• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen prosiding seminar nasional fkip unmus irim0 (Halaman 187-192)

Khumaeroh Dwi Nur’ain

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Gambaran Umum Data Alumni ITB 2008

Setelah lulus dari perguruan tinggi, para alumni biasanya akan mencari pekerjaan. Berdasarkan data yang dipeoleh dari Lembaga Tracer Study ITB, hasil pengolahan dari 326 alumni FMIPA dan FTI yang mendapatkan pekerjaan setelah kelulusan memperlihatkan bahwa waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan bervariasi antara para alumni. Beberapa alumni memperoleh pekerjaan dalam waktu singkat namun ada juga yang mendapatkan pekerjaan setelah menunggu cukup lama.

Gambar 1. Diagram Lingkaran variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah

kelulusan.

Berdasarkan Gambar 1, secara keseluruhan persentase waktu tunggu mendapatkan pekerjaan alumni terbesar adalah (<2) bulan dan (3; 6] bulan baik alumni yang berasal dari FMIPA maupun FTI. Hal ini mengindikasikan bahwa umumnya alumni baik yang berasala dari FMIPA dan FTI memperoleh pekerjaan pertama kurang dari 6 bulan setelah kelulusan. Hanya 9,8% alumni dari FMIPA dan 3,35% alumni dari FTI yang membutuhkan waktu lebih dari 12 bulan untuk memperoleh pekerjaan pertama setelah kelulusan.

Selain itu, program studi juga merupakan salah satu syarat yang dituntut oleh perusahan dalam menerima pegawai. Kebutuhan akan tenaga kerja tak lepas dari keterampilan dan keahlian seseorang berdasarkan pendidikan/program studi yang pernah didapatkan.

Gambar 2. Histogram Program Studi Alumni ITB 2008 yang berasal dari FMIPA dan FTI Pada Gambar 2, terlihat bahwa persentase alumni terbesar yang berasal dari FTI adalah program studi Teknik Industri, sedangkan program studi dengan persentase alumni terkecil adalah program studi Teknik Fisika. Persentase terbesar untuk alumni yang berasal FMIPA adalah program studi Matematika dan Kimia, sedangkan program studi dengan persentase alumni terkecil adalah Astronomi.

b. Tabel Korespondensi

Setiap variabel dibagi dalam beberapa kategori sebagai berikut:

1) Variabel Program Studi (X)

Program studi yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah program studi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Teknik Industri (FTI), yaitu:

Program stusi dari FMIPA adalah: (1)Astronomi

(2)Fisika (3)Kimia (4)Matematika

Program studi dari FTI adalah: (5)Teknik Kimia

(6)Teknik Industri (7)Teknik Fisika

2) Variabel Waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan (Y)

Variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan dibagi menjadi 4 kategori, yaitu :

(1): Kurang dari 3 bulan (2): 3-6 bulan

(3): 7-12 bulan

(4): Lebih dari 12 bulan

Tabulasi korespondensi antara variabel program studi dan variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan alumni ITB 2008 yang berasal dari FMIPA dan FTI dapat dilihat pada Tabel 1.

Dari Tabel 1 alumni ITB 2008 yang mendapatkan pekerjaan setelah kelulusan memperlihatkan bahwa waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan alumni ITB 2008, bervariasi antara para alumni. Beberapa alumni memperoleh pekerjaan dalam waktu singkat namun ada juga yang mendapatkan pekerjaan setelah menunggu cukup lama.

Sehingga dari Tabel 1 diperoleh kesimpulan bahwa dari kedua fakultas yang diteliti, jumlah alumni ITB 2008 terbanyak berasal dari variabel program studi Teknik Industri (100 orang). Selain itu, pada umumnya alumni ITB 2008 mendapatkan pekerjaan dalam waktu kurang dari 6 bulan setelah kelulusan.

Tabel 1. Tabel korespondensi (korespondensi) antara variabel program studi dan variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan.

Correspondence Table

Program Studi

Waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah

kelulusan (0; 2] bula n (3; 6] bula n (7; 12] bulan > 12 bula n Active Margi n Astronomi 1 4 0 1 6 Fisika 15 15 7 0 37 Kimia 9 26 4 9 48 Matematika 21 27 9 5 62

Teknik Kimia 20 33 8 2 63 Teknik Fisika 27 17 6 2 52 Teknik Industri 42 40 9 3 94 Active Margin 135 162 43 22 362

c. Analisis Korespondensi Antara Variabel Program Studi dan Variabel Waktu Tunggu Mendapatkan Pekerjaan Pertama Setelah Kelulusan

Dalam analisis korespondensi, output dari SPSS 19 hanya menampilkan dimensi yang dapat diinterpretasikan daripada menampilkan semua dimensi yang menjelaskan sesuatu tentang variabel. Dimensi 1 akan selalu menjelaskan variansi terbesar, kemudian dimensi 2, dan seterusnya. Pada Tabel 2, terdapat 3 dimensi yang terbentuk namun hanya dua dimensi yang akan diinterpretasikan. Kolom ‘inertia’ memberikan

total variansi yang dapat dijelaskan oleh masing- masing dimensi. Terlihat pada Tabel 2, total inertia

(total variansi yang dapat dijelaskan) adalah 10,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa dari hasil analisis korespondensi yang diperoleh, variabel program studi dapat menjelaskan tentang variabel waktu tunggu mendapatkan kerja setelah kelulusan sebesar 10,3% dan sebaliknya.

Selain total inertia, diperoleh juga kolom nilai singular yang memberikan akar dari nilai eigen. Nilai singular sebesar 0,286 untuk dimensi pertama (terbesar), 0,118 untuk dimensi kedua (terbesar ke- 2), dan 0,085 untuk dimensi ketiga.

Tabel 2. Tabel inersia dan proporsi varians dari variabel program studi dan variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan.

Dimens ion Singu lar Value Iner tia Chi Squ are Sig . Proportion of Inertia Accou nted for Cum ulativ e 1 .286 .082 37.2 8 .00 5a .794 .794 2 .118 .014 .135 .929 3 .085 .007 .071 1.000 Total .103 1.000 1.000

Nilai masing-masing dimensi diurutkan berdasarkan persentase nilai dari variansi (keragaman) yang dijelaskan dari hasil analisis terdapat pada kolom Proportion of Inertia. Dua dimensi (sumbu utama) yang diperoleh memberikan kualitas representasi sebesar 92,9% (79,4% + 13,5%), Sehingga cukup menggunakan 2 dimensi saja sudah sangat baik dalam menerangkan keragaman data, yakni sebesar 92,9%.

d. Hasil Analisis Profil Baris dan Profil Kolom Gambar 3 memberikan output hasil analisis korespondensi yang berupa biplot (Diagram Pencar) dari analisis gabungan analisis baris dan kolom secara simultan. Berdasarkan Tabel III.2, dimensi 1 mampu menerangkan keragaman data sebesar 79,4%, sedangkan dimensi 2 mampu menerangkan keragaman data sebesar 13,5%. Kategori-kategori yang saling berdekatan pada Gambar 3 memperlihatkan bahwa kategori-kategori tersebut memiliki kesamaan.

Lingkaran-lingkaran pada Gambar 3 merupakan kriteria yang digunakan untuk membuat kelompok- kelompok yang didasarkan pada kedekatan antar titik.

Dengan menggunakan variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan sebagai pusat titik berdiameter 0,5 cm, sehingga titik-titik dari variabel program studi yang berdekatan dengan titik dari variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan dianggap sebagai satu kelompok.

Bila diamati kedekatan setiap titik-titik pada Gambar 3 dan Tabel 2 maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Titik program studi Teknik Industri dan Teknik Fisika mempunyai jarak yang cukup dekat dengan kategori 1 ((0 ; 2] bulan) pada variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan. Hal ini mengindikasikan bahwa alumni ITB 2008 yang berasal dari program studi Teknik Industri dan Teknik Fisika umumnya memperoleh pekerjaan tercepat diantara program studi yang lain yakni dalam waktu kurang dari dua bulan setelah kelulusan mereka.

2. Titik program studi Matematika mempunyai jarak yang cukup dekat dengan kategori 2 ((3 ; 6] bulan) pada variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan. Hal ini mengindikasikan bahwa

3. 4.

alumni ITB 2008 yang berasal dari program studi Matematika umumnya memperoleh pekerjaan dalam waktu tiga sampai enam bulan setelah kelulusan mereka.

Dari poin 1 dan 2 dapat ketahui bahwa program studi-program studi tersebut memang memiliki prospek kerja

yang bagus dan sangat dibutuhkan oleh perusahaan- perusahaan untuk meningkatkan kualitas dan produknya, sehingga lulusan dari program studi tidak menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

5. Jarak titik program studi Teknik Kimia dengan titik kategori 3 ((7 ; 12] bulan) dari variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan saling berdekatan. Namun Jarak titik program studi Teknik Kimia lebih dekat ke kategori 3 ((7 ; 12] bulan) pada variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan, demikian juga dengan program studi Fisika. Artinya alumni ITB 2008 yang berasal dari program studi Teknik Kimia dan program studi Fisika umumnya memperoleh pekerjaan dalam waktu Gambar 3 Biplot analisis korespondensi program studi dan waktu tunggu

tujuh sampai dua belas bulan setelah kelulusan mereka.

6. Program studi Astronomi dan Kimia berdekatan dengan kategori 4 (>12 bulan) pada variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan. Hal ini mengindikasikan bahwa alumni ITB 2008 yang berasal dari program studi Astronomi dan Kimia umumnya memperoleh pekerjaan terlama diantara program studi yang lain yakni dalam waktu lebih dari dua belas bulan setelah kelulusan mereka.

Sedangkan dari poin 3 dan 4, alumni program studi Teknik Kimia, Astonomi, dan Kimia membutuhkan waktu lama untuk memperoleh pekerjaan pertama setelah kelulusan, kondisi tersebut dapat disebabkan beberapa hal salah satunya dapat dikarenakan sedikitnya peluang kerja yang tersedia di dunia kerja saat alumni tersebut lulus, atau bisa dikarenakan para alumni tersebut sedang menunggu pekerjaan yang lebih bagus (memiliki gaji yang tinggi) dan berbagai alasan lain yang menyebabkan alumni dari program studi tersebut membutuhkan waktu yang lama dalam memperoleh pekerjaan setelah kelulusan mereka.

Hasil yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi sebuah acuan atau pertimbangan awal bagi para calon mahasiswa yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi dalam memilih program studi yang memiliki peluang kerja yang besar dan tidak butuh waktu lama dalam memperoleh pekerjaan. 4. KESIMPULAN

Dalam mengolah data hasil pengukuran dua buah variabel kualitatif dalam bentuk kategori dapat

digunakan Analisis Korespondensi sebagai alatnya. Analisis Korespondensi berguna untuk mengobservasi suatu matriks data yang bersifat universal, kompleks, dan multidimensi, lalu mereduksi matriks tersebut menjadi matriks berdimensi rendah dengan membaginya menjadi beberapa bagian yang lebih kecil agar mudah untuk dianalisis dan diinterpretasikan setiap bagiannya, kemudian digabungkan kembali sehingga dapat diambil makna dari data yang ingin diobservasi tersebut.

Dari data hasil survei Lembaga Tracer Study ITB pada angkatan tahun 2008, untuk variabel program studi dan variabel waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan diperoleh: 1. Program studi yang memiliki waktu tunggu

mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan yakni hanya kurang dari enam bulan adalah program studi Teknik Industri, Teknik Fisika, dan program studi Matematika.

2. Program studi yang memiliki waktu tunggu selama tujuh sampai dua belas bulan untuk mendapatkan pekerjaan setelah kelulusan adalah program studi Teknik Kimia dan Fisika.

3. Sedangkan program studi yang memiliki waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama setelah kelulusan terlama yakni selama lebih dari 12 adalah program studi Astronomi dan Kimia. Daftar Pustaka

[1] Budi, B.S dan Dinan, A, Report Tracer Study ITB 2015, Penerbit ITB:Bandung, 2015 [2] Greenacre,M, Theory and Application Of

Correspondence Analysis, Academic Press London, 1984

PERFORMANSI MATEMATIKA DASAR MAHASISWA PAPUA CALON GURU

Dalam dokumen prosiding seminar nasional fkip unmus irim0 (Halaman 187-192)