• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dan Pembahasan Siklus

Dalam dokumen prosiding seminar nasional fkip unmus irim0 (Halaman 34-40)

A Abriani Nur

3. Hasil dan Pembahasan Siklus

rangkaian kegiatan yang saling berkaitan, dalam artian pelaksanaan siklus II merupakan kelanjutan perbaikan dari siklus I. Masing-masing siklus diadakan sebanyak empat kali pertemuan yang terdiri dari tiga kali proses belajar mengajar

ditambah satu kali tes siklus. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yakni perencanaan (Planning), tindakan (Action), observasi dan evaluasi

Observation and evaluation) dan refleksi (Reflection) [6].

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah [4] :

a.

Lembar observasi, untuk memperoleh data tentang kondisi pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation di kelas.

b.

Tes hasil belajar, untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Group Investigation pada mata pelajaran ekonomi. Data yang diperoleh dari hasil penelitian berupa

data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif meliputi hasil belajar siswa setiap akhir siklus yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk mendeskripsikan hasil belajar dalam bentuk nilai tertinggi, terendah, rentang nilai, tabel distribusi,

persentase serta kategorisasi hasil belajar dengan menggunakan teknik kategorisasi skala lima. Sedangkan data kualitatif yang meliputi hasil observasi siswa selama mengikuti pelajaran akan dianalisis menggunakan teknik kategorisasi standar yang telah ditetapkan oleh Depdiknas.

3. Hasil dan Pembahasan Siklus I

Pada tahap perencanaan siklus I dilaksanakan selama empat kali pertemuan sudah termasuk tes hasil belajar siklus I, kompetensi dasar yang diajarkan adalah menafsirkan rumus persamaan akuntansi dan mencatat transaksi ke dalam jurnal umum. Setelah itu guru membuat rencana

pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan model

group investigation yang menjadi pedoman guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dan lembar pengamatan aktivitas siswa yang menunjang pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran group investigation.

a. Pertemuan Pertama

Pada pertemuan pertama, peneliti memberikan penjelasan kepada siswa tentang model pembelajaran yang akan di terapkan yaitu pembelajaran kooperatif tipe group investigation

dan menjelaskan materi sesuai RPP. b. Pertemuan Kedua

Pada pertemuan kedua, peneliti menyampaikan materi tentang menafsirkan rumus persamaan akuntansi sedangkan indikator pembelajaran yang harus dicapai adalah menganalisis bukti transaksi keuangan/bukti pencatatan serta mengidentifikasi unsur-unsur laporan keuangan. Pada awal kegiatan pembelajaran, peneliti membentuk 6 kelompok yang beranggotakan 5 orang siswa. Kelompok tersebut merupakan kelompok heterogen berdasarkan kemampuan akademik dan jenis kelamin. Pada pertemuan ini, peneliti menjelaskan rnaksud pembelajaran dan tugas kelompok, selanjutnya memanggil ketua-ketua kelompok untuk mengambil satu materi tugas sehingga satu kelompok mendapat tugas satu materi/tugas yang berbeda dari kelompok lain, masing-masing kelompok membahas materi yang sudah ada melalui media belajar yang sudah tersedia (dibawa oleh siswa) secara kooperatif berisi penemuan setelah selesai diskusi, peneliti menunjuk salah satu siswa dari masing-masing kelompok untuk mempresentasiakan hasil pembahasan kelompok.

c. Pertemuan Ketiga

Kompetensi dasar yang dipelajari pada pertemuan ini adalah mencatat transaksi berdasarkan mekanisme debit dan kredit. Peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengecek kehadiran siswa. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran. Pada pertemuan ini, peneliti lebih memaksimalkan pengelolaan pembelajaran di kelas, disebabkan pada pertemuan sebelumnya masih ada siswa yang tidak memperhatikan materi. Sebelum bergabung dengan kelompoknya masing-masing, peneliti mengajukan pertanyaan kepada siswa secara acak mengenai materi pada pertemuan sebelumnya, dan hanya 8 orang siswa yang mampu menjawab pertanyaan yang diberikan peneliti.

Selanjutnya, peneliti menjelaskan rnaksud pernbelajaran dan membahas materi yang akan di pelajari kelornpok, kemudian peneliti meminta siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing dan memanggil ketua kelompok untuk maju di depan untuk mengambil materi/tugas dari peneliti. Setelah selesai menjelaskan materi, siswa yang sudah paham menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan peneliti kepada teman kelompoknya yang masih kurang mengerti.

Peneliti kemudian menunjuk salah satu siswa dari masing-masing kelompok untuk mempresentasiakan hasil pembahasan kelompok.

Setelah proses pembelajaran menggunakan model kooperatif tipe GI, peneliti melakukan tes siklus untuk mengetahui peningkatan hasil belajar ekonomi siswa. Hasil tes siklus I menunjukkan 8 siswa telah mencapai ketuntasan. Hal tersebut belum sesuai dengan indikator keberhasilan sehingga perlu dilakukan perbaikan tindakan pada siklus II berdasarkan hasil refleksi siklus I. Peneliti dan observer mencatat beberapa hasil refleksi pada sikulus I yaitu; siswa harus bekerja sama dalam kelompok, harus bisa bertanya dan menjawab pertanyaan dan memberikan tanggapan yang baik kepada teman-temannya. Keseriusan siswa pada saat pembelajaran berlangsung masih kurang pada siklus I.

Siklus II

Perencanaan siklus II dilaksanakan 4 kali pertemuan termasuk Tes siklus II. Pada tahap perencanaan sama halnya dengan siklus I, yaitu peneliti menyiapkan skenario pembelajaran dan membahas kembali materi penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa. Pada siklus II dilakukan penyempurnaan dan perbaikan terhadap kendala- kendala atau kelemahan-kelemanhan yang muncul pada siklus I.

d. Pertemuan kelima

Peneliti membuka pelajaran dengan mengucapkan salam serta berdoa sebelum memulai pelajaran dan mengecek kehadiran siswa. Pada pertemuan ini peneliti lebih memaksimalkan pengelolaan pembelajaran dengan memperhatikan siswa ketika menyampaikan materi kepada anggota kelompoknya. Selanjutnya, peneliti menjelaskan rnaksud pernbelajaran dan membahas materi yang di pelajari kelornpok, kemudian peneliti meminta siswa untuk bergabung dengan kelompoknya masing-masing dan memanggil ketua kelompok untuk maju di depan untuk mengambil materi/tugas dari peneliti. Setelah selesai menjelaskan materi, siswa yang sudah paham menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan peneliti kepada teman kelompoknya yang masih kurang mengerti. Peneliti kemudian menunjuk salah satu siswa dari masing-masing kelompok untuk mempresentasikan hasil pembahasan kelompoknya.

Peneliti memberikan arahan agar siswa lebih aktif dalam proses belajar. Peneliti mengulangi sedikit materi pada pertemuan sebelumnya yang terkait dengan materi yang akan diajarkan dengan memberikan pertanyaan kepada siswa. Tampak siswa sangat bersemangat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh peneliti.

Pada saat tiba pembentukan kelompok, siswa telah mengetahui posisi mereka tanpa harus diperintahkan lagi. Ketika peneliti menjelaskan materi, siswa tampak bersemangat memperhatikan materi yang diajarkan peneliti. Kemudian peneliti membagikan kertas soal kepada setiap kelompok

yang akan didiskusikan bersama teman kelompoknya masing-masing. Peneliti memberikan waktu kepada masing-masing kelompok untuk menjawab soal yang diberikan dan menyebut salah satu nama siswa untuk dapat mempresentasikan hasil diskusinya. Pada pertemuan ini sudah semakin banyak siswa yang menjawab pertanyaan dan menanggapi jawaban kelompok lain. Siswa telah memahami aturan pada model pembelajaran GI sehingga pada saat dikusi kelompok siswa telah mampu bekerja sama. Setelah semua pertanyaan terjawab, selanjutnya peneliti meminta siswa untuk memberikan penghargaan pada kelompok terbaik. f. Pertemuan ketujuh

Pada pertemuan ini semakin banyak siswa yang menjawab pertanyaan dan menaggapi jawaban kelompok lain. Hal ini telah terlihat pada saat diskusi kelompok, siswa sudah mampu bekerja sama terutama dalam menjawab pertanyaan dan saling membantu satu sama lain apabila terdapat pertanyaan yang sulit. Secara umum dapat dikatakan bahwa seluruh kegiatan pada pertemuan ini mengalami peningkatan dibandingkan pada siklus I. Hal ini dapat dilihat pada keseriusan siswa dalam memperhatikan pelajaran yang diberikan dan keaktifan siswa dalam bertanya dan menanggapi dengan tuntas. Peran peneliti sebagai pengelola kelas juga semakin baik, karena dapat mengkondisikan siswa yang belum aktif agar bisa aktif didalam kelompoknya.

Hasil tes siklus pada akhir siklus II menunjukkan sebanyak 26 siswa telah mencapai ketuntasan. Hal tersebut menunjukkan ketuntasan klasikal telah tercapai pada siklus II. Perbandingan ketuntasan hasil belajar ekonomi siswa pada saat pra siklus, siklus I, dan siklus II dapat dilihat pada gambar 1.

Gambar 1. Perbandingan Hasil Belajar Ekonomi di Setiap Siklus

Respon yang ditunjukkan oleh siswa setelah diberikan tindakan model pembelajaran kooperatif tipe GI juga mengalami peningkatan pada siklus II

Tabel 1. Respon Siswa dalam Mempelajari Ekonomi

No Aspek yang di respon

Siklus I Siklus II Ya Tidak Ya Tidak 1 Apakah anda menyukai pelajaran ekonomi dengan materi

penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa setelah mengikuti model pembelajaran kooperatif tipe group investigation?

53,3 46,7 100 0

2 Apakah anda merasa sulit menyelesaikan soal-soal ekonomi dengan materi penyusunan siklus akuntansi perusahaan jasa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation ?

36,7 63,3 20 80

3 Apakah anda merasa senang mendiskusikan materi pembelajaran ketika menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation?

93,3 6,7 93,3 6,7

4 Menurut anda, apakah dengan model pembelajaran group investigation menjadikan anda senang belajar ekonomi dibanding dengan model pembelajaran sebelumnya ?

90 10 100 0

5 Apakah anda menyukai jika diterapkan model pembelajaran group

investigation pada pelajaran ekonomi ? 73,3 26,7 83,3 16,7

6 Apakah ekonomi menjadi pelajaran yang berkesan untuk anda

setelah mengikuti model pembelajaran group investigation ? 83,3 16,7 100 0

Berdasarkan hasil belajar ekonomi siswa ditemukan bahwa pada dasarnya penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation

memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan prestasi siswa. Hal ini di tunjukan pada proses dinamika siswa memberikan respon terhadap masalah dan memecahkan masalah tersebut [1]. Pengetahuan adalah pengalaman belajar yang diperoleh siswa baik secara langsung maupun tidak langsung sedangkan dinamika kelompok menunjukkan suasana yang menggambarkan sesama kelompok saling berinteraksi yang melibatkan berbagai ide dan pendapat serta saling bertukar pengalaman. Rata-rata hasil tes belajar ekonomi siswa yang di laksanakan setelah proses pembelajaran berlangsung pada setiap siklus mengalami peningkatan. Antara tes awal sebelum penerapan model pembelajaran group investigasi

mengalami peningkatan namun belum menunjukkan ketercapaian indikator keberhasilan dalam penelitian ini. Sehingga hal tersebut mengharuskan peneliti untuk melanjutkan ke siklus II dengan tetap menggunakan model pembelajaran

group investigation.

4. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan skor rata-rata hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 3 Bulukumba setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation. Ketuntasan Pada siklus I adalah 26,7% dan pada siklus II adalah 86,7%. Melihat skor yang diperoleh siswa dari siklus I sampai dengan siklus II mengalami peningkatan, maka dapat dinyatakan bahwa penerapan group investigation dapat meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 3 Bulukumba dan Respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran Ekonomi melalui pembelajaran kooperatif Tipe group investigation

kelas XI IPS1SMA Negeri 3 Bulukumba sebagian besar siswa memberikan respon positif.

Adapun saran dalam penelitian ini adalah:

a. Untuk meningkatkan hasil belajar siswa diharapkan guru menerapkan model pembelajaran group investigation. Melalui penerapan pembelajaran group investigation

ekonomi sehingga, mereka menjadi lebih aktif, bersemangat dan mampu menemukan makna dalam proses belajarnya.

b. Untuk mensukseskan kegiatan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran

group investigation, guru menyusun bahan ajar dengan menggunakan model pembelajaran

group investigation yang dapat digunakan untuk membantu siswa memahami materi yang dipelajari dan menggunakan waktu mereka dengan efektif.

Daftar Pustaka

[1] Sudarmono, Endarini Ratih, “Penerapan Metode Group Investigation pada Pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 2 Salatiga Semester Genap Tahun Ajaran 2009/2010”, Skripsi, 2011 [2] Sanjaya, Wina, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajara n, Jakarta: Kencana, Prenada Media Group, 2008

[3] Abd. Haling, Belajar dan Pembelajaran, Makassar: FIP-UNM, 2007.

[4] Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, Alfabeta: Bandung, 2011.

[5] Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2011. [6] Kusnandar, Langkah Mudah Penelitian

Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru, Jakarta: Rajawali Pers, 2008. [7] Sadiman, Arif, Media Pendidikan, Jakarta: Raja

Grafindo Persada, 2012.

[8] Hasbullah, Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2012.

[9] Awa, Nur, Media Pembelajaran, Makassar: Badan Penerbit UNM, 2014.

Biodata Penulis

A Abriani Nur, S.Pd. Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Makassar, 2015. Saat ini terdaftar sebagai mahasiswa Program Pascasarjana Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri Surabaya.

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ATLETIK MELALUI PERMAINAN

Dalam dokumen prosiding seminar nasional fkip unmus irim0 (Halaman 34-40)