• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

Dalam dokumen JAK Vol.3 No.1 Februari 2013 (Halaman 48-53)

PERTAMBANGAN UMUM DAN MIGAS YANG TERDAFTAR DI BE

HASIL PENELITIAN

Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat nilai te- rendah, tertinggi, dan rata-rata dari variabel yang diteliti dengan 26 pengamatan. Nilai kinerja keuangan (Y) terendah sebesar -1695,58179 dimil- iki oleh Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) pada tahun 2008, tertinggi sebesar 109,2117 dimil- iki oleh Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas Tbk (SAIP) pada tahun 2009 dan rata-rata kinerja keuangan adalah sebesar -194,9780911. Untuk

pengungkapan lingkungan(X1), terendah adalah sebesar 0,41 oleh Suparma Tbk (SPMA) pada tahun 2008-2009 dan Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) tahun 2008, tertinggi sebesar 1,00 oleh Timah (Persero) Tbk (TINS) pada tahun 2008 dan 2009, dan pengungkapan lingkungan adalah sebe- sar 0,7535. Untuk kinerja lingkungan(X2) nilai terendah sebesar 1,00 dimiliki oleh Suparma Tbk (SPMA) pada tahun 2008, nilai tertinggi sebesar 5,34 dimiliki oleh Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) pada tahun 2009, rata-rata kinerja lingkungan adalah sebesar 3,1692.

Nilai rata-rata skor pengungkapan lingkungan adalah 0,7529. Hasil ini menunjukkan bahwa rata- rata perusahaan telah mengungkapkan 22-25 item dari 32 item pengungkapan lingkungan. Nilai rata- rata penghargaan PROPER adalah 3,1692. Hal ini menunjukkan bahwa pencapaian perusahaan atas

penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup

sudah baik, walaupun belum semua perusahaan yang tergolong rawan pencemaran mengikuti PROPER.

Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel independen yang terdiri dari pengungkapan ling- kungan (X1) dan kinerja lingkungan (X2) terhadap variabel dependen yaitu kinerja keuangan (Y), maka peneliti menggunakan regresi linear ber- ganda. Analisis regresi dianggap tepat karena da- pat melihat besarnya pengaruh variabel-variabel tersebut dan sekaligus arah pengaruhnya. Hasil pengujian regresi linear berganda terdapat pada Tabel 4.

Dari hasil perhitungan statistik dengan meng- gunakan bantuan program SPSS (Statistical Pack- age for Social Sciences) versi 19.0 seperti terlihat pada Tabel 4.2, maka diperoleh persamaan regresi berganda sebagai berikut:

Y= -291,877-186,489X1 + 74,881X2 + e Dari persamaan regresi di atas dapat dijelaskan hasil penelitian sebagai berikut:

1. Koeisien korelasi (R) sebesar 0,158 menun- jukkan bahwa derajat hubungan antara vari- abel independen dengan variabel dependen adalah sebesar 15,8%. Artinya kinerja keuan- gan (Y) mempunyai hubungan yang lemah dengan pengungkapan lingkungan (X1) dan kinerja lingkungan (X2) karena nilai koeisien korelasi kurang dari 0,5.

2. Koeisien determinasi (R Square) sebesar 0,025, yang berarti hanya 2,5% perubahan- perubahan dalam variabel dependen (kinerja keuangan) yang dapat dijelaskan oleh peruba- han-perubahan dalam pengungkapan lingkun- gan dan kinerja lingkungan.

3. Koeisien regresi (β): konstanta sebesar

-291,877.

4. Koeisien regresi pengungkapan lingkungan (X1) sebesar -186,489.

5. Koeisien regresi kinerja lingkungan (X2) sebesar 74,881.

Tabel 3 Desciptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation

KK 26 -1695,58179 109,21171 -194,9780911 400,88046849 PL 26 ,41 1,00 ,7529 ,19197 KL 26 1,00 5,34 3,1692 ,95775 Valid N (listwise) 26 Tabel 4 Pengujian Hipotesis Persamaan Regresi Linear Berganda

Y= -291,877-186,489X1 + 74,881X2 + e

Nama Variabel B Standar Error

Konstanta (a) -291,877 360,383

Pengungkapan Lingkungan (X1) -186,489 488,206

Kinerja Lingkungan (X2) 74,881 97,855

Koeisien Korelasi (R) = 0,158

Koeisien Determinasi (R Square) = 0,025 Adjusted (R Square) = -0,06 a. Predictor: (Constant): Pengungkapan Lingkungan Kinerja Lingkungan b. Dependen Variabel: Kinerja Keuangan Sumber: Data Sekunder, 2011 (Diolah)

Pengujian Secara Bersama-sama (Uji F)

ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 9.725E22 2 4.863E22 .285 .754a

Residual 3.920E24 23 1.705E23

Total 4.018E24 25 a. Predictors: (Constant), X1, X2 b. Dependent Variable: Y Coeficientsa Model B

Unstandardized Coeficients Standardized

Coeficients T Sig. Std. Error Beta 1 (Constant) -291,877 360,383 -,810 ,426 PL -186,489 488,206 -,089 -,382 ,706 KL 74,881 97,855 ,179 ,765 ,452 a. Dependent Variable: KK

H0 :Pengungkapan Lingkungan dan Kinerja Ling- kungan secara bersama-sama tidak berpen- garuh terhadap Kinerja Keuangan

Ha :Pengungkapan Lingkungan dan Kinerja Ling- kungansecara bersama-sama berpengaruh ter- hadap Kinerja Keuangan

Untuk pengujian hipotesis dalam kajian ini di- gunakan statistic F dengan kreteria pengambilan keputusan jika nilai F hitung lebih besar F table maka Ho ditolak dan Ha diterima berdasarkan hasil pengujian hipotesis yang digunakan dalam uji F statistic dengan kreteria pengambailan kepu- tusan F hitung lebih kecil dari F table maka me- nerima hipotesis Ho( F hitung< F Tabel 0.299), dengan demikian variable bebas pengungkapan lingkungan dan kinerja lingkungan secara simul- tan mempengaruhi variable dependen kinerja keuangan secara tidak signiikan. Pengujian hipo- tesis yang pertama adalah untuk menguji apakah pengungkapan lingkungan dan kinerja lingkungan secara bersama-sama berpengaruh terhadap kin- erja keuanganpada perusahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI, Pertambangan Umum dan Migas yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2008-2009. Berdasarkan hasil pengujian pada diperoleh, koeisien regresi (β1) yaitu Pengungkapan Lingkunganyaitu sebe- sar -186,489 artinya apabila adanya peningkatan

satu rupiah pengungkapan lingkungan menyebab-

kan penurunan kinerja keuangan sebesar -186,489

rupiah. Koeisien regresi (β2) yaitu Kinerja Ling- kungan yaitu sebesar 74,881 artinya bila terjadi peningkatan 1 rupiah kinerja lingkungan akan menyebabkan peningkatan kinerja keuangan sebesar 74,881 rupiah. Berdasarkan hasil pengu- jian dapat dapat bahwa pengungkapan lingkungan berpengaruh negative dan tidak signiikan terha- dap kinerja keuangan. Dari ketentuan bahwa jika paling sedikit ada satu βi (i = 1, 2) ≠ 0, maka pen- gungkapan lingkungan dan kinerja lingkunganse- cara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Hasil penelitian ini menolak hipotesis 0 (H0) dan menerima hipotesis alternatif (Ha1). Pengujian Secara Individu

Untuk menguji pengaruh pengungkapan ling- kungan (X1) dan kinerja lingkungan (X2) terha-

dap kinerja keuangan (Y) secara individu dapat dilihat dari hasil pengujian bahwa besarnya nilai koeisien regresi untuk masing-masing variabel sebagai berikut:

H02 :Pengungkapan Lingkungan tidak berpen- garuh terhadap Kinerja Keuangan.

Ha2 :Pengungkapan Lingkungan tidak berpen- garuh terhadap Kinerja Keuangan.

Hasil pengujian terhadap variabel pengung- kapan lingkungan (X1) diperoleh nilai koeisien regresi (

β

1) sebesar -186,489, ini menunjukkan bahwa β1 ≠ 0. Dengan demikian dapat disimpul- kan bahwa secara individu variabel pengungka- pan lingkunganberpengaruh positif terhadap kin- erja keuangan pada perusahaan yang bergerak di bidang Migas, Pertambangan Umum dan HPH/ HPHTI yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2008-2009. Maka hasil penelitian ini menolak hipotesis 0 (H02) dan menerima hipotesis alternatif (Ha2).

H03 :Kinerja Lingkungantidak berpengaruh terha- dap Kinerja Keuangan.

Ha3 :Kinerja Lingkungan berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan.

Hasil pengujian terhadap variabel Kinerja Lingkungan (X2) diperoleh nilai koeisien regresi (β2) sebesar 74,881, ini menunjukkan bahwa β2 ≠ 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara individu variabel kinerja lingkungan ber- pengaruh negatif terhadap kinerja keuanganpada perusahaan yang bergerak di bidang Migas, Per- tambangan Umum dan HPH/HPHTI yang go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia se- lama tahun 2008-2009. Maka hasil penelitian ini menolak hipotesis 0 (H03) dan menerima hipotesis alternatif (Ha3).

KESIMPULAN

Dari hasil pengujian yang telah dilakukan dengan menggunakan uji regresi linear berganda dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1. Pengungkapan lingkungan dan kinerja ling- kungan secara bersama-sama berpengaruh ter-

hadap kinerja keuangan pada perusahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI, Pertamban- gan Umum dan Migas yang go public dan ter- daftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2008-2009.

2. Pengungkapan Lingkungan berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan pada peru- sahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI, Pertambangan Umum dan Migas yang go pub- lic dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia se- lama tahun 2008-2009.

3. Kinerja lingkungan berpengaruh positif ter- hadap terhadap kinerja keuangan pada peru- sahaan yang bergerak di bidang HPH/HPHTI, Pertambangan Umum dan Migas yang go pub- lic dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia se- lama tahun 2008-2009.

SARAN

Berdasarkan keterbatasan penelitian yang tel- ah dipaparkan di atas, maka peneliti memberikan beberapa saran untuk penelitian selanjutnya seba- gai berikut:

1. Penelitian selanjutnya hendaknya mengambil rentang waktu pengamatan lebih dari dua ta- hun.

2. Penelitian selanjutnya sebaiknya menambah- kan lebih banyak variabel independen yang mempengaruhi kinerja keuangan.

3. Pada penelitian selanjutnya dapat mempertim- bangkan memakai perusahaan dari jenis in- dustri berbeda sehingga terdapat keberagaman hasil penelitian dan dapat diperbandingkan.

REFERENSI

Amilia, Luciana Spica dan Dwi Wijayanto. (2007) “Pengaruh Environmental Performance dan

Environmental Disclosure terhadap Economic Performance. The 1st Accounting Conference Faculty of Economics Universitas Indonesia. Depok

Clarkson, Peter M. & Yue Li. 2006. Revisiting the Relationship between Environmental Per- formance and Environmental Disclosure: an empirical Analysis. Journal University of To- ronto. Vol. 33, No.4: 1-25.

Gunawan, Inge.

2001. Akuntansi Pertang- gungjawaban Sosial: Kebutuhan akan Standar Laporan Keuangan dan Jasa Jaminan Ling- kungan. Jurnal Akuntansi dan Manajemen. Vol.3, No.2: 41-49.

Gultom, D Rinaldi.

2005. Penilaian KLH Pen- garuhi Kualitas Kredit Perusahaan. Tempo In- teraktif, Jum’at 8 April.

Ja’far, S Muhammad dan Dista Amalia Arifah. 2006. Pengaruh dorongan Manajemen Ling- kungan, Manajemen Lingkungan Proaktif dan Kinerja Lingkungan terhadap Public Environ- mental Reporting. Simposium Nasional Akun- tansi 9. Padang.

Lindrianasari. 2007. Hubungan antara Kinerja Lingkungan dan Kualitas Pengungkapan Ling- kungan dengan Kinerja Ekonomi Perusahaan di Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Auditing. Vol. 11, No. 2 : 1-14

Patten, D.M. 2002. “The Relation between En- vironmental Performance and Environmental Disclosure: a research note”. Accounting, Or- ganization and Society. 27. 763-773

Saputro, Adi dan Siti Mutmainah (2006). “Ana- lisis Pengaruh EVA dan ROI terhadap Harga Pasar Saham (Studi Kasus pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2002-2003)”, Wahana Akuntansi, Jurnal Il- miah Vol. 1 No.2 : 157-179

Sarumpaet, Susi. 2005. The Relationship Between Environmental Performance and Financial Performance of Indonesian Companies. Jurnal Akuntansi & Keuangan. Vol. 7, No. 2: 89-98. Suratno, Ignatius Bondan, Darsono dan Siti Mut-

mainah. 2006 “ Pengaruh Environmental Per- formance tehadap Environmental Disclosure

dan Economic Performance. Simposium Na- sional Akuntansi 9 Padang. 23-26 Agustus Tunggal, Amin Widjaja (2008) “ Pengantar Kon-

sep Economic Value Added dan Value-Based Management, Jakarta : Harvarindo

___________ (2008) “ Memahami Economic Value Added : Teori, Soal dan Kasus, Jakarta

: Harvarindo

Utami, Wiwik. 2007. Kajian Empiris Hubungan Kinerja Lingkungan, Kinerja Keuangan dan Kinerja Pasar: Model Persamaan Struktural. The 1st Accounting Conference.Depok: Uni- versitas Indonesia.

ANALISIS PERKEMBANGAN

Dalam dokumen JAK Vol.3 No.1 Februari 2013 (Halaman 48-53)