kegunaan Bagian yang digunakan
7. Bambusaceae Bambusa sp. 75
8. Begoniaceae Begonia sp. 3
9. Costaceae Costus sp. 16
10. Gesneriaceae Aeschynanthus sp. 7
11. Lauraceae Cinamomum zeylanicum 1
12. Malvaceae Urena lobata 1
Tabel 3 (lanjutan)
No. Famili Nama Ilmiah Jumlah Individu
13. Marattiaceae Angiopteris evecta 1
14. Melastomataceae Pogonanthera pulverulenta 25
15. Myrsinaceae Ardisia sp. 20
16. Piperaceae Piper umbellatum 138
17. Piper sp. 6
18. Rubiaceae Hedyotis sp. 1
19. Styracaceae Styrax benzoin 1
20. Vitaceae Vitis gracilis 5
21. Vitis sp. 20
22. Zingiberaceae Hedychium sp. 6
Total Individu 463
Dari Tabel 3 diketahui bahwa jenis-jenis yang mendominasi dari famili Piperaceae yaitu Piper umbellatum, famili Asteraceae yaitu Eupatorium odoratum dan famili Bambusaceae yaitu Bambusa
sp.,(Gambar 2.), dengan jumlah individu masing-masing 138, 80 dan 75.
Gambar 2 : Piper umbellatum., Eupatorium odoratum., Bambusa sp.
Famili Piperaceae yang dipresentasikan Piper umbellatum., memiliki jumlah individu yang tertinggi. Hal ini disebabkan kemampuan bersaing yang tinggi dalam menyesuaikan diri seperti lingkungan yang cukup terbuka dengan suhu udara rendah yaitu 240C, pH tanah 6,7, intensitas cahaya rendah 462 x 20.000, suhu tanah 230C, terletak pada garis 030 16’γγ5” LU 0980 γβ’11λ” BT dan dapat berkompetisi terhadap jenis lainnya. Selain famili Piperaceae, famili yang mendominasi yaitu Asteraceae (Eupatorium odoratum) dan Bambusaceae (Bambusa sp.) terdapat di daerah yang terbuka pada suhu udara 270C, pH tanah 6,6, intensitas cahaya 998 x 20.000, suhu tanah 260C, terletak pada garis 020 γγ’ 165’’ LU 0λκ0 1 ’ 5β0’’ BT.
Menurut Pujowati (2006), Asteraceae merupakan tumbuhan yang mudah dipelihara, tersebar dimana-mana, kebanyakan tumbuh secara liar di halaman, ladang, kebun dan tepi jalan. Secara fugsional memiliki manfaat (khasiat) sebagai tanaman obat-obatan tradisional seperti Eupatorium odoratum, Ageratum conyzoides, Artemisia vulgaris, Blumea balsamifera. Sastrapradja et al., (2000) menyatakan, tumbuhan bambu dapat tumbuh di berbagai ketinggian dari permukaan laut sampai ke pegunungan tinggi, daerah tropik sampai ke daerah dingin dan tempat yang terbuka sampai ke tempat- tempat yang terlindung.
DAFTAR PUSTAKA
Abdiyani, S. 2008. Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah berkhasiat obat di Vol V(2). Solo: Balai Penelitian Solo. Hlm. 79-80
Aliadi, A & H. S. Roemantyo. 1994. Kaitan Pengobatan Tradisional dengan Pelestarian Pemanfaatan Tumbuhan Obat Dalam E. A. M Zuhud dan Haryanto (Editor). 1994. Pelestarian Pemanfaatan Tanaman Obat Hutan Tropika Indonesia. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan, Bogor: Fakultas Kehutanan. IPB.
Bodeker, G. 2000. Indigenous Medical Knowledge: The Law and Politics of Protection: Oxford Intellectual Property Research Centre Seminar in St. Peter’s College, β5th January β000, Oxford
Darmono. 2007. Kajian Etnobotani Tumbuhan Jalukap (Centella asiatica L.) di Suku Dayak Bukit Desa Haratai 1 Laksado. Program Studi Pendidikan FKIP Universitas Lambung Mangkurat. Kalimantan Selatan.
Dwiartama, A. 2005. Analisis Pengetahuan Tradisional Masyarakat Adat Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis mengenai Pemanfaatan Tumbuhan untuk Pengobatan. Bandung: Skripsi Sarjana Biologi Departemen Biologi ITB.
Kusuma, F & Zaky, B. M. 2005. Tumbuhan Liar Berkhasiat Oba t. Cetakan I. Jakarta: AgroMedia Pustaka. Hlm. 2
Pujowati. 2006. Pengenalan Ragam Tanaman Lanskap Asteraceae (Compositae). Laporan Praktikum Tanaman dan Sistem Ruang Terbuka Hijau. Sekolah Pasca Sarjana Departemen Arsitektur Lanskap. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.
Rugayah & Rahayu, M. 2010. Pengetahuan Lokal dan Pemanfaatan Tumbuhan Oleh Masyarakat Lokal Pilau Kabaena-Sulawesi Tenggara. Berita Biologi 10(1). Bogor: LIPI. Hlm.67-69 Sastrapradja, S. D. Elizabeth, A. W, Johanis. P. Mogea. Enny, S. 2000. Diantara Alunan Bambu dan
Bisikan Rotan. Bogor: Naturae Indonesia.
Sastropradjo. 1990. Tumbuhan Obat. Balai Pustaka Jakarta: Lembaga Biologi Nasional LIPI. Sistiawanti, Y & Kasrina. 2010. Studi Etnobotani Tumbuhan Obat Gangguan Menstruasi Pada
Masyarakat “Suku Serawai” di Desa Darat Sawah, Padang Siring, dan Kota Agung Kabupaten Bengkulu Selatan. Jilid 2. Bengkulu: Program Studi Biologi FMIPA Univ. Bengkulu. Hlm.142
Sjahid, L. R. 2008. Isolasi dan Identifikasi Flavonoid dari Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.). Surakarta: Skripsi Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Hlm.5-6
Suharti, S. 2007. Konservasi Sumberdaya Hutan Melalui Pengembangan UsahaTani Wanafarma. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian.
Sutarjadi. 1992. Tumbuhan Indonesia Sebagai Sumber Obat, Komestika dan Jamu. Prosiding Seminar dan Loka Karya Nasional Etnobotani: Fakultas Farmasi Universitas Airlangga.
Yuni, V. F. Harmida & Sarno. 2011. StudiEtnofitomedika di Desa lawang Agung Kecamatan Mulak Ulu. Kabupaten lahat Sumatera Selatan. Volume 14(1D)14110. Sumatera Selatan: Universitas Sriwijaya. Hlm.