• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Operasionalisasi Perbankan Syariah

Dalam dokumen JAK Vol.3 No.1 Februari 2013 (Halaman 64-71)

ANALISIS PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH

HASIL DAN PEMBAHASAN Operasionalisasi Perbankan Syariah

Sistem operasional Perbankan Syariah yang identik dengan bebas dari sistem riba merupa- kan karakteristik utama yang membedakan Per- bankan Syariah dengan perbankan konvensional. Hal ini pula yang menyebabkan perbankan sya- riah menjadi Perbankan yang diprioritaskan oleh

masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari munculnya berbagai Perbankan yang berbasis Syariah di Lhokseumawe, dan menjadi Perbankan yang dip- rioritaskan oleh masyarakat.

Perbankan Syariah menjadi Perbankan yang diminati masyarakat juga tidak terlepas dari prin- sip-prinsip kerja Perbankan Syariah yang diguna- kan untuk menghimpun dana, diantaranya prinsip kerja wadiah yang di anggap adalah titipan murni dari satu pihak kepada pihak lain, baik individu maupun hukum yang harus dijaga dan dikem- balikan kepada si penitip kapan saja si penitip menghendaki. Dan mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara shahibul maal (pemilik dana) dan mudharib (pengelola dana) dengan nisab bagi hasil menurut kesepakatan dimuka, dan keuntun- gan dibagi antara mereka sesuai kesepakatan se- dangkan kerugian inansial hanya ditanggung oleh pemilik dana.

Lembaga perbankan syariah merupakan lem- baga keuangan yang tidak hanya mendorong pencapaian keuntungan didunia semata. Namun Perbankan Syariah juga mendorong pencapaian kebahagiaan akhirat, hal ini sejalan dengan tujuan perbankan syariah yang tidak hanya mementing- kan keuntungan duniawi saja, namun keuntungan ukhrawi juga merupakan prioritas. Artinya bahwa aktivitas bisnis yang dijalankan tidak hanya diper- tanggung jawabkan kepada menejer atau stake- holder saja, namun aktivitas bisnis juga dipertang- gung jawabkan kepada Allah SWT.

Akuntabilitas Perbankan Syariah

Sebagai mana yang telah dijelaskan diatas bahwa pertanggung jawaban yang dilakukan oleh lembaga keuangan Syariah tidak hanya kepada pihak stakeholder saja, tetapi juga dipertanggung jawabkan kepada Allah SWT atas apa yang telah dilakukan baik dari sistem pencatatan dan seba-

gainya harus sesuai dengan apa yang sebenarnya terjadi, sehingga laporan keuangan yang dihasil- kan juga benar adanya/jujur dan jauh dari hal-hal yang manipulatif.

Laporan keuangan dalam perspektif islam juga mengakui dan mengukur eksternalitas (dampak lingkungan dan social akibat dari kegiatan organ- isasi). Dalam hal ini Perbankan Syariah menganut prinsip bahwa dalam harta yang mereka punya ada hak orang lain (tolong menolong), sehingga Per- bankan Syariah memberlakukan zakat atas laba/ keuntungan yang mereka dapatkan. Atas dasar itu pulalah Perbankan Syariah menjadi lembaga keuangan yang diminati masyarakat, artinya bah- wa Perbankan Syariah tidak hanya memikirkan nasib organisasinya saja, tetapi juga memikirkan nasib-nasib orang disekitar mereka yang hidup seba kekurangan, sehingga perlu diberikan hak- hak atas mereka melalui penyaluran zakat kepada masyarakat sekitar yang dianggap kurang mampu. Pengguna Perbankan Syariah

Salah satu hal yang menjadi pembeda antara Perbankan Konvensional dengan Perbankan Sya- riah adalah prinsip laba yang dianut oleh Perban- kan Syariah bukan pembayaran bunga tetapi bagi hasil. Dalam hal ini bagi hasil ini, masyarakat masih banyak yang pro dan kontra. Sehingga melahirkan tanggapan masyarakat yang berbeda. Diantaranya ada yang beranggapan bahwa sistem bagi hasil yang dianut oleh Perbankan Syariah hanyalah klise belaka. Artinya bahwa sistem bagi hasil yang dianut oleh Perbankan Syariah han- yalah sebatas pergantian nama saja, namun pada prakteknya sama seperti sistem bunga yang dianut oleh Perbankan Konvensional.

Selain dari pendapat tersebut terdapat pula anggapan masyarakat terhadap Perbankan Sya- riah bahwa system yang dianut oleh Perbankan Tabel 12

Kriteria Penilaian Perkembangan

Kriteria Penilaian Interval Pencapaian

Sangat Tidak Baik 20% - 36%

Tidak Baik 37% - 52%

Kurang Baik 53% - 68%

Baik 69% - 84%

Sangat Baik 85% - 100%

Syariah sudah sesuai dengan aturan yang berlaku, walaupun pada kenyataannya belum sepenuhnya berbasis Syariah. Hal ini berarti bahwa masyarakat setuju dengan apa yang dianut oleh Perbankan Syariah itu sesuai dengan Syariah Islam meskipun masih dalam tahap pemprosesan.

skor kuesioner = x 100%

= 1539 x 100%

1750 = 87,9%

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perkembangan perbankan ditinjau dari aspek persepsi nasabah bank syariah sangat baik. Hal ini terlihat dari nilai skor kuesioner nasabah sebesar 87,9%, yang berarti bahwa perkembangan kedua kategori nasabah perbankan sangat baik terhadap Perkembangan perbankan syariah.

Persepsi masyarakat terhadap perkemban- gan perbankan syariah sangat baik, hal ini dipengaruhi Perbankan Syariah yang menera- pkan konsep bagi hasil serta penerapan prinsip kerja yang dianut oleh perbankan syariah, seperti mudharabah,salam, istishna’ dan ijarah.

Produk Perbankan Syariah Terhadap Perkembangan Bank Syariah

skor kuesioner = x 100%

= 2270 x 100%

2500 = 88,2%

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk perbankan perbankan syariah terhadap perkembangan perbankan syariah sangat baik. Hal ini terlihat dari nilai skor kuesioner nasabah sebesar 88,2%, yang berarti bahwa perkembangan perbankan syariah sangat baik, ditinjau dari aspek produk perbankan.

Perkembangan persepsi masyarakat terhadap aktivitas bisnis perbankan syariah baik itu sangat dipengaruhi oleh sistem dan prinsip bisnis, seperti penerapan prinsip muamamalah dalam melakukan bisnisnya.

Perkembangan Perbankan Syariah dari Pese- psi Pengguna Perbankan Syariah

Perkembangan perbankan syariah ditinjau dari persepsi nasabah seperti yang terlihat pada Tabel 13 dibawah ini, maka skor kuesioner dapat dihitung sebagai berikut:

skor kuesioner = x 100%

= 1317 x 100%

1500 = 87,8%

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perkembangan perbankan syariah sangat baik. Hal ini terlihat dari nilai skor kuesioner nasabah sebesar 87,8%, yang berarti bahwa perkembangan perbankan masyarakat terhadap pengguna per- bankan syariah sangat baik itu sangat dipengaruhi oleh pelayanan dan pemberian jasa yang dilaku- kan oleh perbankan syariah sesuai dengan kebutu-

jumlah skor kuesioner jumlah skor ideal

jumlah skor kuesioner jumlah skor ideal

Tabel 13

Perhitungan Nilai Frekuensi Responden Nasabah Perbankan Dari Konvensional Ke Syariah Untuk Pengguna Perbankan Syariah

No Frekuensi Jawaban Skor Skor Kategori / Kriteria Item Pertanyaan 1 STS 2 TS 3 N 4 S 5

SS Item Ideal Penilaian

1 26 6 21 23 217 250 0,868 2 27 7 25 18 211 250 0,844 3 28 6 23 21 215 250 0,86 4 29 1 4 18 28 226 250 0,904 5 30 5 15 30 225 250 0,9 6 31 6 15 29 223 250 0,892 1317 1500 526,8

Sumber : Data Diolah 2012

jumlah skor kuesioner jumlah skor ideal

han nasabah serta jauh dari prinsip riba. Pengujian Hipotesis

Dari Tabel 13 dapat diperoleh hasil kuesioner 87,36%, ini menunjukan bahwa perkembangan Perbankan Konvensional ke Perbankan Syariah sangat baik. Hal ini berarti bahwa perkembangan Perbankan Konvensional ke Perbankan Syariah sangat baik, ini berarti bahwa diterima H1 dan me- nolak H0.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa Perkem- bangan masyarakat terhadap Perbankan Syariah sangat baik itu sangat dipengaruhi oleh persepsi- masyarakat terhadap Perbankan Syariah

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa:

1. Perkembangan perbankan syariah dilhokseu- mawe sangat potesial untuk dikembangkan. Ini ditandai dengan pemahaman masyarakat yang begitu tinggi terhadap perkembangan perbankan syariah di lhokseumawe.

2. Peraturan daerah yang menerapkan syariat is- lam, dapat dijadikan sebagai momentum untuk dapat memposisikan perbankan syariah men- jadi yang terdepan dalam melayi aktivitas bis- nis masyarakat aceh.

3. Rata-rata persepsi nasabah bank syariah dari berbagai aspek, terhadap perkembangan per- bankan syariah lebih dari 85%. Ini menun- jukan sikap positif nasabah dalam melihat

perkembangan bank syariah di lhokseumawe. 4. Perbankan syariah memiliki potensi sangat be-

sar kedepannya, hal ini dapat dilihat dari men- jamurnya perbankan syariah dan perbankan syariah menjadi perioritas bagi masyarakat. 5. Perbankan syariah saat ini sangat diminati dan

menjadi perioritas masyarakat untuk menggu- nakan jasa perbankan syariah.

SARAN

1. Diharapkan kepada pihak Perbankan Syariah tetap dan terus meningkatkan pelayanannya kepada nasabah, sehingga nasabah semakin yakin dan percaya terhadap pelayanan yang diberikan sesuai dengan kaidah syari’ah. 2. Diharapkan kepada pihak Perbankan Syariah

tetap dan terus meningkatkan kualitas produk Perbankan Syariah.

3. Dibutuhkan upaya dari perbankan syariah un- tuk dapat mendapatkan nasabah yang potensi- al dalam pendanaan, agar terjadi peningkatan kriteria nasabah perbankan syariah menjadi lebih beragam, tidak hanya nasabah dengan penghasilan rata-rata.

4. Potensi perbankan syariah yang baik sangat dipengaruhi oleh sistem operasional perban- kan syariah, produk perbankan syariah, akunt- abilitas perbankan syariah, dan user perbankan syariah yang baik pula. Hal ini di harapkan agar perbankan syariah dapat meningkatkan kinerja perbankan syariah mencakup ke empat indikator di atas.

REFERENSI

Adiwarman, A. Karim. (2004). Bank Islam: Analisa Fikih dan Keuangan, Raja Graindo

Persada, Jakarta.

Al-qur’an dan terjemahannya. (2002). Darus Sun- nah, Jakarta.

Amir, Hakim Usman. (2001). Kamus Bahasa In- donesia. Penerbit Balai Pustaka, Kerinci. Anonymous. (2010). Sekilas Perbankan Syariah

di Indonesia. http://www.bi.go.id/web/id/Per- bankan/Perbankan+Syariah/, diunduh 16 April 2010.

Antonio, Muhammad Syai’i. (2001). Bank Sya- riah: Dari Teori ke Praktik, Gema Insani, Jakarta.

Asnita. (2004). Perkembangan Akuntan Pen- didik Dan Mahasiswa Akuntansi Di Sura- karta Dan Di Yogyakarta Terhadap Tujuan Dan Karakteristik Akuntansi Islam. Sura- karta.

Asnita dan Bandi. (2007). Akuntansi Islam: Perkembangan Akuntan Dan Calon Akun- tan Unhas. Makassar

Daulay, Yusdi, dkk. (2010). tentang Analisis Fak- tor-Faktor yang Mempengaruhi Perkem- bangan Masyarakat Propinsi Banten Ter- hadap Perbankan Syariah. (Studi Kasus di Kabupaten Pandeglang dan Kotamadya Tangerang). Banten.

Haidhuddin, Didin dan Tanjung Hendri. (2003). Manajemen Syariah dalam Praktik. Gema Insani, Jakarta.

Haron, Sudin. (1997). Islamic Banking: rules & regulations. Jakarta.

Hirsanuddin. (2005). Kemitraan dalam Bisnis: Perspektif Hukum Islam,Universitas Indo- nesia, Fakultas Hukum, Program Pascasarjana.

Ikatan Akuntansi Indonesia. (2009). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. Salemba Em- pat, Jakarta.

Indriantoro, Nur dan Supomo. (2002). Metodelo- gi Penelitian Bisnis, untuk Akuntansi Dan Manajemen. Edisi1. BPFE, Yogyakarta. Kholil, Syukur. (2006). Metodologi Penelitian

Komunikasi. Cita Pustaka Media, Bandung. Mahmudah. (2006). Tentang Perkembangan

Mahasiswa Akuntansi Terhadap Karak- teristik, Users, Akuntabilitas, dan Aktivitas Bisnis Perbankan Syariah. Surakarta. Mervyn, K. Lewis, Latifa M. Algaoud. (2011) Is-

lamic Banking, (USA: Chaltenham, Northen- ham, Zool).

Muhammad. (2004). Implikasi Fatwa MUI ten- tang Bunga terhadap Perkembangan Per- bankan Syariah. Shabran.2 (XVIII).

Nurhayati, Sri dan Wasilah. (2009). Akuntansi Syariah Di Indonesia. Salemba Empat, Ja- karta.

Rachmadi, Usman. (2002). Aspek - Aspek Hu- kum Perbankan Islam di Indonesia, Cet. 1, PT Citra Aditya Bakti, Jakarta.

Riduwan. (2005). Skala Pengukuran Variabel- variabel Penelitian. Alfabeta, Bandung. Sabiq. (2006). Fiqhus Sunnah. Penerbit, Pena

Pundi Aksara, Jakarta.

Sugiyono. (2004). Statistika Untuk Penelitian. Cetakan Ketujuh, Alfabeta, Bandung.

________. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Al- fabeta, Cetakan Keduabelas, Bandung. Supranto, J. (1987). Statistik Teori Dan Aplikasi,

Susanto, Burhanuddin. ( 2008). Hukum Perban- kan Syariah di Indonesia, Cetakan Pertama, Yogyakarta.

Uma, Sekaran. (2000). Metodologi Penelitian untuk Bisnis. Salemba Empat, Jakarta.

Usman, Husaini dan Purnomo Setia Akbar. (2003). Metodelogi Penelitian Sosial. Pener- bit Gramedia, Bumi Aksara, Jakarta.

Zupahmi, dkk. (2010) Tentang Perkembangan Masyarakat Banten di tiap-tiap Kota/ Ka- bupaten yaitu Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang dan Kabupaten Pandeg- lang Terhadap Perbankan Syariah. Laporan Penelitian Dosen Fakultas Ekonomi Uhamka. Banten.

PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN

Dalam dokumen JAK Vol.3 No.1 Februari 2013 (Halaman 64-71)