• Tidak ada hasil yang ditemukan

KETERANGAN BANK SYARIAH BANK KONVENSIONAL

Dalam dokumen JAK Vol.3 No.1 Februari 2013 (Halaman 56-61)

ANALISIS PERKEMBANGAN PERBANKAN SYARIAH

KETERANGAN BANK SYARIAH BANK KONVENSIONAL

Akad dan aspek legalitas Hukum Islam dan hukum positif Hukum positif Lembaga penyelesaian sengketa Badan Arbitrase Syariah Nasional

(BASYARNAS)

Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI)

Struktur organisasi Ada Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Dewan Pengawas Syariah (DPS)

Tidak ada DSN dan DPS.

Investasi Halal Halal dan haram

Prinsip Organisasi Bagi hasil,jual beli,sewa Perangkat bunga Tujuan Proit dan falah oriented Proid oriented

Hubungan Nasabah Kemitraan Debitur-Kreditur

penjual dan pembeli.

b. Salam, yaitu akad jual beli muslam iqh (barang pesanan) dengan penagguhan pen- giriman oleh muslam ilaihi (penjual) dan pelunasannya dilakukan segera oleh pem- beli sebelum barang pesanan tersebut diter- ima sesuai dengan syarast-syarat tertentu. c. Istishna, yaitu akad jual beli antara al-

musthasni (pembeli) dan as-shani (pro- dusen) yang juga bertindak sebagai pen- jual). Berdasarkan akad tersebut, pembeli menugasi produsen untuk menyediakan al- mashnu (barang pesanan) sesuai spesiikasi

yang diisyaratkan pembeli dan menjualnya dengan harga yang disepakati.

d. Mudharabah, yaitu akad kerja sama usaha antara shahibul maal (pemilik dana) dan

mudharib (pengelola dana) dengan nisbah bagi hasil menurut kesepakatan dimuka. e. Musyarakah, yaitu akad kerja sama di an-

tara para pemilik modal yang mencampur- kan modal mereka untuk tujuan mencari keuntungan

f. Ijarah, yaitu akad sewa-menyewa antara pemilik ma’jur (objek sewa) dan musta’jir (penyewa) untuk mendapatkan imbalan atas objek sewa yang disewakannya. g. Pinjaman qardh, yaitu penyediaan dana

atau tagihan yang dapat dipersamakan den- gan itu berdasarkan persetujuan atau ke- sepakatan antara peminjam dengan pihak yang meminjamkan yang mewajibkan pin- jaman melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu.

3. Produk jasa terdiri dari :

a. Sharf, yaitu akad jual beli suatu valuta den- gan valuta lainnya.

b. Wakalah, Yaitu akad pemberian kuasa dari

muwakil (pemberi kuasa / nasabah) kepada

wakil (penerima kuasa/bank) untuk mel- aksanakan suatu taukil (tugas) atas nama pemberi kuasa.

c. Kafalah, pemberian jaminan yang diberi- kan oleh kaailin (penjamin / bank) kepada makful (penerima jaminan) dan penjamin bertanggung jawab atas pemenuhan kem- bali suatu kewajiban yang menjadi hak penerima jaminan.

d. Hiwalah, yaitu pemindahan atau pengali- han hak dan kewajiban, baik dalam bentuk pengalihan piutang maupun utang, dan jasa pemindahan / pengalihan dana dari satu en- titas kepada entitas lain.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nasabah Dalam Memilih Perbankan Syariah.

Beberapa faktor yang mempengaruhi nasabah dalam memilih perbankan Syariah yang peneliti kembangkan dari hasil penelitian Kristiyanto (2008), Pulungan (2009), Sari (2010), dan Nurul (2007).

Faktor Syariah

Pemahaman yang paling esensial mengenai faktor syariah dalam Perbankan Syariah yaitu mengganti sistem riba dengan sistem bagi hasil sesuai dengan ajaran Islam. Istitut Bankir Indone- sia (2000: 35-36) menyebutkan :

Riba dilihat dari segi bahasa artinya bertam- bah, berkembang atau tumbuh, sedangkan dari segi istilah dimaknai sebagai segala macam tam- bahan yang dipersyaratkan dalam akad tanpa im- balan yang dibenarkan secara syariah. Dalam Al Qur’an surat Ar-Rum ayat 39 :

“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu beri- kan agar dia bertambah pada harta manusia.Maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah.Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu mak- sudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya)”.

Dari surat Ar-Rum ayat 39 di atas jelas din- yatakan bahwa riba adalah tambahan pada harta manusia, yang demikian tidak diperbolehkan oleh syariah Islam.

Menurut Boesono (2007:56), ada 3 prinsip dalam operasional bank syariah yang berbeda dengan bank konvensional, terutama dalam pe- layanan nasabah, yang harus dijaga oleh bankir, yaitu:

1. Prinsip keadilan, yakni imbalan atas dasar bagi hasil dan margin keuntungan atas kesepakatan bersama antara bank dan nasabah.

2. Prinsip Kesetaraan, yakni nasabah penyimpan dana, pengguna dana dan bank memiliki hak, kewajiban, beban terhadap resiko dan keun-

tungan yang berimbang,

3. Prinsip ketentraman, bahwa produk bank sya- riah mengikuti prinsip dan kaidah muamalah islam, artinya bebas riba dan menerapkan zakat harta.

Pengguna Perbankan Syariah

Lembaga keuangan dengan prinsip Syariah islam dapat diakses dan dikelola oleh seluruh masyarakat, tidak hanya terbatas pada masyarakat islam. Adapun tujuan laporan keuangan kepada pengguna informasi luar antara lain:

1. Memberikan informasi tentang kepatuhan lembaga keuangan Syariah terhadap Syariah islam, termasuk informasi tentang pemisahan antara pendapatan dan pengeluaran yang boleh dan tidak menurut Syariah Islam.

2. Memberikan informasi tentang sumber daya ekonomi dan kewajiban lembaga keuangan Syariah.

3. Memberikan informasi kepada pihak yang terkait dengan penerimaan dan penyaluran zakat pada lembaga keuangan Syariah.

4. Memberikan informasi untuk mengestimasi arus kas yang dapat direalisasikan, waktu re- alisasi dan resiko yang mungkin timbul dari transaksi dengan lembaga keuangan Syariah. 5. Memberikan informasi agar pengguna lapo-

ran keuangan dapat menilai dan mengevaluasi lembaga keuangan Syariah apakah telah men- jaga dana serta melakukan investasi dengan tepat termasuk memperoleh imbal hasil yang memuaskan.

6. Memberikan informasi tentang pelaksanaan tanggung jawab sosial dari lembaga keuangan Syariah.

Pemakai laporan keuangan menurut AAOIFI (Accounting and Auditing Organization for Islam- ic Financial Institutions) atau Lembaga Keuangan Akuntansi dan Audit Islam/Syariah, antara lain sebagai berikut:

a. Pemegang Saham b. Pemegang Investasi

c. Pemilik Dana (bagi Deposan Bank) d. Pemilik Dana Tabungan

e. Pihak yang Melakukan Transaksi Bisnis

f. Pengelola Zakat g. Pihak yang Mengatur Penelitian Terdahulu

Yusdi Daulay, Oktaviani Rahayu, dkk (2010:20) tentang analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan masyarakat pro- pinsi banten terhadap Perbankan Syariah (Studi Kasus di Kabupaten Pandeglang dan Kotamadya Tangerang). Hasil dalam penelitian ini, faktor yang paling dominan yang mempengaruhi perkemban- gan masyarakat Banten terhadap Perbankan Sya- riah adalah: Penerapan konsep bagi hasil dalam perbankan Syariah, Prinsip kerja wadiah dan mud- harabah dapat digunakan untuk menghimpun dana dalam Perbankan Syariah, Prinsip kerja muraba- hah, salam, istishna’ dan ijarah dapat digunakan untuk produk penyaluran dana dalam Perbankan Syariah. Metode pengambilan sampel yang digu- nakan dalam pelitian ini adalah metode Purposive Sampling/Judgment Sampling.

Mahmudah (2006:12) meneliti perkembangan mahasiswa akuntansi terhadap karakteristik, us- ers, akuntabilitas, dan aktivitas bisnis Perbankan Syariah. Penelitian ini membandingkan perkem- bangan mahasiswa akuntansi semester empat ke atas dan mahasiswa akuntansi semester empat ke bawah dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Hasil dari penelitian tersebut menyim- pulkan bahwa terdapat perbedaan perkembangan antara mahasiswa akuntansi semester empat ke atas dengan mahasiswa akuntansi semester empat ke bawah terhadap karakteristik Perbankan Sya- riah.

Kerangka Konseptual

Karakteristik kegiatan usaha Bank Syariah yang melarang bunga Konvensional, dan pember- lakuan nisbah bagi hasil sebagai pengganti serta melarang transaksi keuangan yang bersifat speku- latif (al Gharar) dan tanpa didasarkan pada kegia- tan usaha yang riil.

Dari uraian diatas dapat digambarkan kerang- ka konseptual perkembangan perbankan syariah ditinjau dari persepsi nasabah terhadap perbankan syariah adalah sebagai berikut

Hipotesis

Dalam penelitian ini mencoba untuk men- gukur perkembangan nasabah terhadap Perbankan Syariah yang meliputi : karakteristik Perbankan Syariah, akuntabilitas Perbankan Syariah, peng- guna Perbankan Syariah dan karakteristik aktivi- tas Perbankan Syariah sebagai lembaga keuangan dalam perspektif Islam.

Dengan dasar tersebut, maka hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

H0 : Persepsi nasabah bank di Lhokseumawe te- hadap perkembangan Perbankan Syariah tidak baik.

H1 : Persepsi nasabah bank di Lhokseumawe te- hadap perkembangan Perbankan Syariah baik.

METODE PENELITIAN

Penelitaan ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bermaksud penyandaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta- fakta dan sifat-sifat populasi tertentu, (Usman dan Akbar (2003:6). Penelitian ini di lakukan pada wilayah kerja Perbankan Syariah yang ada di Kota Lhokseumawe. Adapun objek penelitian ini adalah nasabah Perbankan Syariah Kota Lhok- seumawe.

Menurut Sugiyono (2004:55) Populasi ada- lah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek / subjek yang mempunyai kuantitas dan karakter- istik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah nasabah Perbankan Syariah Kota Lhok- seumawe yang berjumlah 13.894 orang, dalam penelitian ini sampel yang di gunakan sebanyak 100 orang.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Penelitian Lapangan (Field Research)adalah penelitian yang dilakukan dengan maksud un- tuk mendapatkan data primer yaitu data yang diperoleh melalui :

a. Pengamatan (Observation), suatu teknik pengumpulan data dengan mengamati se- cara langsung objek yang diteliti.

b. Wawancara (Interview), suatu teknik pen- gumpulan data dengan cara tanya jawab dengan responden atau pihak yang ber- wenang atau bagian lain yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

c. Kuesionar (Questionare), suatu teknik pengumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan yang berkaitan dengan objek yang akan diteliti, diberikan kepada pimpi- nan atau pihak yang berwenang atau bagi- an lain yang berhubungan langsung dengan objek yang diteliti.

2. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

adalah penelitian yang dimaksudkan untuk memperoleh data sekunder yaitu data yang merupakan faktor penunjang yang bersifat teoritis kepustakaan.

Variabel Independen Variabel Dependen

Sistem Operasi (X1)

Produk Perbankan Syariah (X2)

Perkembangan Perbankan Akuntabilitas Perbankan Syariah

Syariah (Y)

(X3)

Pengguna Perbankan Syariah (X4)

Deinisi Operasional Variabel

Variabel yang akan diukur dalam penelitian ini adalah persepsi nasabah yang menggunakan jasa Perbankan Syariah di Lhokseumawe. Persepsi na- sabah di Lhokseumawe terhadap Perbankan Sya- riah sebagai lembaga keuangan dalam perspektif Islam diukur dengan menggunakan kuesioner.

Menurut Kholil (2006:94) Variabel dependen adalah variabel yang di pandang sebagai akibat dari variabel bebas. Yang menjadi variabel de- penden dalam penelitian ini adalah Perkemban- gan Perbankan Syariah (Y). Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau variabel yang di pandang menjadi sebab kepada variabel dependen. Yang menjadi variabel independen dalam penelitian ini adalah Persepsi masyarakat Lhokseumawe (X).

Metode Analisa Data

Penelitian ini menggunakan data primer. Pen- gumpulan data dilaksanakan dengan menyebar- kan kuesioner secara langsung kepada responden dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kue- sioner yang dikembalikan oleh responden. Skala

yang digunakan dalam kuesioner adalah skala Likert. Yaitu skala yang berisi lima tingkat jawa- ban yang merupakan skala ordinal. Hal ini sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh (Sugi- yono (1997:73) “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, Persepsiseseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.”

Data yang berhasil dikumpulkan melalui teknik-teknik pengumpulan data kemudian diolah dan dianalisis. Dengan Menghitung skor setiap item pertanyaan, yaitu dengan menggunakan ru- mus menurut Supranto (1987:53), sebagai berikut:

Skor Per Item = ∑i .xi

Dimana :

i = nilai frekuensi pada jumlah ke-i

xi = jumlah responden pada frekuensi ke-i Skor kuesioner dibuat dalam bentuk persentase (%) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

skor kuesioner = x 100%

Tabel 3

Deinisi Operasional Variabel

Variabel Deinisi Variabel Skala

Sistem Operasional (X1) Bank syariah beroperasi atas asas tidak menggunakan bunga sebagai alat untuk mendapatkan pendapatan. Asas utama adalah kemitraan, keadilan, transparansi, dan uni- versal. Bank syariah merupakan sistem perbankan yang didasarkan pada kaidah dan syariat Islam.

Likert

Produk Perbankan Syariah (X2) Produk perbankan syariah harus sesuai dengan syariat islam. Dengan prinsip keadilan dan kebaikan.

Likert

Akuntabilitas (X3) Keterbukaan publik dan etika dalam transaksi syariah didasarkan pada paradigma dasar bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan sebagai amanah (kepercayaan Ilahi) dan sarana kebahagiaan hidup bagi seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material dan spiritual (al-falah).

Likert

User (pengguna) (X4) User adalah orang yang menggunakan jasa perbankan syariah. Lembaga keuangan dengan prinsip syariah islam dapat di akses dan di kelola oleh seluruh masyarakat, tidak hanya terbatas pada masyarakat islam. Pemegang Saham, Pemegang Investasi, Pemilik Dana (bagi Deposan Bank), Pemilik Dana Tabungan, Pihak yang Melaku- kan Transaksi Bisnis, Pengelola Zakat, dan Pihak yang Mengatur.

Likert

Sumber: data diolah 2012

jumlah skor kuesioner jumlah skor ideal

Menentukan rentang

Rentang = data terbesar – data terkecil Menentukan panjang kelas interval, yaitu dengan menggunakan rumus menurut Supranto, (1987:61)

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode analisa data sebagai berikut :

Uji validitas data diperlukan untuk mengeta- hui sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam menjalankan fungsinya (Sekaran, 2000: 42). Menurut Singarimbun (1998: 27), uji validitas data digunakan, benar-benar dapat men- gukur apa yang ingin diukur atau tidak. Suatu in- strumen dikatakan memiliki validitas yang tinggi apabila mampu memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya penelitian tersebut.

Uji reliabilitas data digunakan untuk menun- jukkan sejauh mana hasil pengukuran telah kon- sisten apabila dilakukan dua kali atau lebih dari gejala yang sama (Sekaran,2000:177). Uji ini han- ya dilakukan pada item pernyataan yang dinyata- kan valid dalam uji validitas . Uji relibilitas data dalam penelitian ini menggunakan cronbach’s al- pha lebih besar dari 0,6. Untuk menguji reliabilitas digunakan teknik Cronbach Alpha, yaitu koeisien

reliabilitas yang menunjukkan seberapa baik item dalam suatu instrument berkorelasi positif dengan item lainnya

Pengujian hipotesis akan digunakan untuk mengukur bagaimana Persepsi nasabah di Lhok- seumawe terhadap perkembangan Perbankan Sya- riah.

Pengujian ini digunakan untuk menjawab pe- rumusan masalah.Pertama, pengujian yang digu- nakan adalah Analisys of variance merupakan me- tode untuk menguji hubungan antara satu variable dependen (skala metrik) dengan satu atau lebih variabel independen (skala non parametrik atau kategori lebih dari dua). Langkah-langkah dalam pengujian ini adalah :

H0 : Persepsi nasabah bank di Lhokseumawe ter- hadap perkembangan Perbankan Syariah tidak baik.

H1 : Persepsi nasabah bank di Lhokseumawe ter- hadap perkembangan Perbankan Syariah baik.

Analisis deskriptif digunakan untuk mengu- raikan data diri responden yang akan mengidenti- ikasikan sikap responden dalam Perbankan Sya- riah, karena penelitian deskriptif dapat digunakan untuk mengetahui secara empirik tentang gejala- gejala, fakta-fakta atau kejadian-kejadian sistema- tis atau keakuratan data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam dokumen JAK Vol.3 No.1 Februari 2013 (Halaman 56-61)